Gede Gunatama
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 122 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU VERBAL GURU DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 GIANYAR ., Ni Luh Komang Sri Majesty; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk perilaku verbal guru dalam pembelajaran sastra Indonesia di kelas, (2) fungsi perilaku verbal guru dalam pembelajaran sastra Indonesia di kelas, dan (3) jenis perilaku verbal guru dalam pembelajaran sastra Indonesia di kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI SMA Negeri 1 Gianyar. Objek penelitian ini adalah perilaku verbal guru, meliputi bentuk, fungsi, dan jenis perilaku verbal dalam pembelajaran. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melaui metode observasi dan wawancara dengan instrumen alat perekam dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk perilaku verbal yang digunakan guru, yaitu deklaratif, interogatif (terbanyak), dan imperatif. (2) Fungsi tindak tutur yang muncul dalam tuturan guru adalah representative, direktif (terbanyak), ekspresif, komisif, dan deklarasi. (3) Jenis tuturan yang digunakan guru adalah jenis perilaku verbal langsung (lebih banyak) dan tidak langsung.Kata Kunci : perilaku verbal, guru, pembelajaran, sastra This study aimed at describing (1) the form of the verbal behavior of the teacher in the learning of Indonesian literature in the classroom, (2) the function of the verbal behavior of the teacher in the learning of Indonesian literature in the classroom, and (3) the types of the verbal behavior of the teacher in the learning of Indonesian literature in the classroom. This study used a descriptive qualitative design. The subject was the Indonesian literature teacher who taught XI class of SMA Negeri 1 Gianyar. The object of this study was the teacher’s verbal behavior including its form, function, and type of the verbal behavior in teaching and learning process. The data in this study were collected through observation and interview with a tape recorder and field note as the instruments. The results of this study were (1) the form of the verbal behavior used by teachers namely declarative, interrogative (at the most), and imperative. (2) The function of speech act occurred in the teacher’s speech was representative, directive (at the most), expressive, commissive, and declarations. (3) The types of speech used by teachers was the kind of direct (more) and indirect verbal behavior.keyword : verbal behavior, teacher, learning, literature
ANALISIS KESESUAIAN MATERI BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMP/MTS KELAS VII DENGAN KARAKTERISTIK SISWA KELAS VII A7 DI SMPN 1 SINGARAJA ., Ni Made Gita Pramana; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kesesuaian materi buku teks Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 dengan tuntutan kurikulum dan (2) Mendeskripsikan kesesuaian materi buku teks Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 dengan karakteristik siswa kelas VII A7 di SMPN 1 Singaraja. Subjek pada penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 edisi revisi, siswa kelas VII A7, dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Singaraja. Objek penelitian ini adalah materi buku teks bahasa Indonesia SMP/MTs kelas VII. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi silabus mata pelajaran bahasa Indonesia jenjang SMP kelas VII. Penelitian ini menggunakan instrument wawancara untuk mengetahui kesesuaian materi buku teks bahasa Indonesia SMP/MTs kelas VII Kurikulum 2013 dengan karakteristik siswa kelas VII A7 di SMPN 1 Singaraja. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) tedapat beberapa materi yang kurang sesuai dengan KI 3 dan KI 4 dalam Kurikulum 2013. Di samping itu, peneliti menemukan kekurangsesuaian pada penilaian autentik kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan.dan (2) materi buku teks bahasa Indonesia SMP/MTs kelas VII Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 sesuai dengan karakteristik siswa kelas VII A7 di SMPN 1 Singaraja, walaupun belum secara maksimal. Peneliti berharap peneliti lain dapat melakukan penelitian yang berkaitan dengan permasalahan tingkat keterbacaan, kemudahan, dan keterpahaman buku teks. Selain itu, objek lain yang dapat diteliti, yaitu unsur kebahasaan buku teks yang dilihat dari beberapa aspekKata Kunci : materi, kurikulum 2013, karakteristik siswa SMP This research has purposes to (1) describe the suitability of the Indonesian textbook material in the SMP/MTs at the seventh grade students in the Curriculum 2013 to the curriculum demands, and (2) describe the suitability of Indonesian textbook material in the SMP/MTs at the seventh grade students in the Curriculum 2013 to the students’ characteristics of the VII A7 class at SMPN 1 Singaraja. The subjects of this research are the Indonesian textbook material in the SMP/MTs at the seventh grade students in the Curriculum 2013 in the revision edition, the students of VII A7 class, and the Indonesian teacher at SMPN 1 Singaraja. The object of the research is the Indonesian textbook material in the SMP/MTs at the seventh grade. The method of data collection which is used is the