Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

An Overview of Maternal Knowledge, Parenting Practices, and Environmental Sanitation in Relation to Stunting Among Children Aged 24–59 Months: A Study in The Working Area of Karang Intan 2 Public Health Center, Banjar Regency Nazarul Akhta, M.; Abdurrachim, Rijanti; Aprianti; Yanti, Rusmini
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i2.272

Abstract

The prevalence of stunting in Banjar Regency in 2023 increased to 30.1%, with Karang Intan 2 Public Health Center being one of the areas with a high stunting rate, at 31.65%. This study aims to describe maternal knowledge, parenting patterns, and environmental sanitation in relation to stunting among children aged 24–59 months in the area. This is an observational study with a descriptive approach, conducted from February to April 2025 in the working area of Karang Intan 2 Public Health Center. The variables studied include maternal knowledge, parenting patterns, and environmental sanitation related to stunting in children aged 24–59 months. A sample of 90 respondents was selected using Slovin’s formula. Data were collected through structured questionnaire interviews, observation of home sanitation, and documentation. Univariate analysis was used for data analysis. The results show that the majority of mothers have poor knowledge (52.2%), poor parenting patterns (46.7%), and sanitary conditions that do not meet standards (54.4%). Stunted children account for 41.1% of the total sample. Improving nutrition education for children, guidance on appropriate parenting practices, and enhancing environmental sanitation are important steps to reduce stunting in the working area of Karang Intan 2 Public Health Center, Banjar Regency.
The Effect of Mocaf Flour and Yellow Pumpkin Flour (Cucurbita Moschata) Proportion on the Acceptability and Physicochemical Quality of Wet MI Ni’mah, Isna Khairun; Syainah, Ermina; Yanti, Rusmini; Aprianti; Nurhamidi; Farhat, Yasir
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1014

Abstract

Overcoming dependence on wheat flour as raw material, researchers want to develop a wet noodle product by using mocaf flour to substitute wheat flour and adding pumpkin flour to increase the nutritional value of wet noodles, namely potassium minerals as an alternative main food that can help lower blood pressure in hypertension sufferers.To determine the effect of the proportion of mocaf flour and pumpkin flour on the physicochemical quality of wet noodles. This type of research uses an experimental study design with a Completely Randomized Design (CRD). The comparison of the proportions of mocaf flour and pumpkin flour is P0 (100g : 0g), P1 (95g : 5g), P2 (90g :10g), P3 (85 g :15g), P4 (80g :20g). Physical quality and chemical quality test data were analyzed using the Independent T-test. The research results show that the percent water absorption capacity; percent elongation; potassium levels; and sodium levels, namely P0 (58.5% ; 19.8% ; 16.5mg/100 g; 5.64 mg/100g), P2 (70.3% ; 8.8% ; 55.95 mg/100g ; 5.55 mg/100g). The best treatment P2 does not meet the adult RDA percentage and cannot be classified as high in potassium. Wet noodle products cannot yet be used as an alternative to foods high in potassium for preventing hypertension.
Determinan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin Yanti, Rusmini
Jurnal Skala Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Skala Kesehatan Edisi Januari 2026
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v17i1.493

Abstract

South Kalimantan Province ranked 18th for diabetes mellitus cases in Indonesia in 2018. Banjarmasin City showed the highest prevalence, increasing from 1.7% in 2013 to 2.12% in 2018, with 16,013 cases recorded in 2022. Among the 27 community health centers, Alalak Selatan Health Center reported the highest coverage with 517 patients. This observational analytic study with a case-control design involved 52 cases and 52 controls selected through accidental sampling in three sub-districts under Alalak Selatan Health Center. The results revealed no significant association between age, gender, Body Mass Index (BMI), genetics, and knowledge with type 2 diabetes mellitus. However, diet and physical activity were significantly associated, with physical activity being the most influential factor. Improvement in dietary habits and increased physical activity, particularly exercise, are recommended for better diabetes mellitus prevention and management
Hubungan Impresi Cita Rasa Makanan dan Motivasi Makan terhadap Sisa Makanan pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ratu Zalecha Martapura Putri, Windi Anggi Tiara; Magdalena; Dewi, Zulfiana; Yanti, Rusmini
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.925

