Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : VA

PENGEMBANGAN PAPERCRAFT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN ALAM SEMESTA PADA ANAK KELOMPOK B TK KARTIKA IV-89 BANGKALAN VITASARI JASMINE, CHRYSTA; , MARSUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar pada kelompok B TK Kartika IV-89 Bangkalan. Proses belajar mengajar di dalam kelas tidak sepenuhnya didukung dengan media yang menarik, sehingga siswa mudah merasa bosan terhadap pembelajaran. Salah satunya pada tema alam semesta (benda langit) yang tidak didukung dengan alternatif media pembelajaran yang semestinya, untuk itu peneliti mengembangkan media pembelajaran tema alam semesta (benda langit) dalam bentuk papercraft. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Proses pengumpulan data penelitian dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket atau kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam bentuk reduksi dan penyajian data. Proses pengembangan media pembelajaran papercraft alam semesta (benda langit), yaitu diawali dengan analisis siswa dan kurikulum yang digunakan, kemudian menentukan konsep pengembangan, baik konsep kreatif maupun konsep visual. Kemudian membuat desain media papercraft dengan mempersiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan, membuat sketsa/thumbnail. Sketsa/thumbnail yang sudah jadi kemudian diwujudkan dalam bentuk vektor dan diberi warna sesuai dengan konsep, menggunakan aplikasi coreldraw X7. Desain yang sudah dicetak kemudian dirangkai menjadi media guru dan media siswa sesuai konsep. Media ini diterapkan pada kelompok B TK Kartika IV-89 Bangkalan. Pada uji coba pertama dilakukan dengan 7 orang siswa dan diperoleh hasil persentase sebanyak 82,1% dan pada uji coba pemakaian dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang siswa diperoleh hasil persentase sebanyak 93,8%. Dengan demikian penerapan media ini sangat efektif, dan siswa sangat antusias dalam melakukan setiap kegiatan dengan media papercraft.Kata kunci: Papercraft, Media, Pengembangan, Alam Semesta, Benda Langit
PERANCANGAN BUKU SAWUNGGALING UNTUK MENGENALKAN SEJARAH KEPAHLAWANAN BAGI ANAK 9-11 TAHUN DI KOTA SURABAYA DWI REINAR, IRWANDA; , MARSUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya memiliki ceita rakyat tentang sejarah perjuangan Sawunggaling yang diperuntukkan kebenarannya oleh generasi penerusnya. Namun, seiring berkembangnya teknologi yang canggih, itu menunjukkan minat baca masyarakat khusus anak-anak di Surabaya yang masih tergolong rendah. Salah satu indikatornya adalah kemauan anak-anak dalam membaca buku yang masih sangat kurang. Hal ini dapat dimaklumi sejak adanya internet dan gadget maka anak-anak lebih banyak bermain gadget dibandingkan membaca buku. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan demi minat membaca anak-anak yang mengalami peningkatan, dengan menyediakan bacaan cerita Sawunggaling merupakan buku cerita bergambar. Penelitian ini menghasilkan buku cerita bergambar tentang Sawunggaling yang ditujukan untuk meningkatkan minat baca anakdi Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan konsep desain perancangan buku Sawunggaling, 2) mendeskripsikan proses perancangan buku Sawunggaling, 3) mendeskripsikan visualisasi hasil perancangan buku Sawunggaling. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode perancangan, diawali dengan penggalian data tentang sejarah Sawunggaling serta data melalui buku, artikel, dan wawancara, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis 5W + 1H. Proses perancangan buku ini diterbitkan; 1) rancangan konsep desain, 2) desain visualisasi, 3) validasi, 4) desain finalisasi, 5) pencetakan. Penelitian ini menghasilkan buku bergambar tentang sawunggaling untuk mengenalkan sejarah kepahlawanan bagi anak-anakdi Surabaya, serta beberapa jenis media pendukung yang dapat diterapkan di beberapa tempat seperti poster, x-banner, merchandise seperti tumbler, mug, gantungan kunci dan sticker. Berdasarkan hasil validasi, buku yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, dan dapat digunakan unuk mnuingkatkan minat baca pada anak sekaligus mengenalkan cerita sejarah Sawunggaling.Kata Kunci: minat baca anak, sejarah Sawunggaling, buku ilustrasi Sawunggaling
