Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Belajar Context Problem Solving Terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Sma Negeri di Kecamatan Buleleng Putu Yasa; Ida Bagus Putu Mardana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v13i1.59278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model belajar Physics Context Problem Solving (PCPS) terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dikenal dengan High Order Thinking Skills (HOTS) siswa kelas XI MIPA SMA Negeri di Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas XI MIPA SMA Negeri di Kecamatan Buleleng, sedangkan sampel penelitian diambil secara random dua SMA Negeri yaitu SMA Negeri 2 Singaraja dan SMA Negeri 4 Singaraja masing masing diambil dua kelas dari masing-masing SMA Negeri yang dilibatkan sebagai sampel penelitian yaitu berjumlah 123 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua kelompok. Satu kelompok yang terdiri dari 61 siswa dipilih sebagai kelas eksperimen dan satu kelompok lainnya yang berjumlah 62 orang siswa dipilih sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data HOTS siswa adalah soal essay dengan jumlah soal sebanyak 10 butir. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan ANAKOVA, rata-rata nilai posttest kelompok model belajar PCPS adalah sebesar 72.68 dengan kategori tinggi dan model belajar pemecahan masalah fisika secara konvensional atau Convensional Physics Problem Solving (CPPS) adalah sebesar 64.21 dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh nilai statistik F* = 81,094 dengan angka signifikansi 0,001 yang berarti perolehan angka signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan HOTS siswa antara siswa yang diberi model belajar PCPS dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model belajar CPPS, di mana model belajar PCPS lebih unggul dibandingkan dengan model belajar CPPS dalam hal meningkatkan kemampuan HOTS siswa
PENGEMBANGAN BUKU CERITA TENTANG DESA TENGANAN DAUH TUKAD UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR I Komang Nudina; Ida Bagus Putu Arnyana; Ida Bagus Putu Mardana
PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2021): Agustus, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.642 KB) | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v5i2.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita tentang Desa Tenganan Dauh Tukad sebagai buku pelengkap pembelajaran untuk meningkatkan literasi budaya siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 langkah, yaitu analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Namun, karena pandemi covid 19 maka pengembangan hanya pada tahap implementasi saja. Subjek pengembangan ini adalah 3 ahli (materi dan media), 3 orang guru dan 25 orang siswa kelas V. Data dari ahli digunakan untuk menguji validasi buku cerita,data dari guru untuk menguji kepraktisan buku cerita dan data dari siswa untuk menguji efektivitas buku cerita. Instrumen penelitian mencakup: lembar penilaian materi pelajaran dalam buku cerita, lembar penilaian materi buku LORI, lembar penilaian media LORI, kuesioner kepraktisan dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalis dengan formula Gregory, formula Lawshe dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukan 1) produk berupa buku cerita valid baik secara materi maupun media, 2) produk berupa buku cerita sangat praktis dan 3) produk berupa buku cerita terkategori efektif.
IPTEKS BAGI WILAYAH (IbW) DI KECAMATAN GEROKGAK Mardana, Ida Bagus Putu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.592 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9112

Abstract

Kegiatan  IbW  yang  dilakukan  pada  tahun  II  (Tahun  2011)  adalah  melakukan pemetaan asset di wilayah garapan   dan melaksanakan program ipteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pertanian-peternakan-perikanan, pendidikan life skill  dan  kewirausahaan,  dan  pembinaan  adat-istiadat,  keagamaan,  dan  lembaga sosial. Metode pelaksanaan IBW dalam pemberdayaan masyarakat miskin adalah metode PALS (participatory action learning system) yang bersendikan pada 3(tiga) tahapan kegiatan, yakni (1) tahap penyadaran (Awareness), (2) tahap pengkapasitasan/pendampingan (participating /scaffolding), dan (3) tahapan pelembagaan (institutionalization). Hasil kegiatan IbW pada tahun II (tahun 2011) adalah terwujudnya deplot setra industri pengolahan kelapa, demplot pertanian multikultur, demplot peternakan berbasis zero waste. Dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan program IbW tahun II adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk   meningkatkan  kualitas   hidup   melalui   pelipatgandaan  aktivitas   ekonomi produktif masyarakat berpijak pada potensi dan kearifan lokal yang ada, dan peningkatan penguasaan  IPTEKS  untuk  meningkatkan kapasitas  dan  diversifikasi produksi hasil tani-ternak-perikanan
IbW DI KAWASAN GREENBELT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Mardana, Ida Bagus Putu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2332.31 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v2i2.9145

