Claim Missing Document
Check
Articles

Sulfidation of Iron - Based Nanomaterial as Catalyst for Water Splitting Using Hydrothermal Lestari, Ni Luh Ayu Ardi; Arjana, I Gede; Mardana, Ida Bagus Putu
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 5 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i5.728

Abstract

Consumption of fossil fuels causes greenhouse effect and global warming, hence the need for renewable energy sources that are environmentally friendly. Hydrogen is one of the abundant elements on earth. Hydrogen refers to a clean and renewable energy source, hydrogen can be a good choice to reduce greenhouse gas emissions. One way to produce hydrogen is by electrochemical water splitting. This study aims to determine the characterization of iron-based nanomaterials (iron sulfide - iron hydroxide) as a water splitting catalyst in general. Iron sulfide synthesis was carried out using hydrothermal sulfidation method for 6 hours at 80 oC with nickel foam as substrate. Synthesis of iron sulfide varying the concentration of sodium sulfide nonahydrate (0.0125 M, 0.025 M, 0.05 M and 0.1 M) produced brownish yellow to blackish grey colored samples. Characterization results using XRD showed that iron sulfide peaks were detected at higher concentrations of sodium sulfide nonahydrate. Based on the results of analyzing iron hydroxide using SEM, it is known that the sample is in the form of nano walls and on iron sulfide, it is known that the sample is in the form of nanoscale particles. Based on electrochemical measurement results, iron hydroxide can be a good catalyst for hydrogen evolution reaction (HER) compared with commercial Pt/C. The overpotential of iron hydroxide is smaller than Pt/C, which is only 15 mV at a current density 10 mA/cm2 and iron sulfide can be a good catalyst for oxygen evolution reaction (OER) with electrocatalytic measurement results close to commercial RuO2. This is indicated by the small overpotential (260 mV at current densisty 10 mA/cm2 and small tafel slope (51 mV/dec).
Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence (Chatgpt) dalam Pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka di SMP Se Kota Singaraja Yasa, Gede Darmika; Mardana, Ida Bagus Putu; Astiti, Kadek Ayu; Priyanka, Luh Mitha
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5r402x21

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence, khususnya ChatGPT, dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka menunjukkan variasi dalam pola penggunaan dan tingkat pendampingan guru, yang berdampak pada kesiapan belajar siswa. Perbedaan literasi digital dan ketersediaan infrastruktur turut membentuk cara teknologi ini diintegrasikan dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi ChatGPT dalam pembelajaran IPA serta menginterpretasikan keterkaitannya dengan kesiapan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan angket yang melibatkan guru dan siswa SMP negeri se-Kota Singaraja. Analisis data dilakukan secara induktif untuk mengungkap pola pemanfaatan, dinamika pendampingan, dan kendala implementasi ChatGPT dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34 dari 40 siswa (85%) memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai keperluan akademik. ChatGPT dimanfaatkan sebagai alat bantu pemahaman konsep IPA, sarana pembelajaran mandiri, dan pendukung motivasi belajar siswa. Namun, variasi akses internet, kompetensi digital, serta strategi pendampingan guru memengaruhi kualitas dan konsistensi pemanfaatannya. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran IPA tidak terlepas dari konteks implementasi dan kesiapan pengguna, yang membentuk efektivitas integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka. Analysis of the Utilization of Artificial Intelligence (Chatgpt) in Science Learning in the Independent Curriculum in Junior High Schools in Singaraja City Abstract The use of Artificial Intelligence, specifically ChatGPT, in science learning under the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), shows variations in usage patterns and levels of teacher support, which impact students' learning readiness. Differences in digital literacy and infrastructure availability also shape how this technology is integrated into learning practices. This study aims to analyze and evaluate the implementation of ChatGPT in science learning and interpret its relationship to student learning readiness. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and questionnaires involving teachers and students of public junior high schools in Singaraja City. Data analysis was conducted inductively to uncover usage patterns, support dynamics, and obstacles to ChatGPT implementation in learning. The study results showed that 34 out of 40 students (85%) used ChatGPT for various academic purposes. ChatGPT was used as a tool to help understand science concepts, as a means for independent learning, and as a motivational support for students. However, variations in internet access, digital competency, and teacher support strategies influence the quality and consistency of its use. These findings indicate that the use of ChatGPT in science learning is inseparable from the implementation context and user readiness, which shape the effectiveness of technology integration in the Independent Curriculum.
PEMBERDAYAAN PERTANIAN LAHAN KERING MALALUI PERTANIAN BAWANG MERAH ORGANIK BERTEKNOLOGI DIGITAL Widayana, Gede; Parwata, I Gusti Lanang Agung; Erlina, Nia; Mardana, Ida Bagus Putu; Artha, I Komang Restu Widi; Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga; Amerta, Gede Arya; Febryanti, Putu Vina; Yasa, Gede Darmika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37984

