Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analysis of The Relationship Between Oral Health Maintenance Behavior of Prisoners on DMFT and OHIS Scores Aldilawati, Sari; Ilmianti; Hidaya, Noer
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 21 No. 2 (2025): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v21i2.11166

Abstract

Introduction: Every human being, including prisoners, has the right to general health and dental health. Prisoners have the right to receive treatment, both spiritual and physical, namely health services. Dental and oral health status is a health problem in Indonesia that has received little attention. In West Sulawesi Province, 68.4% had dental problems, 78.3% received treatment, and 93.0% never sought treatment. Based on research results, dental and oral health care facilities in prisons are still very limited, making it difficult for prisoners to get treatment. Therefore, researchers want to know the behavior and dental health status of prisoners at the research location. Materials and Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional research design. Sampling was carried out by purposive sampling, where the samples that met the inclusion criteria were 109. Results and Discussion: Oral health maintenance behavior in the sufficient category is 47 prisoners (37.06%), dental caries status in the Decay Missing Filled-Teeth (DMF-T) score category is very high, namely 41 prisoners (37.06%), oral hygiene status and Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) category is moderate, 79 prisoners (72.48%). The results of the correlation or relationship test using Spearman, p-value <0.001, which means that there is a relationship between oral health behavior with DMF-T and OHI-S scores. Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between oral health maintenance behavior and DMFT and OHI-S caries scores in prisoners at Class IIB Polewali Mandar Prison, West Sulawesi.
Effectiveness of lemongrass leaf extract (Cymbopogon citratus) as a root canal irrigation agent in removing smear layer: Effectiveness of lemongrass leaf extract (Cymbopogon citratus) as a root canal irrigation agent in removing smear layer Mattulada, Indrya Kirana; Aldilawati, Sari; Syam, Syamsiah; Bima, Lukman; Hamka, Amira Luthfiyah
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i2.1246

Abstract

Smear layer (SL) cleaning is considered a very important aspect of root canal treatment (RCT) as the SL can act as a substrate for microbial proliferation. In addition, SL has the potential to affect the adaptation of the sealer to the root canal walls and its pene-tration of the dentinal tubules. Lemongrass (Cymbopogon citratus) contains flavonoids, tripenoids/steroids, saponins, alkaloids, tannins, phenolics and essential oils. This article presents research on the ability of lemongrass leaf extract (LLE) as a root ca-nal irrigation material in removing SL. This study used an experimental post-test only control design. Samples were taken by purpo-sive sampling technique with 4 treatment groups of 6 repetitions. Based on the Mann-Whitney test, the p-value was 0.495 at ⅓ apical, 0.269 at ⅓ middle and 0.575 at ⅓ coronal (p-value>0.05). The results showed that there was no significant difference between the 17% EDTA treatment group and 20% LLE on the level of SL cleanliness. It was concluded that 20% LLE was ef-fective in removing smear layer.
Karakter Dokter Muslim Dengan Adab Dan Ilmu Dalam Pelayanan Terhadap Pasien Aldilawati, Sari; Anugrah, Andi Muh. Rifqi; Iksal , M.; Mutmainnah , Nurul; Bajeng, Muh.Syahrani Akbar
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah salah satu unsur dari masyarakat yang sejahtera, yaitu tercapainya hak atas hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin terlindungnya masyarakat dari berbagai resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata. Pelayanan di bidang kesehatan merupakan bentuk konteks pelayanan publik dan mutlak dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah. Pelayanan dalam Islam khususnya pada pelayanan kesehatan secara umum memiliki nilai-nilai dan etika tersendri. Menurut Hermawan Kartajaya bahwa nilai-nilai Islami yang harus diterapkan dalam memberikan pelayanan yang maksimal adalah siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas/pintar). Ilmu Kedokteran Islam inilah yang telah menciptakan figur dokter muslim. Dokter gigi muslim yang sesungguhnya akan selalu bertindak berdasarkan Al- Qur’an dan al-hadist dalam pelayanannya terhadap pasien. Mereka tidak akan melakukan pelayanan medis yang bertentangan dengan moral dan etik Islam.
Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Menggunakan Indeks DMF-T Pada Majelis Ta’lim Masjid Nurut Taqwa Setiawati, Nur; Abdi, Muhammad Jayadi; Chotimah, Chosnul; Aldilawati, Sari; Dwinanda, Yuslihayanti; Cakriani, Selvi; Saman, Muh. Syahdan Ardita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sangat tergantung pada kebersihan gigi dan mulut yang baik. Apabila seseorang kurang memperhatikan dan sadar akan kebersihan gigi dan mulut, maka berisiko terkena karies gigi. Karies gigi adalah masalah yang sering dialami oleh masyarakat. Karies dapat dicegah atau diperbaiki sebelum memburuk hingga harus dipotong atau dilepas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan memberikan penjelasan tentang cara mencegah serta merawat masalah gigi. Metode kegiatan dimulai dari persiapan seperti mengatur waktu kegiatan dan kemudian tahap pelaksanaan berupa pemeriksaan menggunakan indeks DMF-T serta wawancara edukasi tentang kondisi mulut dan cara merawat gigi. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota majelis taklim yang berada di Masjid Nurut Taqwa, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling sederhana, dan diperoleh 22 responden. Hasil indeks DMF-T menunjukkan rata-rata nilai M (Missing) sebesar 7,2 dengan persentase prevalensi 100%, yang merupakan angka tertinggi dibandingkan indeks D (Decay) dan F (Filling).
Upaya Meningkatkan Motivasi Anak Sekolah Dasar Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Sesuai Pandangan Islam Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Musdalifa, Annisa Cikal; Lomboan, Virsya Yuniar Pangesty; Erni, Erni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya permasalahan kesehatan gigi dan mulut adalah perilaku yang mengarah pada terabaikannya kesehatangigi dan mulut, karena kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi. Perilaku menyikat gigi pada anak sekolah dasar dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya motivasi. Metode penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan design pra-eksperimen one group pre-test dan post-test yang dilaksanakan di SDN 99 Kampung Beru dengan jumlahsampel 30 anak yang di pilih secara random sampling. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dibandingkan dengan 0,05 (p-value < 0,05). Ini menunjukkan bahwa terdapat perubahn signifikan motivasi sebelum dan setelahperlakuan diberikan. Kesimpulan: Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada hubungan yang signifikan sebelum dan setelah diberi penyuluhan terkait motivasi anak dalam menjaga kesehatan gigi sesuai pandangan Islam.
Upaya Meningkatkan Peran Guru dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar di Galesong, Sulawesi Selatan dalam Perspektif Islam melalui Metode Wilcoxon Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Chotimah, Chusnul; Kennedi, Sri Wahyuni; Swastika, Wa Ode Dana Ayu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1980

