Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Bayi Laki-Laki Usia 1,5 Bulan dengan Kolestasis Arif Setiawan; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolestasis merupakan hambatan aliran empedu yang menyebabkan terganggunya sekresi berbagai substansi yang seharusnya dieksresikan dari empedu ke duodenum, sehingga bahan-bahan tersebut tertahan di dalam hepar dan menimbulkan kerusakan hepatosit. Penyebab kolestasis neonatal bermacam-macam seperti atresia bilier, sepsis, dan nfeksi saluran kemih. Perjalanan dari penyakit ini bergantung pada etiologi yang mendasarinya. Prognosis bergantung pada deteksi dini dan penyebabnya, semakin dini ditemukan dan dilakukan tatalaksana maka prognosisnya akan jauh lebih baik. Dilaporkan salah satu kasus Kolestasis pada seorang bayi laki-laki berusia 1,5 bulan di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Diagnosis dari Kolestasis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu 36,6°C, denyut nadi 115 kali/menit, frekuensi napas 25 kali/menit, serta SpO2 97% dengan nasal canul 3 lpm. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap pada pasien. Pasien dirawat di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Pasien diberikan terapi berupa infus D5 1/4 10 tpm, injeksi cefotaxime 3x100mg, injeksi Vit. K 1x1, injeksi lasik 1mg, puyer (Urdofac 1/10, Zinc 1/5, seques 1/5) 3x1.
Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Alya Sabna; Arif Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.19334

Abstract

Implementasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di sekolah dasar merupakan kebijakan baru yang menuntut kesiapan guru agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Persepsi guru menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru sekolah dasar terhadap implementasi mata pelajaran KKA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru sekolah dasar di wilayah Surakarta yang telah mengikuti pelatihan KKA yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh tujuh belas guru, kemudian diperdalam melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh guru yang dipilih dari responden angket. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi KKA karena dipersepsikan berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir komputasional, berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan literasi digital siswa. Persepsi tersebut semakin menguat setelah guru mengikuti pelatihan, meskipun implementasi KKA masih menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat praktik, akses internet yang belum memadai, beban ganda guru kelas, belum tersedianya kurikulum yang baku, serta kemampuan dasar TIK siswa yang belum merata. Dengan demikian, persepsi positif guru menjadi modal penting dalam mendukung implementasi KKA di sekolah dasar, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta kebijakan kurikulum yang lebih terarah.
Strategi Guru dalam Mengajarkan Pemrograman untuk Mengembangkan Computational Thinking di Sekolah Dasar Syifa Amala Putri; Arif Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.19498

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pentingnya pembelajaran pemrograman di sekolah dasar sebagai upaya mengembangkan computational thinking siswa. Keberhasilan pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh strategi yang diterapkan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam mengajarkan pemrograman di sekolah dasar, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan dua sekolah dasar, yaitu SD Al Azhar Syifa Budi Solo yang telah mengimplementasikan pembelajaran pemrograman sejak tahun ajaran 2023/2024 dan SD Al Firdaus sejak tahun ajaran 2025/2026, dengan dua guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, angket, analisis modul ajar, dan dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 15 melalui proses coding, pengelompokan tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran yang bersifat eksploratif, terstruktur, dan sistematis sesuai dengan karakteristik siswa. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kesulitan siswa dalam memahami konsep pemrograman, serta keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran pemrograman. Upaya yang dilakukan guru antara lain memberikan pendampingan secara bertahap, menyesuaikan tingkat kesulitan materi, memanfaatkan media pembelajaran yang interaktif, serta meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan belajar mandiri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran pemrograman di sekolah dasar tidak hanya dipengaruhi oleh pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, tetapi juga oleh kompetensi guru dan ketersediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.