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada kelompok tani mitra di wilayah pedesaan dengan basis ekonomi pertanian hortikultura dan perikanan air tawar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi sistem produksi yang masih konvensional, keterbatasan akses air, lemahnya manajemen usaha, serta ketergantungan pemasaran pada pengepul. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah ekonomi mitra melalui penerapan teknologi digital dan penguatan manajemen usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan kelembagaan dan keberlanjutan dengan melibatkan 25 anggota kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui pre–post assessment keterampilan dan pencatatan perubahan produktivitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis mitra sebesar 38%, peningkatan efisiensi produksi pertanian sebesar 30%, serta peningkatan nilai jual produk olahan bawang merah rata-rata sebesar 25% melalui diversifikasi produk dan perbaikan sistem pemasaran.Abstract: This Community Service Program (PkM) is implemented in partner farmer groups in rural areas with an economic base of horticulture and freshwater fisheries. The main problems faced by partners include conventional production systems, limited water access, weak business management, and marketing dependence on collectors. The community service activity aims to increase production capacity and economic added value of partners through the application of digital technology and strengthening business management. The implementation method uses the Participatory Action Learning System (PALS) approach which includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, as well as institutional strengthening and sustainability by involving 25 farmer group members. Evaluation is carried out through pre-post skills assessments and recording productivity changes. The results of the activity show an increase in partners' technical skills by 38%, an increase in agricultural production efficiency by 30%, and an average increase in the selling value of processed shallot products by 25% through product diversification and improvements to the marketing system.
RESTORASI LUMBUNG PANGAN MELALUI TRANSFORMASI SISTEM PERTANIAN DAN PETERNAKAN BERTEEKNOLOGI TERBARUKAN Ekayana, Anak Agung Gde; Putra, I Dewa Putu Gede Wiyata; Aristana, I Dewa Gede; Widayana, Gede; Julyasih, Ketut Srie Marhaeni; Suarmanayasa, I Nengah; Mardana, Ida Bagus Putu; Amerta, Gede Arya; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga; Mahartana, Ida Bagus Putu Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38352

Abstract

Abstrak: Wilayah mitra sasaran menghadapi penurunan produktivitas pertanian dan peternakan akibat keterbatasan air, rendahnya efisiensi teknologi, serta meningkatnya kerentanan usaha tani. Program pengabdian Kosabangsa ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan kapasitas teknis mitra melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan dan pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Learning System (PALS) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta dan penguatan kelembagaan dan keberlanjutan, dengan melibatkan dua kelompok mitra sektor pertanian dan peternakan sebanyak 50 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre–post assessment keterampilan, observasi lapangan, dan pencatatan perubahan kinerja produksi. Hasil program menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian sebesar 25%, peningkatan efisiensi penggunaan air sebesar 35%, serta penurunan tingkat penyakit ternak sebesar 50%. Selain itu, terjadi peningkatan hardskill mitra dalam pengelolaan teknologi dan praktik usaha tani berkelanjutan.Abstract: The target partner area faces declining agricultural and livestock productivity due to limited water, low technological efficiency, and increasing vulnerability of farming businesses. The Kosabangsa community service program aims to increase productivity, resource efficiency, and technical capacity of partners through the application of appropriate technology based on renewable energy and a participatory approach. Activities are implemented using the Participatory Action Learning System (PALS) method, which includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and institutional strengthening and sustainability, involving two groups of 50 agricultural and livestock sector partners. Evaluation is carried out through pre-post skills assessments, field observations, and recording changes in production performance. The program results show a 25% increase in agricultural productivity, a 35% increase in water use efficiency, and a 50% decrease in livestock disease rates. In addition, there has been an increase in partners' hard skills in technology management and sustainable farming practices.
TRANSFORMASI PEREKONOMIAN MASYARAKAT MELALUI INTEGRASI USAHA TANI-TERNAK DAN KERAJINAN SONGKET BERTEKNOLOGI MODERN Paramartha, A. A. Gede Yudha; Adnyana, I Gede; Mardana, Ida Bagus Putu; Amerta, Gede Arya; Artha, I Komang Restu Widi; Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga; Yasa, Gede Darmika; Febryanti, Putu Vina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37971

