Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 BANJAR ., Kadek Hary Mahardika; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6360

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kompetensi pedagogik yang dimiliki guru IPA dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru IPA yang mengajar di kelas IX SMPN 1 Banjar, yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara periodik selama dan setelah pengumpulan data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, paparan data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Keabsahan data ditentukan melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. (1) Pada perencanaan pembelajaran, guru menyiapkan RPP, LKS, dan media pembelajaran. Kompenen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat mengikuti sistematika Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru sesuai dengan Kurikulum 2013, yaitu memuat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Karakteristik pendekatan saintifik yang terlihat pada kegiatan inti pembelajaran belum proporsional. Pendekatan saintifik yang dominan terlaksana adalah aspek mengamati, mengumpulkan informasi, dan mengasosiasi. (3) Evaluasi pembelajaran guru sesuai dengan Kurikulum 2013, yaitu penilaian hasil belajar aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, program remedial, dan pengayaan. Namun demikian, sebagian besar penilaian tidak dapat dilakukan secara periodik. Permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam implementasi Kurikulum 2013 disebabkan oleh ketidaksesuaian antara banyaknya tugas guru dengan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia.Kata Kunci : kompetensi guru, kompetensi pedagogik, kurikulum 2013. This study aimed at describing the pedagogic competence which science teachers had in planning, conducting, and evaluating learning result using Curriculum 2013. The study was conducted for three months in first semester of academic year 2015/2016. The study was designed as qualitative case study. Subjects of the study were two science teachers who taught at grade nine in SMPN 1 Banjar chosen by using purposive sampling. Techniques used in collecting data were partisipative observation, semi-structured interview, and document study. Data were analyzed periodically during and after collecting the data through 3 steps; data reduction, data description, and drawing the conclusion and verification. Results of this study are as follows. (1) in planning the lesson, teachers prepare lesson plans, student’s worksheet, and learning media. The components of lesson plan are as what in Curriculum 2013. (2) the learning activities done by the teachers are based on Curriculum 2013 in which there are introduction activity, main activity, and closing activity. The characteristic of scientific approach seen in the core activities of learning is not proportional yet. The implemented dominant scientific approach is the aspect of observing, collecting information, and associating. (3) learning evaluation done by the teachers is almost as what stated in Curriculum 2013, there are evaluation in cognitive, affective, and psychomotor domains, remedy program, and enrichment. The evaluation, however, could not be done periodically. Problems and obstacles faced by the teachers are caused by the disharmony between teachers’ duties and the available time allocation. keyword : teacher competence, pedagogic competence, curriculum 2013
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DENGAN THE SUSTAINABLE LIVELIHOOD APPROACH BERBASIS BUDAYA LOKAL DI DAERAH LAHAN KERING NUSA PENIDA KLUNGKUNG-BALI Putu Mardana, Ida Bagus
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v3i1.2927