documentation of Indonesian syllabus at the seventh grade of junior high school method. This research uses interview as the instrument to know the suitability of Indonesian textbook material in the SMP/MTs at the seventh grade students in the Curriculum 2013 to the students’ characteristics of the VII A7 class at SMPN 1 Singaraja. The data analysis uses descriptive qualitative technique. The result of the research are (1) it is found that some materials are not appropriate to the KI 3 and KI 4 in the curriculum 2013. Beside that, the researcher founds the incompability of the authentic assessment of knowledge competence to the skill competence, and (2) the Indonesian textbook material in the SMP/MTs at the seventh grade students in the Curriculum 2013 in the revision edition in 2017 is appropriate to the students’ characteristics of the VII A7 at SMPN 1 Singaraja, although it is not maximal. The researcher hopes that the other researchers can do a research which is related to the problems of reading level, convenience, and the understanding of textbook. Besides, the other objects that can be investigated are the elements of linguistics textbook that can be seen from some aspects.keyword : material, curriculum 2013, the characteristics of junior high school students
PENINGKTAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN INSPIRATOR GAMBAR PERISTIWA SISWA KELAS VII A SMP N 1 MELAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Putu Karmila; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8686

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) peningkatan kemampuan menulis siswa kelas VII A dalam pembelajaran puisi, (2) langkah-langkah pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII A, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A. Objek penelitian ini dibedakan atas dua macam, yaitu objek yang mencerminkan proses objek yang mencerminkan produk. Objek yang mencerminkan proses adalah aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dan objek yang mencerminkan produk dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis puisi siswa kelas VII A. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP N 1 Melaya, yaitu di kelas VII A. jumlah siswa di kelas VII A adalah 36 orang, terdiri atas 30 msiswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode kuesioner/angket, dan metode tes. Data mengenai kemampuan menulis puisi siswa dan respons siswa di analisis secara deskriptif kuantitatif. Data mengenai langkah-langkah model pembelajan kontekstual dianalisis secara deskriptif kualitatif. Perolehan skor rata-rata yang dicapai siswa kelas VII A dalam kegiatan menulis puisi pada observasi awal adalah (65,71%), pada siklus I meningkat 83,45, sehingga rata-ratanya menjadi (74,76%), dan pada siklus II meningkat 80,69%, sehingga rata-ratanya menjadi (83,45%). Respons siswa dalam penerapan model pembelajaran kontekstual adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor respons pada siklus I adalah 32,42 dengan kategori positif dan siklus II 38,09 dengan kategori positif. Berdasarkan pemerolehan skor siswa dari segi kemampuan menulis puisi dan respons terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Kata Kunci : kontekstual, menulis puisi, gambar peristiwa. This research is a classroom action research (PTK). The purpose of this study was to determine: (1) an increase in students' writing ability of class VII A in learning poetry, (2) measures of contextual learning in enhancing the ability to write poetry class VII A, and (3) determine a student's response to contextual learning model. This study was conducted in two cycles, each cycle was conducted in two sessions. The subjects were students of class VII A. The object of research is divided into two kinds, namely objects that reflect objects that reflect the product. Objects that reflect the process is the activity of students in participating in learning activities to write poetry using contextual learning model and objects that reflect the product of this research is the ability to write poetry class VII A. Class Action Research was conducted in SMP N 1 Melaya, ie in class VII A. the number of students in class VII A was 36 people, consisting of 30 male students and 6 female students.Data collection methods used in this research is the method of observation, questionnaires / questionnaire, and test methods. Data on students' ability to write poetry and a student's response in quantitative descriptive analysis. Data about the steps pembelajan contextual models were analyzed descriptively qualitative. Obtaining the average score achieved class VII A in the activities of writing poems on the initial observation was (65.71%), the first cycle increased 83.45, so that the average becomes (74.76%), and the second cycle increased by 80.69%, so the average into (83.45%). The response of students in the application of contextual learning model is positive. It can be seen from the acquisition score responses in the first cycle was 32.42 with positive categories and cycle II 38.09 with a positive category. Based on the scores of students in terms of acquiring the ability to write poetry and in response to the application of contextual learning model of this study was successful.keyword : contextual, writing poetry, drawing events