Abstract

Abstrak: Desa Jinengdalem memiliki potensi sektor tani–ternak dan kerajinan songket, namun belum terkelola optimal akibat ketimpangan irigasi, minimnya penerapan ipteks, lemahnya regulasi desa, serta rendahnya integrasi pengelolaan limbah antar sektor. Program KKN-PMM ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan sistem tani–ternak organik terpadu dan penguatan sentra kerajinan tenun songket. Mitra kegiatan berjumlah 50 orang, terdiri atas 30 petani Kelompok Tani Subak Ketug-Ketug dan 20 pengrajin Kelompok Poni’s Songket. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) berbasis pentahelix melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan ipteks, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan kelembagaan. Program difokuskan pada peningkatan hardskill (teknik produksi, pengelolaan limbah, kualitas produk) dan softskill (manajemen usaha dan kerja sama kelompok). Evaluasi pre–post menunjukkan peningkatan keterampilan teknis petani sebesar 35%, pengrajin 40%, produksi gabah 30%, serta nilai jual songket 25%.Abstract: Jinengdalem Village has potential in the agriculture-livestock and songket craft sectors, but this potential has not been optimally managed due to irrigation imbalances, minimal application of science and technology, weak village regulations, and low integration of waste management between sectors. This KKN-PMM program aims to increase production capacity and economic added value through the development of an integrated organic farming and livestock system and the strengthening of songket weaving centers. There are 50 partners in this activity, consisting of 30 farmers from the Ketug-Ketug Farmers Group and 20 craftsmen from the Poni's Songket Group. The service method uses a pentahelix-based Participatory Action Learning System (PALS) approach through the stages of socialization, training, science and technology application, mentoring and evaluation, as well as institutional strengthening. The program focused on improving hard skills (production techniques, waste management, product quality) and soft skills (business management and group cooperation). Pre-post evaluations showed a 35% increase in farmers' technical skills, a 40% increase in artisans' technical skills, a 30% increase in grain production, and a 25% increase in the selling price of songket.
Effectiveness of a STEM-Based High School Chemistry Textbook with Scaffolding Strategy to Improve Students' Critical Thinking Skills Kadek Delita Liani; I Nyoman Suardana; Ida Bagus Putu Mardana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.7181

Abstract

This study aims to explain the effectiveness of STEM-based high school chemistry textbooks with scaffolding strategies to improve critical thinking skills. This type of research involved research and development by adapting the Borg and Gall development models. The research instrument used was a critical thinking essay test. The research subjects were students of class XI A SMA Negeri 3 Singaraja. The research design used was a pre-experimental with one-group pretest-posttest design. The data were analyzed using a normalized gain score and a one-sample proportion test. The results showed that the n-gain score obtained was 0.56. The one-sample proportion test results showed a significance value of 0.001. Thus, a STEM-based high school chemistry textbook with a scaffolding strategy is effective in improving students' critical thinking skills.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI KELAPA MENJADI BRIKET DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI Justin Eduardo Simarmata; Melkisedik Bukifan; Leonard Peter Gelu; Debora Chrisinta; Ni Wayan Sukerti; Nia Erlina; Ida Bagus Putu Mardana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.943-950

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan Kelompok Tani Nifunan di Desa Nian dalam mendiversifikasi limbah tempurung kelapa menjadi briket sebagai produk bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, sosialisasi, pelatihan teknis, dan workshop pemasaran, dengan partisipasi aktif 21 anggota kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara, baik selama kegiatan berlangsung maupun pasca kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan hardskill peserta sebesar 70%, dengan 85% peserta memahami teknik pembuatan briket setelah pelatihan. Selain itu, 50% peserta mulai memproduksi briket untuk kebutuhan rumah tangga atau pemasaran lokal, yang berpotensi meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan lebih lanjut di bidang pemasaran digital dan produksi skala besar.
PENGARUH INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN SIMULASI PHET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN FISIKA Ni Kadek Dwi Utari; Ida Bagus Putu Mardana; Ina Yuliana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11184

