Drs. Asril Marjohan,MA .
Unknown Affiliation

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF LEXICO-GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 2 SINGARAJA IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT ., Ida Ayu Putri Riyana Sari; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan kosa kata dan tata bahasa yang dilakukan oleh siswa kelas tujuh di SMP Negeri 2 Singaraja tahun akademik 2013/2014 dalam menulis teks deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kategori kesalahan pada tulisan siswa. Pada kategori pertama, jumlah kesalahan yang ditemukan adalah 465. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah kesalahan ejaan, kesalahan pemilihan kata, kesalahan kata penghubung, kesalahan kata jamak, kesalahan subjek-kata kerja, kesalahan susunan kata, kesalahan bentuk kata kerja, kesalahan artikel, kesalahan kata ganti, dan kesalahan kata depan. Sementara itu, jumlah kesalahan yang ditemukan pada kategori kedua adalah 359. Kesalahan tersebut adalah penghilangan to be, penghilangan artikel, penghilangan kata depan, penghilangan kata penghubung, penghilangan penanda kepemilikan, penghilangan penanda kata jamak, menandai ganda, penyamaan bentuk, penambahan sederhana, kesalahan bentuk, dan kesalahan susunan kata. Selain itu, hasil analisis juga menemukan bahwa kesalahan - kesalahan siswa tersebut disebabkan oleh kecerobohan siswa, penyamarataan aturan yang berlebihan, salah menerjemahkan, penghidaran aturan, pembelajaran yang kurang dan konsep hipotesis yang salah dari siswa.Kata Kunci : deskriptif teks, kesalahan kosa kata dan tata bahasa, penyebab-penyebab kesalahan This study aimed at analyzing the lexico - grammatical errors committed by the seventh grade students of SMP Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014 in writing descriptive text. The result revealed that there were two categories of error found in the students’ writings. In the first category, the total of error found was 465. Those errors were spelling errors, diction error, conjunction error, pluralization error, subject-verb agreement error, word order error, verb error, article error, pronoun error and preposition error. Meanwhile, the total error of the second category was 359. Those errors were omission of to be/copular verb, omission of article, omission of preposition, omission of conjunction, omission of possessiveness, omission of plural maker, double marking, regularization, simple addition, misformation and misordering. In addition, it was also found that the students’ errors were caused by the students’ carelessness, the over-generalization of the rules, the incorrect translation, the avoidance of the rules, the inadequate learning, and the false concept hypothesized.keyword : causes of error, descriptive text, lexico - grammatical error
AN ANALYSIS OF CODE MIXING IN FACEBOOK STATUS USED BY 8TH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SERIRIT AND ITS IMPLICATIONS IN LEARNING ENGLISH ., Luh Putu Pipin Dwineta; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Seririt, (2) menganalisis tipe dominan campur kode dalam status facebook, (3) menganalisis alasan siswa dalam menggunakan campur kode, (4) menjelaskan implikasinya dalam belajar bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek guru bahasa Inggris dan siswa 8E dan 8F di SMP Negeri 1 Seririt. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini: mengamati, wawancara, dan merekam. Data primer diperoleh melalui facebook status dari sampel penelitian, dan data sekunder diperoleh melalui wawancara. Ada 6 jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa-8 berdasarkan Ho (2007) yaitu: 1) Letter of alphabet 19 kode (13,1%), 2) Short forms: 1 kode (0,6 %), 3) Proper nouns: 2 kode (1,3%), 4) Lexical words: 68 kode (46,8%), 5) Incomplete sentence: 26 kode (17,9%), 6) Single full sentence: 29 kode (20%). Jenis dominan adalah lexical words. Alasan siswa menggunakan campur kode: 1) membantu pengguna facebook lain untuk memahami topik; 3) kebiasan; 4) menunjukkan identitas kelompok mereka; 5) mengutip ungkapan terkenal; 6) membicarakan topik tertentu. Implikasi positif: 1) meningkatkan kosakata bahasa Inggris; 2) menggungkapkan makna. Implikasi negatif: 1) siswa menggunakan pola bahasa Inggris yang tidak sesuai; 2) siswa tidak mampu berkomunikasi secara efektif.Kata Kunci : Campur Kode, Status Facebook, Implikasi dalam Belajar Bahasa Inggris This study aimed at (1) analyzing the types of code mixing in facebook status were used by 8th grade students at SMP Negeri 1 Seririt, (2) analyzing dominant type of code mixing in facebook status, (3) analyzing students’ reasons in using code mixing, (4) describing its implications in learning English. This study was descriptive research with the subjects were English teacher and students of 8E and 8F at SMP Negeri 1 Seririt. The data was obtained through