Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PEMBELAJARAN GURU IPA: RELEVANSINYA DITINJAU DARI PERSPEKTIF KREATIVITAS, KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH, DAN PRESTASI BELAJAR ., Luh Putu Santiaji; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7922

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru, kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, prestasi belajar siswa, dan (2) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru ditinjau dari perspektif kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 2 orang guru IPA dan 12 orang siswa kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, tes, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi pembelajaran guru sudah mengacu pada Permendikbud 103 dan 104 Tahun 2014, (2) kreativitas siswa kelas VII B1 dan VII B6 berada pada kategori sedang, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII B1 dan VII B6 berada pada kategori sedang, (4) prestasi belajar siswa kelas VII B1 berada pada kategori baik dan kelas VII B6 berada pada kategori cukup, (5) terdapat relevansi antara strategi pembelajaran guru dengan kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : strategi, kreativitas, pemecahan masalah, prestasi The research aimed at: (1) describing the teachers’ teaching and learning strategy, creativity, the ability to solve the problem, students’ learning achievement, and (2) describing the relevance of teachers’ learning strategy viewed from perspective of creativity, the ability to solve the problem, students’ learning achievement. This research was a qualitative descriptive research. The subject of this research was two sience teachers and twelve students of seventh grade of SMPN 4 Singaraja. The data were submitted from observation, questionnaire, test, semi structure interview, and document study. Data analysis was done qualitative descriptively. The result shows (1) the teachers’ teaching and learning strategies have referred to the Permendikbud 103 and 104 of 2014, (2) the creativity of class VII B1 students and class VII B6 students are in the middle category, (3) the problem solving ability of class VII B1 students and class VII B6 students are in the middle category, (4) the class VII B1 students’ achievement are in good category and the class VII B6 students are in fair category, and (5) there is a relevance between the learning strategies applied by the teachers with creativity, ability to solve the problem, and achievements of the student.keyword : Strategy, creativity, probem solving, achievement
Pengembangan Media Pembelajaran ICT Berbasis Perangkat Lunak Ms.Powerpoint untuk Meningkatkan Prestasi Belajar siswa SMA ., Ni Pt Sricandra Dewi; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7636

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan media pembelajaran ICT berbasis perangkat lunak Ms.Powerpoint (2) mengkaji hasil validasi pengembangan media pembelajaran ICT berbasis perangkat lunak Ms.Powerpoint, (3) mengetahui efektivitas media pembelajaran ICT berbasis perangkat lunak Ms.Powerpoint. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Four-D. Media pembelajaran yang dikembangkan mengambil materi fisika SMA kelas XI semester genap. Media pembelejaran ICT berbasis perangkat lunak Ms.Powerpoint sebelum di uji coba dilakukan validasi oleh beberapa ahli. Hasil validasi untuk ahli isi 97,72% , ahli desain 93,3% , ahli media isi 100% dan ahli media komputer 98,5%. Hasil tanggapan uji coba lapangan 89,9 % dan tanggapan guru mata pelajaran sebesar 97,3%. Efektivitas media pembelajaran ICT berbasis perangkat lunak Ms.Powerpoint dilakukan oleh 24 siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,000 kurang dari 0,05. Kata Kunci : Media Pembelajaran ICT, Ms.Powerpoint, Prestasi Belajar This study aimed at (1) describing the development design of Ms.Powerpoint software based ICT learning media, (2) determining the validation of Ms.Powerpoint software based ICT learning media, (3) determining the effectiveness of Ms.Powerpoint software based ICT learning media. A development model used in this study was Four -D model. The learning media developed in this study took the eleventh grade of Senior High School's Physic subject. Before being tested, the ICT learning media based on Ms. Powerpoint software was validated by some experts. The result of the validation was 97.72% for the content, 93.3% for the design dimension, 100% for media dimension, and 98.5% of computer media dimension. The result for the field response was 89.9% and the teachers' response was 97.3%. The effectiveness of ICT learning media based on Ms. Powerpoint software was conducted by 24 students using pre-test and post-test research design. The results of data analysis showed that the significant value obtained was 0.000, less than 0.05.keyword : ICT Learning Media, Ms. Powerpoint, Learning Achievement
