Claim Missing Document
Check
Articles

SELF EFFICACY GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: DAMPAKNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA I Made Kusuma Mahadika .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Dra. Ni Made Pujani,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8308

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan self efficacy guru dalam pembelajaran fisika dengan dampaknya terhadap motivasi belajar dan prestasi akademik siswa. Jenis penelitian adalah studi kasus yang termasuk dalam penelitian kualitatif. Data penelitian adalah fakta dan hubungan antara fenomena terkait self efficacy guru, motivasi belajar, dan prestasi akademik siswa. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, dan instrumen pendukung berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket motivasi belajar. Analisis data yang dilakukan dengan langkah kerja adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pada aspek self efficacy yang ditunjukkan guru dalam pembelajaran fisika mampu memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Indikator motivasi belajar siswa juga menjadi faktor dalam pencapaian prestasi akademik siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa self efficacy guru dalam pembelajaran fisika mampu berdampak terhadap motivasi belajar dan prestasi akademik siswa.Kata Kunci : Self Efficacy, Motivasi Belajar, Prestasi Akademik, Pembelajaran Fisika The purpose of this study was to describe the self-efficacy of teachers in teaching physics with its impact on students’ learning motivation and academic achievement. This research was a case study which was included in qualitative research. The research data were the relationship between the facts and phenomena which related to the teacher’s self-efficacy, students’ learning motivation and academic achievement. The main instrument was the researcher itself, and the supporting instruments were in the form of guidelines for observation, interview, and questionnaire motivation to learn. Data analysis performed by the working steps was data reduction, data presentation, data verification, and validity data test. The results show that the indicators on aspects of self efficacy demonstrated by the teacher in learning physics are able to give a positive impact on students' motivation. The Indicators of student's motivation is also the factors for students’ academic achievement. So we can conclude that the teacher’s self-efficacy in the learning physics is able to have an impact on students learning motivation and academic achievement.keyword : Self Efficacy, Learning Motivation, Academic Achievement, Physics Learning
ANALISIS DESKRIPTIF STRATEGI PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU RELEVANSINYA TERHADAP DISIPLIN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA Ni Nyoman Dita Tri Pramida .; Dra. Ni Made Pujani,M.Si .; Drs. Rai Sujanem,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11628

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: strategi pengelolaan kelas guru fisika, disiplin belajar siswa, prestasi belajar siswa, relevansi strategi pengelolaan kelas oleh guru fisika terhadap disiplin belajar siswa, dan relevansi strategi pengelolaan kelas oleh guru fisika terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu guru fisika yang mengajar di kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Negara dengan jumlah siswa sebanyak 9 orang. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu: reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menemukan: (1) strategi pengelolaan kelas yang dilakukan guru sudah memunculkan berbagai aspek, yaitu: pengaturan dan penataan lingkungan fisik kelas, menciptakan kondisi sosio-emosional, menciptakan kondisi belajar yang optimal, dan pengembalian kondisi belajar yang optimal; (2) disiplin belajar siswa dalam pembelajaran fisika di kelas XI MIPA 3 cukup baik, dengan dimensi sikap mental siswa terhadap pelajaran yang diajarkan guru, cara-cara belajar yang digunakan oleh siswa demi meraih prestasi belajar yang baik, dan sikap mandiri siswa dalam belajar; (3) prestasi belajar siswa kelas XI MIPA 3 berkualifikasi cukup; (4) terdapat relevansi antara strategi pengelolaan kelas guru dengan disiplin belajar siswa; (5) terdapat relevansi antara strategi pengelolaan kelas guru dengan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : strategi pengelolaan kelas, disiplin belajar, dan prestasi belajar. TThis research aimed at describing: the physics teacher classroom management strategy, the student's learning discipline, the student's learning achievement, the relevance of classroom management strategy by physics teacher towards the student learning discipline, and relevance of classroom management strategies by physics teachers towards the student’s achievement. The type of this research was qualitative descriptive research. The subjects of this research was one physics teacher who taught in grade XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Negara with 9 students. The subjects were chosen by purposive sampling. Data collection techniques used in this research were observation, interviews, questionnaires, and achievement tests. Data analysis was done with several steps, namely: data reduction, data presentation, data verification, and data validity test. The results of this research find that: (1) the classroom management strategy done by the teacher has brought up various aspects aspects namely of arranging and structuring the classroom physical environment, creating socio-emotional conditions, creating optimal learning conditions, and returning the optimum learning conditions; (2) student’s learning discipline in physics learning at class XI MIPA 3 is good enough, with the dimension of students mental attitude towards the lesson taught by the teacher, the ways of learning used by the students in order to achieve good learning achievement, and the students' independent attitude in learning; (3) student’s achievement of class XI MIPA 3 is qualified fair; (4) there is a relevance between teacher classroom management strategy and the student’s learning discipline; (5) there is a relevance between the teacher’s classroom management strategy and the student’s learning achievement.keyword : classroom management strategy, learning discipline, and learning achievement.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI.A.2 SMA LAB UNDIKSHA Ni Made Pujani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI.A.2 SMA Lab Undiksha tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 39 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 (M= 75,5) ke siklus 2 (M = 80,5) dengan kategori baik, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri adalah positif.