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CAROUSEL FEEDBACK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERDISKUSI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SINGARAJA Hamid, M Gozeli Al; Gunatama, Gede; Darmayanti, Ida Ayu Made
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i1.24537

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMPN 7 Singaraja ini bertujuan (1) mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan Model Pembelajaran Carousel Feedback untuk meningkatkan keterampilan berdiskusi siswa kelas VIII E di SMPN 7 Singaraja, (2) mendeskripsikan keterampilan siswa berdiskusi melalui penerapan Model Pembelajaran Carousel Feedback kelas VIII E di SMPN 7 Singaraja, (3) mendeskripsikan respons siswa kelas VIII E di SMPN 7 Singaraja terhadap penerapan Model Pembelajaran Carousel Feedback. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII E SMPN 7 Singaraja. Objek penelitian ini adalah aktivitas siswa, peningkatan hasil, dan respons siswa dalam penerapan Model Pembelajaran Carousel Feedback dalam pembelajaran teks eksplanasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan angket/kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) siswa dan guru terlihat aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam berdiskusi dalam kelompok dan membagi hasil diskusinya dengan kelompok lain (2) penerapan Model Pembelajaran Carousel Feedback dapat meningkatkan keterampilan berdiskusi siswa. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan skor rata-rata klasikal, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 68,9, siklus I memeroleh skor rata-rata klasikal 73,1, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 82,9, (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan Model Pembelajaran Carousel Feedback dalam pembelajaran berdiskusi. Dari hasil yang dicapai, bahwa model pembelajaran Carousel Feedback perlu dipertimbangkan sebagai upaya untuk mengobtimalkan proses dan hasil belajar bahasa dan sastra.
SARANA TEMBANG "MELAYANGAN" OLIH EMONI KAANGGEN NINCAPANG KAWAGEDAN NYURAT PUISI BALI ANYAR SISIA KELAS VIII 6 SMP NEGERI 3 BANJAR ., Ni Kadek Erni Yuni Andani; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v3i1.7407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis puisi Bali modern menggunakan media lagu “Melayangan” oleh Emoni (2) kemampuan siswa dalam menulis puisi Bali modern menggunakan media lagu “Melayangan” oleh Emoni, dan (3) respon siswa terkait proses pembelajaran menulis puisi Bali modern menggunakan media lagu “Melayangan” oleh Emoni. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII 6 SMP Negeri 3 Banjar. Objek penelitian ini adalah pemanfaatan media lagu “Melayangan” oleh Emoni dalam pembelajaran menulis puisi Bali modern dan kemampuan siswa menulis puisi Bali modern. Metode pengumpulan data yang digunakan penelitian ini menggunakan metode observasi, tes, dan angket/kuesioner. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) ada beberapa langkah pembelajaran yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi Bali modern menggunakan media lagu “Melayangan” oleh Emoni. Diantaranya : eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, (2) peningkatan nilai rata-rata dalam menulis puisi Bali modern dari 70,48 pada siklus I menjadi 80,45 pada siklus II, (3) siswa sangat setuju terhadap pemanfaatan media lagu “Melayangan” oleh Emoni dalam pembelajaran menulis puisi Bali modern dengan peningkatan respon siswa dari 21,93 pada siklus I menjadi 26,12 pada siklus II. Kata Kunci : media, lagu, menulis, puisi Bali modern. This study aimed to describe (1) the steps of learning to write poetry modern Balinese using song "Melayangan" by Emoni media (2) the ability of students to write poetry modern Balinese using song "Melayangan" by Emoni media, and (3) response related students learning to write poetry modern Balinese using song "Melayangan" by Emoni media. This study uses the design of classroom action research conducted in two cycles. The subjects were students of class VIII 6 SMP Negeri 3 Banjar.. The object of this study is the use of song “Melayangan” by Emoni media in learning to write modern Bali poetry and the students ability to write modern Bali poetry. The methods in collecting the data that used in this research is observation methods, test, and questionnaires / questionnaire. Data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The results of this research are (1) there are some lessons that have been implemented to improve the ability to write poetry modern Balinese using song "Melayangan" by Emoni media. Among them : the exploration, elaboration and confirmation, (2) improve the ability to write poetry modern Balinese, with the average score value write poetry modern Balinese students from the first cycle to 70,48 at 80,45 in the second cycle, (3) students very agree using song "Melayangan" by Emoni media in learning to poetry modern Balinese with increased student response from 21,93 at 26,12 in the first cycle to the second cycle.keyword : media, song, writing, modern Bali poetry.