Strategi Pembelajaran Guru Fisika Berbantuan ICT: Relevansinya Terhadap Prestasi Belajar dan ICT Literacy Siswa SMA ., Ni Luh Heny Agustyari; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika berbantuan ICT, 2) mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika, 3) mendeskripsikan ICT literacy siswa dalam pembelajaran fisika, dan 4) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru fisika berbantuan ICT terhadap prestasi belajar dan ICT literacy siswa. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Instumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data yang dipaparkan berupa deskripsi faktual temuan penelitian terhadap strategi pembelajaran guru berbantuan ICT, prestasi belajar, dan ICT literacy siswa. Subjek dari penelitian adalah satu orang guru fisika kelas X dan 9 orang siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri Bali Mandara. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, kajian dokumen, dan kuesioner.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru menerapkan strategi pembelajaran inkuiri berbantuan ICT dalam pembelajaran fisika, 2) siswa memiliki prestasi belajar yang berkategori tinggi, 3) ICT literacy siswa berada pada kategori tinggi yang bervariasi pada setiap aspek, dan 4) adanya relevansi strategi pembelajaran guru berbantuan ICT ini dengan prestasi belajar siswa dan mampu memunculkan aspek-aspek ICT literacy pada siswa.Kata Kunci : Strategi pembelajaran, ICT, prestasi belajar, ICT literacy. This study aimed at 1) describing the use of ICT in teacher’s learning strategy, 2) describing the students’ achievement on physics learning, 3) describing the students’ ICT literacy on physics learning, and 4) describing the relevance of the use of ICT in teacher’s learning strategy towards the students’ achievement and the students’ ICT literacy. Qualitative descriptive study method was used. The main instrument of this study was the researcher itself. Data were presented in the form of a factual description of the research findings on the use of ICT in teacher’s learning strategy, the students’ achievement, and the students’ ICT literacy. The subject of this study were the physics teacher and 9 students of X MIA 1 SMA Negeri Bali Mandara. Data were collected by observation, interview, document studies and questionnaires. The results show that: 1) the teacher uses inquiry learning strategy assisted with ICT in physics learning, 2) the students tend to have high category of achievement, 3) The students’ tend to have high category of ICT literacy which vary at every aspect, and 4) there is a relevancy of the use of ICT in teacher’s learning strategy towards the students’ achievement and the students’ and has been able to bring out the aspects of the students’ ICT literacy.keyword : Learning strategies, ICT, students’ achievement, ICT literacy.
THE EFFECT OF KNOW-WANT-LEARN WORKSHEET ASSISTED PROJECT-BASED LEARNING MODEL TOWARDS THE STUDENT'S PROBLEM SOLVING ABILITY ., I Gede Satya Widura; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3605

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Project-Based Learning berbantuan Know-Want-Learn worksheet (PjBLKWL), model Project-Based Learning (PjBL), dan model Direct Instruction. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 241 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah siswa yang dikumpulkan dengan tes essay berjumlah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan ANAVA pada gain score ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan PjBLKWL, PjBL, dan DI (F=9,764; p
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU IPA: RELEVANSINYA DITINJAU DARI PERSPEKTIF KONSEP DIRI, MOTIVASI BELAJAR, DAN PRESTASI BELAJAR ., Luh Ari Dwi Jayanti; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran guru IPA, konsep diri, motivasi belajar, prestasi belajar IPA siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Singaraja, dan relevansi strategi pembelajaran guru IPA ditinjau dari ketiga variabel siswa tersebut.Jenis penelitian adalah penelitian deskripsi kualitatif.Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, pedoman observasi, wawancara, dan kuesioner. Sumber data penelitian terdiri dari 2 orang guru IPA dan 6 siswa di setiap kelas yang diajar masing-masing guru. Teknik pengambilan data meliputi kajian dokumentasi, observasi, wawancara, dan kuesioner. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru A menerapakan strategi pembelajaran berbasis masalah dan guru B menerapkan strategi ekspositori. Konsep diri dan motivasi belajar siswa kelas VIII B1 berkualifikasi tinggi serta prestasi belajar tergolong baik. Konsep diri dan motivasi belajar siswa kelas VIII B2 berkategori sedang prestasi belajar tergolong cukup. Strategi pembelajaran guru IPA berelevansi dengan konsep diri, motivasi belajar, dan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : strategi, konsep diri, motivasi belajar, prestasi This study aimed at describing science teachers’ learning strategy, self-concept, learning motivation, class VIII students’ science learning achievement of SMPN 4 Singaraja, and the relevance of teachers’ science learning strategy viewed from three student variabels. The type of this research was a qualitative description research. The research instruments were the researcher itself, guidelines