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA PADA BIDANG LITOSFER Ni Made Pujani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil keterampilan laboratorium mahasiswa pada bidang litosfer. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Program Pembelajaran Keterampilan Laboratorium Berbasis Kemampuan Generik Sains (PPKL-BKGS). Perangkat program pembelajaran dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi Program melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun ajaran 2010/2011, dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PPKL-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan kegiatan laboratorium IPBA pada bidang Litosfer. Kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan percobaan tergolong sangat baik. (2) Respon mahasiswa, asisten dan dosen terhadap PPKL-BKGS adalah positif.
PROFIL PENGUASAAN MATERI BOLA LANGIT DAN TATA KOORDINAT PADA GURU-GURU SMA DI KABUPATEN BULELENG Ni Made Pujani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil analisis situasi di Kabupaten Buleleng menemukan bahwa guru Astronomi yang mengajar di sekolah menengah yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng masih banyak yang belum sesuai kualifikasinya dengan bidang tugasnya. Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan re-freshing program dalam upaya peningkatan kualitas penguasaan materi Astronomi. Mengingat cakupan materi Astronomi relatif luas, dalam kegiatan P2M ini, refreshing program dibatasi pada materi bola langit dan tata koordinat bagi guru-guru SMA di Kabupaten Buleleng untuk mengantisipasi rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang astronomi serta sebagai persiapan menuju olimpiade Astronom. Realisasi kegiatan dilakukan dengan memberikan penyegaran materi dan pelatihan penyelesaian soal-soal olimpiade Astronomi, bertempat di FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pelatihan berjalan baik. Tingkat penguasaan guru dalam bidang bola langit dan tatakoordinat meningkat sebesar 3,2 poin setelah pelatihan (rata-rata pretest = 4,1 kategori kurang dan rata-rata posttest = 7,3 kategori baik). Respon peserta terhadap pelatihan yang dilaksanakan adalah positif dan guru-guru sangat antusias mengikuti pelatihan hingga selesai. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan pelatihan adalah tinggkat kesukaran soal olimpiade relatif sulit sehingga diperlukan waktu lebih banyak dalam pembahasan soal.Kata Kunci: astronomi, bola langit, tata koordinati, guru SMAAbstract Results of the analysis of the situation in Buleleng found that the Astronomy teacher who taught high school in the district of Buleleng are still many who have not appropriate qualifications in their respective sectors. Therefore it is necessary to re-freshing program activities in order to improve the quality of mastery of Astronomy. Given the relatively wide range of material Astronomy, in the activities of this P2M, refreshing program is limited to the material and the celestial sphere coordinate system for high school teachers in Buleleng to anticipate low student achievement in the field of astronomy as well as preparation for the Olympiad Astronomers. The realization of the activities carried out by giving refresher training materials and settlement issues Astronomy Olympiad, held at the State University of Ganesha Education. Activity results showed that the general implementation of the training went well. Teacher mastery level in the field of celestial globes and coordinate system increased by 3.2 points after training (average pretest = 4.1 category are less and the average posttest good category = 7.3). The response of participants towards training that carried out is positive and the teachers are very enthusiastic attend training through to completion. Obstacles encountered in the implementation of the training is the difficulty level of olympics question relatively difficult, so it takes a lot more in discussions question.Keywords: astronomy, celestial globes, koordinati system, a high school teacher