NGAWIGUNAYANG PIRANTI WAYANG CENKBLONK PINAKA UTSAHA NINCAPANG KAWAGEDAN NYURAT LENGKARA SANE MADAGING BASITA PARIBASA SISIA KELAS VII H SMP NEGERI 1 SUKASADA Suputra, I Gede; Gunatama, I Gede; Rai, I B
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 4, No 1 (2017): JPBB
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v4i1.20715

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan media wayang cenkblonk dalam usaha meningkatkan kemampuan menulis basita paribasa ke dalam kalimat, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar menulis basita paribasa ke dalam kalimat dan, (3) mendeskripsikan respons siswa di dalam pembelajaran menggunakan media wayang cenkblonk. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 1 Sukasada. Sumber data dari penelitian ini adalah hasil tes akhir dari setiap siklus. Data mengenai langkah-langkah pembelajaran menulis basita paribasa di dalam kalimat menggunakan media wayang cenkblonk dikumpulkan dengan metode observasi yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Data mengenai kemampuan menulis basita paribasa di dalam kalimat dikumpulkan dengan  metode tes yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Data mengenai respons siswa dikumpulkan dengan metode angket atau kuesioner yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran menulis basita paribasa di dalam kalimat menggunakan media wayang cenkblonk efektif diterapkan, (2) media wayang cenkblonk dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis basita paribasa di dalam kalimat. dan (3) respons siswa terhadap pembelajaran menulis basita paribasa di dalam kalimat menggunakan media wayang cenkblonk adalah sangat bagus. Siswa termotivasi untuk belajar menulis basita paribasa menggunakan media wayang cenkblonk. Kata kunci: media, wayang cenkblonk, menulis, basita paribasa
SESELEH BASITA PARIBASA MIWAH GUNASARAT RING LELAMPAHAN WAYANG KULIT INOVATIF CENK BLONK BELAYU SANE MAMURDA BIMANYU MAKRANGKENG ., I WAYAN SUBAWAYASA; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4577

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Keberadaan pribahasa Bali apa saja yang terdapat dalam cerita wayang kulit inovatif Cenk Blonk Belayu yang berjudul Bimanyu Makrangkeng, (2) Apa hubungan antara pribahasa Bali dalam cerita wayang kulit inovatif Cenk Blonk yang berjudul Bimanyu Makrangkeng dengan pelajaran, dan (3) Nilai-nilai apa saja yang ada di dalam pribahasa Bali pada cerita wayang kulit inovatif Cenk Blonk yang berjudul Bimanyu Makrangkeng. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerita wayang kulit inovatif Cenk Blonk Belayu yang berjudul Bimanyu Makrangkeng dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah analisis pribahasa Bali dan nilai-nilai. Cara mendapatkan data peneliti menggunakan tiga metode yaitu, metode observasi untuk mendapatkan data dan memeriksa data di wayang Cenk Blonk, kedua metode dokumentasi untuk menyimpan data dalam bentuk vidio, dan yang ketiga metode transkipsi digunakan untuk mengubah data yang berupa data lisan ke dalam data tulis. Dari analisis data ini didapat lima jenis pribahasa Bali dari lima belas jenis menurut Wayan Simpen yang ada dalam cerita wayang Bimanyu Makrangkeng. Kedua hubungan antara keberadaan pribahasa Bali dalam wayang ini dengan pelajaran adalah wayang sebagai media yang digunakan untuk menyampaikan ilmu berbicara ini kepada khalayak banyak. Terakhir adalah nilai-nilai yang terdapat dalam pribahasa Bali, yaitu nilai nasehat/moral, nilai kemasyarakatan, dan nilai keindahan.Kata Kunci : Basita Paribasa Bali, nilai-nilai, Wayang Cenk Blonk This research has some purpose is (1) What Balinese proverbs exist in the story of innovative shadow puppet Cenk Blonk entitled bimanyu makrangkeng, (2) What are the relations of Balinese proverbs in the story with the lesson, and (3) What values are there in the proverbs. The research model used was descriptive qualitative research. The subject of this research was the story of innovative shadow puppet Bimanyu Makrangkeng, and the object was the analysis of Balinese proverbs and its values. The data of this