Abstract

Masalah kemiskinan telah menjadi perhatian serius pemerintah sekarang ini. Penanganan kemiskinan yang  hanya melibatkan partisipasi keluarga miskin secara parsial, terbukti belum mampu menurunkan angka kemiskinan. Pada tahun 2012 (tahun-1) dilakukan pengkajian penanganan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga miskin dengan pendekatan the sustainable livelihood approach (SLA) berbasis budaya lokal. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga miskin di 4 (empat) desa yang terpilih sebagai target penelitian, yakni desa Ped, desa Kutampi, desa Tanglad, dan desa Batukandik. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik proporsive random sampling. Variabel panelitian adalah potensi wilayah dan budaya lokal, model pemberdayaan dengan SLA. Data dikumpulkan dengan pedoman survei, pedoman observasi, pencatatan dokumen dan fakta, kemudian dianalisis dengan interactive model of analysis. Hasil penelitian pada tahun 2012 menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki daya dukung lahan yang cukup luas, dengan potensi pertanian-peternakan yang cukup tinggi; (2) budaya lokal masyarakat sebagian besar berakar dari nilai-nilai ajaran agama, ide/gagasan, norma dan aturan yang mewarnai aktivitas kehidupan personal dan komunal masyarakat, (3) model pemberdayaan masyarakat dengan SLA berbasis potensi budaya lokal secara sistemik terpayungi dalam kegiatan penyadaran keluarga miskin (awareness), pengkapasitasan (capacity), penguatan (strengthening), dan pelembagaan (institutionalzation), yang pengimplementasiannya dilakukan pada usaha produktif berbasis kelapa dan tani-ternak sapi/babi terpadu.
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS BAGI GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: RELEVANSINYA TERHADAP UPAYA PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA ., Ni Kadek Aridani Basunari; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan strategi pengelolaan kelas guru fisika, (2) mendeskripsikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika, (3) mendeskripsikan prestasi siswa dalam pembelajaran fisika, dan (4) mendeskripsikan dampak kualitatif strategi pengelolaan kelas guru fisika dalam pengembangan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan sumber data, 1 orang guru dengan 9 siswa XI IPA 5 di SMA Negeri 8 Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian adalah fakta dan hubungan antara fenomena terkait keterampilan pengelolaan kelas, motivasi belajar, dan prestasi belajar siswa. Data strategi pengelolaan kelas diperoleh dengan metode telaah dokumen, observasi, dan wawancara, data motivasi belajar siswa dengan metode wawancara dan ditriangulasi dengan kuesioner, sedangkan data prestasi belajar dengan telaah dokumen nilai hasil ulangan harian. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket motivasi belajar. Data penelitian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi pengelolaan kelas guru fisika yang diterapkan berdasarkan tugas pokok seorang guru (2) siswa memiliki motivasi belajar yang berkategori sedang yang bervariasi dalam setiap aspek, (3) prestasi siswa mampu memenuhi nilai KKM karena didasari oleh motivasi belajar yang baik, serta (4) terdapat hubungan yang bersinergi antara strategi pengelolaan kelas dengan motivasi belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : Kata kunci: strategi pengelolaan kelas, motivasi belajar, prestasi belajar This research aimed at (1) describing the classroom management strategy of physics teacher, (2) describing the students’ motivation on physics learning, (3) describing the students’ achievement on physics learning, and (4) describing the qualitative impact of a physics teacher’s classroom management strategy in fostering the learning motivation and students’ achievement. This research was a qualitative research. The sources of data was one physics teacher and nine students at grade XI IPA 5 in SMA Negeri 8 Denpasar who were respectively selected by purposive sampling technique. Data of this study were the facts and relationship between the phenomena which related to the classroom management strategy, learning motivation, and students’ achievement. The classroom management strategy was compiled by using research of learning documents, observations, and interviews, the data of students’ learning motivation were compiled by using interviews, and questionnaires as triangulation methods, while the data of students’ achievement were compiled by analysis of midtest results. Data ware analyzed through data reduction, data display, and data verification. The result of the study shows that (1) the classroom management strategy of physics teacher is applied by a teacher’s main tasks, (2) the students tend to have medium category of motivation which vary at every aspect, (3) students’ achievements are able to gain the value of KKM because of good learning motivation, and (4) there is a synergyc relationship between teacher’s classroom management strategy and learning motivation in improving student achievement.keyword : Keywords: classroom management strategy, leaning motivation, learning achievement
TINDAK PEMBELAJARAN GURU FISIKA DALAM IMPLEMENTASI STANDAR PROSES KURIKULUM 2013 ., I Gede Dana Santika; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemahan guru tentang Standar Proses Kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan tindak guru dalam perencanaan pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, (3) mendeskripsikan tindak guru dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, (4) mendeskripsikan tindak guru dalam evaluasi pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, dan (5) mendeskripsikan permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam implementasi Standar Proses Kurikulum 2013, serta solusi yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan pada semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru fisika yang mengajar di kelas XI MIA SMAN 1 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara periodik dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Guru memahami bagian-bagian Standar Proses Kurikulum 2013 dari workshop kurikulum dan teks Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013. (2) Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru telah sesuai dengan Standar Proses Kurikulum 2013. (3) Sebagian besar permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam penerapan Standar Proses Kurikulum 2013 disebabkan karena ketidaksesuaian antara banyaknya tugas guru dengan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia.Kata Kunci : tindak guru, pembelajaran fisika, Kurikulum 2013 This research aimed at: (1) describing the understanding of the teachers towards the Standard Process of Curriculum 2013, (2) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based teaching planning, (3) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based teaching process, (4) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based learning evaluation, and (5) describing the teachers’ problems and difficulties in the implementation of Standard Process of Curriculum 2013. This research was conducted over four months in the second semester of the Academic Year 2014/2015. Qualitative case study method was used. The subjects of this research were two physics teachers who taught in the grade XI science class of SMAN 1 Singaraja. The data were collected by participative observation, semi-structured interview, and document study. The interactive analysis model of Miles & Huberman was applied to analyze the data. The results reveal that: (1) the teachers understand all parts of Standard Process of Curriculum 2013 from the curriculum workshops and the soft copy of Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013; (2) the teaching plan, the teaching process, and the learning evaluation delivered by the teachers are mostly in accordance with the Standard Process of Curriculum 2013; and (3) the teachers’ problems and difficulties in the implementation of Standard Process of Curriculum 2013 are mostly caused by the mismatch between the demands of Standard Process of Curriculum 2013 and the time allocation provided.keyword : teaching actions, physics learning, and Curriculum 2013
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DENGAN THE SUSTAINABLE LIVELIHOOD APPROACH BERBASIS BUDAYA LOKAL DI DAERAH LAHAN KERING NUSA PENIDA KLUNGKUNG-BALI Ida Bagus Putu Mardana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v3i1.2927