for observation, interview, and questionnaires. Sources of data in this study consisted of two science teachers and six students in one class which was taught by each teacher.Techniques in data collection included the study of documentation, observation, interviews, and questionnaires. Data were analyzed descriptive qualitatively.The result shows that the teacher A applied the problem-based learning strategy and teachers B implemented the expository strategy. Class VIII B1 students’ self concept and learning are at high qualification and the students’ learning achievement are in in good category. Class VIII B2 students’ self concept and learning motivation are in the middle category, while their learning achievements are in fair category. The strategy of science teacher has relevances with the students’ self-concept, learning motivation, and learning achievement.keyword : strategy, self concept, learning motivation, learning achievement
PENGEMBANGAN QUIZ GAME FISIKA PADA TOPIK MOMENTUM DAN IMPULS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Ari Winata, I Wayan; Putu Suwindra, I Nyoman; Mardana, Ida Bagus Putu
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i1.20242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa quiz game fisika pada topik momentum dan impuls untuk meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D). Subjek penelitian dipilih dengan purposive sampling yang terdiri dari satu orang ahli isi, satu orang ahli media, satu orang ahli desain, tiga orang guru fisika, siswa kelas X TAV 1 yang berjumlah 34 orang, 9 orang siswa pada uji coba kelompok kecil, dan 3 orang siswa pada uji coba perorangan. Uji lapangan menggunakan one group pre-post test design. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Quiz game fisika pada topik momentum dan impuls telah memenuhi syarat validitas dengan skor yang diberikan ahli isi, ahli media, dan ahli desain berturut-turut adalah 108 dengan kualifikasi sangat valid, 77 dengan kualifikasi valid, dan 89 dengan kualifikasi sangat valid, sedangkan penilaian siswa pada uji coba perorangan dan kelompok kecil memberikan rata-rata skor 4,19 dan 4,20 dengan kategori valid, 2) Quiz game fisika telah memenuhi syarat kepraktisan dengan skor rata-rata yang diberikan oleh para guru fisika sebesar 4,10 dan respon siswa terhadap produk memberikan skor sebesar 40,76 dengan kategori praktis, dan 3) kriteria keberhasilan produk dapat dilihat dari hasil uji-t dengan perolehan nilai (t = 36,092 ; p < 0,05) yang artinya prestasi belajar siswa lebih baik setelah quiz game fisika diterapkan dalam proses pembelajaran fisika; peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari hasil gain score yang diperoleh sebesar 0,66 dengan kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa quiz game fisika pada topik momentum dan impuls dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Fisika Berbasis Gaya Belajar untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA ., Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rancang bangun draf produk pengembangan, (2) tanggapan ahli isi, ahli media, dan ahli desain pembelajaran, (3) tanggapan guru mata pelajaran, (4) tanggapan siswa dalam uji lapangan terhadap draf produk multimedia pembelajaran fisika berbasis gaya belajar, dan (5) perbedaan skor-skor postest dibandingkan dengan pretest setelah produk diterapkan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Hasil tanggapan ahli isi mata pelajaran terhadap produk pengembangan mencapai tingkat persentase 88,9%, ahli media isi pembelajaran 100%, ahli media komputer 90,8%, ahli desain pembelajaran 95,00%. tanggapan guru mata pelajaran 98,00%, tanggapan siswa dalam uji coba lapangan 90,2%. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretes dan postes sehingga H0 ditolak. Nilai rata-rata pretes dan rata-rata postes adalah sebesar 44,4 dan 88,7.Kata Kunci : Kata kunci: gaya belajar, multimedia pembelajaran, pengembangan, prestasi belajar. This study aimed at describing (1) the design of development product draft, (2) the responses of content experts, media experts, and learning design experts, (3) the subject teachers’ responses, (4) students’ responses toward the learning styles based multimedia learning physics product draft in the field test, and (5) the differences of scores of post-test compared with the pre-test after the product is applied in teaching. The method used in this research is development research which referred to the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The result of the content expert response towards the development product reaches the percentage level 88.9%, 100% for media learning content learning media expert, 90.8% for computer media expert, 95% for learning design expert, 98.00% for subject teacher response, and 90.2% for students’ responses in the field trial test. The results of t-test shows that there are significant differences between the pre-test and post-test, so H0 is rejected. The average value of pre-test and post-test are 44.4 and 88.7.keyword : academic achievement, development, learning style, multimedia learning.
