Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peranan Guru Sebagai Motivator Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMPN 3 Kepulauan Selayar Rahmiati Rahmiati; Fatimah Azis
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2476

Abstract

Peranan guru sangat penting dalam proses pembelajaran didalam kelas. Guru yang harus menjadi motivator untuk siswa agar tercipta suasana yang menyenangkan dalam proses belajar. Suasana kelas yang menyenangkan akan membuat siswa merasa senang dalam hal menerima materi maupun memiliki motivasi semangat belajar. Penerapan metode penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam dan sistematis pengaruh peranan guru sebagai motivator terhadap motivasi belajar siswa di SMPN 3 Kepulauan Selayar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode campuran, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian dilakukan pada penelitian ini sebagai cara untuk mengetahui bagaimana pengaruh peranan guru sebagai motivator terhadap motivasi belajar siswa melalui hasil analisis siswa dengan mengisi angket dan wawancara.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa SD Inpres Manggala Kota Makassar Nur Afni Bachtiar; Fitri Yanty Muchtar; Fatimah Azis
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3469

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus, setiap siklus memiliki empat pertemuan. Proses penelitian berlangsung dalam empat fase: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Partisipan penelitian adalah 30 siswa kelas IV SD Inpres Manggala Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hanya 9 dari 30 siswa atau 30% yang memenuhi RKK. Secara klasik hal ini tidak terpenuhi, karena rata-rata yang didapatkan adalah 63. Pada siklus II hanya 17 dari 30 siswa atau 57% yang memenuhi RKK. Sedangkan pada Siklus III dari 30 siswa, 26 siswa yaitu 87% tuntas yang memenuhi RKK dengan rata-rata 86. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPS Kelas IV SD Inpres Manggala Kota Makassar dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dikatakan berhasil, karena indikator keberhasilan yang ditetapkan mencapai 80%.
RESILIENSI PELAKU SENI SANGGAR TARI TERHADAP DAMPAK PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Abdul Hafid; Fatimah Azis
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.17423

Abstract

Artikel ini adalah hasil penelitian dilakukan dimasa pandemi covid-19, mengenai dampak pandemik covid-19 terhadap pelaku seni khususnya sanggar-sanggar tari yang ada di Kabupaten Gowa dan resiliensi dilakukan untuk bertahan hidup. Masalah yang dihadapi pelaku seni dimasa pandemi covid-19 adalah aktivitas sanggar tari nyaris terhenti karena adanya aturan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di Kabupaten Gowa, kondisi tersebut berdampak pada penurunan omset pementasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan dampak dan resiliensi sanggar tari dalam menghadapi dan mengatasi kondisi selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara terhadap objek penelitian, dan data diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanggar- sanggar tari ini melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup, dengan melakukan berbagai aktivitas ekonomi, misalnya berjualan, bertani, dan aktivitas lainnya yang bisa menghasilkan uang. Agar aktivitas sanggar tidak terhenti, maka pimpinan sanggar tetap memberikan ruang dan aktivitas kepada anggotanya untuk berlatih dan menciptakan tari kreasi baru. Dimasa new normal dan peraturan PSBB dicabut sebagian sanggar tari sudah mulai melakukan aktivitasnya, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dari pihak penyelenggara. Kesimpulan bahwa dampak covid-19, telah menurunkan finansial sanggar tari, untuk bertahan hidup mereka melakukan berbagai resiliensi dengan melakukan berbagai aktivitas ekonomi.
SOSIALISASI PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PEMBANGUNAN DESA BERBASIS LOKALITAS ADAT KABUPATEN BULUKUMBA Risfaisal; Muhammad Nawir; Fatimah Azis; Kaharuddin; Nurindah Sari; Abdusalam
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1698

Abstract

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) memberikan suatu pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku terhadap masyarakat untuk berbuat dan bertingkah laku positif untuk kemajuan kesejahteraan dan semangat gotong royong di masyarakat pada suatu desa. Namun demikian LPM kelurahan Tanah Jaya kecamatan Kajang belum menjalankan tugas dan fungsinya sebagai mediator, fasilitator dan motivator dengan maksimal, yang disebabkan oleh kader LPM yang kurang aktif serta keterbatasan sumber dana LPM. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peran lembaga pemberdayaan masyarakat terhadap pembangunan desa berbasis lokalitas adat di kabupaten Bulukumba khususnya LPM di kelurahan Tanah Jaya kecamatan Kajang. Pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi, pendampingan, dan pembinaan. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa pentingnya melakukan sosialisasi peran LPM Kelurahan Tanah Jaya Kecamatan Kajang sebagai media komunikasi, informasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setempat mengenai pentingnya LPM untuk terus diberdayakan dan dikembangkan. Selain itu juga terjadi peningkatan strategi dan metode dalam pelaksanaan pengembangan budaya lokalitas adat.
SOSIALISASI PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PEMBANGUNAN DESA BERBASIS LOKALITAS ADAT KABUPATEN BULUKUMBA Risfaisal; Muhammad Nawir; Fatimah Azis; Kaharuddin; Nurindah Sari; Abdusalam
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1698