Abstract

Masalah kemiskinan telah menjadi perhatian serius pemerintah sekarang ini. Penanganan kemiskinan yang  hanya melibatkan partisipasi keluarga miskin secara parsial, terbukti belum mampu menurunkan angka kemiskinan. Pada tahun 2012 (tahun-1) dilakukan pengkajian penanganan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga miskin dengan pendekatan the sustainable livelihood approach (SLA) berbasis budaya lokal. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga miskin di 4 (empat) desa yang terpilih sebagai target penelitian, yakni desa Ped, desa Kutampi, desa Tanglad, dan desa Batukandik. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik proporsive random sampling. Variabel panelitian adalah potensi wilayah dan budaya lokal, model pemberdayaan dengan SLA. Data dikumpulkan dengan pedoman survei, pedoman observasi, pencatatan dokumen dan fakta, kemudian dianalisis dengan interactive model of analysis. Hasil penelitian pada tahun 2012 menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki daya dukung lahan yang cukup luas, dengan potensi pertanian-peternakan yang cukup tinggi; (2) budaya lokal masyarakat sebagian besar berakar dari nilai-nilai ajaran agama, ide/gagasan, norma dan aturan yang mewarnai aktivitas kehidupan personal dan komunal masyarakat, (3) model pemberdayaan masyarakat dengan SLA berbasis potensi budaya lokal secara sistemik terpayungi dalam kegiatan penyadaran keluarga miskin (awareness), pengkapasitasan (capacity), penguatan (strengthening), dan pelembagaan (institutionalzation), yang pengimplementasiannya dilakukan pada usaha produktif berbasis kelapa dan tani-ternak sapi/babi terpadu.
THE EFECTS OF TUTOR-LESS PROBLEM BASED LEARNING TOWARDS PHYSICS PROBLEM SOLVING SKILLS OF 10TH GRADE STUDENTS AT A SENIOR HIGH SCHOOL Komang Gede Yudi Arsana .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3564

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model tutor-less problem based learning (TL-PBL), model problem based learning (PBL), dan model pembelajaran konvensional (MPK) terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 119 siswa yang ditentukan secara simple random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah fisika dikumpulkan menggunakan 12 butir tes uraian. Data dianalisis secara deskriptif, statistik ANAVA satu jalur, simple effects Tukey HSD untuk menguji pasangan skor rata-rata kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah fisika antara kelompok siswa yang difasilitasi model TL-PBL, kelompok siswa yang difasilitasi model PBL, dan kelompok siswa yang difasilitasi MPK (F=13,275; p
THE EFFECT OF KNOW-WANT-LEARN WORKSHEET ASSISTED PROJECT-BASED LEARNING MODEL TOWARDS THE STUDENT'S PROBLEM SOLVING ABILITY I Gede Satya Widura .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3605

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Project-Based Learning berbantuan Know-Want-Learn worksheet (PjBLKWL), model Project-Based Learning (PjBL), dan model Direct Instruction. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 241 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah siswa yang dikumpulkan dengan tes essay berjumlah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan ANAVA pada gain score ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan PjBLKWL, PjBL, dan DI (F=9,764; p
STUDI KOMPARATIF ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X MIPA SMA I Made Dwi Juliarta Putra .; Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P .; Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3959

