Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Penerapan K3LL Menggunakan Metode Hirarc Terhadap Dampak Lingkungan, Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pekerja Pada Proyek Pembangunan Jaringan Pipa Gas Rumah Tangga, Pelanggan Kecil Dan Komersial Ulfah Mahfudah; Liliskarlina Liliskarlina; Aysh Nugroho; Hadzmawaty Hamzah; Hudriani Jamal
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 9 No. 2 (2025): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v9i2.962

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau disingkat K3 begitu dekat dengan tenaga kerja terlebih tenaga kerja konstruksi. Hingga tujuan proyek tercapai dengan baik tenaga kerja adalah asset yang harus dijaga, sehingga sudah seharusnya perusahaan memastikan pekerja tetap dalam keadaaan aman. Manajemen risiko harus diterapkan dengan baik untuk mengurangi bahkan mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja, sehingga dapat meminimalisir terimbasnya semua aktivitas di tempat kerja apabila kecelakaan kerja terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan K3LL menggunakan metode HIRARC terhadap dampak lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja pekerja pada proyek pembangunan jaringan pipa gas rumah tangga, pelanggan kecil dan komersial. Hasil dari analisis risiko diperoleh bahwa pada penggalian tanah/aspal menggunakan cangkul terdapat 1 risiko termasuk kategori moderate dan 1 risiko termasuk kategori low, pada penggalian menggunakan jack hammer terdapat 1 termasuk kategori low karena hasil pengukuran tidak melebihi batas maksimum kebisingan 85 dB, pada penjajaran pipa terdapat 1 risiko moderate dan 1 kategori low, proses memasukkan pipa termasuk kategori low, penyambungan pipa masuk dalam kategori moderate, penimbunan kembali bekas galian termasuk kategori moderate. Pemantauan kondisi fisik lingkungan menjukkan adanya debu, bekas tanah galian yang menyumbat saluran drainase yang dapat memperburuk kondisi lingkungan. Hasil penilaian risiko secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya yang perlu dimitigasi, karena tingkat risiko ini bervariasi. DIharapkan pihak perusahaan dapat selalu meningkatkan prosedural kesehatan dan keselamatan kerja, meningkatkan perhatian pada dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan agar risiko dapat semakin diminimalisir, dan meningkatkan pelaksanaan K3LL yang berkelanjutan.
Pemetaan Kematangan Berfikir Anak Dengan Metode Neurosains Terapan Di Upt Sdn No. 128 Inpres Lengkese 1 Desa Lengkese Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Hadzmawaty Hamzah; Arif Atul Mahmudah; Liliskarlina Liliskarlina
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 4 No. 1 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i1.846

Abstract

Neurosains merujuk pada ilmu yang mempelajari otak dan semua fungsi saraf yang terkait. Neurosains terapan merupakan program unggulan pada Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dimana program ini di lakukan pemetaan berpikir  dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak. kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode neurosains terapan ini akan dilakukan 3 kali dalam rentang 6 bulan dimana ini bentuk kegiatannya yaitu penapisan, intervensi dan dilakukan penapisan kembali. Masalah yaitu belum pernah dilakukan kegiatan pemetaan berpikir  dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak di UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1. Metode dengan melakukan teknik penapisan gerak dan artikulasi pada 30 siswa UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1 yang dilengkapi dengan Lembar Observasi. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, Setelah dilakukan kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi diperoleh hasil bahwa sebagian besar anak tidak mengalami gangguan, beberapa diantaranya mengalami terlambat dan terhambat. Kegiatan ini akan dilaksanakan berkelanjutan dengan melakukan intervensi kepada 30 anak yang telah dilakukan penapisan gerak dan penapisan artikulasi. Akan diberikan senam AEK yang merupakan kelanjutan dari kegiatan penapisan ini. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pemetaan berpikir  dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak di UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1 Desa Lengkese Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar yaitu Orang tua mengetahui dan memahami kesiapan belajar anak serta guru dapat mengetahui kesiapan dan kematangan berpikir anak didiknya dalam memahami materi disekolah.
Pengukuran Antropometri (Status Gizi ) Beberapa Remaja Putri di Desa Cikoang Kecamatan Laikang Kabupaten Takalar Hadzmawaty Hamzah; Liliskarlina Liliskarlina; Muh Iskandar
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 6 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v10i1.1048

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok rentan terhadap masalah gizi seperti anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pengukuran status gizi remaja putri di Desa Cikoang melalui indikator antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan edukatif dan partisipatif terhadap 30 remaja putri. Hasil menunjukkan bahwa 73,3% remaja memiliki IMT normal, 23,3% kurus, dan 3,3% obesitas. Seluruh responden (100%) memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) dan lingkar perut dalam kategori normal. Meskipun secara umum status gizi tergolong baik, edukasi berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencegah risiko masalah gizi di masa depan.
Gambaran Perilaku Merokok Dan Lingkungan Sosial Anak Sekolah Dasar Desa Banggae Kabupaten Takalar Hudriani Jamal; Liliskarlina; Hadzmawaty Hamzah; Ulfah Mahmudah; Amalia Natsir; Suandi Suandi
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v10i1.1066

