Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Kuliner bagi Siswa Sekolah Menengah Atas Katolik Stella Maris Surabaya sebagai Bekal Kewirausahaan Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Mau, Daniel Pandu; Taufiq, Achmad; Lie, Tjhing Man
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3633

Abstract

Pelatihan keterampilan kuliner bagi siswa SMAK Stella Maris Surabaya dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan praktis yang dapat menunjang kemandirian, kreativitas, dan potensi kewirausahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan pelatihan keterampilan kuliner bagi siswa SMAK Stella Maris Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar memasak yang aplikatif dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat berwirausaha sejak dini. Metode pelatihan dilakukan secara klasikal dan praktik langsung selama tujuh sesi, dimulai dari penyusunan modul, pengenalan alat dan bahan, demonstrasi, praktik memasak, hingga evaluasi hasil. Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan aktif dalam setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan memasak, kepercayaan diri, serta munculnya inisiatif siswa untuk menjual produk yang dihasilkan. Pelatihan ini turut memperkuat kerja sama antarsiswa, memberikan pengalaman belajar kontekstual yang bermanfaat di luar pembelajaran formal, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa dalam lingkungan sekolah.
Sensory Evaluation and Consumer Preference of a Tempeh–Beef Burger Prototype for Urban Markets Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Mau, Daniel Pandu; Lestariningsih, Titin; Tjahjadi, kezia; Hidayah, Nani Kharisma Nur; Tjahjono, Prijo
THE SPIRIT OF SOCIETY JOURNAL : International Journal of Society Development and Engagement Vol 9 No 1: September 2025
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/scj.v9i1.3465

Abstract

Urban culinary development creates opportunities to reintroduce local ingredients in formats that meet modern consumer preferences for taste, nutrition, and attractive presentation. This study explored the acceptance of a tempeh-based burger (ITBurger) as an innovative soybean product for urban markets. A total of 20 urban consumers aged 18–30 participated in a controlled sensory evaluation. The burger patty was formulated with 60% steamed tempeh and 40% lean ground beef, then assessed for taste, texture, aroma, and appearance using a 9-point hedonic scale. Participants also identified the primary reason for their preference among taste, texture, appearance, or nutritional value. Results showed high overall acceptance, with taste receiving the highest mean score (8.2 ± 0.5), followed by appearance (8.0 ± 0.4), texture (7.8 ± 0.6), and aroma (7.6 ± 0.7). Taste was the most frequently cited reason for liking the product (50%), while appearance and texture each accounted for 20%, and nutritional value 10%. These findings confirm that flavor and visual appeal are the key drivers of consumer acceptance, while health benefits play a secondary role. The positive response to a tempeh–beef hybrid highlights the potential of flexitarian approaches to reposition traditional soybean products as modern, appealing foods. This model offers a practical pathway for small food enterprises to promote healthy, locally based innovations in urban culinary markets.
Innovational Processing Model of Traditional Snack Klepon Craquelin Become a Culinary Icon of Surabaya City mahmudi, mahmudi; prabowo, ivy dian puspitasari; lie, tjhing man; Azzahra, Panca Rahmi; Martin, Bryanda Arya Prabusta; Lesmana, Diyan; Andrini, Woro
THE SPIRIT OF SOCIETY JOURNAL : International Journal of Society Development and Engagement Vol 9 No 1: September 2025
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/scj.v9i1.3478