Abstract

ABSTRACT Understanding physics concepts, particularly in the topic of light waves, requires a learning process that actively engages students so that abstract concepts can be more easily comprehended. Although Guided Inquiry and PhET simulations have been widely studied in physics education, research integrating both approaches to improve students’ conceptual understanding of light waves remains limited, making this study important to conduct. This study aimed to examine the effect of the Guided Inquiry learning model assisted by PhET interactive simulation media on students’ physics conceptual understanding compared to the Direct Instruction model. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. Data were collected through a conceptual understanding test covering the aspects of interpretation, translation, and extrapolation. The data were analyzed using one-way ANCOVA. The results showed that the implementation of the Guided Inquiry learning model assisted by PhET interactive simulations had a significant effect on students’ conceptual understanding compared to Direct Instruction. Students who learned through Guided Inquiry assisted by PhET simulations demonstrated a higher level of conceptual understanding after the learning process. These findings indicate that learning activities involving inquiry, concept exploration, and the use of interactive media are more effective in helping students develop a deeper understanding of physics concepts. Therefore, it can be concluded that the Guided Inquiry learning model assisted by PhET interactive simulation media has a more positive effect on students’ conceptual understanding of light waves than the Direct Instruction model. ABSTRAK Pemahaman konsep fisika, khususnya pada materi gelombang cahaya, memerlukan proses pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif agar konsep yang bersifat abstrak lebih mudah dipahami. Meskipun model Inkuiri Terbimbing dan simulasi PhET telah banyak diteliti dalam pembelajaran fisika, kajian yang mengintegrasikan keduanya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi gelombang cahaya masih terbatas sehingga penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media interaksi simulasi PhET terhadap pemahaman konsep fisika siswa dibandingkan dengan model Direct Instruction. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain pretest-posttest control group. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pemahaman konsep yang meliputi aspek interpretasi, translasi, dan ekstrapolasi. Data penelitian dianalisis menggunakan uji ANAKOVA satu jalur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media interaktif simulasi PhET memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dibandingkan pembelajaran Direct Instruction. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Inkuiri Terbimbing berbantuan simulasi PhET menunjukkan tingkat pemahaman konsep yang lebih baik setelah proses pembelajaran berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang melibatkan aktivitas penyelidikan, eksplorasi konsep, dan pemanfaatan media interaktif lebih efektif dalam membantu siswa membangun pemahaman konsep fisika. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Inkuiri Terbimbing berbantuan media interaktif simulasi PhET memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pemahaman konsep fisika siswa pada materi gelombang cahaya dibandingkan model Direct Instruction.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Budi Daya Pertanian Hortikultural Berteknologi Iot di Kawasan Geopark I Gede Adnyana; Ni Ketut Utami Nilawati; I Dewa Gede Aristana; Ida Bagus Putu Mardana; Gede Widayana; Nia Erlina; Gede Arya Amerta
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103423

Abstract

Desa Terunyan merupakan desa Bali Aga di kawasan Geowisata Gunung Batur yang menghadapi permasalahan kekeringan dan kerentanan longsor. Program Kosabangsa 2024 diterapkan dengan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) melalui dua mitra utama: Kelompok Tani “Taru Menyan” pada bidang pertanian dan Sekaha Teruna-Teruni “Yowana Kerti” pada mitigasi bencana. Metode pendekatan pelaksanaan yang digunakan bagi kelompok mitra pertama yaitu PALS (Participatory Action Learning System) berdasarkan teori Mayoux disajikan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan penguatan kelembagaan, dengan indikator keberhasilan setiap tahap terukur. Inovasi yang diterapkan meliputi pompa air 25 HP, sistem irigasi IoT, early warning system longsor, dan pengembangan wisata geopark. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian 25%, efisiensi air 35%, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana. Program ini membentuk model smart eco-geopark village berbasis teknologi hijau dan kearifan lokal yang dapat direplikasi di desa rawan bencana lainnya. Implikasinya memperkuat arah riset dalam bidang pembangunan desa berbasis teknologi hijau (green technology) dan ketahanan iklim (climate resilience).
Penerapan Teknologi Smart Farming untuk Pertanian Peternakan Zero Waste pada Lahan Kering I Gede Adnyana; I Putu Arya Mulyawan; Bagus Kusuma Wijaya; Ida Bagus Putu Mardana; Ketut Srie marhaeni Julyasih; I Nengah Suarmanayasa
Journal of Empowerment Community Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v8i1.2513

