Drs. Asril Marjohan,MA .
Unknown Affiliation

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
An Analysis of Code Switching Used by Lecturer of English Education Department at Ganesha University of Education ., Danu Wijaya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris sebagai strategi komunikasi untuk mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di semester II Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dosen laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam MP3, catatan lapangan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua jenis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (52%) dan inter sentensial alih kode bahasa (48%). Ada tujuh fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris; fungsi klarifikasi (36%), fungsi penekanan (29%), fungsi perhatian (12%), fungsi instruksi (9%), fungsi kebutuhan bahasa (8%), fungsi regulasi (3%) dan fungsi hiburan (3% ) . Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan topik tertentu, menegaskan sesuatu, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris, membantu siswa untuk menangkap informasi yang diberikan oleh pengajar, menciptakan suasana yang menyenangkan belajar, dan memberikan perintah atau instruksiKata Kunci : Alih Kode Bahasa, dosen Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing This study is aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English lecturer as a Communication Strategy to teach English as a Foreign Language in second semester of English Education Department at Ganesha University of Education.This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is a male lecturer. The instruments used in this study are MP3 recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are two types of code switching used by the English teacher. They are intra-sentential code switching (52%) and inter sentential code switching (48%). There are seven functions of code switching used by the English lecturer that are; clarification functions (36%), emphasis function (29%), attention function (12%), instruction function (9%), lexicalization function (8%), regulatory function (3%) and sociolinguistic play function (3%).The reasons of using code switching are talking about particular topic, being emphatic about something, repetition used for clarification, intention of the speech content for the interlocutor, increasing motivation in learning English, helping students to catch the information given by the lecturer, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instructionkeyword : Code Switching, English Lecturer, Communication Strategy, English as a Foreign Language
THE IMPLEMENTATION OF GUIDED WRITING STRATEGIES FOR WRITING RECOUNT TEXT AT VIII GRADE STUDENTS IN SMP N 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Kadek Era Kusuma Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis recount text dengan menggunakan Guided Writing in the form of Chained Story. Tujuan utama dalam penilitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis terutama dalam isi, organisasi, kosa kata, tata bahasa, dan mekanik. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siswa dari SMPN 1 Busungbiu dan sasaran dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VIIIB4. Penelitian ini meliputi 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Hasil dari pre-test dan post-test akan dianalisis dan dibandingkan diakhir siklus. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam menulis recoun text bisa ditingkatkan melalui penggunaan Guided Writing in the form of Chained Story. Mereka mendapat 54.4% (rendah) di pre-test, setelah itu mereka mendapat 66.4% (sedang) in siklus I, dan terkahir, pencapain mereka 77.9% (baik) di siklus II. Kata Kunci : Menulis, Teks Recount, Panduan Menulis, Cerita Berantai This study aimed at improving the students’ ability in writing a recount text by using Guided Writing in the form of Chained Story. It particularly aimed at improving the students’ ability in writing especially in the content, organization, vocabulary, grammar, and mechanic. This study was designed in the form of a classroom action-based research with the second year students of SMP N 1 Busungbiu at class VIIIB4 as the subject of this study. Two cycles were covered in this study in which each cycle comprised four sessions. The result of the pre-test and post-test which was conducted at the end of each cycle were analyzed and compared. The result of the study revealed that the students’ ability in writing a recount text could be improved through the use Guided Writing in the form of Chained Story. It could be seen from the increase of the students’ mean score. They got 54.4% (poor) in the pre-test, then they gained 66.4% (moderate) in cycle I, and at last, they achieved 77.9% (good) in cycle II. keyword : Writing, recount text, guided writing, chained story
