Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: ANALISIS BERDASARKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Dewa Ayu Putu Diah Oktaviani Lestari .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7063

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi mengajar guru berdasarkan analisis motivasi dan prestasi siswa. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif. Instrument utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut. 1) Guru menerapkan strategi pembelajaran ekspositori. Pembelajaran secara langsung dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan pemberian tugas kepada siswa. 2) Motivasi belajar yang dimiliki siswa sudah baik dalam menerima pembelajaran fisika. Hal ini dilihat ketekunan dalam belajar, ulet dalam menghadapi kesulitan, minat dan ketajaman perhatian, berprestasi dalam belajar, dan mandiri dalam belajar. 3) Prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika sudah baik. Sebagian besar siswa sudah mampu mendaptkan hasil ulangan harian di atas KKM. 4) Berdasarkan temuan yang didapatkan strategi pembelajaran guru yang diterapkan sudah mampu menarik motivasi belajar siswa sehingga dapat mencapai prestasi belajar dengan kualitas baik.Kata Kunci : strategi mengajar guru, motivasi, prestasi belajar The purpose of this study was to describe the teacher's teaching strategy based on the analysis of students’ motivation and achievement. The study was a qualitative research and its main instrument is the researcher itself. Data were taken through the process of observation, interviews, and documentation. The results of the study are: 1) The teacher applys an expository strategy, and directly learning is conducted by using lecturing method, question and answer, demonstration and giving assignments to the students. 2) The learning motivation of the students is already well on receiving learning physics. It is seen from the perseverance in learning, resilient in the face of adversity, interest and sharf in attention, excel in learning, and independent in learning. 3) The learning achievement of students in physics is already good. Most of the students have been able to get the daily test results at above of the KKM. 4) The strategy is less relevant with the motivation and student achievement. The good motivation seems to come solely from Instrisic student motivation.keyword : teachers teaching strategies , motivation , academic achievement
KADAR PEMBERDAYAAN POTENSI INTERAKSI SOSIAL BAGI GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: DAMPAKNYA TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA Luh Gede Ika Dewi Kusumayanthi .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7242

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kadar pemberdayaan potensi interaksi sosial guru dalam pembelajaran fisika serta dampaknya terhadap berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini adalah fakta dan hubungan antara fenomena terkait kadar pemberdayaan potensi interaksi sosial dan berpikir kritis siswa. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung berupa tes berpikir kritis siswa. Analisis data yang dilakukan dengan langkah kerja yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaaan potensi interaksi sosial yang dilakukan oleh guru memenuhi keenam indikator interaksi sosial, yaitu kontak fisik, solidaritas, keakraban, kerjasama, komunikasi dan sikap. Namun pada indikator kontak fisik, yang lebih sering terjadi adalah antara siswa dengan siswa lain. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa pemberdayaan potensi interaksi sosial yang dilakukan oleh guru fisika mampu memberikan dampak positif terhadap berpikir kritis siswaKata Kunci : Interaksi Sosial, Berpikir Kritis, Pembelajaran Fisika. This study aimed at describing the level of teachers’ social interaction potential empowerment in teaching physics and its impact on students' critical thinking. The method used in this study was qualitative. Data of this study is the relationship between the facts and phenomena related to the empowerment level of social interaction potency and the students’ critical thinking.The main instrument was the researcher its self and students' critical thinking test as the supporting instrument. Data analysis was done by the work steps of data reduction, data presentation, data verification, and test of data validity.The results of this study indicate that the empowerment of social interaction potency undertaken by teachers fulfill six social interaction indicators, they are physical contact, solidarity, familiarity, cooperation, communication, and attitude. But on the indicators of physical contact, is more frequently among the students with the others. The results also show that the empowerment of social interaction potency done by the physics teacher is able to give a positive impact on students' critical thinking.keyword : Social Interaction, Critical Thinking, Learning Physics.
