Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : VA

EKSISTENSI RUMAH BATIK TULIS WARDANI DI “KAMPOENG BATIK JETIS SIDOARJO” NUR ANIYAH, ALIFAH; , MARTADI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah batik Wardani merupakan nama sebuah tempat home industry batik yang terletak di Jetis Jl.Pasar No.7B Jetis Sidoarjo. Kekhsan dari batik Jetis Wardani ini dari segi warna yang di pakai pada bagianbackground dan pada motif-motifnya. Warna yang digunakan yaitu warna-warna cerah dan mencolokseperti, merah, biru, hitam, hijau, kuning, coklat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana sejarah berdirinya rumah batik tulisWardani di ?Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo??; 2) Bagaimana pola mamanajemen di rumah batik tulisWardani di ?Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo??; 3) Bagaimana karakteristik batik di rumah batik tulis Wardanidi ?Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo??. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan datadilakukan melalui observasi, wawancara dengan perajin, dilengkapi dengan studi kepustakaan sertadokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data secara valid dilakukan triangulasidata dan informan review. Kerajinan di Rumah batik Wardani ini yang berada di kampoeng Jetis ini sudah ada sejak tahun 1985,didirikan oleh bapak M. Amri Zainal Arifin. Berawal dari membantu ibunya sejak SD sehingga pak Amrimampu mendirikan sebuah usaha batik di kampoeng batik Jetis Sidoarjo. Manajemen di rumah batik Wardani ini dikolah sendiri oleh pak Amri dan dibantu dengankaryawan-karyawanya. Di butik-butik milik pak Amri ini selain menjual batik tersedia juga baju batik,busana muslim, peralatan sholat, peralatan untuk membatik, hijab. Selain itu pak Amri juga mempunyaitempat untuk work shop juga. Pak Amri selain jadi pemilik dia juga ikut dalam pembuatan batik.Karakteristik utama pada rumah batik wardani ini terdapat pada warna pada background dan motifbatiknya. Warna ?warna yang digunakan identik sangat mencolok dan cantingan pada motif-motif yangdigambarkan terlihat sangat kasar. Itulah yang menjadi ciri khas dari batik Jetis Sidoarjo. Warna-warna yangsering digunakan seperti merah, biru, hitam, hijau, kuning, coklat.Kata Kunci: Rumah batik Wardani, manajemen, karakteristik
ANALISIS GAMBAR ILUSTRASI KARYA BODILPUNK DALAM KURUN WAKTU 2012-2018 NUGROHO, RONI; , MARTADI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rahadil Hermana atau kerap disapa Bodilpunk adalah salah satu ilustrator Indonesia yang berasal dari kotaMalang, Jawa timur. Selain sebagai ilustrator Bodilpunk adalah artis grafis untuk sebuah pakaian, barangdagangan band, poster dan lain-lain. Dalam proses pembuatan karya ilustrasi tidak hanya sekedar untukmembuat karya saja, namun dalam penciptaan sebuah karya oleh erat kaitannya dengan penyajian unsur senisehingga dapat dinikmati oleh konsumen dan semua kalangan, mengingat konsumen dan penikmat seni sebagaisarana objek penyampaian pesan visual. Hal tersebut diwujudkan melalui penelitian yang dilakukan penelitianberupa data kualitatif. Fokus penelitian kualitatif terdapat pada eksplorasi, hal ini digunakan untuk memperolehpemahaman tentang alasan yang mendasari, opini, serta motivasi dari terciptanya sebuah karya dengan nilaiestetika. Gambar ilustrasi Bodilpunk terbagi menjadi tiga periode yaitu periode doodle dan realis (2012-2013),akulturasi budaya (2013-2016 awal), dan periode tradisional tattoo (2016 pertengahan - sekarang). Dalamgambar ilustrasi Bodilpunk tahun 2017-2018 mengalami perubahan karena stagnan dan kurang untuk menyasarindustri yang lebih luas. Bentuk gambar ilustrasi Bodilpunk yang tersaji dalam kurun waktu 2017-2018 adalahilustrasi dekoratif dengan tema eksplorasi tatto yang mana bentuk mengacu pada refrensi tatto pelaut tahun 1980yang bersifat flat.Kata Kunci: Ilustrasi Bodilpunk, Analisis, Kualitatif.
PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI MEDIA PLASTISIN TEPUNG DI RAUDHATUL ATHFAL MUSLIMAT AL-FALAH CANGA’AN KANOR BOJONEGORO MIFTAKHUL F, ADE; , MARTADI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kreativitas Anak melalui media plastisin tepung, dan mendeskripsikan aktivitas Anak selama proses pembelajaran menggunakan media plastisin tepung. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 Siklus. Hasil penelitian : (1) melalui media plastisin tepung ini kreativitas Anak kelas B di RA Muslimat Al-Falah Canga?an mengalami peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan hingga setelah dilakukan tindakan. Pada pretest hasil skor keseluruhan pada penilaian kreativitas anak sebesar 253 dengan rata-rata skor 14,04 dan prosentase 56,22%. Pada Siklus I hasil skor keseluruhan pada penilaian kreativitas anak sebesar 310 dengan rata-rata skor 17,21 dan prosentase 68,86%. pada siklus II hasil skor keseluruhan pada penilaian kreativitas anak sebesar 353 dengan rata-rata 19,59 dengan prosentase 78,44%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media plastisin tepung dapat meningkatkan kreativitas anak kelas B di RA Muslimat Al-Falah dengan baik. (2) melalui media plastisin tepung ini Aktivitas Anak kelas B di RA Muslimat Al- Falah Canga?an mengalami peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan hingga setelah dilakukan tindakan. Pada pretest hasil skor keseluruhan pada penilaian Aktivitas anak sebesar 255 dengan rata-rata skor 14,14 dan prosentase 56,66%. Pada Siklus I hasil skor keseluruhan pada penilaian aktivitas anak sebesar 288 dengan rata-rata skor 15,98 dan prosentase 63,99%. Pada siklus II hasil skor keseluruhan pada penilaian kreativitas anak sebesar 330 dengan rata-rata 18,3 dengan prosentase 73,33%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media plastisin tepung dapat meningkatkan Aktivitas anak kelas B di RA Muslimat Al- Falah dengan baik. Kata Kunci: Media, plastisin tepung, kreativitas
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL MENGGAMBAR MODEL PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 WONOAYU PARAMITA, RAJENDRADEWI; , MARTADI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya masalah media pembelajaran yang ada di sekolah, sehingga peneliti membantu mengembangkan media pembelajaran menggambar model guru seni budaya kelas VIII di SMP Negeri 1 Wonoayu. Penggunaan media pembelajaran dinilai kurang variatif , Guru menggunakan media pembelajaran pendukung seperti media presentasi yang berisi materi gambar model, tetapi berisi tulisan yang banyak. Sehingga pembelajaran kurang maksimal, bosan, dan minat dalam menggambar model kurang. Selain itu guru juga menggunakan media gambar yang diambil dari internet sebagai media pembelajaran menampilkan bentuk foto sehingga tujuan menggambar model tidak sesuai. Sehingga memerlukan penambahan media pembelajaran audio visual agar peserta didik tertarik dengan pelajaran menggambar model, dan meningkatkan hasil belajar mereka. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan, mengetahui kualitas hasil pengembangan, dan mengetahui kelayakan penggunaan media pembelajaran audio visual menggambar model. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yaitu R&D atau Research and Developmet, dengan metode 4D oleh Thiagarajan yaitu Define, Design , Develop, and Disseminate. Teknik analisis yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dengan kualitatif, serta untuk menguji kelayakan produk tertentu digunakan metode kuantitatif. Pada tahap uji kelayakan produk dilakukan metode eksperimen yang bersifat kuantitatif. Juga perolehan data akan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari uji validasi ahli materi kedua dan mendapat persentase 90%. Untuk uji validasi ahli media pertama, peneliti mendapatkan persentase 80%. Hasil uji coba terbatas menghasilkan persentase Kelayakan media pembelajaran audio visual menggambar model pada mata pelajaran seni budaya dapat dikatakan ?layak?. Hal ini dapat dilihat dari hasil rekapitulasi respon siswa, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Untuk hasil respon siswa dikatakan ?positif?yaitu 76,2% , untuk hasil aktivitas siswa dinilai ?sangat tampak? yaitu 89,2%, dan hasil belajar siswa yaitu sangat tuntas dengan persentase 85,94%.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Audio Visual, Menggambar Model.