Abstract

Dampak negatif merokok telah banyak diketahui, namun prevalensi perokok di Indonesia masihtergolong tinggi dan bahkan mulai terjadi pada usia yang semakin muda. Fenomena yangmengkhawatirkan saat ini adalah munculnya perilaku merokok pada anak usia sekolah dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok anak sekolah dasar danlingkungan sosialnya serta mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dansikap tentang merokok. Desain penelitian ini adalah pre-experimental dengan pendekatan onegroup pretest-posttest. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi aktif Sekolah Dasar Negeri177 Inpres Bolo Desa Banggae. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak30 responden. Analisis data penelitian berupa analisis univariat dan bivariat (uji Wilcoxon).Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 30,0% responden yang sudah pernah mencobarokok dan 10,0% masih merokok dalam 30 hari terakhir. Lebih dari 50,0% responden memilikilingkungan sosial (teman dan orang tua) merokok. Hasil uji bivarat menunjukkan bahwa tidakada pengaruh edukasi kesehatan dengan pengetahuan tentang bahaya merokok (p-value =0,754) dan ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap sikap tentang merokok pada respondenanak sekolah dasar (p-value = 0,033). Pengembangan metode intervensi edukasi kesehatanperlu diteliti lebih lanjut dengan menyesuikan karakter anak, serta diperlukan upayapencegahan yang lebih terintegrasi dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan kebijakanpemerintah guna menekan angka perokok usia dini.
Studi Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga Dengan Menggunakan Metode Ehra (Environmental Health Risk Assessment): Studi Kasus Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Ulfah Mahfudah; Tiara Natalia; Amaliah Natsir; Liliskarlina Liliskarlina; Hadzmawaty Hamzah
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan limbah cair rumah tangga merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah cair rumah tangga serta menilai tingkat risiko kesehatannya di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dengan menggunakan metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 339 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) tidak memiliki sistem pengelolaan limbah cair yang sesuai, dan seluruh limbah cair dibuang langsung ke saluran tanpa pengolahan terlebih dahulu. Sebanyak (76,7%) rumah tangga menghasilkan limbah cair >500 liter per hari, namun (100%) di antaranya tidak melakukan pengelolaan sebelum pembuangan. Meskipun (92,3%) rumah tangga memiliki septic tank, namun (60,2%) tidak melakukan pengurasan secara teratur. Dari sisi kondisi lingkungan, drainase hanya (56,6%) yang dikategorikan baik, sementara genangan air dan banjir masih terjadi. Risiko penyakit akibat buruknya pengelolaan limbah tergolong tinggi, dengan (81,1%) responden berada pada kategori risiko tinggi, dan (70,8%) menyatakan penyakit yang mereka alami berkaitan dengan limbah cair. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis data dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan limbah cair yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Evaluasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dengan Menggunakan Metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Gustiana Gustiana; Hadzmawaty Hamzah; Setiawan Kasim; Liliskarlina Liliskarlina
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga menjadi isu penting dalam kesehatan lingkungan karena berhubungan langsung dengan timbulan limbah domestik, pola pengelolaan masyarakat, serta risiko kesehatan yang ditimbulkan. Kelurahan Tombolo sebagai wilayah perkotaan padat di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mengalami peningkatan produksi sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah rumah tangga dan menilai potensi risiko kesehatan masyarakat dengan menggunakan metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 369 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHRA yang mencakup variabel jenis dan volume sampah, pola pengelolaan (pemilahan, pembuangan, pengangkutan), serta indikator risiko kesehatan masyarakat (kejadian penyakit, keberadaan TPS, dan paparan bau). Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan menggunakan indeks risiko EHRA untuk menentukan kategori risiko kesehatan (rendah, sedang, tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sampah rumah tangga berupa sampah organik (72,5%), sedangkan sampah anorganik sebesar 23,4% dan B3 tidak ditemukan. Volume sampah paling banyak berada pada kategori 1–2 kg per hari (41,3%). Dalam pola pengelolaan, hanya 54,8% responden yang melakukan pemilahan, 68,3% menyerahkan sampah ke petugas, sedangkan 27,5% masih membakar sampah. Frekuensi pengangkutan terbanyak adalah 2–3 kali per minggu (54,8%), namun 27,5% rumah tangga tidak mendapat layanan pengangkutan. Dari sisi risiko kesehatan, tercatat kasus diare (28,5%), demam berdarah (14,1%), dan infeksi kulit (14,4%), serta 42,5% rumah tangga tinggal <50 m dari TPS. Analisis indeks risiko EHRA menunjukkan bahwa 47,4% responden berada pada kategori sedang, 32,0% kategori tinggi, dan hanya 21,1% kategori rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Tombolo belum sesuai prinsip 3R dan sanitasi lingkungan, dengan mayoritas masyarakat berada pada risiko kesehatan sedang hingga tinggi. Diperlukan intervensi pemerintah daerah dalam bentuk peningkatan layanan pengangkutan sampah, edukasi pemilahan dan pengolahan, pengendalian praktik pembakaran sampah, serta penataan TPS agar lebih ramah lingkungan.