Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Percontohan Alat Pembakar Sampah Minim Asap Sederhana Dan Tempat Sampah Terpilah Di Desa Sanrobone Kabupaten Takalar Liliskarlina, Liliskarlina; Hamzah, Hadzmawaty; Hasan, Nurul Wahidah
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 5, No 2 (2025): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v5i2.986

Abstract

Waste management in rural areas remains a critical challenge, particularly due to open burning practices that cause air pollution and health risks. Sanrobone Village in Takalar Regency faces problems of household waste accumulation without an adequate waste management system. This community service project aims to introduce a simple low-smoke waste incinerator and segregated waste bins as practical, affordable, and environmentally friendly solutions. The activities included field surveys, socialization, community training, construction of low-smoke incinerators, and installation of color-coded waste bins at strategic points. The results indicate improved community awareness in waste sorting and correct incinerator use, reducing smoke emissions by approximately 70%. The program also formed a village waste management group as an initial step toward sustainable waste handling. This pilot initiative is expected to serve as a replicable model for other villages to promote clean and healthy community environments.
Analysis of the Depth of Literacy with Fertility in Ever Married Women Aged 15-49 Years (Advannced Analysis of Indonesian Health Demographc Survey (SDKI) 2017) Muslimin, Irma; Hamzah, Hadzmawaty
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 3 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i3.2649

Abstract

Literacy is a concept that is integrated into knowledge, motivation and competence to access, understand, assess and apply health information to make decisions and make decisions in everyday life. One important factor that supports a person's knowledge is the depth of literacy. This research uses a quantitative approach using data from the results of data collection in the Indonesian Health Demographic Survey which is then analyzed using the chi-square test. The research results show that depth of literacy is related to fertility with p = 0.000, which means there is a relationship between depth of literacy and fertility level. The importance of literacy is the main trigger factor for increasing knowledge, so efforts need to be made so that people increase their interest in reading about things related to their health.
Analisis Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Merokok Pada Remaja Natsir, Amaliah; Hadzmawaty Hamzah; Hudriani Jamal
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.147

Abstract

Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi merokok pada remaja usia 10–18 tahun dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku merokok pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja UPT Puskesmas Paccerakkang, Kota Makassar, dengan jumlah sampel sebanyak 341 remaja yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku merokok, sedangkan variabel independennya adalah pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang baik (63%) dan sikap yang positif terhadap bahaya merokok (94%), namun mayoritas tetap memiliki perilaku merokok (94%). Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku merokok (p = 0.01), sedangkan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku merokok (p = 0.08). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun remaja memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap bahaya merokok, hanya sikap yang berpengaruh terhadap perilaku merokok. Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi yang lebih menekankan pada perubahan sikap dan lingkungan sosial dalam upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja.
Analisis Penerapan K3LL Menggunakan Metode Hirarc Terhadap Dampak Lingkungan, Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pekerja Pada Proyek Pembangunan Jaringan Pipa Gas Rumah Tangga, Pelanggan Kecil Dan Komersial Mahfudah, Ulfah; Liliskarlina, Liliskarlina; Nugroho, Aysh; Hamzah, Hadzmawaty; Jamal, Hudriani
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 9, No 2 (2025): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v9i2.962

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau disingkat K3 begitu dekat dengan tenaga kerja terlebih tenaga kerja konstruksi. Hingga tujuan proyek tercapai dengan baik tenaga kerja adalah asset yang harus dijaga, sehingga sudah seharusnya perusahaan memastikan pekerja tetap dalam keadaaan aman. Manajemen risiko harus diterapkan dengan baik untuk mengurangi bahkan mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja, sehingga dapat meminimalisir terimbasnya semua aktivitas di tempat kerja apabila kecelakaan kerja terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan K3LL menggunakan metode HIRARC terhadap dampak lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja pekerja pada proyek pembangunan jaringan pipa gas rumah tangga, pelanggan kecil dan komersial. Hasil dari analisis risiko diperoleh bahwa pada penggalian tanah/aspal menggunakan cangkul terdapat 1 risiko termasuk kategori moderate dan 1 risiko termasuk kategori low, pada penggalian menggunakan jack hammer terdapat 1 termasuk kategori low karena hasil pengukuran tidak melebihi batas maksimum kebisingan 85 dB, pada penjajaran pipa terdapat 1 risiko moderate dan 1 kategori low, proses memasukkan pipa termasuk kategori low, penyambungan pipa masuk dalam kategori moderate, penimbunan kembali bekas galian termasuk kategori moderate. Pemantauan kondisi fisik lingkungan menjukkan adanya debu, bekas tanah galian yang menyumbat saluran drainase yang dapat memperburuk kondisi lingkungan. Hasil penilaian risiko secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya yang perlu dimitigasi, karena tingkat risiko ini bervariasi. DIharapkan pihak perusahaan dapat selalu meningkatkan prosedural kesehatan dan keselamatan kerja, meningkatkan perhatian pada dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan agar risiko dapat semakin diminimalisir, dan meningkatkan pelaksanaan K3LL yang berkelanjutan.
Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Posyandu Desa Tukamasea Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Musdalifah Syamsul; Ummi Kalsum Marwan; Yermi; Hadzmawaty Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4139

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan anak yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan ibu, tingkat pengetahuan gizi, dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan status gizi balita. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan teknik tabulasi silang dan uji korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar balita dengan riwayat ASI eksklusif memiliki status gizi baik (83,6%), sedangkan pada kelompok tanpa ASI eksklusif proporsi status gizi baik hanya 68,8%. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi R = 0,62 yang menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara ASI eksklusif dengan status gizi balita. Faktor pengetahuan gizi ibu juga berhubungan positif dengan status gizi, meskipun tingkat pendidikan formal tidak selalu berkorelasi langsung dengan praktik pengasuhan gizi. Temuan ini menegaskan bahwa ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu berperan penting sebagai faktor protektif dalam menjaga status gizi balita. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya intervensi berbasis edukasi gizi dan peningkatan cakupan ASI eksklusif sebagai strategi kebijakan untuk mendukung pencapaian status gizi optimal pada anak.