Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : WACANA

Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta Deabeata Gena Emily; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.687 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.97

Abstract

Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Correlation Between Work Motivation and Organizational Commitment With Job Involvement Among Members in AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Deabeata Gena Emily, Bagus Wicaksono, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Tujuan organisasi dapat dicapai apabila kinerja dalam organisasi berjalan dengan efektif.Keterlibatan kerja anggota dalam suatu organisasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan efektivitas organisasi.Anggota yang memiliki keterlibatan kerja tinggi memiliki produktifitas yang tinggi dalam organisasi.Keterlibatan kerja anggota dalam organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.Dua diantaranya adalah motivasi kerja dan komitmen organisasi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja pada anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menampilkan gambaran dinamika organisasi secara kompresensif melalui organisasi non-for-profit dengan working environment dan operation yang jelas. Populasi dalam penelitian ini merupakan anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menggunakansampling jenuh dengan 82 anggota AIESEC masa jabatan 2015/2016 sebagai responden penelitian.Instrumen yang digunakan adalah skala motivasi kerja, skala komitmen organisasi dan skala keterlibatan kerja. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 77,144 (< Ftabel 3,12) dengan sig. 0,000. (p> 0,05) berarti terdapat hubungan yang signifikan motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja. (sig 0,014 < 0,05), rx1y = 0,277; serta terdapat hubungan yang signifikan antara komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja (sig 0,000.> 0,05), rx2y = 0,743. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja.Secara parsial, penelitian ini juga berhasil membuktikan adanya hubungan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja, serta adanya hubungan antara komitmen organisasi dan keterlibatan kerja.   Kata kunci:efektivitas organisasi, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan keterlibatan kerja
Hubungan Antara Keadilan Organisasi dan Keterikatan Karyawan dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang Maria Stephani Dwitya; Bagus Wicaksono; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.483 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i1.93

Abstract

Hubungan Antara Keadilan Organisasi dan Keterikatan Karyawan dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang   THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL JUSTICE AND EMPLOYEE ENGAGEMENT WITH JOB SATISFACTION ON THE EMPLOYEES OF PT MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG     Maria Stephani Dwitya, Bagus Wicaksono, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret     ABSTRAK   Masyarakat usia dewasa di dunia menghabiskan sebagian besar waktu terjaganya di tempat kerja, oleh karenanya studi mengenai kepuasan kerja memiliki peran penting baik dalam peningkatan kualitas hidup individu maupun efektivitas organisasi. Kepuasan kerja merupakan sikap dan perasaan positif individu terhadap pekerjaannya sebagai hasil penilaian terhadap pekerjaan tersebut. Penilaian karyawan terhadap pekerjaannya tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun eksternal, diantaranya keadilan organisasi dan keterikatan karyawan. Keadilan organisasi merupakan keseluruhan persepsi karyawan apakah mereka diperlakukan secara adil atau tidak dalam sebuah organisasi. Keterikatan karyawan merupakan kondisi hubungan positif karyawan dengan pekerjaannya meliputi dimensi fisik, kognitif, dan emosional dalam memenuhi peran dan tugas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keadilan organisasi dan keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja, hubungan antara keadilan organisasi dengan kepuasan kerja, dan hubungan antara keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja pada karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT Mekar Armada Jaya Magelang sejumlah 754 karyawan. Sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling dan diperoleh lima unit kerja sebagai sampel dengan total sampel 160 karyawan. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja, skala keadilan organisasi, dan skala keterikatan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan organisasi dan keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang , ditunjukkan dengan Fhitung = 45,176 (>Ftabel 3,00), p=0,000 (p<0,05),dan koefisien korelasi R=0,604.  Secara parsial, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan organisasi dengan kepuasan kerja dengan nilai korelasi 0,389 dan p=0,000 (p<0,05). Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterikatan karyawan dengan kepuasan kerja dengan nilai korelasi 0,167 dan p=0,001 (p<0,05). Nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,365 berarti sumbangan pengaruh variabel keadilan organisasi dan keterikatan karyawan pada kepuasan kerja adalah sebesar 36,5%. Besarnya sumbangan efektif keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja sebesar 23,98% dan sumbangan efektif keterikatan karyawan terhadap kepuasan kerja sebesar 12,52%.   Kata kunci: keadilan organisasi, keterikatan karyawan, kepuasan kerja.
THE RELATIONSHIP OF THE ORGANIZATION CULTURAL PERCEPTION WITH EMPLOYEES PERFORMANCE OF PT AMERICAN INTERNATIONAL ASSURANCE (AIA) Diah Ayu Retno Savitri; Bagus Wicaksono; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.088 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.52

