Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis of The Relationship Between Oral Health Maintenance Behavior of Prisoners on DMFT and OHIS Scores Aldilawati, Sari; Ilmianti; Hidaya, Noer
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 21 No. 2 (2025): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v21i2.11166

Abstract

Introduction: Every human being, including prisoners, has the right to general health and dental health. Prisoners have the right to receive treatment, both spiritual and physical, namely health services. Dental and oral health status is a health problem in Indonesia that has received little attention. In West Sulawesi Province, 68.4% had dental problems, 78.3% received treatment, and 93.0% never sought treatment. Based on research results, dental and oral health care facilities in prisons are still very limited, making it difficult for prisoners to get treatment. Therefore, researchers want to know the behavior and dental health status of prisoners at the research location. Materials and Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional research design. Sampling was carried out by purposive sampling, where the samples that met the inclusion criteria were 109. Results and Discussion: Oral health maintenance behavior in the sufficient category is 47 prisoners (37.06%), dental caries status in the Decay Missing Filled-Teeth (DMF-T) score category is very high, namely 41 prisoners (37.06%), oral hygiene status and Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) category is moderate, 79 prisoners (72.48%). The results of the correlation or relationship test using Spearman, p-value <0.001, which means that there is a relationship between oral health behavior with DMF-T and OHI-S scores. Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between oral health maintenance behavior and DMFT and OHI-S caries scores in prisoners at Class IIB Polewali Mandar Prison, West Sulawesi.
Effectiveness of lemongrass leaf extract (Cymbopogon citratus) as a root canal irrigation agent in removing smear layer: Effectiveness of lemongrass leaf extract (Cymbopogon citratus) as a root canal irrigation agent in removing smear layer Mattulada, Indrya Kirana; Aldilawati, Sari; Syam, Syamsiah; Bima, Lukman; Hamka, Amira Luthfiyah
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i2.1246

