Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Gunung Malang Situbondo Abdul Aziz Azari; Ishana Balaputra; Achmad Afifil Afton; Dwi Indah Lestari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok usia yang sangat berisiko mengalami gangguan fisik maupun gangguan psikologis. Kualitas hidup lansia berperan penting terhadap kemampuan lansia dalam melakukan segala aktivitas yang berhubungan dengan Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Desa Gunung Malang Situbondo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sebanyak 100 peserta diambil sebagai sampel menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearman. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,001. Terdapat hubungan Tingkat stress dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,004. Terdapat hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,001. Terdapat hubungan peran perawat dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,005. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia, diantaranya adalah dukungan keluarga, Tingkat stress, kepatuhan minum obat dan peran perawat. Rekomendasi: Kualitas hidup lansia sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena itu peran dari berbagai pihak dapat meningkatkan kualitas hidup lansia, termasuk perawat dan tenaga Kesehatan lainnya.
Edukasi Holistik Sebagai Upaya Kepatuhan Lansia dalam Menjaga Gaya Hidup Sehat Di Desa suci Kecamatan Panti Jember Dwi indah lestari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan usia lansia sering diikuti oleh risiko kesehatan yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Edukasi holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual merupakan pendekatan strategis untuk mendorong kepatuhan lansia dalam menjaga gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi holistik terhadap perubahan perilaku lansia dalam menjalani pola hidup sehat. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest-posttest yang melibatkan 40 lansia, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Edukasi diberikan melalui sesi ceramah, diskusi interaktif, dan praktik, yang berlangsung selama dua hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kepatuhan lansia dalam kelompok intervensi terkait pola makan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan partisipasi sosial dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Kesimpulan: Eduksi holistik terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan lansia terhadap gaya hidup sehat. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan di komunitas lansia sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif guna mendukung kesehatan lansia secara berkelanjutan. Pendekatan ini dapat menjadi solusi integratif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia di berbagai aspek
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental Lansia di Desa Gunung Malang Situbondo Abdul Aziz Azari; Achmad Afifil Afton; Dwi Indah Lestari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan mentalnya. Kesehatan mental lansia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan emosional, kemampuan adaptasi, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental lansia di Desa Gunung Malang Situbondo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil:Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kesehatan mental (p = 0,001), tingkat stres dengan kesehatan mental (p = 0,004), kepatuhan minum obat dengan kesehatan mental (p = 0,001), serta peran perawat dengan kesehatan mental (p = 0,005). Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental lansia, yaitu dukungan keluarga, tingkat stres, kepatuhan minum obat, dan peran perawat. Rekomendasi: Upaya peningkatan kesehatan mental lansia memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya agar lansia dapat mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal.
Cultural Pregnancy in the Prevention of Prenatal Depression Based on Transcultural Nursing Theory in Pregnant Women Abdul Aziz Azari; Dwi Indah Lestari; Ishana Balaputra
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i3.5282

Abstract

Cultural pregnancy practices in prenatal care encompass prohibitions on specific behaviors and dietary restrictions that reflect community concerns during pregnancy. These practices may also contribute to prenatal depression. This study seeks to analyze factors related to transcultural nursing theory and cultural pregnancy in preventing prenatal depression among pregnant women in Jember Regency, Indonesia. A descriptive analytical cross-sectional design with a non-proportional stratified random sampling technique was employed, involving 420 participants. Data were collected using a questionnaire based on the eight dimensions of Transcultural Nursing and Cultural Pregnancy theory. The data were analyzed using Spearman's rho test. The results revealed significant correlations among pregnancy culture, social support, economic status, educational background, and cultural beliefs. Technological factors, particularly access to health information, were associated with healthier pregnancy behaviors. Religious and spiritual engagement contributed to stronger coping mechanisms and reduced emotional distress. Family kinship and social interaction played a determining role in identifying and reducing harmful cultural practices. In conclusion, multidimensional cultural, social, technological, and spiritual factors significantly influence prenatal mental health. Strengthening family support, enhancing access to accurate information, and addressing restrictive or harmful cultural practices are essential strategies for preventing prenatal depression among pregnant individuals.
Peningkatan Kesadaran Lingkungan Melalui Edukasi Bank Sampah di Kelurahan Cibeber Kota Cimahi Ifan Wicaksana Siregar; R. Budi Hendaris; Ali Rahman Reza Zaputra; Rendi Kusuma Natita; Rakhmat Siraz; Dwi Indah Lestari; Muhammad Anggionaldi; Sofia Windiarti
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2026): ISSUE FEBRUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan di Kota Cimahi masih menjadi tantangan serius akibat tingginya volume sampah rumah tangga dan rendahnya tingkat pemilahan dari sumber. Kelurahan Cibeber merupakan salah satu wilayah yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat melalui edukasi serta penerapan bank sampah digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan kolaboratif yang meliputi observasi lapangan, penyuluhan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pelatihan teknis bank sampah, penguatan kelembagaan, serta pengenalan sistem digital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 42%, perubahan perilaku pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, serta adopsi awal sistem pencatatan digital oleh masyarakat. Program ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas yang didukung digitalisasi mampu memperkuat kesadaran lingkungan, meningkatkan partisipasi warga, dan berpotensi mengurangi beban sampah ke TPA. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas digital yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.