UJI COBA WARNA DAUN SIRIH MERAH DENGAN TEKNIK POUNDING DAN STEAM FIRDAUS ARIF, WARDATUL; , MARSUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecoprint merupakan salah satu cara untuk menampilkan warna yang dikandung oleh bahan tumbuhan secara langsung pada permukaan kain tanpa menggunkaan bahan kimia. Ada dua teknik ecoprint yang sering digunakan, yaitu teknik pounding dan steam. Salah satu tumbuhan yang belum pernah diujicobakan dalam teknik tersebut adalah sirih merah. Tujuan dari uji coba ini adalah mengetahui proses dan hasil warna daun sirih merah dengan menerapkan metode eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen berupa teknik pounding dan steam, variabel dependennya adalah kepekatan warna dan sebagai variabel kontrolnya adalah daun sirih merah yang dikelompokkan menjadi tiga bagian berdasarkan posisinya pada batangnya, yaitu daun atas, daun tengah dan daun bawah, perbedaan alat pemukul pada teknik pounding, dan durasi waktu pengukusan serta lama pembukaan tali pengikat pada teknik steam. Eksperimen penelitian ini diterapkan pada kain katun primisima dengan menggunakan fiksasi tawas 1 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada teknik pounding alat pemukul paling baik menggunakan alat pemukul kayu pada posisi daun atas atau ujung dari pengelempokan batang sirih merah. Warna yang dihasilkan adalah hijau dengan tulang daun yang tampak serta ketidak rataan warna yang khas. Sedangkan teknik steam waktu yang paling baik adalah pada titik didih 100oC dengan waktu 40 menit dan tali pengikat langsung dibuka setelah proses steam. Warna yang baik terdapat pada posisi daun atas atau ujung dari pengelempokan batang sirih merah yaitu hijau kebiruan dengan karakter pemunculan warna yang cenderung block tanpa ada tulang daun yang nampak.Kata kunci: Ecoprint, teknik steam, teknik pounding, sirih merah
ANALISIS MOTIF BATIK DI “BATIK RENGGANIS” KABUPATEN SITUBONDO LUSIANA, IRMA; , MARSUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Rengganis pada awalnya bernama batik Bujuk Lente yang berdiri tahun 1994, diambil dari nama Juk Lente salah seorang pendiri Desa Selowogo yang sangat dihormati. Namun dikarenakan adanya bencana alam usaha batik Bujuk Lente berhenti pada tahun 1996. Pada tahun 2009 usaha batik Bujuk Lente dihidupkan kembali dan berganti nama Batik Rengganis. Batik Rengganis merupakan nama sebuah batik sekaligus griya batik di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo, yang telah menghasilkan banyak motif batik dan menjadi ciri khas batik Situbondo. Beberapa motif Batik Rengganis telah mendapatkan hak paten. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan perkembangan Batik Rengganis di Kabupaten Situbondo tahun 1994-2019; (2) Mendeskripsikan perwujudan motif Batik Rengganis di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dilengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data yang valid, dilakukan triangulasi data. Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan melalui analisis data, maka peneliti menyimpulkan bahwa dalam sejarah perkembangannya, telah dihasilkan beberapa motif batik Bujuk Lente, tetapi masing-masing motifnya tidak ada namanya. Pada perkembangannya Batik Rengganis telah menghasilkan 10 motif batik yang terinspirasi dari lingkungan alam serta sosio budaya masyarakat di Kabupaten Situbondo. Nama motif batik tersebut antara lain motif le?rke?le?ran, kerang gempel, ojung, tale? percing, malate? sato?or, penggir se?re?ng, binggel manik, jaring samudera, baluran menunggu, raja mina. Perwujudan motif di Batik Rengganis sebagian besar dibuat sederhana namun ekspresif. Isen-isen yang sering dipakai dalam motif berupa isen cecek, isen sawut dan isen rawan sedangkan pewarna yang digunakan adalah warna sintetis remasol yang menghasilkan warna yang cerah dan mencolok. Kata Kunci: Motif batik, Batik Bujuk Lente, Batik Rengganis.