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan berisiko menimbulkan komplikasi. Menurut profil kesehatan Kabupaten Banjar, kasus diabetes melitus di Kabupaten Banjar selama 3 tahun terakhir menempati urutan ke-2 dari 10 penyakit terbanyak tidak menular di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impresi cita rasa makanan dan motivasi makan terhadap sisa makanan pada pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional, menggunakan populasi seluruh pasien DM dengan sampel 39 orang, dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 – November 2025. Data karakteristik responden, impresi makanan, motivasi makan, dan sisa makanan dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan virtual comstock selama 2 hari. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sisa makanan rendah (56,4%), impresi cita rasa makanan puas (56,4%), dan motivasi makan baik (92,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara impresi cita rasa makanan dengan sisa makanan (p = 0,001 < α). Terdapat juga hubungan yang signifikan antara motivasi makan dengan sisa makanan (p = 0,04 < α). Impresi cita rasa makanan dan motivasi makan berhubungan dengan sisa makanan, sehingga diharapkan responden dapat meningkatkan kepuasan terhadap cita rasa makanan dan motivasi makan untuk mengurangi sisa makanan yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.
Hubungan Standar Pelayanan Minimal Gizi dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan Asiah, Nur; Yanti, Rusmini; Hariati, Niken Widyastuti; Abdurrachim, Rijanti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.968

Abstract

Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan rumah sakit, termasuk pelayanan gizi. Pelayanan gizi rawat inap di rumah sakit wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) gizi, seperti ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah 62 pasien rawat inap di ruang Penyakit Dalam yang memenuhi kriteria inklusi (total sampling). Variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien, sedangkan variabel independen adalah ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien sebesar 87,1%, ketepatan pemberian diet sebesar 88,7%, dan ketepatan waktu pemberian makanan sebesar 83,9%. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara ketepatan pemberian diet dengan kepuasan pasien (p = 0,001; r = 0,40) serta terdapat hubungan antara ketepatan waktu pemberian makanan dengan kepuasan pasien (p = 0,001; r = 0,59). Disarankan rumah sakit memperkuat alur pelayanan gizi dan koordinasi antarprofesi untuk meningkatkan ketepatan diet dan ketepatan waktu pemberian makanan, sehingga kepuasan pasien dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Peningkatan Pengetahuan Dan Ketrampilan Praktek Pola Asuh Makan Bagi Ibu Balita Wasting Di Desa Pekauman Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Abdurrachim, Rijanti; Yanti, Rusmini; Nurhamidi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.717

Abstract

Tingginya kasus balita wasting di desa Pekauman Kabupaten Banjar sebesar 10,7% lebih tinggi dari Kalimantan Selatan. Salah satu solusinya dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktek pola asuh makan ibu balita wasting dan kader dalam melakukan pendampingan gizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah melaksanakan program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan praktek pola asuh makan ibu balita wasting dan pemberian makanan anak  serta meningkatkan ketrampilan kader  dalam melakukan pendampingan gizi. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi kader dan ibu balita dengan penyuluhan serta diskusi  untuk meningkatkan pengetahuan dan  ketrampilan ibu balita dan pendampingan oleh kader ke ibu. Kegiatan edukasi di desa Pekauman dapat meningkatkan pengetahuan  kader dan ibu tentang pengertian wasting, pola asuh makan dan praktek pemberian makan oleh ibu balita, melalui  penilaian Pre dan Post test  serta penilaian ketrampilan ibu baik dalam membuat makanan anak sesuai usia, dan ketrampilan  kader meningkat dalam melakukan pendampingan  dan konseling. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu melaksanakan  pola asuh  makan dan terjadi peningkatan ketrampilan kader dalam praktek pola asuh makan.