ANALYZING ENGLISH VOWEL SOUNDS PRODUCED BY SECOND GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2014 / 2015 ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6042

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis suara vocal bahasa inggris yang di ucapkan oleh siswa-siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sukasada. peneliti menunjuk enam belas siswa yang terbaik dalam pelajaran bahasa inggris dari empat kelas. Siswa – siswa mengucapkan dua belas suara vocal dalam bahasa inggris ialah [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. Peneliti menganalisis menggunakan software speech analyzer dan software Cambridge Learner Dictionary untuk menentukan suara yang benar. Hasil dari penelitian ini adalah dari dua belas vocal dalam bahasa inggris, siswa – siswa hanya dapat mengucapkan dua suara vocal dalam bahasa inggris diantaranya bahasa inggris vocal [ e ], [ ə ] dan [ u: ], karena mereka terpengaruh oleh bahasa ibunya (first language). This research aimed at to analyze english vowel sounds produced by Second Grade Students of SMA Negeri 1 Sukasada. The researcher chooses sixteen best students in English from four classes. The students produces twelve english vowel sounds such as [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. The researcher analyzes the students’ vowel sounds and identifies how the students produced those english vowel sounds are. In this study, the researcher use speech analyzer software to analyze the data and Cambridge advance learner dictionary software to determine the correct sounds. The result of this research showed from twelve english vowel sounds, the students were able to pronounced three English vowel sound correctly, there are English vowel [ e ], [ ə ] and [ u: ], because they still influenced by their mother tongue.keyword : English Sound, English Vowel Sounds
THE USE OF PODCAST TO IMPROVE THE SPEAKING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 AMLAPURA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah peningkatan kemampuan berbicara siswa dalam Bahasa Inggris dengan penggunaan podcast dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Amlapura. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1, dengan kemampuan  siswa kelas X MIA 1 dalam berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai objek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus meliputi langkah-langkah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil kuisioner dan observasi. Sementara data kuntitatif didapat melalui hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan Bahasa inggris saat pre-test sebesar 60.43, pada post-test 1 sebesar 72.46, pada post-test 2 mencapai 79.78 dan jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan dalam berbicara Bahasa Inggris naik menjadi 83.33%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa implementasi podcast sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Selain itu, berdasarkan hasil kuesioner dan observasi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini juga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar Bahasa Inggris.Kata Kunci : Berbicara, Kemampuan berbicara, TIK, Podcast The objective of this research was to improve students’ English speaking competency by using podcast in teaching and learning. This research was conducted in SMA Negeri 1 Amlapura, as the subject of the research was the tenth grade students of SMA Negeri 1 Amlapura, i.e. X MIA 1 class. The object of research was English speaking competency of X MIA 1 students. The method used in this study was Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. Each cycle consisted of the steps of planning, action, observation/evaluation and reflection. There were two kinds of data collected in this research namely qualitative and quantitative data. The qualitative data were obtained from the questionnaires and observation checklist. Meanwhile, the quantitative data were collected by conducting speaking pre-test and post-test. The result of study showed that the main score of the students’ English speaking competency gained on the pre-test was 60.43, on the post-test 1 was 72.46 and on post-test 2 was 79.78 and 83.33% of students could pass the standard minimum score. It can be concluded that the English speaking competency of the X MIA 1 students could be improved by using podcast in English teaching and learning. In addition, the result of the questionnaire and observation in the classroom showed that the students were more motivated to learn by using podcast.keyword : Speaking, Speaking Competency, ICT, Podcast  