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA CALON GURU FISIKA PADA BIDANG ASTRONOMI Ni Made Pujani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini didasarkan pada hasill penelitian hibah bersaing tahun 2014. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil keterampilan laboratorium mahasiswa calon guru fisika pada bidang Astronomi. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Perangkat Praktikum Berbasis Kemampuan Generik Sains (PP-BKGS). Perangkat praktikum dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi perangkat melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun akademik 2013/2014 dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PP-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum IPBA pada bidang Astronomi. Keterampilan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum tergolong baik. (2) Respon mahasiswa terhadap PP-BKGS adalah positif.Kata-kata kunci: astronomi, keterampilan laboratorium, profil.Abstract: This article is based on research grant competition in 2014 years. The purpose of this study was to describe the profil of the laboratory skills of students in the field of Astronomi. Learning is done through the implementation a Learning Program of Skills Laboratory- Based on Generic Science Ability. Learning program of skills laboratory was developed using research and development strategy. The development process of three steps: (1) Preliminary Studies, (2) Preparation/ development program, (3) Validation Program through limited trials. The study was conducted in the sixth semester student in Department of Physics Education in the Bali "LPTK" in the academic year 2013/2014, with one group pretest-posttest design. The results obtained from this study were (1) laboratory skills that can be developed with this program is a skill in designing, conducting and reporting laboratory activities of Earth and Space Science in lithosfer field. Student's ability in designing, conducting and reporting an experiment are very good, (2) The response of students is positive.Keywords: astronomics, laboratory skills, profile
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MODUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA DASAR I MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN IPA TAHUN AJARAN 2015/2016 Putri Sarini; Ni Made Pujani; I Nyoman Suardana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.243 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12664

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa melaluipenerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan modul; dan (2)mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penerapan model pembelajarankooperatif tipe STAD berbantuan modul. Jenis penelitian ini adalah penelitiantindakan kelas (PTK) yang dilakukan melalui empat tahap dengan siklus berulang,yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Penelitiandilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah mahasiswasebanyak 20 orang. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar berbentukesai dan kuisioner tanggapan mahasiswa terhadap penerapan model pembelajarankooperatif tipe STAD berbantuan modul. Data penelitian dianalisis denganmetode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) modelpembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswadengan perolehan skor rata- rata hasil belajar sebesar 78 pada siklus I dan 82 padasiklus II; dan (2) mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan modul
PENGETAHUAN AWAL DAN TINGKAT KEYAKINAN SISWA TENTANG KONSEP LISTRIK DINAMIS Gde Parie Perdana .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengetahuan awal siswa dan tingkat keyakian siswa tentang konsep ilmiah listrik dinamis yang dimilikinya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik-komparatif dengan pendekatan crossecsional. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMAN 1 Banjarangkan (2016/2017). Tes terdiri dari pilihan ganda dengan tingkat keyakinan siswa atas jawabannya. Jawaban siswa dianalisis dengan chi-square analysis. Hasil penelitian menunjukan (1) pengetahuan awal siswa tentang konsep-konsep pada materi listrik dinamis sebagian besar berupa miskonsepsi (62,3%) dan hanya 37,7% tahu konsep, dan (2) tingkat keyakinan siswa dapat berkorelasi dengan pengetahuan awal siswa.Kata Kunci : pengetahuan awal, keyakinan, listrik dinamis The aims of this research was to investigate the initial knowledge of students and the level of student's certainty about the dynamic electrical science concept. This is an analytic-comparative research with cross-sectional approach. Research subjects in this study were the students of X class IPA SMAN 1 Banjarangkan (2016/2017). The test consists of multiple choices with students' level of certainty in their answers. The student answers are analyzed by chi-square analysis. The result of the research shows (1) the students' prior knowledge about dynamic electrical concepts is mostly misconception (62,3%) and only 37,7% know the concept, and (2) the student's confidence level can correlate with the student's prior knowledge.keyword : prior knowledge, certainty, dynamic electrical