RELEVANSI SUASANA KELAS YANG DICIPTAKAN GURU FISIKA DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN SOSIAL DAN EMOSIONAL SISWA Ni Kadek Vingki Aryanti .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suasana kelas yang diciptakan guru fisika, kecerdasan sosial dan emosional siswa, serta relevansi suasana kelas yang diciptakan dalam mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dimana 12 siswa dan satu guru fisika dipilih sebagai informan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, triangulasi dan dokumentasi. Lalu dianalisis dengan beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Setelah analisis data, peneliti menemukan hasil sebagai berikut. 1) Suasana kelas yang diciptakan guru cenderung kurang edukatif, terkontrol dan otoriter. 2) Aspek kecerdasan sosial siswa yang muncul belum optimal dimana empati siswa masih tahap kognitif, sehingga aspek kecakapan sosialnya masih berada pada tahap dasar. 3) Aspek kecerdasan emosional yang dominan muncul adalah kesadaran diri dan pengelolaan emosi yang negatif, sedangkan aspek yang tidak dominan muncul adalah integritas dan adaptabilitas diri. 4) Suasana kelas yang kiranya mendukung pengembangan kecerdasan sosial dan emosional adalah suasana yang safe and care tetapi tetap menantang melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif ditambah pemberian nasihat, motivasi, humor dan reward.Kata Kunci : kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, safe and care, suasana kelas. This study aimed at describing the classroom atmosphere, social intelligence, emotional intelligence, and the relevance of classroom atmosphere in developing the students’ social and emotional intelligences. The researcher used qualitative approach. 12 students and one physics teacher were selected as informant. Data were collected by means of observation, interviews, triangulation, and documentation, and then were analyzed with these following steps: data reduction, presentation, and verification. After analyzing the data, the researcher finds the results as follows. 1) The classroom atmosphere created by teachers tends to be less educative, less controlled and authoritative. 2) The aspects of social intelligence that appeared are not optimized. Students’ empathies are still at cognitive stage, so the intelligence aspect of the students is still at basic stage. 3) The emotional intelligence of students tends to be good in recognizing This study aimed at describing the classroom atmosphere, social intelligence, emotional intelligence, and the relevance of classroom atmosphere in developing the students’ social and emotional intelligences. The researcher used qualitative approach. 12 students and one physics teacher were selected as informant. Data were collected by means of observation, interviews, triangulation, and documentation, and then were analyzed with these following steps: data reduction, data display, and verification. After analyzing the data, the researcher finds the results as follows. 1) The classroom atmosphere created by teachers tends to be less educative, less controlled and authoritative. 2) The aspects of social intelligence that appeared are not optimized. Students’ empathies are still at cognitive stage, so the intelligence aspect of the students is still at basic stage. 3) The aspect of emotional intelligence that often appeared are self-awareness and managing negative emotions, while the aspect that not appeared are integrity and self-adaptability. 4) The classroom atmosphere which support the development of social and emotional intelligence is the atmosphere which is safe and care but challenge through the activities which involve the students actively, and give advice, motivation, joke, and reward to the students.keyword : emotional intelligence, social intelligence, safe and care, the classroom atmosphere
Pembelajaran Kolaboratif Bermedia ICT: Potensi Meningkatkan Self-Efficacy dan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Fisika Ni Made Sastri Dwisarini .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7432

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT untuk pembelajaran siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Singaraja yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan self-efficacy dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pembelajaran ini dikembangkan dengan menggunakan desain pengembangan Santyasa (AM3PU3). Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan berikut. (1) Proses rancang bangun model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT sesuai dengan desain pengembangan Santyasa (AM3PU3). (2) Ahli isi pembelajaran menyatakan bahwa model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT yang dikembangkan sudah sesuai. (3) Ahli desain pembelajaran memberikan tanggapan baik. (4) Para guru dalam uji coba perorangan memberikan tanggapan sangat baik. (5) Siswa dalam uji coba lapangan memberikan tanggapan baik. (6) Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata-rata self-efficacy dan prestasi belajar siswa kelas XI MIPA 1 antara sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT. (7) Nilai rata-rata posttest siswa mencapai kriteria keberhasilan.Kata Kunci : AM3PU3, fisika, media ICT, model pembelajaran kolaboratif, prestasi belajar, self-efficacy This research aimed at yielding a product of an ICT mediated collaborative learning model for students’ learning activity in class XI MIPA