research was gained through three methods, they were observation method to get the data and check it on the story, documentation method to keep the data in the form of a video, and the third method was transcript method used to convert the spoke data into written data. From the analysis of the data, according to Wayan Simpen, there are five kinds of Balinese proverbs from a total of fifteen in the story. Besides that, the relation between Balinese proverbs in the shadow puppet story with the lesson was that shadow puppet can be used as a media to deliver speaking skill to public. The last was the values in the proverbs were moral value, sociological value, and aesthetic value. keyword : Balinese proverbs, values, Cenk Blonk shadow puppet
NGAWIGUNAYANG PIRANTI WAYANG CENKBLONK PINAKA UTSAHA NINCAPANG KAWAGEDAN NYURAT LENGKARA SANE MADAGING BASITA PARIBASA SISIA KELAS VII H SMP NEGERI 1 SUKASADA ., I Gede Suputra; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v3i1.7174

Abstract

Tetilik puniki matetujon (1) nelatarang pamargin pangajah-ajahan nganggen piranti wayang cenkblonk pinaka utsaha nincapang kawagedan nyurat lengkara sane madaging basita paribasa, (2) nelatarang panincapan pikolih malajah nyurat lengkara sane madaging basita paribasa nganggen piranti wayang cenkblonk, lan (3) nelatarang panampen sisia ring sajeroning pangajah-ajahan nganggen piranti wayang cenkblonk. Tetilikan puniki nganggen palihan penelitian tindakan kelas (PTK). Jejering ring tetilikan puniki inggih punika sisia kelas VII H SMP Negeri 1 Sukasada. Sumber data ring tetilikan puniki inggih punika pikolih tes ring panguntating siklus. Data ngeninin indik pamargin pangajah-ajahan nyurat lengkara sane madaging basita paribasa nganggen piranti wayang cenkblonk kapupulang nganggen kramaning seseleh sane katureksain nganggen kramaning deskriptif kualitatif. Data ngeninin indik kawagedan nyurat lengkara sane madaging basita paribasa kapupulang nganggen kramaning tes sane katureksain nganggen kramaning deskriptif kuantitatif. Data ngeninin indik panampen sisia kapupulang nganggen kramaning angket utawi kuesioner sane katureksain nganggen kramaning deskriptif kuantitatif. Pikolih tetilikan puniki nyihnayang yening (1) pamargin pangajah-ajahan nyurat lengkara sane madaging basita paribasa nganggen piranti wayang cenkblonk efektif kawigunayang, (2) piranti wayang cenkblonk prasida nincapang kawagedan sisia nyurat lengkara sane madaging basita paribasa, lan (3) panampen sisia majeng pangajah-ajahan nyurat lengkara sane madaging basita paribasa nganggen piranti wayang cenkblonk inggih punika pinih becik. Sisia kadudut manah nyane malajah nyurat basita paribasa ring sajeroning lengkara nganggen piranti wayang cenkblonk. Kata Kunci : piranti, wayang cenkblonk, nyurat, basita paribasa This study aimed to (1) Describe the steps of learning using wayang cenkblonk media in improving the ability to write basita paribasa into the sentence, (2) Describe the writing outcome basita paribasa into sentences and, (3) Describe the response of students in learning using wayang cenkblonk media. This study used the classroom action research (CAR). The subject of this study was the students in seventh grade (VII) in class H at SMP Negeri 1 Sukasada. Source data from this study is the final test results from each cycle. Data on the steps of learning to write basita paribasa in sentences using wayang cenkblonk media were collected by the observation method and analyzed by descriptive qualitative method. Data regarding the ability to write in sentences basita paribasa were collected by the test and analyzed by quantitative descriptive method. Data on students' responses were collected by questionnaire or questionnaires then analyzed in quantitative descriptive method. The results of this study indicate that (1) the steps of learning to write basita paribasa in sentences using wayang cenkblonk media effectively implemented, (2) wayang cenkblonk media can improve students' ability to write basita paribasa in sentences and (3) the response of students in process of learning of writing basita paribasa in sentences using wayang cenkblonk media was very nice. Students were motivated to learn to write basita paribasa using wayang cenkblonk media.keyword : media, wayang cenkblonk, writing, basita paribasa