observation and interview. The methods was used in this study were observing, interviewing, and recording. Primary data was obtained through facebook status of the study sample, and secondary data was obtained through interview. There were 6 types of code mixing in facebook status used by 8th students based on Ho‘s (2007) namely: 1) Letter of alphabet: 19 items (13.1%), 2) Short forms: 1 item (0.6%) , 3) Proper nouns: 2 items (1.3%), 4) Lexical words: 68 items (46.8%), 5) Incomplete sentence: 26 items (17.9%), 6) Single full sentence: 29 items (20%). The dominant type was Lexical words. The students’ reasons in using code mixing such as: 1) Helping the other facebook users to understand the topic; 2) student’s habit; 3) Expressing group identity; 4) Quoting the famous expressions; 5) Talking about particular topic. The positive implications such as: 1) Improving English vocabularies; 2) Understanding the meaning of English sentence. The negative implications such as: 1) The students used inappropriate English pattern; 2) The students were not able to communicate effectively. keyword : Code mixing, Facebook Status, Implications in Learning English
AN ANALYSIS OF INDONESIAN ENGLISH CODE MIXING USED BY THE CHARACTERS IN THE NOVEL TRILOGY OF JENDELA-JENDELA, PINTU AND ATAP BY FIRA BASUKI ., Fitria Ningtyas; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe campur kode yang digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Penelitian ini juga bertujuan untuk menginvestigasi tipe campur kode yang sering digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Desain penelitian ini adalah desain analisis konten yang mengacu pada segala prosedur sistematis dan objektif dalam pengambilan kesimpulan dengan cara menemukan pesan dari buku-buku atau dokumen-dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkan dua kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Ho (2007) dan Kannaovakun (2003). Kerangka klasifikasi oleh Ho (2007) terdiri atas huruf abjad (letters of alphabet), bentuk singkat (short forms), kata benda (proper nouns), kata-kata leksikon (lexical words), frase (phrase), kalimat tidak sempurna (incomplete sentence) dan kalimat sempurna (single full sentence). Sementara itu, kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Kannaovakun (2003) terdiri dari bentuk singkat (truncation) , hibridisasi (hybridization), konversi (conversion), pergeseran makna (semantic shift), reduplikasi (reduplication) and pergeseran susunan kata (word order shift). Berdasarkan klasifikasi oleh Ho (2007), ditemukan bahwa kata-kata leksikon (lexical words) merupakan tipe campur kode yang memiliki frekuensi terbesar (34%), diikuti oleh kalimat tidak komplit (incomplete sentence) 29 %, frase (16%), kalimat komplit (12%), kata benda (5.8%), dan bentuk singkat (1.7%). Sementara itu, tipe campur kode huruf abjad (letters of alphabet)memiliki frekuensi terendah yaitu sebesar 0.6 %. Di sisi lain, berdasarkan klasifikasi oleh Kannaovakun (2003) ditemukan bahwa tipe pergeseran susunan kata (word order shift)merupakan tipe campur kode yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 46 %, kemudian diikuti oleh hibridisasi (33%), konversi (10%), dan bentuk singkat (7.7 %). Sementara itu tipe campur kode pengulangan (reduplication) memiliki persentase terendah yaitu sebesar 2.6 %. Kata Kunci : campur kode, Fira Basuki, novel, trilogi The study aimed to analyze the types of code mixing which are used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The study also aimed to investigate the types of code mixing which frequently used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The design of this research was content analysis design which refers to any procedure for drawing conclusion by finding given message from the books or documents systematically and objectively. The analysis of the data was done based on two classification frameworks applied by Ho (2007) and Kannaovakun (2003). Ho’s (2007) classification framework consist of letters of alphabet, short forms, proper nouns, lexical words, phrases, incomplete sentence and single full sentence. Meanwhile, Kannaovakun’s (2003) classification framework comprised truncation, hybridization, conversion, semantic shift, reduplication and word order shift. According to Ho’s (2007) classification framework, it was found that lexical words as the most frequently used code mixing (34%), followed by incomplete sentences (29%), phrases (16%), single full sentences (12%), proper nouns (5.8%), and short forms (1.7%) respectively. Meanwhile, code mixing type letters of alphabet was used at the lowest frequency (0.6%). On the other hand, based on Kannaovakun’s (2003) classification framework, the word order shift was found as the most frequently used (46 %), followed by hybridization (33 %), conversion (10 %), and truncation (7.7 %) respectively. Meanwhile, the nativized feature reduplication was found as the least occurrence at 2.6 %. keyword : code mixing, Fira Basuki, novel, trilogy