Pengaruh Struktur Teks terhadap Penguasaan Konsep dan Penurunan Miskonsepsi pada Listrik Dinamis. Gde Parie Perdana; Ketut Suma; Ni Made Pujani
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p13-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur teks yang digunakan pada materi pembelajaran terhadap penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan disain pre-test/post-test non-equivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari 136 siswa kelas X SMA. Three-tier test dikembangkan untuk mengetahui konsepsi siswa. Terdapat dua kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen pertama diberikan teks materi listrik dinamis dengan struktur teks perubahan konsepstual (n=45) dan kelompok eksperimen kedua diberikan struktur teks sangkalan (n=46). Kelompok kontrol (n=45) diberikan teks materi listrik dinamis dengan struktur teks konvensional dengan struktur teks expositori. Analisis data menggunakan MANCOVA untuk mengetahuan pengaruh struktur teks terhadap kedua variable dependen dengan mengontrol pengetahuan awal siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi yang signifikan dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Semua kelompok mengalami peningkatan penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi, namun kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang lebih baik. AbstractThis study investigated the effect of text structure on student understanding and misconception reduction of dynamic electricity concept. A quasi-experimental research with pre-test/post-test non-equivalent control group design was used. The subjects for this study consisted of 136 tenth-grade students. The three-tier test was developed to access the student conceptions. There were two experimental group. The first experiment group received a text in conceptual change text structure (n=45) and the second experimental group received a text in refutation text structure (n=46). The control group (n=45) received a conventional text in expository text structure. MANCOVA analysis was used in analysis data process to know the effect of text structure on both dependent variables by controlled the prior students knowledge. The results of the study indicated that the student in the experimental group showed significantly higher understanding and higher misconceptions reduction compared to the students in the control group. All groups had increased understanding and misconceptions reduction, however, the experimental groups result was better than the control group.
Ethnoscience-Based Science Learning Model to Develop Critical Thinking Ability and Local Cultural Concern for Junior High School Students in Lombok Hikmawati Hikmawati; I Wayan Suastra; Ni Made Pujani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 7 No. 1 (2021): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v7i1.530

Abstract

This study aims to analyze the needs of students in learning science in junior high schools which will be used as a basis in designing ethnoscience-based learning models for the development of critical thinking skills and concern for students' local culture. Teachers who were used as samples of this study were 30 junior high school science teachers in Lombok. Data were collected through field observations, literature review, questionnaires, and interviews. Data were analyzed descriptively. Based on the results of data analysis, it can be concluded that: 1) There are 5 basic competencies that can be developed in ethnoscience-based learning. 2) Methods suitable for ethnoscience-based learning are investigation / experimentation, field observation, and discussion. 3) Suitable learning resources to support science learning are the natural and socio-cultural environment, textbooks, audio visuals, and the internet. 4) The assessment system suitable for ethnoscience-based science learning to develop students' critical thinking skills and local cultural awareness is non-test assessment (performance, attitudes, portfolios, products) and assessment by tests. 5) Critical thinking skills that can be developed are: Providing simple explanations, building basic skills, concluding, making further explanations, strategies and tactics. 6) Local cultural concerns that can be developed are liking local culture, introducing local culture to others, preserving local culture. 7) Conceptual model of ethnoscience-based science learning which is suitable for developing critical thinking skills and local cultural awareness includes the following steps: Engage, Explore, Explain, Elaborate, Exhibit, and Evaluate.
