Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Backend pada Sistem Otomasi Konfigurasi dan Monitoring Perangkat Jaringan Multivendor pada Arsitektur Microservice Tarigan , Jesikapna Kristina Br; Dewanta, Favian; Aditya, Bagus
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia jaringan, kompleksitas integrasi perangkat dari vendor yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan atau penyedia layanan internet (ISP). Keberagaman vendor perangkat jaringan ini disebabkan oleh keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing vendor dalam sektor tertentu. Namun, integrasi perangkat dari vendor yang berbeda dapat menimbulkan masalah dalam menerapkan otomasi jaringan, terutama dalam hal integrasi SNMP (Simple Network Management Protocol) ke dalam program otomasi jaringan multi vendor. Dalam penelitian sebelumnya, Python telah berhasil diimplementasikan sebagai bahasa pemrograman yang efektif untuk otomasi jaringan, dengan dukungan dari beberapa library seperti Paramiko dan Netmiko untuk konfigurasi perangkat jaringan multivendor melalui protokol SSH (Secure Shell). Protokol SSH terbukti efektif dalam menyederhanakan proses konfigurasi dan konfigurasi perangkat jaringan secara massal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis menggunakan protokol SSH sebagai dasar dalam pengembangan sistem otomasi konfigurasi dan monitoring Perangkat Jaringan Multivendor. Selain itu, protokol SNMP juga digunakan sebagai alat bantu untuk menciptakan tool otomasi yang lebih canggih. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk melakukan konfigurasi perangkat dari vendor yang berbeda-beda dalam satu waktu hanya membutuhkan waktu yang singkat. Pada fitur configure didapatkan rata-rata waktu 7,085 detik dan pada fitur verify config didapatkan rata-rata waktu 8,68 detik. Kata Kunci : Konfigurasi Automation, Monitoring Automation, Multivendor Networking, Network Automation.
Pengembangan Antarmuka Pengguna Website Sistem Otomasi Konfigurasi dan Monitoring Perangkat Jaringan Multivendor Manalu, Jesseline Regina; Dewanta, Favian; Aditya, Bagus
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks penggunaan perangkat jaringan dari berbagai vendor, perusahaan dan penyedia layanan internet (ISP) sering menghadapi tantangan terkait kompatibilitas dan biaya. Setiap vendor biasanya memiliki sistem dan protokol yang berbeda, memaksa perusahaan untuk mengadopsi seluruh rangkaian perangkat dari vendor yang sama. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan sebuah situs web yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola perangkat jaringan dari berbagai vendor melalui otomatisasi konfigurasi dan monitoring. Situs web ini dirancang untuk menyediakan alat otomatisasi yang mendukung berbagai vendor dengan menggunakan protokol standar seperti SSH dan SNMP, yang umumnya tersedia pada semua perangkat jaringan. Implementasi sistem dilakukan dengan menggunakan Python, yang memiliki library seperti Paramiko dan Netmiko untuk konfigurasi perangkat multi-vendor melalui protokol SSH. Website ini memberikan fleksibilitas kepada perusahaan dalam memilih dan mengelola perangkat jaringan sesuai kebutuhan dan anggaran mereka, tanpa terikat pada satu vendor. Alat ini juga membantu mengatasi masalah kompatibilitas dan protokol proprietary, mempermudah konfigurasi dan monitoring perangkat, serta meningkatkan efisiensi operasional. Kata kunci— Konfigurasi, Monitoring, Otomasi, Python
Sistem Monitoring Berbasis GPS untuk Penyandang Down Syndrome dalam Aktivitas Outdoor Parulian, Christian Antonius; Hanuranto, Ahmad Tri; Dewanta, Favian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