SESELEH GUNASARAT SANE WENTEN RING SATUA NAGA LOLOK DRUWEN GEDONG KIRTYA SINGARAJA BALI MIWAH PAIKETANNYANE SARENG PANGAJAHAN ., ANAK AGUNG GEDE INDRAYANA; ., Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam satua Naga Lolok milik Gedong Kirtya Singaraja, Bali, (2) mengetahui kaitan nilai-nilai yang ada dalam satua Naga Lolok milik Gedong Kirtya Singaraja, Bali dengan pembelajaran, (3) mengetahui manfaat nilai-nilai yang terkandung dalam satua Naga Lolok. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satua Naga Lolok sedangkan objeknya adalah nilai-nilai yang terkandung dalam satua Naga Lolok dan kaitannya dengan pembelajaran. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) nilai-nilai yang terkandung dalam satua Naga Lolok adalah nilai pendidikan, nilai keindahan, nilai kultural atau budaya, nilai moral/nasihat, nilai religius, miwah sosiologis. Diantara semua nilai-nilai tersebut ada salah satu nilai yang dibagi lagi menjadi 18, yaitu nilai pendidikan. 18 nilai tersebut adalah nilai pendidikan karakter. Dalam satua Naga Lolok ini ditemukan 12 nilai pendidikan karakter, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab. (2) kaitan nilai dengan pembelajaran ialah,diantara semua nilai-nilai tersebut, ada salah satu nilai yang prasida diterapkan saat pembelajaran di sekolah. Nilai tersebut adalah nilai pendidikan, karena nilai pendidikan tersebut terdapat nilai pendidikan karakter, yang bisa diterapkan untuk membangun karakter bangsa para siswa. Seperti yang sering digunakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). (3). Manfaat nilai-nilai dalam satua Naga Lolok yaitu, semua nilai-nilai yang terkandung dalam satua tersebut sangat bermanfaat. Karena di dalam nilai-nilai tersebut kita bisa tahu mana yang baik dan tidak untuk dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan ini.Kata Kunci : Nilai-nilai, Satua Naga Lolok, Pembelajaran This research has some purposes (1) to know the values in the folklore entitled “Naga Lolok” which was created by Gedong Kirtya Singaraja, Bali, (2) to know the relation of the values in the folklore to teaching – learning process, (3) to know the advantages of the values in the folklore. This research is in form of descriptive qualitative research. The subject of the research is “Naga Lolok” folklore, while the object is the values which can be taken from the folklore and the relation to the teaching - learning process. To collect the data, this research uses documentation method. The results of this research are: (1) the values of the folklore entitled “Naga Lolok” are the values of education, beauty, culture and tradition, moral/advice, religious, and sociology. Among thosev values, there is a vause which can be divides into eighteen, that is the value of education. Those eighteen values are the value of character education. In the folklore of “Naga Lolok”, twelve values of character education is found, those are: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, democratize, curiosity, friendly/communicative, love to read, social, and responsibility. (2) the relation of the values to the teaching – learning process are among of all values which is there in the folklore, there is one value that can be implemented in teaching learning process in school. The value is education values, because in the value of education, there is character education values which can be implemented to build students character of nationalism. Like what can be found often in Lesson Plan. (3) The advantages of the values in the “Naga Lolok” folklore are all of the values in the story are very good, because we are able to know which one is good and bad to do and which one is right or wrong from the story that can be used or implemented in this lifekeyword : Values, Folklore Naga Lolok, Teaching – learning process
