Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS PENILAIAN PENGGUNA TERHADAP LAYANAN DI TERMINAL BUMIAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE IMFORTANCE PERFORMANCE ANALISYS (IPA) Asikin, Asep; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 2, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.722 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v2i2.11411

Abstract

Terminal bus Bumiayu terletak di utara perempatan Langkap, jenis terminal ini yaitu termasuk terminal tipe-B dan setiap harinya terminal ini selalu ramai di padati penumpang terlebih lagi pada sore hari. Transportasi bus memerlukan prasarana infrastruktur pendukung yaitu berupa terminal bus karena apapun moda transportasi yang digunakan tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak terdapat prasarana yang mendukungnya. Oleh karena itu, kemudian tidak hanya infrastruktur yang memadai terminal bus juga perlu memiliki standar kualitas pelayanan yang baik dan memadai. Kualitas pelayanan terminal dapat diketahui dengan menggunakan tingkat kepuasan pengguna layanan terminal. Berdasarkan analisa Importance Performance Analisys (IPA) Fasilitas ruang P3K, ruang informasi dan kesetaraan tidak ada, artinya tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 40 tahun 2015.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK (IPALD) SKALA KOMUNAL DESA SUKOHARJO KECAMATAN MARGOREJO KABUPATEN PATI Antoni, Ahmad; Bintara, Aditya Surya; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i2.14513

Abstract

AbstractDomestic wastewater in Sukoharjo Village, Margorejo District, Pati Regency hasn’t been managed optimally, even there’s already a Domestic Wastewater Treatment Plant (DWWTP) build, but it’s only intended for 46 SR. Based on these conditions, a DWWTP with a capacity up to 200 SR will be planned so that it can cover more residents. The DWWTP planning begins with licensing, field surveys, data collection, literature study, planning, discussion, and conclusions. Primary data that used is field observations, COD and BOD data, then secondary data that used is Population Data, Groundwater Level, Land Slope, STBM, and Gambiran DWWTP Working Drawings. This DWWTP planning uses combination of ABR and AF wastewater treatment techniques. The use of clean water for 200 SR is 90 m/day, with a waste volume of 72 m/day and a sludge volume of 15 m/year. The wastewater has 15 mg/L BOD values and 40 mg/L COD Values. Based on the planning results, the DWWTP design was obtained which includes 1 inlet tank measuring 1 x 1 m with a depth of 3 m, 1 settler tank 3.5 x 3.5 meters with a depth of 3.5 m, 4 ABR tanks 1 x 3.5 m with a depth of 3.5 m, as well as 4 1 x 3 m AF tanks with a depth of 3.5 m. 6-inch diameter PVC pipe used to drain the waste water, accompanied by 85 control tubs with a diameter of 0.6 meters.Keywords: Domestic Wastewater Treatment Plant, Anaerobic Baffled Reactor, Anaerobic Filter, Domestic Wastewater
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN LALU LINTAS DI JALAN DEWI SARTIKA – JALAN MENOREH RAYA (Studi Kasus Area Persimpangan Pasar Sampangan Semarang) Aprilya, Fenina Rizky; Indriani, Ayu Afrina; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 3, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v3i1.12848

