Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Auliana, Yunda; Pujani, Ni Made; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.719 KB) | DOI: 10.23887/jppsi.v2i2.19380

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model problem based learning (PBL) dan siswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe student team achievement division (STAD). Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 367 siswa. Sampel penelitian dipilih dengan teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini tersebar dalam 2 kelas dengan berjumlah 64 siswa, yaitu kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model PBL dan kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe STAD. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian keterampilan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan anakova satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model PBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe STAD dengan angka taraf signifikan diperoleh lebih kecil dari 0,05 (sig.<0,05). Siswa yang belajar dengan model PBL secara signifikan memiliki keterampilan berpiki kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan model kooperatif tipe STAD (│μ1-μ2│= 16,000> LSD= 1,9994), 2) gain score ternormalisasi keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL berkualifikasi sedang (<g>= 0,41), sedangkan gain score ternormalisasi keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model kooperatif tipe STAD berkualifikasi rendah (<g>= 0,08).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGIES TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Wulandari, Ida Ayu Putu Febby; Pujani, Ni Made; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.268 KB) | DOI: 10.23887/jppsi.v2i2.19383

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Information and Communication Technologies (ICT) dan siswa yang dibelajarkan dengan model Direct Instruction (DI). Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalen Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Sukasada pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 234 siswa. Sampel penelitian dipilih dengan teknik cluster random sampling. Didapatkan sebanyak dua kelas yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen diterapkan model PBL berbantuan ICT dan kelas VII G sebagai kelas kontrol diterapkan model DI dengan jumlah 75 siswa. Data keterampilan berpikir kritis siswa diperoleh dengan metode tes bentuk uraian dengan jumlah 15 butir soal. Data keterampilan berpikir kritis dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Anakova dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL berbantuan ICT peningkatannya berkualifikasi sedang (N gain = 0,69). Peningkatan Ketercapaian dimensi merumuskan masalah, memberikan argument,melakukan induksi, melakukan deduksi, melakukan evaluasi dan dimensi memutuskan dan melaksanakannya semuanya berkualifikasi sedang. (2) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang belajar dengan model PBL bebantuan ICT dan model pembelajaran DI. Hal tersebut ditunjukkan oleh skor rata-rata posttest kelompok yang dibelajarkan dengan model PBL berbantuan ICT yaitu sebesar 77,33 sedangkan kelompok yang dibelajarkan dengan model DI yaitu sebesar 71,60.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP Putri, Ni Putu Ista Arisna; Pujani, Ni Made; Devi, Ni Luh Pande Latria
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.658 KB) | DOI: 10.23887/jppsi.v2i2.19377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan sosial dan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 3 Banjar pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 275 siswa. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 64 siswa sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Data keterampilan sosial dikumpulkan menggunakan angket dengan reliabilitas 0,89 dan prestasi belajar menggunakan tes prestasi belajar dengan reliabilitas 0,69. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan uji manova. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Terdapat perbedaan keterampilan sosial dan prestasi belajar secara bersama-sama antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dan model pembelajaran langsung (sig<0,05); (2)Terdapat perbedaan keterampilan sosial antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dan model pembelajaran langsung (sig<0,05); dan (3)Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dan model pembelajaran langsung (sig<0,05). Hasil uji LSD menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think pair share lebih baik daripada model pembelajaran langsung dalam meningkatkan keterampilan sosial dan prestasi belajar siswa.