MUSTIKA AJAH-AJAHAN PAWATEKAN RING NASKAH DRAMA CALONARANG "NIRCAYA LINGGA KAPRALINA" KELAS A ANGKATAN 2012 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA BALI ., Nyana Kesuma I Gde; ., Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5183

Abstract

Tetilikan kualitatif puniki matetujon nlatarang indik (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”; (2) mustika ajah-ajahan pawatekan sane wenten ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” lan; (3) penampen mahasisia kelas A angkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang.. Subjek tetilikan puniki inggih punika naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Objek tetilikan puniki inggih punika wangun lan mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Ring tetilik puniki nganggen kalih kramaning mulpulang data inggih punika (1) kramaning dokumentasi lan; (2) kramaning sadu wicara (wawancara). Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) nyelehin data (2) Reduksi data (3) klasifikasi data (4) deskripsi data (5) interpretasi data (6) panyutetan. Pikolih tetilik puniki inggih punika (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten sia, minakadi: lelintihan (plot utawi alur); murda; bebaosan; pragina lan pawatekan; genah; unteng; piteket; arahan panegep (petunjuk teknis); lan drama dados interpretasi kahuripan. (2) Mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten pitulas, minakadi: srada bakti (religius); arjawa (jujur); awiwahara (toleransi); manut ring tata laksana (disiplin); jemet makarya (kerja keras); akeh medue reragran (kretif); newek (mandiri); demokratis; rasa dot uning (rasa ingin tahu); semangat kebangsaan; tresna ring panegara (cinta tanah air); ngajinin kawagedan (menghargai prestasi); masawitra (bersahabat); tresna asih (cinta damai); seleg ngwacen (gemar membaca); urati ring krama (peduli sosial); eling ring swadharma (tanggungjawab). (3) Penampen mahasisia kelas A agkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang, kapolihang antuk nglaksanayang sadu wicara (wawancara). Sane prasida ngicenin gegambaran makarya naskah drama “Nircaya Lingga Kapralina”.Kata Kunci : wangun, mustika ajah-ajahan pawatekan, drama. Tetilikan kualitatif puniki matetujon nlatarang indik (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”; (2) mustika ajah-ajahan pawatekan sane wenten ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” lan; (3) penampen mahasisia kelas A angkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang.. Subjek tetilikan puniki inggih punika naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Objek tetilikan puniki inggih punika wangun lan mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina”. Ring tetilik puniki nganggen kalih kramaning mulpulang data inggih punika (1) kramaning dokumentasi lan; (2) kramaning sadu wicara (wawancara). Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) nyelehin data (2) Reduksi data (3) klasifikasi data (4) deskripsi data (5) interpretasi data (6) panyutetan. Pikolih tetilik puniki inggih punika (1) wangun naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten sia, minakadi: lelintihan (plot utawi alur); murda; bebaosan; pragina lan pawatekan; genah; unteng; piteket; arahan panegep (petunjuk teknis); lan drama dados interpretasi kahuripan. (2) Mustika ajah-ajahan pawatekan ring naskah drama calonarang “Nircaya Lingga Kapralina” wenten pitulas, minakadi: srada bakti (religius); arjawa (jujur); awiwahara (toleransi); manut ring tata laksana (disiplin); jemet makarya (kerja keras); akeh medue reragran (kretif); newek (mandiri); demokratis; rasa dot uning (rasa ingin tahu); semangat kebangsaan; tresna ring panegara (cinta tanah air); ngajinin kawagedan (menghargai prestasi); masawitra (bersahabat); tresna asih (cinta damai); seleg ngwacen (gemar membaca); urati ring krama (peduli sosial); eling ring swadharma (tanggungjawab). (3) Penampen mahasisia kelas A agkatan 2012 majeng ring drama sane kasolahang, kapolihang antuk nglaksanayang sadu wicara (wawancara). Sane prasida ngicenin gegambaran makarya naskah drama “Nircaya Lingga Kapralina”.keyword : elements, character value of education, drama.