Abstract

Traditional snacks are one of Indonesia's traditional culinary heritages that have significant cultural, social, and economic value. In the city of Surabaya, traditional snacks are not only seen as complementary foods, but also have the potential to become an instrument of food security and the city's culinary identity. However, with the development of more practical modern foods, the existence of traditional snacks is increasingly marginalized. This study aims to develop a traditional snack processing model based on innovation, branding, and empowerment of MSMEs to increase competitiveness while strengthening Surabaya's city branding. The product is made by making Klepon Craquelin cakes as part of the traditional klepon innovation that has been enjoyed by most of the general public, especially the people of Surabaya. The study used the implementation method in the Sages Academy laboratory and was conducted with a taste test. The results showed that Klepon Craquelin cakes as part of the traditional klepon innovation are a solution for local food diversification, encouraging the growth of MSMEs, and strengthening tourism attractions. This research is an innovation of traditional klepon market snacks that will become a new city branding for the city of Surabaya, so that traditional culinary is not only sustainable but also develops in a global context. Klepon Craquelin cake has a unique, contemporary taste that will be loved by Generation Z.
Pengaruh Korean Wave terhadap Pengetahuan, Minat, Gaya Hidup, dan Keputusan Pembelian Produk Makanan Korea di Surabaya Daniel Pandu Mau; Geneiver Konny; Mahmudi; Ivy Dian Puspitasari Prabowo; Yesarela Pandu Mau; I Wayan Arta Artana
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 2 (2025): August
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i2.471

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh Korean Wave (Hallyu) terhadap pengetahuan, minat, gaya hidup, dan keputusan pembelian produk makanan Korea di Surabaya, Indonesia. Korean Wave telah menyebar secara global dan memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek budaya, termasuk musik, drama, makanan, dan fashion. Penelitian ini berfokus pada pengaruh fenomena budaya tersebut terhadap perilaku konsumen di Surabaya, sebuah kota besar di Indonesia. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 29 item diterapkan kepada individu yang tertarik pada budaya dan makanan Korea. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara variabel-variabel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang produk makanan Korea meningkat secara signifikan, yang pada gilirannya mendorong minat yang lebih besar dan integrasi elemen budaya Korea ke dalam gaya hidup sehari-hari. Citra merek yang positif dari produk makanan Korea turut memperkuat keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Korean Wave memiliki pengaruh yang kuat terhadap pasar konsumen di Surabaya, dengan implikasi yang signifikan bagi pemasar yang ingin memanfaatkan tren budaya ini. Temuan ini memberikan pemahaman penting mengenai peran fenomena budaya global dalam membentuk perilaku konsumen lokal, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan strategi pemasaran di industri makanan Korea.
Pelatihan Kewirausahaan Kuliner bagi Guru Bimbingan Konseling SMA: Mengolah Zuppa Soup sebagai Peluang Usaha Pensiun Mau, Daniel Pandu; Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Mahmudi; Lestariningsih, Titin; Tarigan, Daniel Ch.; Dachi, Andreas Aditama
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.2618

Abstract

Pelatihan kewirausahaan kuliner bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Kabupaten Sidoarjo bertujuan untuk mempersiapkan peserta menghadapi masa pensiun melalui pengembangan keterampilan berwirausaha, khususnya dalam pembuatan Zuppa Soup. Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta dari MGBK SMA Kabupaten Sidoarjo dan dilaksanakan melalui analisis kebutuhan, pembekalan teori terkait bisnis makanan dan minuman (F&B), pelatihan praktis pembuatan Zuppa Soup, serta evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan peserta. Sebanyak 86,7% peserta puas atau sangat puas dengan materi yang disampaikan, khususnya dalam aspek manajemen usaha, pengembangan produk, dan operasional dapur. Namun, beberapa peserta menginginkan pendalaman lebih lanjut pada materi pemasaran digital dan manajemen keuangan. Evaluasi juga menunjukkan bahwa tantangan utama peserta adalah dalam penerapan strategi digital dan pengelolaan cash flow. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan kewirausahaan peserta, namun perlu perbaikan pada materi pemasaran digital dan manajemen keuangan untuk mendukung keberlanjutan bisnis kuliner mereka. Rekomendasi untuk pelatihan berikutnya meliputi peningkatan materi pemasaran digital, pendalaman manajemen keuangan, dan dukungan mentoring pasca pelatihan.
PERAN DESAIN BOX KEMASAN COOKIES DALAM MEMBENTUK PERSEPSI KUALITAS DAN NILAI PRODUK Kelly, Laurencia; Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Taufiq, Achmad
The Sages Journal Vol. 4 No. 01 (2025): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Agustus
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v4i01.32