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA CALON GURU FISIKA PADA BIDANG ASTRONOMI Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini didasarkan pada hasill penelitian hibah bersaing tahun 2014. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil keterampilan laboratorium mahasiswa calon guru fisika pada bidang Astronomi. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Perangkat Praktikum Berbasis Kemampuan Generik Sains (PP-BKGS). Perangkat praktikum dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi perangkat melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun akademik 2013/2014 dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PP-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum IPBA pada bidang Astronomi. Keterampilan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum tergolong baik. (2) Respon mahasiswa terhadap PP-BKGS adalah positif.Kata-kata kunci: astronomi, keterampilan laboratorium, profil.Abstract: This article is based on research grant competition in 2014 years. The purpose of this study was to describe the profil of the laboratory skills of students in the field of Astronomi. Learning is done through the implementation a Learning Program of Skills Laboratory- Based on Generic Science Ability. Learning program of skills laboratory was developed using research and development strategy. The development process of three steps: (1) Preliminary Studies, (2) Preparation/ development program, (3) Validation Program through limited trials. The study was conducted in the sixth semester student in Department of Physics Education in the Bali "LPTK" in the academic year 2013/2014, with one group pretest-posttest design. The results obtained from this study were (1) laboratory skills that can be developed with this program is a skill in designing, conducting and reporting laboratory activities of Earth and Space Science in lithosfer field. Student's ability in designing, conducting and reporting an experiment are very good, (2) The response of students is positive.Keywords: astronomics, laboratory skills, profile
PROFIL PENGUASAAN MATERI BOLA LANGIT DAN TATA KOORDINAT PADA GURU-GURU SMA DI KABUPATEN BULELENG Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil analisis situasi di Kabupaten Buleleng menemukan bahwa guru Astronomi yang mengajar di sekolah menengah yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng masih banyak yang belum sesuai kualifikasinya dengan bidang tugasnya. Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan re-freshing program dalam upaya peningkatan kualitas penguasaan materi Astronomi. Mengingat cakupan materi Astronomi relatif luas, dalam kegiatan P2M ini, refreshing program dibatasi pada materi bola langit dan tata koordinat bagi guru-guru SMA di Kabupaten Buleleng untuk mengantisipasi rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang astronomi serta sebagai persiapan menuju olimpiade Astronom. Realisasi kegiatan dilakukan dengan memberikan penyegaran materi dan pelatihan penyelesaian soal-soal olimpiade Astronomi, bertempat di FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pelatihan berjalan baik. Tingkat penguasaan guru dalam bidang bola langit dan tatakoordinat meningkat sebesar 3,2 poin setelah pelatihan (rata-rata pretest = 4,1 kategori kurang dan rata-rata posttest = 7,3 kategori baik). Respon peserta terhadap pelatihan yang dilaksanakan adalah positif dan guru-guru sangat antusias mengikuti pelatihan hingga selesai. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan pelatihan adalah tinggkat kesukaran soal olimpiade relatif sulit sehingga diperlukan waktu lebih banyak dalam pembahasan soal.Kata Kunci: astronomi, bola langit, tata koordinati, guru SMAAbstract Results of the analysis of the situation in Buleleng found that the Astronomy teacher who taught high school in the district of Buleleng are still many who have not appropriate qualifications in their respective sectors. Therefore it is necessary to re-freshing program activities in order to improve the quality of mastery of Astronomy. Given the relatively wide range of material Astronomy, in the activities of this P2M, refreshing program is limited to the material and the celestial sphere coordinate system for high school teachers in Buleleng to anticipate low student achievement in the field of astronomy as well as preparation for the Olympiad Astronomers. The realization of the activities carried out by giving refresher training materials and settlement issues Astronomy Olympiad, held at the State University of Ganesha Education. Activity results showed that the general implementation of the training went well. Teacher mastery level in the field of celestial globes and coordinate system increased by 3.2 points after training (average pretest = 4.1 category are less and the average posttest good category = 7.3). The response of participants towards training that carried out is positive and the teachers are very enthusiastic attend training through to completion. Obstacles encountered in the implementation of the training is the difficulty level of olympics question relatively difficult, so it takes a lot more in discussions question.Keywords: astronomy, celestial globes, koordinati system, a high school teacher
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI.A.2 SMA LAB UNDIKSHA Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI.A.2 SMA Lab Undiksha tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 39 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 (M= 75,5) ke siklus 2 (M = 80,5) dengan kategori baik, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri adalah positif.
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA PADA BIDANG LITOSFER Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil keterampilan laboratorium mahasiswa pada bidang litosfer. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Program Pembelajaran Keterampilan Laboratorium Berbasis Kemampuan Generik Sains (PPKL-BKGS). Perangkat program pembelajaran dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi Program melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun ajaran 2010/2011, dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PPKL-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan kegiatan laboratorium IPBA pada bidang Litosfer. Kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan percobaan tergolong sangat baik. (2) Respon mahasiswa, asisten dan dosen terhadap PPKL-BKGS adalah positif.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA SMP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Made Lioni Garbriana; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6364

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar, (2) menganalisis pengaruh kreativitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar, dan (3) menganalisis pengaruh motivasi belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri dari 1331 siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 298 siswa. Data motivasi belajar dan data kreativitas belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan masing-masing koefisien reliabilitas 0,82 dan 0,78. Data hasil belajar IPA diperoleh dengan menggunakan hasil tes yang mencakup materi “Besaran dan Satuan, serta Suhu dan Pengukurannya” dengan koefisien reliabilitas 0,84. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 8,928; p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 1,43%; (2) terdapat pengaruh positif kreativitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 9,962, p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 2,07%, dan (3) terdapat pengaruh yang yang positif antara motivasi belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPA siswa di kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 5,373, p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 3,5%. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Kreativitas Belajar dan Hasil Belajar IPA. This study aimed at (1) analyzing the effect of learning motivation towards the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District, (2) analyzing the effect of learning creativity towards the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District, and (3) analyzing the effect of motivation and creativity in learning altogether toward the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District. This study was designed as co-relational ex-post facto. 1331 students of seventh grade of all junior high schools in Banjar Sub-District were the population of this study, and the sample taken by using proportional random sampling were 298 students. Data of students’ motivation and creativity in learning were obtained by using questionnaires in which the coefficient reliability of each questionnaire were 0.82 and 0.78. Data of students’ science learning achievement were obtained through the test which covered the material of “Quantities & Units”, and also “Temperature and its measurement” as well with the coefficient of reliability 0.84. Techniques used to analyze data were descriptive technique, simple linear regression technique, and double regression with two predictor technique. The results of this study shows that (1) there is a positive effect of learning motivation towards science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 8.928; p < 0.05) and the effective contribution is 1.43%; (2) there is a positive effect of learning creativity in towards science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 9.962, p < 0.05) and the effective contribution is 2.07%; (3) there is a positive effect between learning motivation and learning creativity altogether toward science learning achievement of seventh of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 5.373, p < 0.05) and the effective contribution was 3.5%. keyword : learning motivation, learning creativity, science learning achievement.