Abstract

Kawasan greenbelt merupakan wilayah konservasi air dan vegetasi hijau (greenbelt zone) yang membentang dari dataran rendah ke perbukitan bedugul berpotensi bagi pengembangan wisata desa, agrowisata, kerajinan kreatif-inovatif, pertanian dan peternakan sebagai sumber kehidupan  masyarakat di kecamatan Sukasada. Kawasan ini masih bergulat dengan masalah kemiskinan, eksklusivitas-wisata,  angka pengangguran, buta aksara, putus sekolah, rawan bencana, konflik sosio-ekonomi-politik, derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat yang rendah bagi kabupaten Buleleng. Kondisi faktual masyarakat di kawasan ini, mendorong  Undiksha bekerjasama dengan Unipas dan Pemkab Buleleng untuk melaksanakan kegiatan IbW. Kegiatan IbW kawasan greenbelt di kecamatan Sukasada   kabupaten Buleleng Provinsi Bali, menyasar pada 4(tempat) desa, yakni desa Ambengan, desa Gitgit, desa Wanagiri, dan desa Pancasari bertujuan  untuk  melakukan  pemetaan  aset  wilayah    dan  pemberdayaan  masyarakat dalam melaksanakan program ipteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pertanian-peternakan-perikanan, pendidikan life skill, kewirausahaan, pembinaan adat- istiadat, keagamaan,  lembaga sosial, sanitasi, dan kepariwisataan. Metode pelaksanaan IBW dalam pemberdayaan masyarakat menggunakan pendekatan SLA (Sustainable Livelihoods Approach), yang bersendikan pada 3(tiga) tahapan kegiatan, yakni (1) tahap penyadaran (Awareness), (2) tahap pengkapasitasan/pendampingan (capaciting/ scaffolding), dan (3) tahapan pelembagaan (institutionalization). Kegiatan IbW pada tahun menghasilkan luaran : (1) Rencana strategis (Renstra) dan pemetaan wilayah,  (2) terwujudnya  sentra  pengolahan kelapa  Terwujudnya  demplot  peternakan-pertanian ramah lingkungan (zero waste), (3) terwujudnya produk wisata rural-agrotourism culture, dan (4) publikasi ilmiah hasil program IbW pada jurnal lokal, nasional, dan internasional.
IBW DI KAWASAN GREENBELT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Mardana, Ida Bagus Putu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.102 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i2.9167

Abstract

Kawasan  greenbelt  merupakan  wilayah  konservasi  air dan  vegetasi  hijau  (greenbelt zone)  yang membentang  dari dataran  rendah  ke perbukitan  bedugul  berpotensi  bagi pengembangan wisata desa, agrowisata, kerajinan kreatif-inovatif, pertanian dan peternakan  sebagai sumber kehidupan   masyarakat  di kecamatan  Sukasada.  Kegiatan IbW  kawasan  greenbelt  di kecamatan  Sukasada    kabupaten  Buleleng  Provinsi  Bali, menyasar pada 4(tempat) desa, yakni desa Ambengan, desa Gitgit, desa Wanagiri, dan desa Pancasari bertujuan untuk melakukan pemetaan aset wilayah   dan pemberdayaan masyarakat dalam melaksanakan program ipteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pertanian-peternakan-perikanan, pendidikan lifeskill, kewirausahaan, pembinaan adat-istiadat, keagamaan, lembaga sosial, sanitasi, dan kepariwisataan.  Metode  pelaksanaan IBW  dalam pemberdayaan masyarakat menggunakan pendekatan SLA  (Sustainable  Livelihoods  Approach).  Kegiatan  IbW selama tiga tahun diharapkan menghasilkan luaran: (1) Rencana strategis (Renstra) dan pemetaan wilayah, (2) Terwujudnya demplot industri kecil pengolahan kelapa, (3) terwujudnya sentra industri kecil/skala rumah tangga, (4) Terwujudnya demplot peternakan-pertanian ramah lingkungan, (5) terwujudnya produk wisata rural- agrotourism culture, (7) Terwujudnya kelompok belajar kelas kecil tingkat SD, tingkat SMP dan mekanisme pengelolaanya berbasis desa pekraman, (8) Peningkatan kesehatan sanitasi lingkungan, (9) Terwujudnya managemen mitigasi bencana alam berbasis masyarakat, dan (10) publikasi ilmiah hasil program IbW pada jurnal nasional.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI KELAPA MENJADI BRIKET DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI Eduardo Simarmata, Justin; Bukifan, Melkisedik; Peter Gelu, Leonard; Chrisinta, Debora; Sukerti, Ni Wayan; Erlina, Nia; Mardana, Ida Bagus Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.943-950