Co-Authors ., AA. Gd. Ngurah Rama Indra Negara ., Dewa Gede Purwitha ., I Gusti Ayu Agung Widya Adnyani ., I GUSTI BAGUS SATRIA PRABAWA ., I Made Kusuma Mahadika ., I Nyoman Madu Sudana ., Ida Bagus Putu Angga Putra ., Kadek Tenova Satriaman ., Ketut Arma Ayu Indrayani ., Luh Ayu Resita Dewi ., Made Laksmi Mahardani ., Ni Nyoman Dita Tri Pramida ., Ni Putu Sarnikadewi ., Ni Putu Widyasanti ., PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. ., Putri Sarini, S.T., M.Pd. ., Putu Fera Andriyani A. A. I. A. Rai Sudiatmika A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika AA. Gd. Ngurah Rama Indra Negara . Anny Maulida . Aprilio Budiman Auliana, Yunda Budiman, Aprilio Depiani, Made Riska Dewa Gede Purwitha . Dewi, Ni Luh Putu Rusmana Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs. Erwan Sutarno,M.Pd . Drs. Erwan Sutarno,M.Pd ., Drs. Erwan Sutarno,M.Pd Drs. I Made Wirta, M.Pd . Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd . Erlina, Nia Gde Parie Perdana Gde Parie Perdana . Gde Parie Perdana, Gde Parie Hikmawati Hikmawati I Dewa Putu Subamia I GEDE KARIAWAN . I GEDE KARIAWAN ., I GEDE KARIAWAN I Gede Sandita . I Gede Sandita ., I Gede Sandita I Kadek Artawan I Kadek Muliarsa I MADE ARDI BAYU SAPUTRA . I Made Arta Cahyana I Made Kusuma Mahadika . I Nengah Aryasta . I NENGAH GUNADA . I Nyoman Madu Sudana . I Nyoman Suardana I Putu Oktap Indrawan I Putu Oscar Perdana Putra I Wayan Mindrawan . I Wayan Mindrawan ., I Wayan Mindrawan I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Ayu Putu Febby Wulandari Ida Bagus Putu Arnyana Indriyana, Kadek Mega Iwan Suswandi Kadek Mega Indriyana Kadek Tenova Satriaman Ketut Suma Ketut Suma KOMANG TRISNA DEWI . Kompyang Selamet Kusumaningsih, Ni Ketut Heri Luh Ade Intan Suciati Wijaya Luh Ayu Resita Dewi . Luh Gede Sutaryani Luh Mitha Priyanka M.Pd Drs. I Made Wirta . Made Riska Depiani Maharani, Vionna Veronika Maulidia, Disma Mega Pratiwi, Ni Made MS Prof. Dr. Ketut Suma . Nahdiya turrahmah Ni Ketut Rapi Ni Komang Milla Yanti Ni Luh Pande Latria Devi NI LUH PUTU MERY MARLINDA Ni Made Lioni Garbriana . Ni Made Lioni Garbriana ., Ni Made Lioni Garbriana Ni Made Sruti Rahayu NI MADE SURIYASMINI . Ni Nyoman Anik Rahayu Ni Nyoman Dita Tri Pramida . Ni Putu Ista Arisna Putri Ni Putu Sarnikadewi . Ni Putu Wahyu Wulandari . Ni Putu Wahyu Wulandari ., Ni Putu Wahyu Wulandari Ni Putu Widyasanti . NI WAYAN SUPARMI . Ni Wayan Yuniartini Novian Purnomo Pande Made Selamet Riyadi . Pande Made Selamet Riyadi ., Pande Made Selamet Riyadi Pratiwi, Ni Kadek Ratna priyanka, luh mitha PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. . Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Purnomo, Novian Putra, Bartolomeus Kristi Brahmantia Putri Sarini Putri, Ni Putu Ista Arisna Putu Artawan Putu Deviana Pertiwi . Putu Deviana Pertiwi ., Putu Deviana Pertiwi Putu Fera Andriyani . Putu Prima Juniartina Rai Sujanem Sadewa, Putu Hari Satriaman, Kadek Tenova Selamet, Kompyang Sudewa, Putu Hari Supartama, I Nyoman Wahyu Sutika, I Made turrahmah, Nahdiya Wulandari, Ida Ayu Putu Febby Yunda Auliana