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMK TI ., Putu Fera Andriyani; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan ICT (MPBMBI) dengan Model Pembelajaran Konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest-postest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja (N=58 siswa). Sampel diambil menggunakan metode purposive random sampling, sehingga sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas X MM dan kelas kontrol adalah kelas X TKJ. Data yang dikumpulkan adalah data pemahaman konsep fisika yang digali dengan tes pilihan ganda diperluas. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan MPBLI dan siswa yang belajar menggunakan MPK (p = 0,001 < 0,05). MPBLI lebih baik daripada MPK dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa dengan MPBLI = 70,58 (tinggi) dan MPK = 47,88 (sedang).Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, ICT, pemahaman konsep fisika This study aimed at analyzing the differences of physics concepts understanding between the students who learn by using ICT Aided Problem Based Learning Model (MPBMBI) and the students who learn by using Conventional Learning Model (MPK). This research was a quasi-experimental research with pretest-postest non-equivalent control group design. The population of this study were students of class X SMK TI Global Singaraja Bali (N = 58 students). Samples were taken by using method of purposive random sampling. The samples for the experimental class were the class X MM and for the control class were class X TKJ. The collected data were data of physics concepts understanding explored by using extended multiple-choice test. Data analysis used descriptive statistics and t-test independent sample. The results show that there are differences of physics concepts understanding between the students who learn by using MPBMBI and the students who learn by using MPK (p = 0.001
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA ., Putu Deviana Pertiwi; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6365

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) meningkatkan hasil belajar IPA siswa, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 34 orang siswa kelas VIIID SMPN 1 Banjar pada semester ganjil tahun akademik 2015/2016. Tindakan dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus dibagi menjadi 4 tahap kegiatan, yaitu 1) perencanaan; 2) tindakan; 3) evaluasi; dan 4) refleksi. Data motivasi siswa dan tanggapan terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD dikumpulkan dengan angket. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Semua data dianalisis secara deskriptif. Penelitian berhasil jika, ketuntasan klasikal 76% dengan KKM 75, motivasi belajar siswa dalam kategori tinggi, dan tanggapan siswa berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi belajar ( siklus I = 151,21 dengan kategori tinggi dan Standar Devisiasi = 10,43, siklus II = 156 dengan kategori tinggi dan Standar Devisiasi = 13), 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa ( siklus I = 79,56 dan Standar Deviasi = 7,72 dengan ketuntasan klasikal 79,41%, siklus II = 85,69 dan Standar Deviasi = 6,99 dengan ketuntasan klasikal 94,11%); dan 3) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berkategori positif. Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe STAD, motivasi belajar, hasil belajar. This study aimed at (1) improving the students’ learning motivation, (2) improving the students’ learning outcomes, and (3) describing the students' responses toward the implementation of STAD type cooperative learning model. This research was a classroom action research which was conducted in two cycles of learning and involved 34 students of grade VIIID of SMPN 1 Banjar in odd semester of academic year 2015/2016. Actions were conducted in two cycles of learning and each cycle was divided into 4 stages of activities: 1) planning, 2) the action, 3) evaluation, and 4) reflection. Data of students' motivation and the responses toward the STAD type cooperative learning model were collected by questionnaire, while data of science learning result were collected by a multiple-choice test at the end of each cycle. Data were analyzed descriptively. Research succeed if, classical completeness 76% with KKM 75, student motivation is in the category “high”, and the student responses are categorized positive and in the category “high”. The results show that: 1) the implementation of STAD type cooperative learning model can increase learning motivation (cycle I = 151.21 with high category and standard deviation = 10.43, the second cycle = 156 with high category and standard deviation = 13), 2) the implementation of STAD type cooperative learning model can improve students’ science learning outcomes ( of cycle I = 79.56 and Standard Deviation = 7.72 with 79.41% classical completeness, of cycle 2 = 85.69 and standard deviation = 6.99 with 94.11% classical completeness); and 3) the students’ responses toward the implementation of STAD type cooperative learning model are in positive category.keyword : STAD type cooperative learning, learning motivation, learning outcomes.
