Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A 3-in-1 Treatment of Traumatized Tooth with Open Apex and Discoloration Arifin, Fadil Abdillah
Journal of Indonesian Dental Association Vol 4 No 2 (2021): October
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The most common etiology of pulp necrosis is dental trauma. Pulp necrosis that seemed to be young had incomplete apical anatomy, remaining as tooth discoloration. Case Report: A 25-year-old male without a compromised medical history was referred for endodontic retreatment in the left maxillary central incisor after a trauma that occurred 17 years before. The primary complaints were unpleasant esthetic features with a dark gray appearance and discomfort during the chewing process. A left maxillary first incisor with wide-open apical and periapical lesions was shown in the radiographic. Gutta-percha removal and debridement of the root canal were performed with K-file. The root canal was irrigated with saline solution, and the calcium hydroxide paste was left for one week as intracanal dressing. At the next appointment, the apical portion of the canal was filled with a Mineral Trioxide Aggregate (MTA) apical plug, which was then obturated with the thermoplastic gutta-percha. Then, a walking bleach procedure was performed in two cycles using 35% hydrogen peroxide gel, resulting in a satisfactory tooth color. In the follow-up periods of three and eight months, favorable clinical and radiographic appearance responses were observed, and none of the previous symptoms were detected. Conclusion: The use of MTA as an apical plug material is shown to be one of the best materials for exposed apical teeth. The walking bleach technique was also shown to be effective for discoloration after trauma.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Karies Gigi untuk Meningkatkan Keimanan di Villa Hartaco Indah Makassar Muhammad Jayadi Abdi; Arifin, Fadil Abdillah; Besse Mawaddah; Indah Rahmawati Ilham; Ummul Kalsum; Amdhan Syarief
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), Federation Dentaire Internationale (FDI) dan International Association for Dental Research (IADR) menjelaskan bahwa peningkatan kehilangan gigi khususnya di Indonesia sangatlah meningkat salah satu etiologinya adalah terjadinya karies gigi. Hal tersebut karena kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi serta mulut sangtlah penting karena merupakan salah satu cerminan dalam islam. Kesadaran masyarakat dapat dilihat dari hasil kunjungan masyarakat di Puskesmas, RS, dan klinik gigi yang sangat kurang dan tingkat pengetahuan sangatlah kurang, dan tingkat pengendalian karies gigi dapat diukur dari kebiasaan menyikat serta membersihkan rongga mulut dengan benar. Hasil screaning pemeriksaan gigi menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan edukasi dan tindakan lanjut pada kesehatan gigi serta mulut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan kuisioner untuk melihat pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah pemberian edukasi mengenai karies gigi secara tradisi islam dan modern serta pemeriksaan gigi untuk melihat tingkat karies pada masyarakat. Hasil pengbdian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan gigi serta mulut yang dilihat dari hasil pre-test sebesar 85,595% dan hasil post-test sebesar 90.595%, ini menunujukkan bahwa adanya perbedaan signifikan wawasan responden sebelum perlakuan dan setelah perlakuan diberikan, dan hasil sceraning menunjukkan bahwa tingkat karies gigi diwilayah tersebut tergolong tinggi.
Praktek Dokter Laki-Laki terhadap Penanganan Pasien Perempuan dalam Sudut Pandang Islam Aldilawati, Sari; Irawaty AB, Andi Arni; Hasanah , Azizah Uswatun; Arifin, Fadil Abdillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi dokter adalah sebuah profesi yang memiliki tujuan mulia untuk masyarakat. Dalam praktiknya, dokter berfungsi sebagai tenaga kesehatan yang menjadi titik kontak pertama bagi pasien dalam menangani berbagai masalah kesehatan yang mereka hadapi, tanpa memandang jenis penyakitnya. Dalam Islam, kesehatan baik fisik, mental, maupun lingkungan sangat dihargai dan dianggap penting. Islam merupakan agama yang mengatur interaksi manusia dengan manusia (habluminannas) dan interaksi manusia dengan Tuhan (habluminallah). Jelaslah bahwa ide dan ajaran Islam berdampak pada industri kesehatan pada tataran konseptual, filosofis, substantif, dan praktis. Dalam memberikan perawatan gigi kepada pasien, dokter gigi muslim adalah orang yang menjunjung tinggi prinsip, etika, dan standar yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad. Tindakannya dalam memberikan layanan medis mematuhi prinsip dan moralitas Islam. Seorang dokter gigi muslim harus mengikuti empat keutamaan Nabi Muhammad SAW: fathanah (cerdas/pintar), amanah (dapat dipercaya), siddiq (jujur), dan tabligh (menyampaikan). Identitas seorang dokter gigi muslim harus mencakup kejujuran, musyarokah (gotong royong), mujaddid (pembaru), amanah (dapat dipercaya dan bertanggung jawab), tasawuth (moderat), tasamuh (toleran), adil (adil), dan tawazun (seimbang/proporsional).