An Analysis of The Meanings, Functions, and Strategies in The Translation of Idioms in The Movie Entitled The Avengers : Age of Ultron ., Dewa Made Cipta Dwijaya; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna, fungsi dan strategi yang digunakan dalam penerjemahan peribahasa dalam film yang berjudul The Avengers : Age of Ultron. Analisia peribahasa ini dilakukan karena kata – kata yang terikat dengan budaya bahasa atau dikenal dengan istilah peribahasa sangat menarik untuk dipelajari dan terkadang makna yang mereka tidak selalu sesuai dengan yang diungkapkannya. Peneliti menggunakan film sebagai sumber pengambilan data karena film memberikan gambaran tentang penutur bahasa asing dalam percakapanya sehari – hari dan film yang berjudul The Avengers : Age of ultron digunakan karena film ini merupakan film baru dan merupakan film yang paling tunggu – tunggu di tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui makna dari peribahasa dalam film berjudul The Avengers : Age of Ultron, (2) untuk mengetahui fungsi peribahasa dalam film berjudul The Avengers : Age of Ultron dan (3) untuk mengetahui strategi penerjemahan peribahasa dalam film yang berjudul The Avengers : Age of Ultron. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data tersebut dikumpulkan dengan menonton, mengidentifikasi dan mengklasifikaasi makna, fungsi dan strategi dalam penerjemahan peribahasa. Subjek dari penelitian ini adalah ScramCypher yang menyediakan transkripsi bahasa Inggris dan Indonesia untuk film tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 83 peribahasa yang ditemukan dalam film tersebut. Makna dari peribahasa tersebut dianalisis menggunakan konsep kontekstual oleh Halliday (2010) dan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peribahasa tersebut menggunakan konteks situasi dalam penggunaannya dalam film tersebut. Fungsi peribahasa tersebut dianalisis menggunakan teori McCharty dan O’dell dan sebagian besar peribahasa tersebut memiliki fungsi untuk mengkomentari orang. Dalam analisa strategi penerjemahan, hanya 60 dari 83 peribahasa yang terjemahkan dengan benar dan strategi yang paling sering digunakan dalam penerjemahan tersebut adalah 1) translation by paraphrase, 2) using an idiom of similar meaning but dissimilar form, 3) using an idiom of similar meaning and form and 4) translation by omissionKata Kunci : Fungsi, Peribahasa, Makna, Strategi This study aims at finding out the meanings, functions and strategies used in the translation of idioms in movie entitled The Avengers : Age of Ultron. The analysis of the idioms was done because words which are culturally bound with language or known as idioms are very interesting to be learned and sometimes their meanings are not exactly as what they say. The researcher used a movie as a source of data collection because it gave a reflection of native speakers in their daily conversation and the movie entitled “The Avengers : Age of Ultron” is used because this is a brand new movie in 2015 and it is the highest grossing movie of 2015. The purposes of this research were: (1) to find the meanings of idioms in the movie entitled The Avengers : Age of Ultron, (2) to find out the functions of idioms in the movie entitled The Avengers : Age of Ultron, and (3) to find out the strategies used in the translation of idioms in the movie entitled The Avengers : Age of Ultron. This research was designed as a descriptive qualitative research. The data were collected through watching, identifying, and classifying the meanings, the functions and the strategies used in the translation of idioms. The subject in this study is ScramCypher who provided both English and Indonesian subtitles in the movie. The result of this study showed that there are 83 idioms found in the movie. The meanings of idioms were analyzed using contextual concepts of meaning by Halliday (2010) and it can be concluded that most of the idioms consider context of situation on its usage in the movie. The functions of idioms were analyzed using McCharty and O’dell theory and most idioms found in the movie functioned to comment on people. In analyzing the translation strategies, there were only 60 idioms out of 83 which were translated equivalently and the most frequent translation strategies used are 1) translation by paraphrase, 2) using an idiom of similar meaning but dissimilar form, 3) using an idiom of similar meaning and form and 4) translation by omissionkeyword : Function, Idioms, Meaning, Strategies.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS IN USING SIMPLE PAST TENSE IN WRITING RECOUNT TEXT MADE BY EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 TEJAKULA ., Komang Adi Arta; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6089

Abstract