Co-Authors ., AA. Gd. Ngurah Rama Indra Negara ., Dewa Gede Purwitha ., I Gusti Ayu Agung Widya Adnyani ., I GUSTI BAGUS SATRIA PRABAWA ., I Made Kusuma Mahadika ., I Nyoman Madu Sudana ., Ida Bagus Putu Angga Putra ., Kadek Tenova Satriaman ., Ketut Arma Ayu Indrayani ., Luh Ayu Resita Dewi ., Made Laksmi Mahardani ., Ni Nyoman Dita Tri Pramida ., Ni Putu Sarnikadewi ., Ni Putu Widyasanti ., PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. ., Putri Sarini, S.T., M.Pd. ., Putu Fera Andriyani A. A. I. A. Rai Sudiatmika A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika AA. Gd. Ngurah Rama Indra Negara . Anny Maulida . Aprilio Budiman Auliana, Yunda Budiman, Aprilio Depiani, Made Riska Dewa Gede Purwitha . Dewi, Ni Luh Putu Rusmana Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs. Erwan Sutarno,M.Pd . Drs. Erwan Sutarno,M.Pd ., Drs. Erwan Sutarno,M.Pd Drs. I Made Wirta, M.Pd . Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd . Erlina, Nia Gde Parie Perdana Gde Parie Perdana . Gde Parie Perdana, Gde Parie Hikmawati Hikmawati I Dewa Putu Subamia I GEDE KARIAWAN . I GEDE KARIAWAN ., I GEDE KARIAWAN I Gede Sandita . I Gede Sandita ., I Gede Sandita I Kadek Artawan I Kadek Muliarsa I MADE ARDI BAYU SAPUTRA . I Made Arta Cahyana I Made Kusuma Mahadika . I Nengah Aryasta . I NENGAH GUNADA . I Nyoman Madu Sudana . I Nyoman Suardana I Putu Oktap Indrawan I Putu Oscar Perdana Putra I Wayan Mindrawan . I Wayan Mindrawan ., I Wayan Mindrawan I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Ayu Putu Febby Wulandari Ida Bagus Putu Arnyana Indriyana, Kadek Mega Iwan Suswandi Kadek Mega Indriyana Kadek Tenova Satriaman Ketut Suma Ketut Suma KOMANG TRISNA DEWI . Kompyang Selamet Kusumaningsih, Ni Ketut Heri Luh Ade Intan Suciati Wijaya Luh Ayu Resita Dewi . Luh Gede Sutaryani Luh Mitha Priyanka M.Pd Drs. I Made Wirta . Made Riska Depiani Maharani, Vionna Veronika Maulidia, Disma Mega Pratiwi, Ni Made MS Prof. Dr. Ketut Suma . Nahdiya turrahmah Ni Ketut Rapi Ni Komang Milla Yanti Ni Luh Pande Latria Devi NI LUH PUTU MERY MARLINDA Ni Made Lioni Garbriana . Ni Made Lioni Garbriana ., Ni Made Lioni Garbriana Ni Made Sruti Rahayu NI MADE SURIYASMINI . Ni Nyoman Anik Rahayu Ni Nyoman Dita Tri Pramida . Ni Putu Ista Arisna Putri Ni Putu Sarnikadewi . Ni Putu Wahyu Wulandari . Ni Putu Wahyu Wulandari ., Ni Putu Wahyu Wulandari Ni Putu Widyasanti . NI WAYAN SUPARMI . Ni Wayan Yuniartini Novian Purnomo Pande Made Selamet Riyadi . Pande Made Selamet Riyadi ., Pande Made Selamet Riyadi Pratiwi, Ni Kadek Ratna priyanka, luh mitha PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. . Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Purnomo, Novian Putra, Bartolomeus Kristi Brahmantia Putri Sarini Putri, Ni Putu Ista Arisna Putu Artawan Putu Deviana Pertiwi . Putu Deviana Pertiwi ., Putu Deviana Pertiwi Putu Fera Andriyani . Putu Prima Juniartina Rai Sujanem Sadewa, Putu Hari Satriaman, Kadek Tenova Selamet, Kompyang Sudewa, Putu Hari Supartama, I Nyoman Wahyu Sutika, I Made turrahmah, Nahdiya Wulandari, Ida Ayu Putu Febby Yunda Auliana