Abstract

Smear layer (SL) cleaning is considered a very important aspect of root canal treatment (RCT) as the SL can act as a substrate for microbial proliferation. In addition, SL has the potential to affect the adaptation of the sealer to the root canal walls and its pene-tration of the dentinal tubules. Lemongrass (Cymbopogon citratus) contains flavonoids, tripenoids/steroids, saponins, alkaloids, tannins, phenolics and essential oils. This article presents research on the ability of lemongrass leaf extract (LLE) as a root ca-nal irrigation material in removing SL. This study used an experimental post-test only control design. Samples were taken by purpo-sive sampling technique with 4 treatment groups of 6 repetitions. Based on the Mann-Whitney test, the p-value was 0.495 at ⅓ apical, 0.269 at ⅓ middle and 0.575 at ⅓ coronal (p-value>0.05). The results showed that there was no significant difference between the 17% EDTA treatment group and 20% LLE on the level of SL cleanliness. It was concluded that 20% LLE was ef-fective in removing smear layer.
Karakter Dokter Muslim Dengan Adab Dan Ilmu Dalam Pelayanan Terhadap Pasien Aldilawati, Sari; Anugrah, Andi Muh. Rifqi; Iksal , M.; Mutmainnah , Nurul; Bajeng, Muh.Syahrani Akbar
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah salah satu unsur dari masyarakat yang sejahtera, yaitu tercapainya hak atas hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin terlindungnya masyarakat dari berbagai resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata. Pelayanan di bidang kesehatan merupakan bentuk konteks pelayanan publik dan mutlak dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah. Pelayanan dalam Islam khususnya pada pelayanan kesehatan secara umum memiliki nilai-nilai dan etika tersendri. Menurut Hermawan Kartajaya bahwa nilai-nilai Islami yang harus diterapkan dalam memberikan pelayanan yang maksimal adalah siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas/pintar). Ilmu Kedokteran Islam inilah yang telah menciptakan figur dokter muslim. Dokter gigi muslim yang sesungguhnya akan selalu bertindak berdasarkan Al- Qur’an dan al-hadist dalam pelayanannya terhadap pasien. Mereka tidak akan melakukan pelayanan medis yang bertentangan dengan moral dan etik Islam.
Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Menggunakan Indeks DMF-T Pada Majelis Ta’lim Masjid Nurut Taqwa Setiawati, Nur; Abdi, Muhammad Jayadi; Chotimah, Chosnul; Aldilawati, Sari; Dwinanda, Yuslihayanti; Cakriani, Selvi; Saman, Muh. Syahdan Ardita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sangat tergantung pada kebersihan gigi dan mulut yang baik. Apabila seseorang kurang memperhatikan dan sadar akan kebersihan gigi dan mulut, maka berisiko terkena karies gigi. Karies gigi adalah masalah yang sering dialami oleh masyarakat. Karies dapat dicegah atau diperbaiki sebelum memburuk hingga harus dipotong atau dilepas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan memberikan penjelasan tentang cara mencegah serta merawat masalah gigi. Metode kegiatan dimulai dari persiapan seperti mengatur waktu kegiatan dan kemudian tahap pelaksanaan berupa pemeriksaan menggunakan indeks DMF-T serta wawancara edukasi tentang kondisi mulut dan cara merawat gigi. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota majelis taklim yang berada di Masjid Nurut Taqwa, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling sederhana, dan diperoleh 22 responden. Hasil indeks DMF-T menunjukkan rata-rata nilai M (Missing) sebesar 7,2 dengan persentase prevalensi 100%, yang merupakan angka tertinggi dibandingkan indeks D (Decay) dan F (Filling).
Upaya Meningkatkan Motivasi Anak Sekolah Dasar Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Sesuai Pandangan Islam Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Musdalifa, Annisa Cikal; Lomboan, Virsya Yuniar Pangesty; Erni, Erni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya permasalahan kesehatan gigi dan mulut adalah perilaku yang mengarah pada terabaikannya kesehatangigi dan mulut, karena kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi. Perilaku menyikat gigi pada anak sekolah dasar dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya motivasi. Metode penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan design pra-eksperimen one group pre-test dan post-test yang dilaksanakan di SDN 99 Kampung Beru dengan jumlahsampel 30 anak yang di pilih secara random sampling. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dibandingkan dengan 0,05 (p-value < 0,05). Ini menunjukkan bahwa terdapat perubahn signifikan motivasi sebelum dan setelahperlakuan diberikan. Kesimpulan: Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada hubungan yang signifikan sebelum dan setelah diberi penyuluhan terkait motivasi anak dalam menjaga kesehatan gigi sesuai pandangan Islam.
Upaya Meningkatkan Peran Guru dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar di Galesong, Sulawesi Selatan dalam Perspektif Islam melalui Metode Wilcoxon Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Chotimah, Chusnul; Kennedi, Sri Wahyuni; Swastika, Wa Ode Dana Ayu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1980

Abstract

Kesehatan gigi anak usia dini memerlukan perhatian khusus, termasuk melalui penyuluhan yang berkesinambungan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Guru sebagai figur sentral dalam perkembangan anak di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan membentuk kebiasaan positif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guru terhadap kebersihan gigi dan mulut siswa di SDN No. 99 Kampung Beru, Galesong, Takalar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan pre-test dan post-test design, serta analisis data melalui uji Wilcoxon. Sampel terdiri dari 30 guru yang dipilih secara acak. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Peningkatan nilai setelah intervensi menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Peran ini tidak hanya terbatas pada aspek edukatif, tetapi juga sebagai motivator spiritual yang mendorong siswa menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Perbandingan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Buah Papaya (Carica papaya L.) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad J.; Salim, Nurul A. E. P. A.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.62819