Co-Authors ., Ayu Silvia Sintya .d ., I Gst Ayu Candra Puspita Dewi ., I Kadek Yogi Periawan ., I Made Astika, S.Pd., M.A. ., I Nyoman Bagus Sanjaya ., I Putu Darmika ., Ida Ayu Candra Dewi ., KADEK RUDY SAPUTRA ., Ketut Adi Bawana ., LUH PANDE AYU S ., Ni Kadek Ayu Yasmini ., Ni Kadek Erni Yuni Andani ., Ni Kd Ayu Yasinta Dewi ., Ni Luh Putu Yumi Kusuma ., Ni Made Febrianthi ., Ni Made Gita Pramana ., Ni Putu Karmila ., Nilla Godvany ., Pande Kadek Lita s ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. ., Putu Adi Prabawa ., Putu Arya Mahendra ., Putu Eka Putri Udayani ., Solehatul Kamilah ., Yohana Herlina Mbindi Agus Hari Wahyudi . Ainur Rohmah Ainur Rohmah, Ainur Ana Rohana . ANAK AGUNG GEDE INDRAYANA . Ayu Silvia Sintya .d . Darmika, I Putu Devita Febrianti Dewa Ayu Anggun Sudewi . Febrianti, Devita Gde Artawan Hamid, M Gozeli Al I B Rai I Gede Denly Anayuda Giantika . I Gede Nurjaya I Gede Suputra I Gede Suputra . I Gede Suputra ., I Gede Suputra I Gst Ayu Candra Puspita Dewi . I Kadek Yogi Periawan . I Made Astika I Made Astika, S.Pd., M.A. . I Made Suartana . I Made Wijana . I Nengah Martha I Nyoman Bagus Sanjaya . I Nyoman Yasa I Putu Darmika I Putu Darmika . I Wayan Adhi Mahardika . I Wayan Adhi Mahardika ., I Wayan Adhi Mahardika I Wayan Artika I WAYAN SUBAWAYASA . I Wayan Wendra Ida Ayu Candra Dewi . Ida Ayu Putri Adityarini . Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ida Bagus Sutresna Kadek Juni Wiryawati . Kadek Lisna Dewi Saraswati . Kadek Rudy Saputra KADEK RUDY SAPUTRA . Ketut Adi Bawana . Komang Dewangga Adi Sutra . Kusuma, Ni Luh Putu Yumi Lita Swandewi LUH PANDE AYU S . Luh Pande Ayu Swadayani Luh Putu Onny Andriyani . M Gozeli Al Hamid M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Astika Made Astika Made Sri Indriani Mahendra, Putu Arya Merry Safitri . Nengah Suandi Nengah Widiantika . Nengah Widiantika ., Nengah Widiantika Ni Dewi Januria . Ni Kadek Ayu Yasmini . Ni Kadek Dewi Yudiarmika . Ni Kadek Dewi Yudiarmika ., Ni Kadek Dewi Yudiarmika Ni Kadek Erni Yuni Andani . Ni Kd Ayu Yasinta Dewi . Ni Ketut Juliawati . Ni Ketut Juliawati ., Ni Ketut Juliawati Ni Komang Ayu Damayanti . Ni Luh Komang Sri Majesty . Ni Luh Putu Eka Widiantari . Ni Luh Putu Eka Widiantari ., Ni Luh Putu Eka Widiantari Ni Luh Putu Yumi Kusuma Ni Luh Putu Yumi Kusuma . Ni Made Febrianthi . Ni Made Gita Pramana Ni Made Gita Pramana . Ni Putu Esti Juniastuti . Ni Putu Karmila . Ni Wayan Arik Sinthia Wati . Ni Wayan Arik Sinthia Wati ., Ni Wayan Arik Sinthia Wati Nilla Godvany . Nyana Kesuma I Gde . Nyana Kesuma I Gde ., Nyana Kesuma I Gde Pande Kadek Lita s . Pramana, Ni Made Gita Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. . Pt Melia Suandewi Putu Adi Prabawa . Putu Arya Mahendra Putu Arya Mahendra . Putu Eka Putri Udayani . Rai, I B Sang Ayu Putu Sriasih Saputra, Kadek Rudy Siti Lutfiyah . Siti Lutfiyah ., Siti Lutfiyah Solehatul Kamilah . Sri Devi Maharani . Sri Devi Maharani ., Sri Devi Maharani Suandewi, Pt Melia Suandi, Nengah Suputra, I Gede Swandewi, Lita Widiya Aprianti . Widiya Aprianti ., Widiya Aprianti Yohana Herlina Mbindi .