Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Musliah, .; ., Purwanti; ., Yuline
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi objektif mengenai keterampilan komunikasi siswa di sekolah dengan teman sebaya kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian analisis isi. Sampel penelitian ini adalah 103 siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi siswa di sekolah dengan teman sebaya kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mencapai 66,66 % masuk kedalam kategori rentang penilaian cukup. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum maksimal memiliki kemampuan berkomunikasi dengan teman yang usianya sebaya di lingkungan sekolah. Kata Kunci : Keterampilan Komunikasi, Sekolah, Teman Sebaya Abstract: This study aims to gain insight and objective information regarding the communication skills of students in school with peers in class XI at SMA Negeri 1 Sungai Raya Kubu Raya. The research method used is descriptive method with content analysis research form. The sample was 103 students. The result showed that the communication skills of students in school with peers in class XI State Senior High School 1 Kubu Raya Raya River reached 66.66% into categories range sufficient assessment. This indicates that students have not been up to have the ability to communicate with a friend who was the same age in the school environment. Keywords: Communication Skills, School, Peers
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 SUNGAI AMBAWANG Purwanti, Meiliza; ., Purwanti; Lestari, Sri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 8 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pengaruh kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Sungai Ambawang tahun 2016. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu prosedur pemecahan masalah dengan cara statistik dan dijelaskan secara deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 53 peserta didik kelas X. Teknik pengumpulan data adalah teknik komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpulan data yaitu inventori. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis product moment dan dilanjutkan dengan koefisien determinasi. Kontrol diri pada peserta didik kelas X SMAN 1 Sungai Ambawang mencapai 72%. Sedangkan prokrastinasi akademik mencapai 73%. Hasil dari analisis product moment kedua variabel adalah rhitung = -0,708 artinya terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik peserta didik kelas X SMA 1 Sungai Ambawang. Sedangkan besarnya pengaruh yaitu Kd=50% artinya Semakin tinggi kontrol diri, maka semakin rendah prokrastinasi akademik peserta didik.   Kata Kunci  : Kontrol Diri, Prokrastinasi Akademik, Peserta Didik. Abstract: This research aims to gain information about the influence of self-control on the students' academic procrastination grade X SMAN 1 Sungai Ambawang in 2016. The method of this research is descriptive method with quantitative approach is the troubleshooting procedure by means of descriptive statistics and described. Samples are 53 learners class X. The data collection technique is a technique of indirect communication with a data collection tool that inventory. Data analysis technique used is the analysis of product moment and continued with the coefficient of determination. Self-control among students grade X SMAN 1 Sungai Ambawang reached 72%. While academic procrastination at 73%. The results of the analysis of these two variables is the product moment r count = -0.708 means that there are significant negative and significant correlation between self-control with academic procrastination students of class X SMA 1 Sungai Ambawang. While the magnitude of the effect is Kd = 50% means that higher self-control, the lower the students' academic procrastination Keywords : Self-Control , Academic Procrastination , Students
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ANAK SOLEH MELAWI Ratnasari, .; ., M. Thamrin; ., Purwanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah umum dalam penelitian ini adalah “Apakah kemampuan kognitif dapat meningkat melalui  kegiatan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak Anak Soleh Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi?”. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif dengan tujuan penelitian untuk meningkatkan kemapuan kognitif melalui kegiatan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun. Objek penelitian adalah anak yang berjumlah 20 anak. Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, dan analisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan melalui hasil yang diperoleh setelah diadakan analisis data bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan kognitif melalui  kegiatan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun dapat dikategorikan “baik”, 2) Pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan kognitif melalui  kegiatan mengenal warna pada anak usia 4-5 dapat dikategorikan “baik”, c) Peningkatan kemampuan  kognitif dapat dikategorikan “berkembang sesuai harapan” dengan kegiatan antara lain: anak meyebutkan nama-nama warna pada media pembelajaran, anak mengelompokkan warna media  sesuai dengan warnanya, anak menunjukkan warna sesuai instruksi guru. Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Taman Kanak-kanak Abstract: A common problem in this research is "Is cognitive ability can be increased through activities recognize colors in children aged 4-5 years in Kindergarten Children Salah District of Nanga Pinoh Melawi?". This research is a form of action research with descriptive method. Subjects were children, amounting to 20 children. Data collection techniques and tools used in this study were interviews, observation and documentation, and analysis used in this research is to use a percentage formula. Based on the research that has been carried out and through the results obtained after the analysis of the data held that: 1) Planning learning in improving cognitive ability through activities recognize colors in children aged 4-5 years can be categorized as "good", 2) Implementation of learning in improving cognitive abilities through activities recognize colors in children aged 4-5 can be categorized as "good", c) Increased cognitive abilities can be categorized as "developing as expected" with activities including: children meyebutkan color names on instructional media, media color grouping children according to the color , children show color as instructed teachers. Keywords: Cognitive Ability, kindergarten  
PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN ATRAKTIF DI TK PELITA Rodiyah, .; ., Purwanti; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 11 (2015): Nopember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan bahasa Indonesia anak usia 4-5 tahun melalui pembelajaran atraktif di TK Pelita Nusantara Kabupaten Bengkayang. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pembelajaran atraktif. Subjek penelitian satu guru dan anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 10 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tingkat persentase aktivitas peningkatan kemampuan bahasa Indonesia dalam mengulang kalimat sederhana menggunakan bahasa Indonesia sebesar 70%, dan kemampuan anak memahami perintah dalam permainan menggunakan bahasa Indonesia sebesar 70%. Kedua indikator menunjukkan kriteria baik karena memiliki rata-rata 70% Kata Kunci: kemampuan bahasa Indonesia, pembelajaran atraktif, dan anak usia 4-5 tahun. Abstract: This study aimed to describe the increase in the ability of Indonesian children aged 4-5 years through attractive learning in kindergarten Pelita Nusantara Bengkayang. This research is a form of action research using attractive learning. Research subjects of the teachers and children aged 4-5 years who totaled 10 people. Results of analysis of the data showed that the percentage rate increase in the activity of Indonesian ability to repeat a simple sentence in the Indonesian language by 70%, and the child's ability to understand commands in the game use the Indonesian language by 70%. Both indicators showed good criterion because it has an average of 70% Keywords: Indonesian abilities, learning attractive, and children aged 4-5 years.
PENGENDALIAN EMOSI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK ANANDA PONTIANAK BARAT Juraida, Ida; ., Masluyah; ., Purwanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang upaya guru dalam mengendalikan emosi anak usia 5-6 tahun di TK ANANDA Pontianak Barat. Mengetahui bagaimana upaya guru mengendalikan setiap ekspresi yang muncul pada anak seperti ekspresi marah,takut,cemburu,sedih,dan emosi gembira. