Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENDIDIKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR'AN: KAJIAN SURAT YUSUF Ahmad Bahrul Hikam
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 3 No 3 (2020): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan menggali pendidikan kecerdasan spiritual anak dalam konsep al-Qur'an. Telah menjadi kenyataan bahwasanya keluarga -dalam hal ini orang tua- sangat berperan dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Salah satu aspek yang perlu ditanamkan dalam diri anak adalah kecerdasan spiritual. Anak yang memiliki kecerdasan spiritual akan tampil menjadi pribadi berakhlak mulia, memiliki iman yang teguh, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Secara khusus, bidang kajian diarahkan pada penafsiran ayat-ayat yang terkandung dalam surat Yusuf guna menggali gambaran kecerdasan spiritual di dalamnya dan isyarat cara yang diterapkan dalam menanamkan kecerdasan spiritual pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dalam surat yusuf tercermin dalam kepribadian Nabi Yusuf as berupa selalu merasa diawasi Allah swt. menjauhi perbuatan amoral, membalas perbuatan jahat dengan kebaikan, dan senantiasa berlaku ihsan dalam keseharian. Semua itu tidak terlepas dari pendidikan ilahiyah yang diberikan dan kontribusi besar orang tua dalam mendidik Nabi Yusuf as.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMIKIRAN IMAM MUHYIDIN ABU ZAKARIYA AN-NAWAWI Ahmad Bahrul Hikam
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 2 (2023): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i2.522

Abstract

Tulisan ini membahas nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam hadits Nabi Saw dalam kitab al-Arba'in an-Nawawiyyah. Dalam khazanah Islam, pendidikan karakter menjadi hal integral yang diajarkan karena terkandung dalam sumber ajaran Islam yakni al-Qur'an dan al-Hadits. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pendidikan karakter dalam kitab al-Arba'in an-Nawawiyyah terfokus pada pendidikan akhlak kepada Allah Swt dan akhlak kepada sesama makhluk. Dalam implementasinya di lingkup sekolah, nilai pendidikan karakter diajarkan dan ditanamkan kepada siswa menggunakan beberapa metode diantaranya metode mau’izah (nasihat), metode uswatuh hasanah (keteladanan), metode ta’wid (pembiasaan) dan metode targhib dan tarhib
PENDIDIKAN DALAM RELASI RASULULLAH SAW TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS Ahmad Bahrul Hikam
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.567

Abstract

Penelitian ini membahas tentang relasi yang dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan dari pola relasi yang dibangun tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis. Data-data primer dan sekunder bersumber dari literer kepustakaan berupa buku, kitab, jurnal dan lainnya. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pola relasi yang dilakukan terhadap penyandang disabilitas pada peradaban pra Islam maupun umat beragama terdahulu cenderung meniadakan hak-hak dasar penyandang disabilitas. Pola relasi yang dilakukan Rasulullah Saw terhadap penyandang disabilitas memberikan penegasan bahwa Islam sangat peduli pada eksistensi kemanusiaan penyandang disabilitas. Kepada mereka, Islam mengakui serta memberikan hak dan kewajiban dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan lainnya. Stigma negatif terhadap penyandang disabilitas dihilangkan, memberikan kedudukan yang sama seperti individu yang normal, dan memberikan ruang untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.
FIKIH INKLUSIF: SOLUSI MENGATASI PERBEDAAN MAZHAB Achmad Saeful; Ahmad Bahrul Hikam
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v5i1.717

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang fikih inklusif sebagai solusi mengatasi perbedaan mazhab. Dalam tulisan ini ditegaskan fikih sebagai bagian dari ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat yang ada di dalamnya menunjukkan bila ilmu fikih memiliki corak inklusif. Metode dalam tulisan ini menggunakan deskriptif kualitatif, di mana data diperoleh, dideskripsikan, dan dianalisis secara mendalam. Tulisan ini berjenis kepustakaan yang mengumpulkan data dari sumber yang relevan dengan judul bahasan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi secara kualitatif (qualitative content analysis). Analisis isi kualitatif digunakan untuk menemukan, mengidentifikasi dan menganalis teks atau dokumen untuk memahami makna, signifikansi dan relevansi teks atau setiap dokumen yang diteliti, sehingga dapat melahirkan pemahaman secara jelas. Tulisan ini menemukan bahwa fikih inklusif hadir untuk menjadikan fikih sebagai ilmu yang tidak hanya bermuara pada satu pandangan mazhab, tetapi kepada seluruh pendapat para ulama mazhab. Fikih inklusif ingin membangun kesadaran setiap muslim bahwa pemahaman terhadap ilmu fikih tidak mungkin bersifat tunggal. Selama ilmu fikih berasal dari pikiran dan pemahaman manusia, maka pemahaman atasnya pun tidak mungkin sama, pasti akan beragam.
Dampak Nikah Siri terhadap Tanggung Jawab Nafkah dan Kesejahteraan Istri Sah Kelin, Kelin; Hikam, Ahmad Bahrul; Fadhi, Fakhry
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.81493

Abstract

Perkawinan tidak terdaftar merupakan fenomena sosial yang masih banyak terjadi di masyarakat dan menimbulkan berbagai implikasi hukum serta ekonomi, khususnya bagi istri sah pertama. Ketidakjelasan status hukum perkawinan tersebut sering berdampak pada pengabaian kewajiban nafkah suami, sehingga berpotensi menurunkan kesejahteraan ekonomi istri sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perkawinan tidak terdaftar terhadap pemenuhan kewajiban nafkah suami serta implikasinya terhadap kesejahteraan ekonomi istri sah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi beberapa istri sah yang suaminya melakukan perkawinan tidak terdaftar, yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kesesuaian dengan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi terkait kondisi ekonomi dan relasi rumah tangga subjek. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi-terstruktur dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan tidak terdaftar berdampak signifikan terhadap menurunnya pemenuhan kewajiban nafkah suami, bahkan dalam beberapa kasus terjadi pengabaian total. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, meningkatnya beban psikologis, serta menurunnya kualitas hidup istri sah. Kurangnya pemahaman hukum turut memperlemah posisi istri sah dalam memperjuangkan hak nafkah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkawinan tidak terdaftar memiliki implikasi serius terhadap kesejahteraan ekonomi istri sah dan menekankan pentingnya peningkatan kesadaran hukum serta penguatan advokasi dan bantuan hukum guna melindungi hak-hak ekonomi perempuan dalam perkawinan.