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan Kelompok Tani Nifunan di Desa Nian dalam mendiversifikasi limbah tempurung kelapa menjadi briket sebagai produk bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, sosialisasi, pelatihan teknis, dan workshop pemasaran, dengan partisipasi aktif 21 anggota kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara, baik selama kegiatan berlangsung maupun pasca kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan hardskill peserta sebesar 70%, dengan 85% peserta memahami teknik pembuatan briket setelah pelatihan. Selain itu, 50% peserta mulai memproduksi briket untuk kebutuhan rumah tangga atau pemasaran lokal, yang berpotensi meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan lebih lanjut di bidang pemasaran digital dan produksi skala besar.
SYNTHESIS OF NANOHYDROXYAPATITE FROM BUKIT JIMBARAN LIMESTONE Amerta, Gede Arya; Mardana, Ida Bagus Putu; Yasa, Putu
Indonesian Physical Review Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v9i1.548

Abstract

The global demand for biocompatible biomimetic materials drives the development of nanohydroxyapatite (HAp) for biomedical applications. This study aims to synthesize nanohydroxyapatite (Ca₁₀(PO₄)₆(OH)₂) from Bukit Jimbaran limestone, Bali, through a precipitation method. XRF analysis shows that the limestone contains 99.62% CaO, which is the main source of calcium. FTIR results detect the presence of phosphate (PO₄³⁻), carbonate (CO₃²⁻), calcium oxide (CaO), and hydroxyl (OH⁻) groups, confirming the formation of the typical HAp structure. The XRD diffraction pattern showed good agreement with JCPDS 09-0432, with major peaks on the (211), (112), and (300) planes, lattice parameters a = b = 9.45 Å and c = 6.85 Å, an average crystallite size of 8.70 nm, and a crystallinity of 92.88%. SEM-EDX analysis revealed agglomerated particle morphology, with a Ca content of 32.0 wt.% and a P content of 14.0 wt.%. The high crystallinity and very small crystallite size confirm the potential of this synthesized HAp to enhance bioactivity and accelerate bone integration, making Jimbaran limestone HP a strong candidate in the biomedical sector.
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF MAGNETITE FE3O4 NANOPARTICLES FROM NATURAL IRON SAND in GELAR RIVER Mardana, Ida Bagus Putu; Nur Lutfiyah, Yoni; Yasa, Putu; Agung Widiantara, Gusti Kade
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i1.296

Abstract

Fe3O4 nanoparticles made from the natural iron sands of the Gelar River have been successfully synthesized using the coprecipitation method. Test the content of Fe elements in pure iron sand and characterize them using XRF after separation. Fe3O4 nanoparticle characterization uses XRD to determine the sample's lattice parameters and crystal size. The nanoparticles' morphology, structure, particle shape, and elemental content were characterized using SEM-E DX. Magnetic properties and magnetic saturation values are characterized using VSM. XRF yield on iron sand before separation contains Fe 59.46%. After separation, the Fe content rose to 84.72%. The synthesis results obtained brownish-black Fe3O4 nanoparticle powder that permanent magnets can attract. Based on the XRD results, the crystal structure formed is cubic inverse spinel with crystal lattice  Å with a particle size of 14.8 nm. The SEM-EDX results show the morphology of spherical nanoparticles with multiple agglomerations. Particle size is 40 nm. The EDX spectrum confirmed the formation of Fe3O4 nanoparticles in the presence of Fe (51.79%) and O (25.68%). The VSM results show that Fe3O4 samples have ferromagnetic properties with saturation magnetization (MS) = 27.36 emu/g, remanent magnetization (Mr) = -0.01 emu/g, and coercivity field (Hc) = 0.01 T.
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF NANOSILICA (SiO2) VOLCANIC ROCK OF MOUNT BATUR IN BALI Artha, I Komang Restu Widi; Mardana, Ida Bagus Putu; Arjana, I Gede
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i2.310