Abstract

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) memberikan suatu pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku terhadap masyarakat untuk berbuat dan bertingkah laku positif untuk kemajuan kesejahteraan dan semangat gotong royong di masyarakat pada suatu desa. Namun demikian LPM kelurahan Tanah Jaya kecamatan Kajang belum menjalankan tugas dan fungsinya sebagai mediator, fasilitator dan motivator dengan maksimal, yang disebabkan oleh kader LPM yang kurang aktif serta keterbatasan sumber dana LPM. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peran lembaga pemberdayaan masyarakat terhadap pembangunan desa berbasis lokalitas adat di kabupaten Bulukumba khususnya LPM di kelurahan Tanah Jaya kecamatan Kajang. Pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi, pendampingan, dan pembinaan. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa pentingnya melakukan sosialisasi peran LPM Kelurahan Tanah Jaya Kecamatan Kajang sebagai media komunikasi, informasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setempat mengenai pentingnya LPM untuk terus diberdayakan dan dikembangkan. Selain itu juga terjadi peningkatan strategi dan metode dalam pelaksanaan pengembangan budaya lokalitas adat.
Handling TikTok App Addiction Behavior in Gen Z (Case Study on Three Teenagers in Rumah Tiga Village) Rachel Krestina Huwae; Fatimah Azis
Syntax Idea 2165-2173
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i5.3268

Abstract

Indonesia is the second country with the most active TikTok users in the world. In April 2022, active TikTok users in Indonesia reached 99.1 million people. revealed in the latest report 'Media State of Mobile 2024' released by Data.AI at the beginning of 2024, Indonesians are also starting to get addicted to TikTok. It was recorded that Indonesian citizens spent 64.8 billion hours on TikTok throughout 2023, an increase of 33%. This proves that many people are addicted to TikTok. Especially Gen Z, which is a generation that is close to technology (digital native), as they were born in the era of cellphones, are smart, grew up with sophisticated computer technology, and have an openness to easier internet access compared to previous generations. So efforts are needed to overcome Gen z who is addicted to the Tiktok application (Tiktok Syndrome). The aim of this research is to answer the problem of how to handle children addicted to the Tiktok application (Tiktok syndrome) in 3 teenagers in Rumah Tiga Village, Teluk Ambon District, Ambon City.
Pengaruh Metode Pembelajaran Sosial Emosional Terhadap Capaian Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XII IPS 1 Rasnawia Rasyak; Fatimah Azis
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 3 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v6i3.11484

Abstract

Social Emotional Learning is a method that helps students develop their knowledge, attitudes and skills in managing emotions, building healthy relationships, setting goals and making decisions in their lives. The author tried to conduct this research with the aim of finding out the effectiveness of social emotional learning methods in improving student learning outcomes. This type of research uses descriptive qualitative research with research subjects of 34 students in class XII IPS 1. The data collection methods used are observation and questionnaires. Qualitative descriptive data analysis techniques. The research was carried out for two weeks. The results of this research show that there has been an increase in student learning outcomes, where at the first meeting it was seen that students lacked focus when participating in learning activities, there were still many students who were unable to complete the tasks given, but after social emotional learning was carried out at the beginning before learning, it was seen that students can concentrate before learning begins. From the application of the social emotional learning method, it can be concluded that through social emotional learning carried out before the learning process or during the learning process, students' motivation and learning outcomes experience changes and improvements for the better
Strategi Guru Mengatasi Perundungan di SMA Negeri 2 Polewali Abd Basit; Fatimah Azis
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 02 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v6i02.11440

Abstract

This scientific article discusses the roles and strategies that can be used by teachers in dealing with bullying at SMA Negeri 2 Polewali. Bullying among students has a serious impact on academic performance, emotional well-being, and the learning environment in schools. This research aims to document concrete strategies that can be implemented by teachers as an effort to overcome bullying.This research method involved collecting data through surveys, interviews and observations of teachers at SMA Negeri 2 Polewali. Data analysis revealed that teachers play a crucial role in identifying, preventing, and addressing bullying. This article discusses specific strategies that can be implemented by teachers, including implementing pedagogical approaches that promote inclusivity, active involvement in monitoring student activities, and implementing empathy and social skills development programs.