Abstract

In  Indonesia  today  a  lot  of  insurance   companies   both  foreign  insurance companies or local insurance companies. PT AIA Indonesia is one of the foreign insurance companies the biggest in Indonesia. Things to note is how the corporate culture is taken into account in working. Enterprise organizational culture is the common perception held by the members of corporate organizations. Positive perceptions of organizational culture can provide a significant influence on attitudes and performance. Successful or not efforts in achieving corporate goals or organization is also influenced by the level of employee performance. The purpose of this study is to determine the relationship of the organization cultural perception with employees performance of PT American International Assurance (AIA) Indonesia in Jakarta. Population numbered 408 people. Sample based on characteristics that have determined that between the ages of 30 to 40 years, working time ≥ 5 years and the daily work in the office. Sampling technique with the purposive sampling. Respondents used in this study as many as 60 employees, the research data obtained using a scale of organization cultural perception 49 aitem and scale performance consisting of 51 aitem. Testing research hypotheses using analysis of product-moment correlation is analyzed using SPSS for Windows Version 16.0. Based on the analysis results showed significant positive the relationship of the organization cultural perception with employees performance of PT American International Assurance (AIA) Indonesia, indicated by the value of the correlation coefficient rxy values of 0.634 and p-values in column sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05 level of significant (α). Organization culture perceptions of the respondents were classified research, indicated by the empirical average of 96.17 and the hypothetical average of 122.5. Performance on the classified study's respondents, indicated by the empirical average of 118.62 and the hypothetical average of 127.5. Effective role or contribution of organization cultural perception with a performance of 40.2% is indicated by the value of the determinant coefficient (r2) of 0.402. This means that 59.8% there are still other variables that affect the performance of the employees of PT AIA Indonesia, such as leadership style, motivation, personality, and the application of information systems. Keywords: organization cultural perception, performance
Hubungan antara Kecerdasan Adversitas dan efikasi Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sebelas Maret Kartika Dwi Aryani; Bagus Wicaksono; Partista Arya Satwika
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.744 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.112

Abstract

Hubungan antara Kecerdasan Adversitas dan efikasi Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sebelas Maret     The Relationship between Adversity Quotient and Self Efficacy with Career Maturity on Senior Year Student ini Sebelas Maret University     Kartika Dwi Aryani, Bagus Wicaksono, Partista Arya Satwika Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Proses menuju kematangan karir dilalui dengan berbagai hambatan yang akan dihadapi oleh individu. Mengatasi hambatan tersebut individu harus memiliki kemampuan memecahkan masalah agar terselesaikan dengan baik. Selain memiliki kemampuan, individu juga harus memiliki keyakinan bahwa hambatan yang datang dapat terselesaikan dan tidak terjadi berlarut-larut. Hal tersebut berkaitan dengan kecerdasan adversitas dan efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan adversitas dan efikasi diri dengan kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Sebelas Maret. Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret angkatan 2011 dan 2012. Teknik penelitian menggunakan cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah career maturity inventory, skala kecerdasan adversitas, dan skala efikasi diri. Analisis data menggunakan teknis analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 6,999 > nilai Ftabel sebesar 3,090 dengan taraf siginifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai R = 0,355. Nilai R2 = 0,126 atau 12,6%, sumbangan efektif kecerdasan adversitas = 11,3% dan sumbangan efektif efikasi diri = 1,3%. Secara parsial, terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan adversitas dengan kematangan karir (sig 0,031 < 0,05),  rx1y = 0,217; serta tidak terdapat hubungan anatara efikasi diri dengan kematangan karir (sig 0,052 > 0,05), rx2y = 0,196.   Kata kunci: kecerdasan adversitas, efikasi diri, kematangan karir mahasiswa
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta Tiara Adjeng Endrastyana; Bagus Wicaksono; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.859 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.81