This study was a descriptive qualitative research which aimed at analyzing the grammatical error and the source of grammatical errors in writing a recount text. The subjects of this research were the eighth grade students of SMP N 1 Tejakula. The data were presented in the descriptive analysis way and the procedure of the error analysis used according to Dulay et al (1982). The result of the study the highest errors made by the students were in the errors of selection consisting of 172 errors or 71.4%. It was followed by the errors of omission consisting of 48 errors or 19.9%. Then, it was followed by the errors of addition consisting of 14 errors or 5.8% and the lowest errors were the errors of ordering consisting of 7 errors or 2.9%. The data also indicated that the inter-lingual transfer was the highest source of the errors. Based on the result, it can be concluded that the error of selection is the highest error made by the students and inter-lingual transfer is the highest source of error because it was caused by the mother tongue interference. Kata Kunci : Error analysis, simple past tense,recount text Penelitian ini adalah deskriptif qualitative yang bertujuan untuk menganalis kesalahan grammar dan sumber kesalahan dalam menulis teks recount. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP N 1 Tejakula. Data disajikan dengan cara deskriptif analisis dan langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis kesalahan adalah teori dari Dulay et al (1982). Hasil dari penelitian ini menunjukakan bahwa kesalahan tertinggi yang dibuat oleh siswa adalah kesalahan selection yaitu 172 kesalahan atau 71,4 persen. Diikuti oleh kesalahan omission yaitu 48 kesalahan atau 19,9 persen. Kemudian diikuti oleh kesalahan addition yaitu 14 kesalahan atau 5,8 persen. Dan kesalahan yang paling sedikit adalah kesalaan ordering yaitu 7 kesalahan atau 2,9 persen. Data ini juga menunjukkan bahwa Inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan selection adalah kesalahan yang paling tinggi dibuat oleh siswa dan inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi karena disebabkan pengaruh dari bahasa ibu.keyword : analisis kesalahan, simpe past tense, teks recount
A Study of Code Switching Used by English Teachers as a Strategy for Teaching EFL Students at SMP N 3 Mendoyo ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6093

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris sebagai strategi untuk mengajar bahasa Inggris untuk bahasa asing siswa kelas VIII di SMP N 3 Mendoyo tahun akademik 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas delapan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrument utama, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis alih kode yang digunakan oleh guru yaitu,alih kode Inter-personal (35,1%) alih kode inter-sentential (33,8%) dan, alih kode intra-sentential (31,2%). Ada lima fungsi alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris yaitu, fungsi emphasis ( 36,4%), fungsi clarification (24,4%), fungsi instruction (16,2%), fungsi sosiolinguistics play (13,0%), dan fungsi attention (10,1%). Alasan untuk menggunakan alih kode adalah membantu siswa untuk memahami pelajaran dengan mudah, strategi komunikasi dan pemahaman, membantu guru untuk menarik perhatian siswa, membantu guru untuk memberikan instruksi yang jelas, dan membantu guru untuk membuat sebuah lelucon.Kata Kunci : alih kode, strategi pengajaran, bahasa Inggris sebagai bahasa asing This descriptive qualitative study aimed at analyzing code switching used by the English teachers as a strategy for teaching English for foreign language at eighth grade students at SMP N 3 Mendoyo in the academic year 2015/2016. The subjects of this study were English teachers who taught eighth grade students. This study was descriptive qualitative research. The instruments used in this study were the researcher as main instrument and an interview guide. The result of this study showed that there were three types of code switching used by the teachers. They were inter-personal code switching (35.1%) inter-sentential code switching (33.8%) and, intra-sentential code switching (31.2%,. There were five functions of code switching used by the English teachers. They were emphasis function (36.4%), clarification function (24.4%), instruction function (16.2%),sociolinguistics play function (13.0%), and attention function (10.1%). The reasons for using code switching were helping the students to understand the lesson easily, communication strategy, helping the teacher to attract the students’ attention, helping the teacher to give clear instruction, and helping the teacher to make a joke.keyword : code switching, teaching strategy, English as foreign language
