Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan Digital, Pemahaman Informasi Keuangan, Kontrol Diri Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan (Studi Empiris pada Mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi) Nida Farikha; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Amelia Sholeha; Nasiruddin Nasiruddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13008

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan. Kemudahan penggunaan berbagai platform keuangan digital menuntut mahasiswa memiliki literasi keuangan digital, pemahaman informasi keuangan, dan kontrol diri yang baik agar mampu mengelola keuangan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan digital, pemahaman informasi keuangan, dan kontrol diri keuangan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 91 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan (t = 2,821; p = 0,006), pemahaman informasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan (t = 3,153; p = 0,002), serta kontrol diri keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,418; p = 0,018). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa (F = 37,325; p = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,548 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 54,8% variasi pengelolaan keuangan mahasiswa, sedangkan 45,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan digital, pemahaman informasi keuangan, dan kontrol diri keuangan berperan penting dalam membentuk pengelolaan keuangan mahasiswa yang lebih baik.
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Literasi Keuangan Digital terhadap Perilaku Impulsive Buying di Kalangan Mahasiswa Gen-Z UMUS Brebes Lintang Mulyani; Nasiruddin Nasiruddin; Roni Roni; Dumadi Dumadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13012

Abstract

Perkembangan ekonomi digital, media sosial, dan e-commerce telah meningkatkan kecenderungan perilaku impulsive buying pada Generasi Z, terutama akibat tingginya paparan promosi digital dan kemudahan transaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan literasi keuangan digital terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa Generasi Z Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 113 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas serta model regresi memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying (β = 0,761; p = 0,000), sedangkan literasi keuangan digital tidak berpengaruh signifikan (β = 0,120; p = 0,139). Secara simultan, FOMO dan literasi keuangan digital berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying (F = 137,936; p = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,715 menunjukkan bahwa 71,5% variasi perilaku impulsive buying dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 28,5% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis berupa FOMO memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan literasi keuangan digital dalam mendorong perilaku pembelian impulsif mahasiswa Generasi Z. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan perlu diimbangi dengan pengembangan kontrol diri dan kesadaran terhadap dampak FOMO dalam pengambilan keputusan konsumsi.