— Orang dengan Down Syndrome sering menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama saat berada di luar rumah, karena keterbatasan kognitif dan motorik yang membuat mereka lebih rentan tersesat atau mengalami kecelakaan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sistem pemantauan berbasis GPS yang dapat melacak lokasi mereka secara real-time dan memberikan informasi yang akurat kepada orang tua atau pengasuh. Sistem ini juga dapat dilengkapi dengan notifikasi jika mereka keluar dari area yang telah ditentukan, serta integrasi dengan perangkat mobile untuk kemudahan akses. Pengembangan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup orang dengan Down Syndrome dengan memberikan rasa aman dan kebebasan dalam beraktivitas di luar rumah, serta membantu orang tua atau pengasuh dalam memantau dan menjaga keselamatan mereka dengan lebih efektif Kata kunci— Down Syndrome, GPS
Sistem Monitoring Berbasis GPS untuk Penyandang Down Syndrome dalam Aktivitas Outdoor Raffinaldy, Muhammad Zaky; Hanuranto, Ahmad Tri; Dewanta, Favian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan Down Syndrome sering menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama saat berada di luar rumah, karena keterbatasan kognitif dan motorik yang membuat mereka lebih rentan tersesat atau mengalami kecelakaan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sistem pemantauan berbasis GPS yang dapat melacak lokasi mereka secara real-time dan memberikan informasi yang akurat kepada orang tua atau pengasuh. Sistem ini juga dapat dilengkapi dengan notifikasi jika mereka keluar dari area yang telah ditentukan, serta integrasi dengan perangkat mobile untuk kemudahan akses. Pengembangan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup orang dengan Down Syndrome dengan memberikan rasa aman dan kebebasan dalam beraktivitas di luar rumah, serta membantu orang tua atau pengasuh dalam memantau dan menjaga keselamatan mereka dengan lebih efektif Kata kunci— Down Syndrome, GPS
Tracker Outdoor untuk Penyandang Down Syndrome Hanif, Nasywan; Hanuranto, Ahmad Tri; Dewanta, Favian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has a significant number of individuals with Down Syndrome, including those with mobility and mental impairments. This group is particularly vulnerable to the risk of getting lost, especially during emergencies such as natural disasters or evacuations. They often face difficulties in ensuring their own safety and communicating when lost. Therefore, it is crucial to develop effective monitoring solutions. A LoRa-based GPS Tracker emerges as a potential solution for tracking them, especially in dangerous locations where terrain hinders signal reception. This technology offers reliable tracking capabilities even in areas with weak signals. The real-time, portable LoRa-based GPS Tracker enables accurate location monitoring in challenging terrains and overcomes mobile signal limitations. This system allows continuous monitoring without relying on cellular networks, thereby reducing the risk of losing track. In this study, a LoRa-based GPS device was developed that can transmit the user’s location coordinates accurately, even in difficult geographical conditions. The LoRa module uses RF signals, providing a stable communication solution in remote areas where cellular signals are hard to reach. Keywords- Down Syndrome, GPS Tracker, LoRa
Migrasi Mikroservis Pada Fog Computing Untuk Mendukung Kinerja Komputasi Robot dengan Cakupan Pergerakan yang Luas Dewanta, Favian
MULTINETICS Vol. 6 No. 1 (2020): MULTINETICS Mei (2020)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v6i1.2930

Abstract

Kekuatan komputasi robot sangat bergantung pada jenis processor, hard disk, memory, serta jenis software/bahasa pemrograman yang mengeksekusi algoritma pada robot tersebut. Semakin kompleks algoritma yang dikerjakan suatu robot, semakin besar pula kebutuhan komputasi yang harus dipenuhi. Terlebih lagi jika robot tersebut dituntut untuk memberikan respon yang cepat dari mulai pembacaan sensor hingga eksekusi oleh aktuator, maka kebutuhan komputasi yang tinggi sudah tidak bisa ditawar lagi. Untuk mengatasi permasalahan kekurangan komputasi, beberapa perusahaan / institusi menggunakan fog computing sebagai pendukung sistem. Pada penelitian ini, kami membahas mikroservis sebagai bagian infrastruktur fog computing untuk mengatasi kekurangan kekuatan komputasi pada robot. Sebagai satu bagian proyek penelitian, kami secara khusus membahas migrasi mikroservis untuk mendukung mobilitas robot yang berpindah dari area cakupan suatu fog computing menuju suatu fog computing yang lainnya. Hasil eksperimen menunjukkan delay proses pengiriman image mikroservis berkontribusi paling banyak pada proses migrasi mikroservis jika dibandingkan dengan delay pembuatan checkpoint dan instalasi image mikroservis pada server fog computing tujuan. Delay pengiriman tersebut bertambah sangat signifikan jika proses pengiriman image mikroservis menggunakan protokol SSH jika dibandingkan dengan protokol FTP.
Implementasi Ethereum Blockchain dan Smart Contract Pada Jaringan Smart Energy Meter Mabruroh, Anggun Mugi; Dewanta, Favian; Wardana, Aulia Arif
MULTINETICS Vol. 7 No. 1 (2021): MULTINETICS Mei (2021)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v7i1.4122