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Kolaboratif, model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI), dan kelompok siswa yang belajar dengan direct instruction. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Semarapura tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA 1, X MIPA 3, dan X MIPA 4. Sampel diambil dengan teknik random. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep fisika dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis varian satu jalur. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi α = 0,05 dan uji Least Significant Difference (LSD) dilakukan untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kolaboratif, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI), dan kelompok siswa yang belajar dengan direct instruction (F = 21,419; p < 0,05). Uji LSD menunjukkan bahwa hasil model pembelajaran kolaboratif dalam pemahaman konsep fisika siswa lebih unggul dibandingkan dengan model group investigation dan direct instruction.Kata Kunci : Model pembelajaran kolaboratif, model group investigation, model direct instruction, pemahaman konsep This study aimed at describing the difference of physical comprehension among the students who were taught by using collaborative learning model, the students who were taught by using group investigation cooperative learning model (GI), and the students who were taught by using direct instruction model. This study was a quasi experimental research with nonequivalent pretest-posttest control group design. The population of this study was grade X students of SMA Negeri 1 Semarapura in academic year 2013/2014. Students at grades X MIPA 1, X MIPA 3, and X MIPA 4 were selected as the samples of this study, they were selected by random sampling. Data were obtained by using test and were analysed by using descriptive statistics and one way variant analysis. The hypothesis testing was conducted in signifficant level α = 0.05, and Least Significant Difference (LSD) test was used for further analysis. The result shows that there is a significant difference in student’s physic comrpehension among the students who learn by using collaborative learning model, students who learn by using group investigation cooperative learning model (GI), and the students who learn by using direct instruction model (F = 21.419; p < 0.05). LSD test shows that the result of collaborative learning model in student’s physic comprehension is higher than group investigation cooperative learning model (GI) and direct instruction model.keyword : collaborative learning model, group investigation model, direct instruction model, physical comprehension
TINDAK PEMBELAJARAN GURU FISIKA DALAM IMPLEMENTASI STANDAR PROSES KURIKULUM 2013 I Gede Dana Santika .; Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemahan guru tentang Standar Proses Kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan tindak guru dalam perencanaan pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, (3) mendeskripsikan tindak guru dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, (4) mendeskripsikan tindak guru dalam evaluasi pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, dan (5) mendeskripsikan permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam implementasi Standar Proses Kurikulum 2013, serta solusi yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan pada semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru fisika yang mengajar di kelas XI MIA SMAN 1 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara periodik dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Guru memahami bagian-bagian Standar Proses Kurikulum 2013 dari workshop kurikulum dan teks Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013. (2) Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru telah sesuai dengan Standar Proses Kurikulum 2013. (3) Sebagian besar permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam penerapan Standar Proses Kurikulum 2013 disebabkan karena ketidaksesuaian antara banyaknya tugas guru dengan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia.Kata Kunci : tindak guru, pembelajaran fisika, Kurikulum 2013 This research aimed at: (1) describing the understanding of the teachers towards the Standard Process of Curriculum 2013, (2) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based teaching planning, (3) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based teaching process, (4) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based learning evaluation, and (5) describing the teachers’ problems and difficulties in the implementation of Standard Process of Curriculum 2013. This research was conducted over four months in the second semester of the Academic Year 2014/2015. Qualitative case study method was used. The subjects of this research were two physics teachers who taught in the grade XI science class of SMAN 1 Singaraja. The data were collected by participative observation, semi-structured interview, and document study. The interactive analysis model of Miles & Huberman was applied to analyze the data. The results reveal that: (1) the teachers understand all parts of Standard Process of Curriculum 2013 from the curriculum workshops and the soft copy of Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013; (2) the teaching plan, the teaching process, and the learning evaluation delivered by the teachers are mostly in accordance with the Standard Process of Curriculum 2013; and (3) the teachers’ problems and difficulties in the implementation of Standard Process of Curriculum 2013 are mostly caused by the mismatch between the demands of Standard Process of Curriculum 2013 and the time allocation provided.keyword : teaching actions, physics learning, and Curriculum 2013
MISKONSEPSI SISWA DAN CARA PENANGGULANGANNYA DI XI MIA 3 SMA NEGERI 1 BANGLI I Komang Januariyasa .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5646