Abstract

Kesehatan gigi anak usia dini memerlukan perhatian khusus, termasuk melalui penyuluhan yang berkesinambungan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Guru sebagai figur sentral dalam perkembangan anak di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan membentuk kebiasaan positif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guru terhadap kebersihan gigi dan mulut siswa di SDN No. 99 Kampung Beru, Galesong, Takalar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan pre-test dan post-test design, serta analisis data melalui uji Wilcoxon. Sampel terdiri dari 30 guru yang dipilih secara acak. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Peningkatan nilai setelah intervensi menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Peran ini tidak hanya terbatas pada aspek edukatif, tetapi juga sebagai motivator spiritual yang mendorong siswa menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Praktek Dokter Laki-Laki terhadap Penanganan Pasien Perempuan dalam Sudut Pandang Islam Aldilawati, Sari; Irawaty AB, Andi Arni; Hasanah , Azizah Uswatun; Arifin, Fadil Abdillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi dokter adalah sebuah profesi yang memiliki tujuan mulia untuk masyarakat. Dalam praktiknya, dokter berfungsi sebagai tenaga kesehatan yang menjadi titik kontak pertama bagi pasien dalam menangani berbagai masalah kesehatan yang mereka hadapi, tanpa memandang jenis penyakitnya. Dalam Islam, kesehatan baik fisik, mental, maupun lingkungan sangat dihargai dan dianggap penting. Islam merupakan agama yang mengatur interaksi manusia dengan manusia (habluminannas) dan interaksi manusia dengan Tuhan (habluminallah). Jelaslah bahwa ide dan ajaran Islam berdampak pada industri kesehatan pada tataran konseptual, filosofis, substantif, dan praktis. Dalam memberikan perawatan gigi kepada pasien, dokter gigi muslim adalah orang yang menjunjung tinggi prinsip, etika, dan standar yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad. Tindakannya dalam memberikan layanan medis mematuhi prinsip dan moralitas Islam. Seorang dokter gigi muslim harus mengikuti empat keutamaan Nabi Muhammad SAW: fathanah (cerdas/pintar), amanah (dapat dipercaya), siddiq (jujur), dan tabligh (menyampaikan). Identitas seorang dokter gigi muslim harus mencakup kejujuran, musyarokah (gotong royong), mujaddid (pembaru), amanah (dapat dipercaya dan bertanggung jawab), tasawuth (moderat), tasamuh (toleran), adil (adil), dan tawazun (seimbang/proporsional).