Abstract

Abstract: Saliva is a complex fluid produced by the salivary glands and plays a very important role in maintaining the balance of the ecosystem in the oral cavity. Papaya fruit (Carica papaya L.) contains 0.7 grams of fiber per 100 grams, which can help increase saliva production, thereby providing a self-cleansing effect. Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) is rich in nutrients such as vitamin C, phosphorus, calcium, and antioxidants, and contains antibacterial agents, betacyanin, and phenols. Consuming fruit is one way to maintain optimal saliva pH level and prevent tooth decay. Therefore, the effectiveness of these two types of fruits on saliva pH levels needs to be explored. This was a quasi-experimental study employing a two-group pretest-posttest design. The results showed that based on the Wilcoxon test results, there was a significant difference in the average saliva pH before and after consuming papaya (Carica papaya L.) and red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), however, the Mann Whitney test showed no difference between the two treatments. In conclusion, papaya (Carica papaya L.) and red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) have the same effectiveness in lowering saliva pH after consumption by chewing. Although significant Keywords: pH saliva; papaya fruit (Carica papaya L.); red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus)    Abstrak: Saliva adalah cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar saliva dan berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem dalam rongga mulut. Buah papaya (Carica papaya L.) mengandung serat sebanyak 0,7 gr dalam tiap 100 gr, yang dapat membantu pengeluaran saliva lebih banyak sehingga memberikan efek self cleansing. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan nutrisi kaya vitamin C, fosfor, dan kalsium, antioksidan, serta kandungan antibakteri, betacinin, dan fenol. Mengonsumsi buah merupakan salah satu cara menjaga pH saliva dalam kondisi optimum untuk mencegah terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mengonsumsi kedua jenis buah terhadap pH saliva. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental, dengan two group pretest postest design. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan temuan berbeda secara bermakna antara rerata pH saliva sebelum dan sesudah mengonsumsi buah papaya (Carica papaya L.) maupun buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), namun uji  Mann Whitney tidak mendapatkan perbedaan antara kedua perlakuan. Simpulan penelitian ini ialah buah pepaya (Carica papaya L) dan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki efektivitas yang sama dalam menurunkan pH saliva setelah dikonsumsi dengan cara dikunyah. Meskipun perubahan bermakna terjadi dalam masing-masing kelompok, tidak ditemukan adanya perbedaan efektivitas yang bermakna antara keduanya. Kata kunci: pH saliva; pepaya; buah naga merah
Changes of oral health motivation and knowledge following the implementation of the android-based quitee educational application among children aged 8–11 years: a pre-experimental study Aldilawati, Sari; Pratiwi, Rini; Adawiyyah, Nurul Afni
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 38, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol38no2.70334

Abstract

Introduction: Motivation and oral health knowledge among elementary school children remain suboptimal. Interactive digital educational applications, such as the Android-Based Quitee Educational Application, have been developed as engaging learning tools for oral health through visuals, animations, and game-based elements that are appropriate for children’s characteristics. This study aimed to evaluate changes in oral health motivation and knowledge following the implementation of the Android-Based Quitee Educational Application among children aged 8–11 years. Methods: This study employed a pre-experimental one-group pretest-posttest time-series design. The sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in 126 participants selected through proportionate stratified random sampling from SD Negeri Tamamaung 1 Makassar. Oral health motivation and knowledge were measured before the intervention and at three post-intervention time points following the implementation of the Android-Based Quitee Educational Application. Data were analyzed using the Friedman test, followed by post hoc Wilcoxon signed-rank tests. Results: Oral health motivation and knowledge scores increased across all post-intervention assessments compared with baseline measurements. The median motivation score increased from 14.0 at pretest to 19.0 at the third posttest, whereas the median knowledge score increased from 9.0 to 12.0. All pairwise comparisons were statistically significant (p<0.001), with Wilcoxon effect sizes indicating large effects for motivation (r=0.63–0.87) and moderate-to-large effects for knowledge (r=0.33–0.84), demonstrating the magnitude of the observed improvements.   Conclusion: The implementation of the Android-Based Quitee Educational Application was associated with significant improvements in oral health motivation and knowledge among elementary school children. However, the findings should be interpreted cautiously due to the absence of a control group.