Abstract

In this study, we propose the creation of an Internet of Things device, namely a smart energy meter by implementing a blockchain system as a database. Internet of Things has a centralized storage system on the database server, if the server is down then the database cannot be used and data may be lost. There is a storage system that has a decentralized and distributed network, namely the blockchain. The private blockchain system is built using the Ethereum framework. Sensor data will be read by the Raspberry Pi 4B and sent to node 1 via MQTT. Node 1 will save the data to the block. Two nodes Ethereum account will validate the block. If accepted then the block will be stored on the blockchain and create a new block chain. In the storage process, there is a smart contract between Ethereum accounts that is created using Solidity and accessed using the web3 API. Successfully saved data will be displayed to the user's web. Based on the results of measuring the performance of the MQTT protocol and blockchain system when compared to traditional databases, blockchain is less fast in the storage process because there is a transaction process and data verification. However, if it is applied to smart energy meter data, it doesn't matter because the time required for the storage process is a maximum of 1 minute. The number of nodes and the size of the data or block does not affect the performance of the proof of authority consensus algorithm
Rancang Bangun Smart Farming Untuk Observasi Pertumbuhan Tanaman Kangkung Dengan Dukungan Teknologi Sonic Bloom Rezeki, Putri Ayu; Dewanta, Favian; Astuti, Sri
MULTINETICS Vol. 8 No. 1 (2022): MULTINETICS Mei (2022)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v8i1.4683

Abstract

Water spinach is one of the popular vegetables in Indonesia because it has fast-growing properties and is relatively fast in harvesting. Currently, some farmers are cultivating water spinach hydroponically because the technique is more efficient. In the growth of kale, farmers usually always look directly at the garden. So to see from a distance, a water spinach growth monitoring test will be carried out using the Internet of Things (IoT) combined with sonic bloom technology taken from dangdut, jazz, and murottal music with a frequency of 4000 Hz. Sonic Bloom is a technology development that utilizes sound waves to accelerate the opening of the leaf mouth (stomata). The parameters for testing the productivity of water spinach were plant height, room temperature, and water temperature. Network performance testing parameters are delay, throughput, and packet loss. The purpose of this study was to compare the results of three types of music that affect water spinach and water spinach without sonic bloom technology and to test the results of network performance. The application of sonic bloom technology was successfully implemented on water spinach with the most influential result being jazz music with a height of 25.47 cm. Very good network performance in this study is testing with delivery every 5 minutes in 30 minutes of observation with a distance of 2 meters with a delay value of 28.34 ms, throughput 71010.70 bps and packet loss of 0%.
ANALISIS PENGGUNAAN ECC PADA SISTEM AUTENTIKASI DI IOT Purwiko, Daniel Perdana Putra; Dewanta, Favian; Afianti, Farah
MULTINETICS Vol. 8 No. 1 (2022): MULTINETICS Mei (2022)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v8i1.4701