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kemacetan disalah satu ruas jalan yaitu Jalan Menoreh Raya daerah Sampangan, kota Semarang yang tepatnya ada di persimpangan Pasar Sampangan Semarang. Pada simpang Pasar Sampangan sudah dilakukannya perubahan pengaturan manajemen lalu lintas dengan pemberian marka jalan dan zebra croos namun belum maksimal. Permasalahan dalam 1) tingkat pelayanan lalu lintas di persimpangan pasar Sampangan Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode kuantitatif dapat diartikan dengan cara mengumpulkan beberapa data dengan data primer yaitu survei langsung dilapangan dan data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil tingkat kemacetan lalu lintas pada simpang pasar di kategorikan kategori baik, dengan derajat kejenuhan 0.6 hal ini dapat di lihat di tingkat pelayanan bahwa menunjukkan tingakt pelayanan B dengan nilai tundaan 9.12 detik/smp (5.1 – 15 detik/smp) dengan kategori baik. Pada kondisi ini tidak stabil dengan volume lalu lintas mendekati kapasitas jalan dan kecepatan sekurang-kurangnya 40 km/jam pada jalan antar kota dan antar perkotaan sekurang-kurangnya 40 km/jam dengan selisih 1-5 km/jam. Karena kepadatan lalu lintas terbilang sedang yang disebabkan dengan hambatan samping, parkir liar dan pengemudi mengalami kemacetan dengan durasi pendek. Untuk alternatif penanganan solusi simpang pasar Sampangan Semarang bisa dilakukan dengan cara melihat kondisi jalan yang tidak mungkin untuk dilakukan pelebaran jalan.Kata Kunci: tingkat pelayanan, lalu lintas, kemacetan
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JALUR LAMBAT SULTAN TRENGGONO DAN SULTAN FATTAH DEMAK DI KABUPATEN DEMAK Pratama, Wahyu Bagus; Anindia, Rossa Varadella; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 2, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.218 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v2i2.11412

Abstract

Disepanjang Jalan Sultan Trenggono Demak−Jalan Sultan Fatah Demak, banyak dijumpai jalur lambat dan trotoar di kiri maupun kanan jalan. Jalan Sultan Trenggono Demak−Jalan Sultan Fatah Demak merupakan salah satu akses Jalan Nasional yang terletak di provinsi Jawa Tengah dan memiliki fungsi sebagai jalan arteri primer. Tujuan keberadaan jalur lambat pada ruas Jalan Sultan Trenggono Demak−Jalan Sultan Fatah adalah untuk memperlancar dan meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan pada jalur cepat, namun penggunaan jalur lambat ini tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Penggunaan jalan tersebut sebagian besar banyak mengalami kerusakan pada jalan seperti pada pengelupasan aspal dan berlubang, sehingga ini dapat mengganggu ruang gerak para pengguna jalan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk meninjau efektivitas keberadaan jalur lambat serta berfungsi dengan baikkah jalur lambat di ruas Jalan Sultan Trenggono Demak.Dari tingkat kemacetan yang didapatkan dari nilai hasil hambatan samping bahwa Jalan Sultan Trenggono Demak−Jalan Sultan Fatah Demak yaitu dengan nilai sangat rendah (VL). Perbandingan hasil analisis karakteristik kecelakaan di jalur lambat dan jalur cepat dari tahun 2016−2020 angka kecelakaan terus menurun hingga tahun 2021, artinya penggunaan jalur lambat tersebut efektif menekan angka kecelakaan
METODE IPA (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS) UNTUK KINERJA LAYANAN STASIUN TAWANG SEMARANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Putriani, Putriani; Oktavia, Afifah Maulimatun; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v1i2.11479

Abstract

Seperti halnya yang terjadi pada PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang Stasiun Tawang Semarang yang telah dilakukan sarana pengecekkan SPM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan analisa IPA (Importance Performance Analysis) untuk mengetahui penilaian pengguna terhadap layanan Stasiun Tawang Semarang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 63 Tahun 2019. Standar pelayanan minimum adalah ukuran minimum pelayanan yang harus dipenuhi oleh penyedia layanan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa. Penilaian pengguna (pengelola, penumpang, dan pedagang disekitar stasiun) terhadap layanan Stasiun Tawang Semarang menunjukkan hasil yang lebih dominan pada kuadran B yaitu wajib dipertahankan dari segi fasilitas maupun pelayanan (jalur evakuasi bagi yang berkebutuhan khusus (difabel), perlengkapan P3K, kursi roda, ketersedian vaksinasi, lampu penerang, memperketat penjagaan, keamanan kendaraan, CCTV, pembelian tiket, pelayanan penumpang, kebersihan ruang di stasiun) dan kuadran C yaitu dirasa kurang penting dan kurang memuaskan (pemeriksaan pass boarding, fasilitas tes rapid/antigen/swab/PCR, pengecekan suhu, ketepatan waktu perjalanan KA, menyampaikan informasi, kenyamanan dan keselamatan, sirkulasi udara, merespon penumpang, papan informasi, dan fasilitas busui).