Abstract

Persaingan dalam industri makanan ringan, khususnya produk cookies, menuntut strategi pengembangan produk yang tidak hanya berfokus pada kualitas intrinsik, tetapi juga pada elemen ekstrinsik yang membentuk persepsi konsumen sejak tahap awal interaksi. Dalam konteks ini, kemasan box cookies berperan sebagai media komunikasi visual dan simbolik yang memediasi hubungan antara produk dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap kemasan box cookies serta perannya dalam membentuk daya tarik dan daya saing produk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap konsumen yang memiliki pengalaman membeli atau mengonsumsi cookies dalam kemasan box. Informan dipilih secara purposive, dan data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi, makna, dan mekanisme evaluasi yang digunakan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan box cookies berfungsi sebagai pemicu kognitif dalam tahap awal evaluasi produk, membentuk asumsi awal mengenai kualitas, profesionalisme produsen, dan nilai produk melalui isyarat visual. Selain itu, integrasi aspek visual, fungsional, informatif, dan simbolik kemasan secara signifikan memperkuat persepsi nilai dan kepercayaan konsumen, serta memperluas konteks konsumsi, terutama dalam situasi pemberian hadiah. Hasil ini menegaskan bahwa kemasan box cookies tidak dapat diposisikan semata-mata sebagai elemen pelindung produk, melainkan sebagai bagian integral dari strategi diferensiasi dan komunikasi nilai produk. Pemahaman yang komprehensif terhadap persepsi konsumen terhadap kemasan menjadi landasan penting dalam perancangan kemasan yang mampu meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan.
PENGARUH SUHU PEMANGGANGAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK COOKIES GLUTEN-FREE BERBAHAN TEPUNG SINGKONG Japira, Jessica Joanne; Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Lie, Tjhing Man
The Sages Journal Vol. 4 No. 01 (2025): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Agustus
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v4i01.34

Abstract

Pengembangan produk cookies gluten-free masih menghadapi tantangan dalam mencapai mutu sensorik yang optimal akibat ketiadaan gluten sebagai pembentuk struktur adonan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pemanggangan terhadap karakteristik sensorik cookies gluten-free berbahan tepung singkong, meliputi tekstur, warna, aroma, dan rasa. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu suhu pemanggangan sebesar 140 °C, 160 °C, dan 180 °C, dengan waktu pemanggangan dikendalikan selama 20 menit. Evaluasi sensorik dilakukan menggunakan uji hedonik skala 1–5 oleh 30 panelis tidak terlatih. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) satu arah dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa suhu pemanggangan berpengaruh signifikan terhadap seluruh atribut sensorik yang diamati (p < 0,05). Cookies yang dipanggang pada suhu 180 °C menunjukkan tingkat kesukaan tekstur tertinggi (3,6), tetapi disertai penurunan signifikan pada atribut warna (2,3), aroma (3,0), dan rasa (2,4). Sebaliknya, suhu pemanggangan 160 °C menghasilkan nilai sensorik yang lebih seimbang dengan skor warna tertinggi (4,2), aroma (3,7), dan rasa (3,4), serta tingkat kesukaan tekstur yang relatif tinggi (3,3). Suhu pemanggangan 140 °C menghasilkan skor tekstur terendah (2,6) dan warna yang relatif kurang menarik (3,3). Berdasarkan integrasi hasil tersebut, suhu pemanggangan 160 °C direkomendasikan sebagai kondisi paling mendekati optimum untuk menghasilkan cookies gluten-free berbahan tepung singkong dengan mutu sensorik yang seimbang dan tingkat penerimaan konsumen yang lebih tinggi.