Abstract

Bonyoh Village in Bangli Regency has great potential for development in the sectors of horticultural agriculture, livestock, educational agro-tourism, and renewable energy. Located on the southern slopes of the Mount Batur Caldera at an altitude of 850–950 meters above sea level, the village has a cool climate and high rainfall that support the cultivation of high-value crops such as Siam oranges, Arabica coffee, and chili peppers. However, this potential has not been fully utilized due to limited basic infrastructure, particularly the lack of a permanent irrigation system and proper water management. The hilly topography prevents the village from receiving water supply from Lake Batur, making agricultural productivity highly dependent on rainfall. In the livestock sector, work efficiency remains low since feeding and waste management activities are still performed manually. To address these issues, a technology demonstration plot approach, hands-on training, and institutional mentoring are implemented. Appropriate technological innovations include the construction of a well-dam system with a submersible pump, the application of smart farming through solar-powered drip irrigation for citrus cultivation, and the utilization of livestock waste for biogas production. This program is expected to improve energy efficiency, enhance agricultural productivity, and realize a sustainable, zero-waste integrated farming system.
Co-Authors ., Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni ., Kadek Ayu Meilani Wulandari ., Luh Ari Dwi Jayanti ., Luh Putu Santiaji ., Ni Kadek Aridani Basunari ., Ni Kadek Rahayu ., Ni Luh Heny Agustyari ., Ni Pt Sricandra Dewi ., Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi ., Putu Kirania Andhika Putri A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Ade Sintia Wulandari Agung Widiantara, Gusti Kade Agung, Gusti Kade Agung Widiantara Agus Adiarta,ST,MT . Amerta, Gede Arya Anak Agung Gde Ekayana Ari Winata, I Wayan Aristana, I Dewa Gede Artanayasa, Wayan Artha, I Komang Restu Widi Astika, I W. M Bagus Kusuma Wijaya Chrisinta, Debora Dewi Oktofa Rachmawati Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Erlina, Nia Febryanti, Putu Vina Gede Arya Amerta Gede Widayana Gede Widayana Gelu, Leonard Peter Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni . I Dewa Gede Aristana I Gede Adnyana I Gede Adnyana I Gede Arjana I Gede Dana Santika . I Gede Dana Santika ., I Gede Dana Santika I Gede Satya Widura . I Gst Lanang Agung Parwata I Komang Januariyasa . I Komang Januariyasa ., I Komang Januariyasa I Komang Nudina I Made Dwi Juliarta Putra . I Nengah Edi Budiarta I Nengah Karang Giarta . I Nengah Karang Giarta ., I Nengah Karang Giarta I Nengah Suarmanayasa I Nyoman Putu Suwindra I Nyoman Suardana I Putu Arya Mulyawan I Putu Wina Yasa Pramadi I W. M Astika I Wayan Ari Winata I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Ina Yuliana Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Meilani Wulandari . Kadek Delita Liani Kadek Hary Mahardika . Kadek Hary Mahardika ., Kadek Hary Mahardika Ketut Srie Marhaeni Julyasih Ketut Suma Komang Gede Yudi Arsana . Lestari, Ni Luh Ayu Ardi Luh Ari Dwi Jayanti . Luh Mitha Priyanka Luh Putu Santiaji . M.Pd Drs. I Made Wirta . Mahartana, Ida Bagus Putu Putra Melkisedik Bukifan Ni Kadek Aridani Basunari . Ni Kadek Dwi Utari Ni Kadek Rahayu . Ni Ketut Utami Nilawati Ni Luh Heny Agustyari . Ni Pt Sricandra Dewi . Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi . Ni Wayan Sukerti Nia Erlina Nur Lutfiyah, Yoni Paramartha, A. A. Gede Yudha Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Putu Artawan Putu Dian Pratiwi . Putu Kirania Andhika Putri . Putu Vina Febryanti Putu Widiarini Putu Yasa Putu Yasa Putu Yasa Simarmata, Justin Eduardo Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga Wiyata Putra, I Dewa Putu Gede Yasa, Gede Darmika yoni nur lutfiyah