THE STUDY OF TPR IMPLEMENTATION IN TEACHING LISTENING AND SPEAKING FOR ELEMENTARY SCHOOL AT SD LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Putu Ari Prananti; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4502

Abstract

Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang bertujuan mengetahui penggunaan metode TPR untuk mengajar menyimak dan berbicara, alasan-alasan mengapa guru memilih metode TPR dan apa saja masalah yang dihadapi guru dalam menggunakan metode TPR untuk mengajar menyimak dan berbicara. Subjek penelitian adalah seorang guru Bahasa Inggris dan 32 murid kelas 5A SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini berbentuk studi kasus. Data dikumpulkan menggunakan empat instrumen, yaitu; interview guide, observational checklist, recorders dan test untuk membuktikan pernyataan guru tentang peningkatan siswa. Data dikumpulkan, lalu dianalisis secara diskriptif. Ada tiga proses utama dalam menganalisis data: reduksi data, tampilan data, penggambaran simpulan/ verifikasi. Dari keseluruhan temuan, dapat disimpulkan bahwa TPR telah diimplementasikan sesuai dengan teori yang dikonsepkan oleh Larsen-Freeman (2000) dan Richards & Rodgers (2001) dan dikombinasikan dengan lagu. Berdasarkan pernyataan guru dan hasil tes, alasan- alasan mengapa metode TPR digunakan adalah karena dapat membuat siswa menikmati kelas, mudah memahami materi, dan guru mempertimbangkan bahwa TPR efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak dan berbicara siswa. Tetapi, ada sedikit masalah yang dihadapi guru saat mengimplementasikan TPR untuk mengajar menyimak dan berbicara, yaitu; siswa yang memiliki karakter pemalu kurang percaya diri dalam melakukan aktivitas TPR, dan TPR tidak fleksibel diimplementasikan untuk semua materi dan level siswa.Kata Kunci : Metode TPR, Menyimak, Berbicara This study was a descriptive qualitative research, which aimed to find out the implementation of TPR method for teaching listening and speaking, the reasons why the teacher chose TPR method and what the problems were faced by the teacher in implementing TPR method for teaching listening and speaking. The subjects of the study were the English teacher and the 32 students Class 5A, SD Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was in the form of case study. The data were collected by using four instruments, interview guide, observational checklist, recorders and test in order to prove the teacher’s statement about students’ improvement. The data obtained were then analyzed descriptively. There were three main processes of data analysis: data reduction, data display and drawing conclusion/ verification. From the overall findings, it can be concluded that TPR method was implemented in accordance to the theory conceptualized by Larsen-Freeman (2000) and Richards & Rodgers (2001) and was combined with songs. Based on the teacher’s statement and test result, the reasons why TPR method was used because it made students enjoy the class, easy to understand the material and teacher considered TPR method was effective to improve students’ ability in listening and speaking. However, there were few problems faced by the teacher in implementing TPR for teaching listening and speaking, namely: The students’ characteristic affects their confidence in TPR activities, and TPR was not flexible to be implemented for all materials and students’ levels.keyword : TPR Method, Listening, Speaking
AN ANALYSIS OF TEACHING MATERIALS DEVELOPED BY THE SEVENTH GRADE ENGLISH TEACHERS OF SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Kadek Meri Puspita; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi ajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan oleh guru-guru di SMPN 1 Singaraja. Penelitian terkonsentrasi pada strategi yang digunakan oleh guru dalam mengembangkan materi, keterkaitan materi dengan tujuan pembelajaran, serta alasan mengapa guru mengembangkan materi sedemikian rupa. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif qualitatif dengan subyek penelitian yaitu guru-guru Bahasa Inggris kelas tujuh di SMPN 1 Singaraja, sementara obyek penelitian ini adalah pengembangan materi Bahasa Inggris kelas tujuh. Data-data yang dibutuhkan dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) kedua guru yang mengajar di kelas tujuh mengembangkan materi mereka dengan menggunakan tiga strategi yakni menggunakan langsung, mengembangkan, dan mengadaptasi materi ajar. Dari ketiga strategi tersebut kebanyakan materi dikembangkan dengan metode adaptasi dengan cara penambahan dan pengurangan konten, modifikasi tugas, serta pengembangan tugas. (2) guru masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan materi berkaitan dengan tujuan pembelajaran pada KI-1 dan KI-2. Guru-guru belum dapat mengembangkan atau membuat materi yang menyisipkan pendidikan karakter di dalamnya. (3) Hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa strategi tersebut digunakan dengan alasan karena materi pembelajaran yang terdapat pada buku paket siswa tidak sesuai dengan kebutuhan siswa serta kontennya dirasa terlalu sederhana dan tidak menantang. Materi pembelajaran yang authentic dan debatable dapat digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan materi pemebelajaran yang lebih baik. Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Bahasa Inggris Pengembangan Bahan Ajar, Strategi Pengembangan. This study aimed at analyzing the English learning materials developed by the teachers of SMPN 1 Singaraja. This study concerned with: the strategies used by the teachers in developing learning materials, the relation of the learning material to the learning goals, and the reasons why teachers developed such a kind of material. This study used a descriptive qualitative research design. The subjects of this study were the seventh grade English teachers of SMPN 1 Singaraja and the object of the study was the materials development. The data were collected by doing observation, interviewing, and document analysis. Based on the result of the data analysis it was found that (1) both teachers who taught the seventh grade students developed their learning materials by using three strategies namely adopting, developing, and adapting materials. From the three strategies, most materials were developed by using adaptation strategy in the form of materials addition and deletion, task modification, and task extension. (2) The teachers still had a problem in developing learning materials to achieve the learning goals especially spiritual and social competence. The teachers could not insert or develop character values into their learning materials. (3) The result of the study also revealed that such materials development strategies were used because the materials provided in the course book could not meet the students’ need and the contents were too simple and were not challenging. Authentic and debatable materials can be used as references to develop better learning materials. keyword : Curriculum 2013, English Language Instruction, Development Strategy, Materials Development
THE EFFECT OF SCRIPTED SONGS FOR THE FIFTH GRADERS ENGLISH COMPETENCY IN BANJAR SUB-DISTRICT 1 ., Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5275

Abstract

Penggunaan media audio dalam bentuk lagu kreasi merupakan salah satu media yang inovatif untuk mengajar Bahasa Inggris kepada anak – anak. Hal ini berhubungan dengan karakteristik anak – anak yaitu memiliki tingkat konsentrasi yang rendah. Agar mereka tetap fokus dalam belajar, mereka harus melakukan aktivitas yang menyenangkan misalnya, bernyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio berbasis lagu kreasi terhadap kompetensi Bahasa Inggris siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post-test only control group. Terdapat dua sampel penelitian yaitu SDN 1 Banjar sebagai grup eksperimen dan SDN 3 Banjar sebagai grup kontrol yang ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah post-test, RPP dan soal try out. Ketika data telah terkumpul, data tersebut dianalisis dengan menggunakan program SPSS 21 secara deskriptif dan inferensial. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai rata – rata dari kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata – rata kelompok eksperimen adalah 79.50 sedangkan nilai rata – rata kelompok kontrol adalah 65.60. Selain itu, dari hasil uji hipotesis nilai t observed (to) 2.807 lebih besar dari t critical value (tcv) 2.021. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan lagu kreasi sebagai media mengajar terhadap kompetensi Bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : lagu kreasi, media audio, kompetensi Bahasa Inggris. The use of audio media in the form of scripted songs is one of innovative media for teaching English to young learners. It is related to the characteristics of young learners who have short attention span. In order to keep them focus in the lesson, they have to be involved in a pleasure activity like singing songs. This study aimed at investigating the effect of scripted songs based audio media on students’ English competency. This research was an experimental research with post-test only control group design. There were two samples of this study namely SDN 1 Banjar as experimental group and SDN 3 Banjar as the control group which were determined by using random sampling technique. The instruments used to collect data were post-test, teaching scenario and try out test. When the data had been collected, it was analyzed by means of SPSS 21 descriptively and inferentially. The result shows that the mean score of the experimental group is higher than that of the control group. The mean score of the experimental group is 79.50 meanwhile the mean score of the control group is 65.60. In addition, from the t-test result, the t observed (to) 2.807 is higher that t critical value (tcv) 2.021. It indicates that the alternative hypothesis (Ha) is accepted. It means that there is a significant effect of using scripted songs as teaching media on the students’ English competency.keyword : scripted songs, audio media, English competency