Abstract

Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta The Correlation between Transformational Leadership Style and Work Life Balance with Job Satisfaction of Elementary School Teachers in Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta Tiara Adjeng Endrastyana, Bagus Wicaksono, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Sumber daya manusia merupakan modal utama organisasi yang berperan sebagai penggerak organisasi. Guru sebagai salah satu elemen sumber daya manusia di sekolah memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Guru yang merasa puas dengan pekerjaannya akan menentukan keberhasilan para siswa. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance dengan kepuasan kerja; 2) hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja; 3) hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta. Seluruh populasi dalam penelitian ini digunakan sebagai sampel penelitian, sehingga penelitian ini disebut sebagai studi populasi. Sampel penelitian adalah 70 guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang terdiri dari 35 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,912, skala gaya kepemimpinan transformasional yang terdiri dari 42 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,960, dan skala work life balance yang terdiri dari 25 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,874. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai Fhitung = 22,911 > Ftabel = 3,143 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan R = 0,649 yang berarti ada hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance dengan kepuasan kerja. Nilai korelasi sebesar 0,280 dan signifikansi 0,024 (p < 0,05) menunjukkan bahwa secara parsial ada hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja. Hasil perhitungan uji korelasi parsial juga menunjukkan ada hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja, yang ditunjukkan dari nilai korelasi sebesar 0,404 dan signifikansi 0,001 (p < 0,05). Nilai R2 (R Square) sebesar 0,421 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance secara serentak memberikan sumbangan efektif sebesar 42,1% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan relatif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja sebesar 38%. Sumbangan relatif work life balance terhadap kepuasan kerja sebesar 62%. Kata Kunci: kepuasan kerja, gaya kepemimpinan transformasional, work life balance
Hubungan antara Keadilan Distributif dan Keterlibatan Kerja dengan Kepuasan Kerja pada Pegawai Honorer Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo Stya Wati Ningrum; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.671 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.104

Abstract

Hubungan antara Keadilan Distributif dan Keterlibatan Kerja dengan Kepuasan Kerja pada Pegawai Honorer Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo THE RELATIONSHIP BETWEEN DISTRIBUTIVE JUSTICE AND JOB INVOLVEMENT WITH JOB SATISFACTION ON TEMPORARY EMPLOYEE`S PUBLIC HEALTH CENTRE IN SUKOHARJO REGENCY   Oleh: Stya Wati Ningrum, Bagus Wicaksono, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret styawatiningrum@gmail.com   ABSTRAK Kepuasan kerja atau kepuasan karyawan merupakan salah satu variabel yang sering digunakan dalam perilaku organisasi. Kepuasan kerja merupakan respon sikap karyawan terhadap organisasinya mengenai kesejahteraan  karyawan di tempat kerja. Kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan terhadap organisasi dipengaruhi oleh keadilan distributif dan keterlibatan karyawan di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui hubungan antara keadilan distributif dan keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja pada pegawai honorer puskesmas di kabupaten sukoharjo, (2) mengetahui hubungan antara keadilan distributif dengan kepuasan kerja, dan (3) mengetahui hubungan antara keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan honorer puskesmas di kabupaten sukoharjo.   Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 60 karyawan yang berstatus sebagai honorer. Pengambilan sampel menggunakan studi populasi atau sensus dengan menggunakan keseluruhan  jumlah populasi. Penelitian ini menggunakan tiga skala psikologis, yaitu skala kepuasan kerja, skala keadilan distributif dan skala keterlibatan kerja. Hipotesis pertama diuji dengen menggunakan analisis regresi linier berganda, sedangkan hipotesis kedua dan ketiga diuji dengan menggunakan uji korelasi parsial.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan distributifdan keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan honorer puskesmas di kabupaten sukoharjo. (Nilai Fhitung 28,464 > Ftabel 3,05; p < 0,05; R = 0,707). Secara parsial, penelitian ini juga menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan distributif dengan kepuasan kerja (r = 0,429; p < 0,05). Terdapat pula hubungan yang positif dan signifikan antara keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja (r = 0,437; p < 0,05). Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,5 atau 50% yang terdiri atas sumbangan efektif keadilan distributifterhadap kepuasan kerja sebesar 24,529% dan sumbangan efektif keterlibatan kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 25,407%. Kata Kunci: kepuasan kerja, keadilan distributif, keteribatan kerja
Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Iklim Organisasi dengan Burnout pada Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sleman Hentyn Drajad Rudyarwaty; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.562 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i1.121