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan miskonsepsi siswa, (2) mendeskripsikan penyebab miskonsepsi, (3) mendeskripsikan penanggulangan miskonsepsi, dan (4) menganalisis retensi siswa. Bentuk penelitian yang digunakan adalah pra-ekspermin. Jumlah sampel penelitian adalah 35 orang siswa. Miskonsepsi siswa dikumpulkan menggunakan tes miskonsepsi pada materi fluida dinamis. Pre-test dan post-test digunakan untuk melihat keefektifan penanggulangan miskonsepsi. Retensi siswa diperoleh dengan membandingkan skor post-test dan tes retensi. Pre-test, post-test dan tes retensi menggunakan tes yang sama pada materi teori kinetik gas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variasi miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis sebanyak 58 miskonsepsi. Penyebab miskonsepsi adalah diri siswa, buku dan pengalaman. Penanggulangan miskonsepsi dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran perubahan konseptual. Berdasarkan hasil analisis uji-t didapatkan signifikasi (0,000) < taraf (0,05). Hal tersebut menunjukkan penanggulangan miskonsepsi menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep siswa. Penurunan persentase siswa yang miskonsepsi dari 55% menjadi 10%. Hal tersebut menunjukkan penanggulan miskonsepsi berhasil menurunkan miskonsepsi siswa. Hasil analisis tes retensi didapatkan persentase retensi (R) = 85,06%. Hal tersebut menunjukkan retensi siswa terhadap konsep fisika tergolong tinggi.Kata Kunci : miskonsepsi, fluida dinamis, retensi, teori kinetik gas This research aimed at: (1) describing the students’ misconceptions, (2) describing the causes of misconceptions, (3) describing the misconceptions overcome, and (4) analyzing the student’ retentions. The design of this research was pre-experiment. The samples of this research were 35 students. The students’ misconceptions were collected by misconception test on dynamic fluid mater. The pre-test and post-test were used to determine the effectiveness of misconceptions overcome. The students’ retention was obtained by comparing the score of post-test and score of test retention. The pre-test, post-test and retention test used the same test on the mater of kinetic theory of gases. The results show that the variation of misconceptions on dynamic fluid are 58 misconceptions. The causes of misconceptions are from their self, the books and their experiences. Misconceptions overcome is held by applying conceptual change learning model. From the t-test analysis, it is obtained that the value of significance (0.000) < level (0.05). It shows that the misconceptions overcome by conceptual change teaching model has a significant effect on students' concepts understanding. The decreasement on the percentage of misconception students is from 55% to 10%. It shows that the misconception overcome is successful in reducing students’ misconceptions. The retention test analysis results reveals that the retention percentage (R) is 85.06%. It shows that the retention of students towards the physics concepts is high.keyword : misconceptions, dynamic fluid, retention, kinetic theory of gases
Co-Authors ., Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni ., Kadek Ayu Meilani Wulandari ., Luh Ari Dwi Jayanti ., Luh Putu Santiaji ., Ni Kadek Aridani Basunari ., Ni Kadek Rahayu ., Ni Luh Heny Agustyari ., Ni Pt Sricandra Dewi ., Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi ., Putu Kirania Andhika Putri A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Ade Sintia Wulandari Agung Widiantara, Gusti Kade Agung, Gusti Kade Agung Widiantara Agus Adiarta,ST,MT . Amerta, Gede Arya Ari Winata, I Wayan Artanayasa, Wayan Artha, I Komang Restu Widi Astika, I W. M Chrisinta, Debora Dewi Oktofa Rachmawati Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Erlina, Nia Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni . I Gede Arjana I Gede Dana Santika . I Gede Dana Santika ., I Gede Dana Santika I Gede Satya Widura . I Komang Januariyasa . I Komang Januariyasa ., I Komang Januariyasa I Komang Nudina I Made Dwi Juliarta Putra . I Nengah Karang Giarta . I Nengah Karang Giarta ., I Nengah Karang Giarta I Nyoman Putu Suwindra I Nyoman Suardana I Putu Wina Yasa Pramadi I W. M Astika I Wayan Ari Winata I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Ayu Meilani Wulandari . Kadek Hary Mahardika . Kadek Hary Mahardika ., Kadek Hary Mahardika Ketut Suma Komang Gede Yudi Arsana . Lestari, Ni Luh Ayu Ardi Liani, Kadek Delita Luh Ari Dwi Jayanti . Luh Putu Santiaji . M.Pd Drs. I Made Wirta . Melkisedik Bukifan Ni Kadek Aridani Basunari . Ni Kadek Rahayu . Ni Luh Heny Agustyari . Ni Pt Sricandra Dewi . Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi . Ni Wayan Sukerti Nur Lutfiyah, Yoni Peter Gelu, Leonard Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Putu Artawan Putu Dian Pratiwi . Putu Kirania Andhika Putri . Putu Widiarini Putu Yasa Putu Yasa Putu Yasa Simarmata, Justin Eduardo Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde yoni nur lutfiyah