Abstract

This research was conducted to synthesize and characterize silica minerals (SiO2) from volcanic rocks in the active volcano in Bali, namely Mount Batur. The synthesis carried out on five different color variants of this rock sample is by the coprecipitation method which begins with the process of taking rock samples on Mount Batur, crushing the rock until it becomes powder with a size of 100 mesh, washing with distilled water and drying, immersing the rock powder in the solution. 2 M HCl for 12 hours, then the results of the soaking were reacted again with 7 M NaOH solution as a hydrolysis process to obtain pure SiO2 in the sample. In the form of sodium silicate precursor (Na2SiO3), the sample was titrated with a 2 M HCl solution to obtain silica gel which was then washed and dried until amorphous silica powder was produced. The results of the XRF analysis showed that the SiO2 mineral content in the sample after going through the synthesis process was 94.9% and the Si element was 89.9%. The XRD characterization results show that the phase formed from the sample has a quartz structure with the highest peak at an angle of 2θ = 23.07o, then decreases and levels out at an angle of 2θ = 32.94o which is characteristic of an amorphous structure and with a silica grain size of 8.47 nm – 8.65 nm.
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF ACTIVATED CARBON PREPARED FROM RICE HUSK BY PHYSICS-CHEMICAL ACTIVATION Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde; Mardana, Ida Bagus Putu; Artawan, Putu
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i2.311

Abstract

Activated carbon is an amorphous carbon material predominantly composed of free carbon atoms with high adsorption capacity. The amorphous structure in activated carbon affects its adsorption capacity; the higher the percentage of amorphous carbon, the greater the adsorption capacity of the activated carbon. Activated carbon can be obtained from rice husk waste containing 30-40% C in cellulose, hemicellulose, and lignin. Therefore, this study was conducted to observe activated carbon's phases, morphology, elemental composition, and particle size. Activated carbon was synthesized using a physics-chemical activation method, which began with washing the rice husk samples, followed by air drying, carbonizing into charcoal, and grinding it finely. The rice husk charcoal powder was then physically activated at a temperature of 500℃. The physically activated product was then chemically activated using 6M HCl with a charcoal-to-activator ratio of 1:10 (m/V), stirred at 250 rpm for 1 hour, and then allowed to settle for 24 hours. It was then washed and dried to produce activated carbon powder. XRD test results showed diffraction peaks at 2θ = 22.23° without sharp or pointed peaks, indicating that the activated carbon has an amorphous structure. SEM test results showed the morphology of rice husk-activated carbon with spherical particle shapes and a particle size distribution of 20-70 nm. EDX test results showed that the rice husk activated carbon is predominantly composed of C, O, and Si with respective percentages of 54.31%, 40.04%, and 2.49%.  
Co-Authors ., Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni ., Kadek Ayu Meilani Wulandari ., Luh Ari Dwi Jayanti ., Luh Putu Santiaji ., Ni Kadek Aridani Basunari ., Ni Kadek Rahayu ., Ni Luh Heny Agustyari ., Ni Pt Sricandra Dewi ., Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi ., Putu Kirania Andhika Putri A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Ade Sintia Wulandari Agung Widiantara, Gusti Kade Agung, Gusti Kade Agung Widiantara Agus Adiarta,ST,MT . Amerta, Gede Arya Ari Winata, I Wayan Artanayasa, Wayan Artha, I Komang Restu Widi Astika, I W. M Chrisinta, Debora Dewi Oktofa Rachmawati Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Erlina, Nia Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni . I Gede Arjana I Gede Dana Santika . I Gede Dana Santika ., I Gede Dana Santika I Gede Satya Widura . I Komang Januariyasa . I Komang Januariyasa ., I Komang Januariyasa I Komang Nudina I Made Dwi Juliarta Putra . I Nengah Karang Giarta . I Nengah Karang Giarta ., I Nengah Karang Giarta I Nyoman Putu Suwindra I Nyoman Suardana I Putu Wina Yasa Pramadi I W. M Astika I Wayan Ari Winata I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Ayu Meilani Wulandari . Kadek Hary Mahardika . Kadek Hary Mahardika ., Kadek Hary Mahardika Ketut Suma Komang Gede Yudi Arsana . Lestari, Ni Luh Ayu Ardi Liani, Kadek Delita Luh Ari Dwi Jayanti . Luh Putu Santiaji . M.Pd Drs. I Made Wirta . Melkisedik Bukifan Ni Kadek Aridani Basunari . Ni Kadek Rahayu . Ni Luh Heny Agustyari . Ni Pt Sricandra Dewi . Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi . Ni Wayan Sukerti Nur Lutfiyah, Yoni Peter Gelu, Leonard Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Putu Artawan Putu Dian Pratiwi . Putu Kirania Andhika Putri . Putu Widiarini Putu Yasa Putu Yasa Putu Yasa Simarmata, Justin Eduardo Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde yoni nur lutfiyah