Abstract

ABSTRAK     Era globalisasi  saat ini, semakin  berkembang  pesatnya  ilmu pengetahuan  dibidang industri dapat timbul pesaingan antar organisasi yang kompleks dan tuntutan organisasi yang tinggi  sehingga menyebabkan individu mengalami burnout. Burnout merupakan bentuk kelelahan fisik, mental maupun emosi karena tuntutan pekerjaan terus menerus dalam jangka waktu lama berakibat pada penarikan diri. Burnout dapat dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun ekstrenal, diantaranya kecerdasan emosi dan iklim organisasi. Kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengelola emosi baik dalam diri maupun orang lain serta iklim organisasi merupakan persepsi individu terhadap lingkungan kerjanya. Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  kecerdasan  emosi  dan iklim organisasi  dengan burnout,  hubungan  antara kecerdasan  emosi dengan  burnout,  dan hubungan  antara  iklim  organisasi  dengan  burnout  pada  pegawai  Kantor  Pelayanan  Pajak Pratama  Sleman.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  pegawai  Kantor  Pelayanan  Pajak Pratama  Sleman  berjumlah  116 pegawai.  Sampling menggunakan  studi populasi  sehingga semua populasi dijadikan responden. Instrumen yang digunakan adalah skala burnout , skala kecerdasan emosi, dan skala iklim organisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosi dan  iklim  organisasi  dengan  burnout  ,  ditunjukkan  dengan  Fhitung  70,968  (>Ftabel  3,090), p=0,000   (p<0,05),   dan  koefisien   korelasi   R=0,771.   Secara   parsial   penelitia   ini  juga menunjukkan ada hubungan negatf yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan burnout dengan nilai korelasi 0,289 dan p=0,004 (p<0,05). Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara iklim organisasi dengan burnout  dengan nilai korelasi 0,454 dan p=0,000 (p<0,05). Nilai R2 yang diperoleh 0,594 berarti dalam penelitian kecerdasan emosi dan iklim organisasi secara   serentak   memberikan   sumbangan   efektif   sebesar   59,4%.   Terhadap   burnout. Sumbangan  relatif  sebesar  9,52%  untuk  variabel  kecerdasan  emosi  dan  90,47%  untuk variabel iklim organisasi   Kata kunci: Kecerdasan emosi, iklim organisasi, burnout
Hubungan Antara Kecenderungan Kepribadian Narsistik Dan Financial Literacy Dengan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Andi Tenriawaru; Bagus WIcaksono; Rahmah Saniatuzzulfa
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.729 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.126

Abstract

ABSTRAK     Mahasiswa dalam tahap perkembangan dapat dikategorikan sebagai remaja akhir. Remaja dengan tugas perkembangan mencari identitas diri dan menjadi pribadi yang unik ini menjadikan remaja memiliki perhatian dalam segi penampilan dan gaya hidup. Hal ini berdampak pada perilakunya, rela membelanjakan uang untuk keinginan semata. Remaja dengan kecenderungan kepribadian narsisitik mencintai dirinya secara berlebihan sehingga terdorong untuk berperilaku konsumtif. Perilaku konsumtif juga semakin meningkat apabila seseorang tidak memiliki financial literacy yang memadai karena dapat mengakibatkan pemborosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan kepribadian narsistik dan financial literacy dengan perilaku konsumtif, mengetahui hubungan antara kecenderungan kepribadian narsistik dengan perilaku konsumtif, dan mengetahui hubungan antara financial literacy dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta.Subjek dalam penelitian adalah 93 mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian yaitu skala perilaku konsumtif (reliabilitas 0,910), skala kecenderungan kepribadian narsistik (reliabilitas 0,932), dan skala financial literacy (reliabilitas 0,905). Analisis uji simultan F menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecenderungan kepribadian narsistik dan financial literacy dengan nilai Fhitung=71,702>Ftabel=3,10 (p=0,000<0,05;r=0,784). Secara parsial, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecenderungan kepribadian narsistik dengan perilaku konsumtif (r = 0,670 ; p-value 0,000 < 0,05) dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara financial literacy dengan perilaku konsumtif (r = -0,227 ; p-value 0,030 < 0,05). Artinya, semakin tinggi kecenderungan kepribadian narsistik maka semakin tinggi perilaku konsumtif. Semakin tinggi financial literacy maka semakin rendah perilaku konsumtif. Sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel kecenderungan kepribadian narsistik sebesar 51,93% dan variabel financial literacy sebesar 9,50% dengan total sebesar 61,43%. Kata kunci: Financial Literacy, Kecenderungan Kepribadian Narsistik, dan Perilaku Konsumtif