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk kualitatif dan bersifat deskriptif. Hasil penelitian diperoleh upaya guru dalam mengendalikan emosi anak usia 5-6 tahun di TK Ananda Pontianak Barat, dimana ditemukan bahwa anak-anak bisa mengendalikan emosi mereka  meskipun terlihat masih ada yang belum bisa mengendalikan emosi dengan baik. Namun guru selalu berperan dalam membimbing dan menasehati anak yang belum bisa mengendalikan emosi mereka dengan baik. Kata kunci: Pengendalian emosi Abstract: This study aimed toobtainin formation about the efforts of teachersin controlling theemotionsof children aged5-6 yearsin kindergarten ANANDA Pontianak West. Knowinghow  the teacher attemptsto controlevery expressi on that appearsin children every expression of angry, fear, jealous, sad and expression excited. This research was conductedin the from of qualitativeand descrive. The results obtained by teachers in theeffortto control the emotions of children aged 5-6 yearsin kindergarten Ananda Pontiananak West,where is was found that the children can control their emotions though it looks there are not able to control emotions well. But the teacher always instrumental in guide and advise child that could no controlling their tempers well Keywords: TeacherEffortsto control emotions
MENANAMKAN SOPAN SANTUN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK BHAYANGKARI 2 Rumbiani, .; ., Purwanti; Yuniarni, Desni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian adalah untuk menanamkan perilaku sopan santun melalui penerapan metode bercerita pada anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari 2 Mempawah Hilir. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru berjumlah 1 orang dan 15 orang anak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan dan melalui hasil yang di peroleh setelah diadakan analisis data bahwa:1) Perencanaan pembelajaran dapat dikategorikan “baik”, antara lain: menentukan materi tema dan sub tema, menyesuaikan dengan materi pembelajaran, menyiapkan media jenis-jenis media dari bahan alam, merancang pedoman observasi dan penilaian kemampuan anak. 2) Pelaksanaan pembelajaran dengan kategori “baik”, antara lain: melaksanakan pijakan lingkungan, melaksanakan pijakan sebelum main, melaksanakan pijakan saat main, selanjutnya melaksanakan pijakan setelah main yakni memberikan penguatan tentang kegiatan yang telah diberikan. 3) Respon anak terhadap pembelajaran menanamkan perilaku sopan santun:  anak sudah dapat bersikap sopan santun pada saat makan, anak dapat menyapa teman dengan sopan, anak  dapat mengucapkan terima kasih saat diberikan pertolongan atau diberikan sesuatu. Penelitian yang telah dilaksanakan maka dapatlah guru menanamkan perilaku sopan santun pada anak antara lain: Guru dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar, agar pelaksanaan yang dilakukan dapat berjalan secara sistematika. Kata Kunci: Sopan Santun, Taman Kanak-Kanak Abstract: This research is a form of classroom action research with descriptive method. The subjects were teachers numbered 1 and 15 children. Based on the research that has been done and through the results obtained after the analysis of the data held that: 1) Planning of learning can be categorized as "good", among others: determining the theme and sub-theme material, adjusting the learning materials, preparing media types from natural materials, designing guidelines for observation and assessment of the child's ability. 2) Implementation of learning with the category of "good", among others: implement environmental footing, implement footing before the play, perform footing while playing, then execute a foothold after playing that provide reinforcement of activities that have been given. 3) The response of children to inculcate learning manners of behavior: the child is able to be polite at mealtime, children can greet friends politely, the child can say thank you when given aid or given something. The research that has been conducted, the teachers in instilling manners of behavior in children include: teachers can create lesson plans with respect to the standards of competence and basic competences, so that implementation can be run in systematics. Keywords: Manners, Kindergarten
PENINGKATAN KEMAMPUAN BEKERJASAMA MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD (F64112023), Nazayanti; Thamrin, M.; ., Purwanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kemampuan bekerjasama anak di PAUD Terpadu Kecamatan Pontianak Barat melalui kegiatan bermain balok. Kemampuan bekerjasama anak di PAUD Terpadu belum berkembang sesuai harapan dan guru belum menseting kegiatan bermain balok untuk meningkatkan kemampuan bekerjasama anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah anak yang berjumlah 10 orang anak. Lokasi yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah di PAUD TERPADU Kecamatan Pontianak Barat. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data, maka secara umum dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan bermain balok dapat meningkatkan kemampuan bekerjasama anak usia 4 – 5 tahun di PAUD TERPADU Kecamatan Pontianak Barat. Kata Kunci: Kemampuan Bekerjasama, Bermain Balok   Abstract: This study was conducted based on the importance of the improvement of the cooperative ability through block play activites among  4-5 years children at PAUD TERPADU (Integrated early Chilhood Education) of Kecamatan Pontianak Barat. It was found that children’s ability to play blocks at PAUD Terpadu had not fulfilled the expectation, and the teachers had not arranged the block play activities for the improvement of their ability. This study employed a descriptive method and a clasroom action research research with ten students as the subject. Based on the results of the findings and data analysis, it can be concluded  that block play activities could improve the cooperative ability for 4-5 years  children at PAUD Terpadu Kecamatan Pontianak Barat. Key words: cooperative ability, playing blocks
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI KEPENDIDIKAN (LPTK) ., Purwanti
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 3, No 2 (2012): Edisi Oktober 2012
Publisher : UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v3i2.2240

Abstract

Perguruan tinggi memiliki peranan starategis dalam melaksanakan pendidikan karakter. Upaya itu dapat berbentuk mata kuliah tersendiri (monolitik), terintegrasi dalam mata kuliah yang relevan, juga penciptaan kultur kampus yang mendukung terbentuknya pendidikan karakter guna membangun karakter yang kuat bagi civitas akademika perguruan tinggi. Karakter seseorang atau sekumpulan orang atau bangsa berasal dari kebiasaan atau perilaku yang terbiasa (habits). Perilaku yang terbiasa berasal dari tindakan pertama (action) yang dikendalikan oleh cara berpikir (mind seat). Sehingga langkah awal membangun karakter adalah harus di mulai dari membangun cara berpikir (mind seat) terlebih dahulu, sehingga bisa tercipta kebiasaan berpikir yang baik, kebiasaan merasakan hal yang baik, kebiasaan berperilaku baik dan harapannya akhir adalah terbentuknya karakter yang baik (good character). Jalan yang dapat ditempuh untuk membentuk kebiasaan itu di lembaga pendidikan adalah melalui pembelajaran. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Integrasi, LPTK.
GURU DAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN ., Purwanti
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 10, No 1 (2013): Volume 10 Nomor 1 Edisi Januari 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v10i1.2066

Abstract

Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam dunia pendidikan. Ruh pendidikan sesungguhnya terletak dipundak guru. Bahkan, baik buruknya atau berhasil tidaknya pendidikan hakikatnya ada di tangan guru. Sebab, sosok guru memiliki peranan yang strategis dalam mengukir peserta didik menjadi pandai, cerdas, terampil, bermoral dan berpengetahuan luas. Sebagai tenaga edukatif dalam lingkup sekolah, guru harus memiliki kompetensi-kompetensi dasar kependidikan. Sebab dalam interaksi pembelajaran peserta didik, seorang guru harus bisa melakukan demonstrasi yang hidup dan menyenangkan bagi peserta didik. Kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, berkepribadian dewasa, mandiri dan bertanggung jawab terutama secara moral sehingga dapat dijadikan teladan bagi peserta didiknya. Kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi kepribadian. Kata Kunci: Guru, kompetensi, kepribadian.
Isu-Isu Sentral Pendidikan dalam Kaitan Pengembangan Bahan Ajar (106 118) - Purwanti ., Purwanti
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 1, No 2 (2009): Volume 1 No. 2 Edisi Agustus 2009
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v1i2.55

Abstract

Upaya mempersiapkan keluaran perguruan tinggi yang berkualitas sangat terkait dengan ketersediaan dan kesesuaian berbagai faktor pendudukung. Salah satu diantara komponen pendukung tersebut adalah tersedianya bahan ajar yang aktual yang diangkat dari isu-isu terkini atau isu-isu sentral di dalam berbagai aspek pengetahuan dan informasi, khususnya berkaitan dengan pendidikan. Tulisan ini mengangkat beberapa di antara isu sentral dimaksud, antara lain; isu filosofis, arah baru Pendidikan Kewarganegaraan, konseling lintas budaya & cyber conseling, perubahan pandangan tentang eksistensi pendidikan nilai, life skills education, multicultural education, beberapa pendekatan pembelajaran berbasis inquiry, dan e learnig. Kata-kata Kunci: Isu-isu Sentral, Pendidikan, Bahan ajar.