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCE BY USING ROLE PLAY (A CLASSROOM ACTION RESEARCH ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS IN THE A CLASS AT SMP NEGERI 1 BANJAR) ., I Made Ery Indrawan; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6099

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa menggunakan teknik role play. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan kelas A di SMP Negeri 1 Banjar, tahun akademik 2015/2016. Jumlah subjek penelitian ini adalah 37 siswa. Penelitian ini di desain menggunakan penelitian tindakan kelas dimana dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus berisi empat langkah seperti: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pre-test diberikan kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan dasar pada kosa kata yang telah mereka pelajari. Data diperoleh dengan menggunakan dua jenis instrument: test dan questionnaire yang di analisis secara deskirptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa role play dapat efektif meningkatkan kemampuan siswa di berbicara. Peningkatan siswa di lihat dari skor rata-rata yang diperoleh siswa. Skor rata-rata pre-test adalah 51,13 dan ini dalam tingkat kurang. Peningkatan Skor menjadi 66,32 di posttest 1 yang mana berada di tingkat baik. Peningkatan skor menjadi 70,05 berada di tingkat baik. Hasil dari questionnaire dan informal interview mengindikasikan bahwa 85,83% siswa menyukai pelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan teknik role play dengan motivasi tinggi. Dapat disimpulkan bahwa role play adalah teknik yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris Kata Kunci : Berbicara, teknik role play This study was aimed at improving speaking competence of the students by using role play technique. The subjects of this research were the eighth grade students of class A at SMP Negeri 1 Banjar in the academic year 2015/2016. The total number of subjects was 37 students. This study was designed with a classroom action research which was conducted in two cycles that consisted of four meetings, three meetings were used to apply the role play technique and one meeting was used for the test and questionnaire. Each cycle involved four steps namely: planning, action, observation, and reflection. Pre-test was given to students in order to know the initial knowledge on vocabulary they had learnt. The data were obtained using two kinds of instruments: tests and questionnaires that would be analyzed descriptively. The result of this study showed that role play could effectively improve the students’ competence in speaking. The improvement of the students was noted from the mean score obtained by the students. The mean score of the pre test was 51.13 and this was in poor level. The score increased up to 66.32 in post test 1 in which was good level. The score increased up to 70.05 and was a good level. The result of questionnaire indicated that 85.83% and 98.91% students liked learning English by using role play technique with high motivation. It can be concluded that role play was effective technique to improve students’ competence in speaking Englishkeyword : speaking, role play technique
Co-Authors Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Made Cipta Dwijaya ., Dewa Made Cipta Dwijaya Drs.Gede Batan,MA . Ery Al Ridho . Fitria Ningtyas . Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma I Gede Bagus Oka Wisnaya ., I Gede Bagus Oka Wisnaya I Gede Budasi I Gede Erlan Cahaya Unggawan . I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ngurah Edy Suwastrawan . I Made Ery Indrawan ., I Made Ery Indrawan I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Made Suta Wijana Giri . I Putu Edi Sutrisna . I Wayan Suarnajaya I Wayan Wiranata . Ida Ayu Putri Riyana Sari . Ida Bagus Made Widyatmika ., Ida Bagus Made Widyatmika Kadek Era Kusuma Dewi ., Kadek Era Kusuma Dewi Kadek Meri Puspita ., Kadek Meri Puspita Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Arta ., Komang Adi Arta Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Pipin Dwineta . Luh Putu Widianingsih . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Ni Kadek Widiantari . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih ., Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih Ni Luh Putu Vita Dewi ., Ni Luh Putu Vita Dewi NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Rahayuni . Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Suastini . Ni Putu Ari Prananti . Ni Putu Rika Amanda Putri . Ni Putu Risma Listyariani . Ni Wayan Anggi Septya Dianithi ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi Ni Wayan Partini . Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti PIPIT OLVA ANDAYANI . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Bagus Mahardika . Putu Eka Juniariani ., Putu Eka Juniariani S.Pd. I G A Lokita P Utami .