Abstract

The Internet of Things is a complex system that is widely used in many ways to advance human life. As a result, Internet of Things (IoT) has many security vulnerabilities and requires an authentication system to protect user data. Selecting the authentication type that suits your needs is critical to achieving excellent performance on your Internet of Things (IoT) devices with relatively minimal specifications. Due to this situation, Elliptic Curve Cryptography (ECC) algorithm is one of the recommended algorithms which consumes less resources in the process. This study aims to test and compare the Fiat-Shamir based Elliptic Curve Cryptography (ECC) and Elliptic Curve Diffie-Hellman based Hash Message Authentication Code (ECDH-HMAC) authentication algorithms. Parameters for this test are computation time, delay, program storage, and communication cost of the authentication algorithm. The experimental results show that the Elliptic Curve Diffie-Hellman based Hash Message Authentication Code (ECDH-HMAC) algorithm has the lowest computational time, delay, and program storage usage, and the Fiat-Shamir based Elliptic Curve Cryptography (ECC) algorithm has the lowest communication cost value.
Analisis Perbandingan Block Cipher Simon-Speck, Simeck, Skinny pada Komunikasi Berbasis LoRa Putri, Winda Ezranata; Favian Dewanta; Farah Afianti
MULTINETICS Vol. 8 No. 2 (2022): MULTINETICS Nopember (2022)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v8i2.4821

Abstract

Inventions solving problems through the incorporation of technology and social impacts to facilitate human life can be defined as the Internet of Things (IoT). Security and privacy are challenges in various Internet of Things applications given the rapid growth of IoT devices. Meanwhile, IoT devices still do not have sufficient communication security. Communication systems on IoT devices require cryptographic to maintain the security of their communications. The appropriate algorithm to be implemented on IoT devices should be the smallest and fastest lightweight cryptographic algorithm or commonly called Lightweight Cryptography because IoT devices have limited memory and computing power. In this study, the proposed algorithm to be implemented in Long Range or LoRa-based IoT devices is the Simon-Speck, Simeck, and Skinny encryption algorithm. This study discusses the implementation of the Simon-Speck, Simeck, and Skinny algorithms on Long Range-based IoT devices. The parameters compared are the computation time of the encryption and decryption process and the avalanche effect value. In the encryption and decryption process, the Speck algorithm has the fastest computation time. Meanwhile, the highest avalanche effect value is obtained by the Skinny algorithm, which is 50.34%.
Co-Authors Adhirajasa, Radhiyya Putra Adi Nugroho Aditya Karyadi Kusuma Ahmad Tri Hanuranto Angga Rusdinar Anita Rosdina Nasution Arif Indra Irawan AULIA ARIF WARDANA Bagus Aditya Bagus Aditya Baiq Yuniar Yustiarini Barends, Julian Kevin Danang Triantoro Murdiansyah Deny Kurniawan Devi Pratami Dhanar Bintang Pratama Dhea Dearly Herman Dimas, I Gusti Ngurah Bagus Doan Perdana Dong-Sung Kim Evander Alfa Bahana Fajrin, Alvin Nur Farah Afianti Farah Afianti Hanif, Nasywan Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Hilal Hudan Nuha Hilman Fauzi, Hilman Ibrahim, Khalif Ika Arum Puspita Istikmal Izzulhaq, Muhammad Hilmi Kautsar , Rifki Ikbar Litasari Widyastuti, Litasari Loudry Achmad Tiransri Mabruroh, Anggun Mugi Manalu, Jesseline Regina Muhammad Abdillah Muhammad Abdullah Rasyad Muhammad Bagas Arya Darmawan Muhammad Hafiz Amrullah Muhammad Zuhairi Naning Hertiana, Sofia Nasution, Muhammad Surya Alghifary Niken Dwi Wahyu Cahyani Nuha, Hilal H Nurislami, Rifky Nudhar Nurul Ikhsan Nyoman Bogi Aditya Karna Parulian, Christian Antonius Puji Dwika Pradana Purwiko, Daniel Perdana Putra Putra, Fadly Firmansyah Putri, Vicha Octavia Dewanto Putri, Winda Ezranata Raffinaldy, Muhammad Zaky Ranunegoro, Adimas Fachri Rendy Munadi Retno Hendryanti Reza Rendian Septiawan Rezeki, Putri Ayu Ridha Muldina Negara Rissa Mellani Nur Wulandari Rizky, Muhamad Wildan Salma Salma Salsabila, Balqis Hasna Saputra, Maulana Reza Sitepu, Dharma Agung Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Subagyo, Lutfi Bramantio Sussi Syamsul Rizal Tarigan , Jesikapna Kristina Br Umar Ali Ahmad Wardana, Fareza Arya ZK Abdurahman Baizal