THE EFFECTIVENESS OF IMPLEMENTING SCRIPTED SONGS ON THE FIFTH GRADE STUDENTS ENGLISH COMPETENCE ., Putu Eka Juniariani; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari lagu kreasi berbasis media audio pada kompetensi Bahasa Inggris siswa. Ini merupakan penelitian eksperimen yang mengimplementasikan desain posttest only control group. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh sekolah dasar yang berada di Kecamatan Sawan. Sampel dari penelitian ini merupakan kelas 5 Sd di SD Negeri 1 Sangsit dimana pengambilan sampel menggunakan tehnik random sampling. Kelas 5 A terdiri dari 33 siswa yang bertindak sebagai grup eksperimen dan kelas B yang terdiri dari 33 siswa bertindak sebagai grup kontrol. Kedua grup tersebut diberikan perlakuan yang berbeda dan diakhiri dengan pemberian posttest. Hasil dari posttest dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil menunjukkan bahwa (a) nilai rata-rata dari grup eksperimen lebih tinggi dibandingkan grup control. Nilai rata-rata dari grup eksperimen adalah 89.94 dan nilai rata-rata dari grup kontrol adalah 82.67, dan (b) analisis dari independent samples t-test menunjukkan bahwa nilai tobs adalah 4.116 dan nilai tcv adalah 1.9977. Oleh karena nilai tobs lebih tinggi dibandingkan nilai tcv, maka dapat disimpulkan bahwa lagu kreasi memberikan efek yang signifikan pada kompetensi Bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : Kompetensi Bahasa Inggris, Lagu Kreasi This research aimed at investigating the effect of scripted songs based audio media on the students’ English competence. It was an experimental research which implemented posttest only control group design. The population was all primary schools in Sawan Sub-District. The samples were the two classes of the fifth grade in SD N 1 Sangsit which was chosen by using random sampling. The 5A class which consisted of 33 students was determined as the experimental group and the 5B class which consisted of 33 students was determined as the control group. Both experimental and control group were given different treatments and they were ended by administering the posttest. The result of the posttest was analyzed using both of descriptive and inferential statistical analysis. The result shows that (a) the mean score of the experimental group is higher than that of the control group. The mean score of the experimental group is 89.94 and the mean score of the control group is 82.67, and (b) the analysis of the independent samples t-test that tobs is 4.116 and tcv is 1.9977. Since tobs is higher than tcv, it can be concluded that scripted songs give a significant effect on the students’ English competence.keyword : English competence, Scripted songs
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
Co-Authors Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Made Cipta Dwijaya ., Dewa Made Cipta Dwijaya Drs.Gede Batan,MA . Ery Al Ridho . Fitria Ningtyas . Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma I Gede Bagus Oka Wisnaya ., I Gede Bagus Oka Wisnaya I Gede Budasi I Gede Erlan Cahaya Unggawan . I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ngurah Edy Suwastrawan . I Made Ery Indrawan ., I Made Ery Indrawan I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Made Suta Wijana Giri . I Putu Edi Sutrisna . I Wayan Suarnajaya I Wayan Wiranata . Ida Ayu Putri Riyana Sari . Ida Bagus Made Widyatmika ., Ida Bagus Made Widyatmika Kadek Era Kusuma Dewi ., Kadek Era Kusuma Dewi Kadek Meri Puspita ., Kadek Meri Puspita Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Arta ., Komang Adi Arta Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Pipin Dwineta . Luh Putu Widianingsih . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Ni Kadek Widiantari . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih ., Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih Ni Luh Putu Vita Dewi ., Ni Luh Putu Vita Dewi NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Rahayuni . Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Suastini . Ni Putu Ari Prananti . Ni Putu Rika Amanda Putri . Ni Putu Risma Listyariani . Ni Wayan Anggi Septya Dianithi ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi Ni Wayan Partini . Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti PIPIT OLVA ANDAYANI . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Bagus Mahardika . Putu Eka Juniariani ., Putu Eka Juniariani S.Pd. I G A Lokita P Utami .