THE EFECTS OF TUTOR-LESS PROBLEM BASED LEARNING TOWARDS PHYSICS PROBLEM SOLVING SKILLS OF 10TH GRADE STUDENTS AT A SENIOR HIGH SCHOOL ., Komang Gede Yudi Arsana; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3564

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model tutor-less problem based learning (TL-PBL), model problem based learning (PBL), dan model pembelajaran konvensional (MPK) terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 119 siswa yang ditentukan secara simple random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah fisika dikumpulkan menggunakan 12 butir tes uraian. Data dianalisis secara deskriptif, statistik ANAVA satu jalur, simple effects Tukey HSD untuk menguji pasangan skor rata-rata kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah fisika antara kelompok siswa yang difasilitasi model TL-PBL, kelompok siswa yang difasilitasi model PBL, dan kelompok siswa yang difasilitasi MPK (F=13,275; p
STUDI KOMPARATIF ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X MIPA SMA ., I Made Dwi Juliarta Putra; ., Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3959

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Kolaboratif, model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI), dan kelompok siswa yang belajar dengan direct instruction. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Semarapura tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA 1, X MIPA 3, dan X MIPA 4. Sampel diambil dengan teknik random. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep fisika dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis varian satu jalur. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi α = 0,05 dan uji Least Significant Difference (LSD) dilakukan untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kolaboratif, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI), dan kelompok siswa yang belajar dengan direct instruction (F = 21,419; p < 0,05). Uji LSD menunjukkan bahwa hasil model pembelajaran kolaboratif dalam pemahaman konsep fisika siswa lebih unggul dibandingkan dengan model group investigation dan direct instruction.Kata Kunci : Model pembelajaran kolaboratif, model group investigation, model direct instruction, pemahaman konsep This study aimed at describing the difference of physical comprehension among the students who were taught by using collaborative learning model, the students who were taught by using group investigation cooperative learning model (GI), and the students who were taught by using direct instruction model. This study was a quasi experimental research with nonequivalent pretest-posttest control group design. The population of this study was grade X students of SMA Negeri 1 Semarapura in academic year 2013/2014. Students at grades X MIPA 1, X MIPA 3, and X MIPA 4 were selected as the samples of this study, they were selected by random sampling. Data were obtained by using test and were analysed by using descriptive statistics and one way variant analysis. The hypothesis testing was conducted in signifficant level α = 0.05, and Least Significant Difference (LSD) test was used for further analysis. The result shows that there is a significant difference in student’s physic comrpehension among the students who learn by using collaborative learning model, students who learn by using group investigation cooperative learning model (GI), and the students who learn by using direct instruction model (F = 21.419; p < 0.05). LSD test shows that the result of collaborative learning model in student’s physic comprehension is higher than group investigation cooperative learning model (GI) and direct instruction model.keyword : collaborative learning model, group investigation model, direct instruction model, physical comprehension
MISKONSEPSI SISWA DAN CARA PENANGGULANGANNYA DI XI MIA 3 SMA NEGERI 1 BANGLI ., I Komang Januariyasa; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5646

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan miskonsepsi siswa, (2) mendeskripsikan penyebab miskonsepsi, (3) mendeskripsikan penanggulangan miskonsepsi, dan (4) menganalisis retensi siswa. Bentuk penelitian yang digunakan adalah pra-ekspermin. Jumlah sampel penelitian adalah 35 orang siswa. Miskonsepsi siswa dikumpulkan menggunakan tes miskonsepsi pada materi fluida dinamis. Pre-test dan post-test digunakan untuk melihat keefektifan penanggulangan miskonsepsi. Retensi siswa diperoleh dengan membandingkan skor post-test dan tes retensi. Pre-test, post-test dan tes retensi menggunakan tes yang sama pada materi teori kinetik gas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variasi miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis sebanyak 58 miskonsepsi. Penyebab miskonsepsi adalah diri siswa, buku dan pengalaman. Penanggulangan miskonsepsi dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran perubahan konseptual. Berdasarkan hasil analisis uji-t didapatkan signifikasi (0,000) < taraf (0,05). Hal tersebut menunjukkan penanggulangan miskonsepsi menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep siswa. Penurunan persentase siswa yang miskonsepsi dari 55% menjadi 10%. Hal tersebut menunjukkan penanggulan miskonsepsi berhasil menurunkan miskonsepsi siswa. Hasil analisis tes retensi didapatkan persentase retensi (R) = 85,06%. Hal tersebut menunjukkan retensi siswa terhadap konsep fisika tergolong tinggi.Kata Kunci : miskonsepsi, fluida dinamis, retensi, teori kinetik gas This research aimed at: (1) describing the students’ misconceptions, (2) describing the causes of misconceptions, (3) describing the misconceptions overcome, and (4) analyzing the student’ retentions. The design of this research was pre-experiment. The samples of this research were 35 students. The students’ misconceptions were collected by misconception test on dynamic fluid mater. The pre-test and post-test were used to determine the effectiveness of misconceptions overcome. The students’ retention was obtained by comparing the score of post-test and score of test retention. The pre-test, post-test and retention test used the same test on the mater of kinetic theory of gases. The results show that the variation of misconceptions on dynamic fluid are 58 misconceptions. The causes of misconceptions are from their self, the books and their experiences. Misconceptions overcome is held by applying conceptual change learning model. From the t-test analysis, it is obtained that the value of significance (0.000) < level (0.05). It shows that the misconceptions overcome by conceptual change teaching model has a significant effect on students' concepts understanding. The decreasement on the percentage of misconception students is from 55% to 10%. It shows that the misconception overcome is successful in reducing students’ misconceptions. The retention test analysis results reveals that the retention percentage (R) is 85.06%. It shows that the retention of students towards the physics concepts is high.keyword : misconceptions, dynamic fluid, retention, kinetic theory of gases
Co-Authors ., Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni ., Kadek Ayu Meilani Wulandari ., Luh Ari Dwi Jayanti ., Luh Putu Santiaji ., Ni Kadek Aridani Basunari ., Ni Kadek Rahayu ., Ni Luh Heny Agustyari ., Ni Pt Sricandra Dewi ., Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi ., Putu Kirania Andhika Putri A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Ade Sintia Wulandari Agung Widiantara, Gusti Kade Agung, Gusti Kade Agung Widiantara Agus Adiarta,ST,MT . Amerta, Gede Arya Ari Winata, I Wayan Artanayasa, Wayan Artha, I Komang Restu Widi Astika, I W. M Chrisinta, Debora Dewi Oktofa Rachmawati Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Erlina, Nia Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni . I Gede Arjana I Gede Dana Santika . I Gede Dana Santika ., I Gede Dana Santika I Gede Satya Widura . I Komang Januariyasa . I Komang Januariyasa ., I Komang Januariyasa I Komang Nudina I Made Dwi Juliarta Putra . I Nengah Karang Giarta . I Nengah Karang Giarta ., I Nengah Karang Giarta I Nyoman Putu Suwindra I Nyoman Suardana I Putu Wina Yasa Pramadi I W. M Astika I Wayan Ari Winata I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Ayu Meilani Wulandari . Kadek Hary Mahardika . Kadek Hary Mahardika ., Kadek Hary Mahardika Ketut Suma Komang Gede Yudi Arsana . Lestari, Ni Luh Ayu Ardi Liani, Kadek Delita Luh Ari Dwi Jayanti . Luh Putu Santiaji . M.Pd Drs. I Made Wirta . Melkisedik Bukifan Ni Kadek Aridani Basunari . Ni Kadek Rahayu . Ni Luh Heny Agustyari . Ni Pt Sricandra Dewi . Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi . Ni Wayan Sukerti Nur Lutfiyah, Yoni Peter Gelu, Leonard Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Putu Artawan Putu Dian Pratiwi . Putu Kirania Andhika Putri . Putu Widiarini Putu Yasa Putu Yasa Putu Yasa Simarmata, Justin Eduardo Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde yoni nur lutfiyah