of SMA Negeri 3 Singaraja which its feasibility and eminency had been tested to improve students’ self-efficacy and student’s learning achievement in physics. The kind of research was a development research. This learning model of this research used Santyasa development design model (AM3PU3). The results of the study shows that (1) the construction design process of ICT mediated collaborative learning model has been in accordance with the Santyasa development design (AM3PU3); (2) the expert of learning content states that the developed ICT mediated collaborative learning model has been appropriate; (3) the design experts give good responses; (4) the teachers, in individual test, give good responses; (5) the students, in field test, give good responses; (6) the results of the t-test show that there are differences in the mean value of students’ self-efficacy and learning achievement between before and after applying the ICT mediated collaborative learning model. The mean value of students’ achievement after learning in class XI MIPA 1 is about 85.50 which is higher than the minimum standard of completeness (KKM) 78.00. keyword : AM3PU3, collaborative learning model, ICT media, physics, self-efficacy, students’ achievement
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMK TI Putu Fera Andriyani .; Dra. Ni Made Pujani,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan ICT (MPBMBI) dengan Model Pembelajaran Konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest-postest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja (N=58 siswa). Sampel diambil menggunakan metode purposive random sampling, sehingga sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas X MM dan kelas kontrol adalah kelas X TKJ. Data yang dikumpulkan adalah data pemahaman konsep fisika yang digali dengan tes pilihan ganda diperluas. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan MPBLI dan siswa yang belajar menggunakan MPK (p = 0,001 < 0,05). MPBLI lebih baik daripada MPK dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa dengan MPBLI = 70,58 (tinggi) dan MPK = 47,88 (sedang).Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, ICT, pemahaman konsep fisika This study aimed at analyzing the differences of physics concepts understanding between the students who learn by using ICT Aided Problem Based Learning Model (MPBMBI) and the students who learn by using Conventional Learning Model (MPK). This research was a quasi-experimental research with pretest-postest non-equivalent control group design. The population of this study were students of class X SMK TI Global Singaraja Bali (N = 58 students). Samples were taken by using method of purposive random sampling. The samples for the experimental class were the class X MM and for the control class were class X TKJ. The collected data were data of physics concepts understanding explored by using extended multiple-choice test. Data analysis used descriptive statistics and t-test independent sample. The results show that there are differences of physics concepts understanding between the students who learn by using MPBMBI and the students who learn by using MPK (p = 0.001
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA Ni Putu Widyasanti .; Dra. Ni Made Pujani,M.Si .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) strategi pembelajaran guru, 2) kecerdasan emosional siswa, 3) relevansi strategi pembelajaran guru dalam pengembangan kecerdasan emosional siswa kelas X MIPA 1 di SMA Negeri 2 Semarapura. Metode penelitian ini adalah kualitatif (deskriptif analitik). Data penelitian berupa fakta terkait strategi pembelajaran guru dan kecerdasan emosional siswa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Sumber data adalah 1 orang guru dan 9 orang siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, tahap analisis data yaitu reduksi data, paparan data, dan verifikasi data. Penelitian bertempat di SMA Negeri 2 Semarapura. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. 1) Guru menerapkan strategi pembelajaran kontekstual. 2) Kecerdasan emosional siswa cenderung baik. 3) Strategi pembelajaran yang diterapkan guru dilihat dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian sudah mampu mengembangkan kecerdasan emosional siswa.Kata Kunci : Guru fisika, kecerdasan emosional, dan strategi pembelajaran. This research aimed at describing1) the teacher’s teaching strategy, 2) students’ emotional quotient, 3) the relevance of teacher’s teaching strategy in developing emotional quotient of XI MIPA 1 students at SMA Negeri 2 Semarapura. This research was a qualitative research (descriptive analytic). Data of this research were the facts which related to the teaching strategy of the teacher and students’ emotional quotient. The main instrument was the researcher itself. There were one teacher and nine students as sources of data of this research. The methods of data collection were observation, interview, documentation, and questionnaire. The data analysis was conducted during and after collecting data by reducing, describing, and validating data. The research was conducted at SMA Negeri 2 Semarapura. The result of this research shows that 1) the teacher applied a contextual teaching strategy, 2) students’ emotional quotient tend to be good, 3) the teaching strategy used by the teacher can develop students’ emotional quotient.keyword : Physic teacher, emotional quotient, and teacher’s teaching strategy.
PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA DALAM UPAYA PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA I Komang Suliasa .; Drs. I Made Wirta, M.Pd .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8264

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemahaman guru terhadap pendekatan saintifik, (2) mendeskripsikan pola penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika, (3) menganalisis pola penerapan pendektan saintifik dalam upaya pengembangan sikap ilmiah siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif tipe studi kasus. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) guru memahami aspek-aspek pendekatan saintifik yang secara implisit sudah termuat pada Kurikulum 2006, serta dalam penerapannya guru hanya sebagai fasalitator, motivator, dan sumber belajar; (2) perencanaan yang dibuat guru sudah mencerminkan adanya penerapan pendekatan saintifik yang sesuai dengan Permendikbud 81A Tahun 2013, dan guru sudah merealisasikan dengan baik aspek mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan, serta guru melakukan evaluasi, afektif, kognitif, dan psikomotor pada pelaksanaan pembelajarannya; (3) penerapan pendekatan saintifik yang dapat mengembangkan aspek-aspek sikap ilmiah adalah ingin tahu, respek terhadap data, kritis, penemuan, terbuka, tekun, dan peka terhadap lingkungan sekitar.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pembelajaran fisika, sikap ilmiah This research aimed at: (1) describing the teacher’s understanding towards the scientific approach, (2) describing the pattern of scientific approach implementation in physics learning, (3) analysing the pattern of scientific approach implementation in effort to foster the students’ scientific attitude. The method used in this reaserch was qualitative research. The result shows that: (1) the teachers understand the aspects of scientific approaches which have been implicitly contained at the curriculum 2006, and in the implementation, the teachers act as the facilitator, motivator, and learning source;(2) the plans made by the teacher have reflected the implementation of scientific approach which have been in accordance with the Permendikbud 81 Year 2013, and the teacher has realized well the aspect of observing, asking, gathering the information, associating, and communicating, and doing evaluation, affective, cognitive, and psychomotor aspects on the learning process as well. (3) The implementation of scientific approach has fostered the students’ scientific attitude of curiosity, respect for the data, critical, invention, open minded, diligent, and sensitivity towards the around environment.keyword : scientific approach, physics learning, scientific attitude
ANALISIS VARIATIF GRAVITASI BUMI DI BERBAGAI KOORDINAT DENGAN AYUNAN SEDERHANA Putu Artawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dilakukan pengukuran besarnya percepatan gravitasi bumi (g) diberbagai koordinat di muka bumi. Variatif besarnya percepatan gravitasi bumi di muka bumi ini bisa dijadikan indikator potensi terjadinya bahaya bencana alam utamanya tsunami yang nantinya data ini bisa dikembangkan sebagai penunjang untuk menciptakan alat berupa detektor potensi terjadinya tsunami di suatu tempat atau posisi tertentu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperiment dengan ayunan sederhana. Data diambil diberbagai koordinat tertentu atau posisi yaitu di lantai dasar, lantai dua, di dalam lift, di dalam mobil dan di dalam air. Hasil yang diperoleh untuk g di lantai dasar sebesar 9,7 m/s2, g di lantai dua sebesar 8,93m/s2, g di dalam lift sebesar 12,31 m/s2, g didalam mobil sebesar 10,26 m/s2 dan g di dalam air sebesar 15,31 m/s2. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa besarnya percepatan gravitasi di setiap tempat di muka bumi ini ternyata bervariasi. Hal ini disebabkan oleh besar kecilnya gaya yang ada pada sistem dimana posisi atau koordinat itu berada. Rata-rata simpangan besarnya percepatan gravitasi hasil eksperiment dengan besarnya percepatan gravitasi umum sebesar 19,28%.
FABRIKASI DAN KARAKTERISASI ANTENA PATCH MIKROSTRIP ARRAY 4X4 UNTUK APLIKASI WI-FI PADA FREKUENSI 2.4 GHz Putu Artawan; I Kertut Purnamawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fabrikasi dan karakterisasi antena patch dengan mikrostrip array 4x4 telah dilakukan untuk aplikasi wi-fi pada frekuensi 2,4 GHz. Desain fabrikasinya dirancang sesuai persamaan yang ada yang kemudian difabrikasi dengan metode UV Photoresist laminate. Antena yang sudah difabrikasi selanjutnya dilakukan pengukuran dengan Network Analyzer untuk mengetahui frekuensi kerja antena yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran pola radiasi untuk mendapatkan nilai penguatan dan nilai HPBW. Data hasil pengukuran dianalisis dengan persamaan yang sesuai dengan karakteristik antena dan haruslah memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan seperti frekuensi kerja, SWR, VSWR, koofesien refleksi yang kompatibel dan return loss yang kecil serta peguatan yang besar. Selanjutnya, data hasil pengukuran dibandingkan dengan data hasil perhitungan untuk mengetahui besarnya kesalahan. Hasil karakterisasi antena patch dengan mikrostrip array 4x4 diperoleh frekuensi kerja (bandwidth) 2,21–2,43GHz, VSWR 1,26, SWR 2,01, return loss -18.42dB, koofesien refleksi 0,12 dengan penguatan (gain) untuk pola radiasi vertikal 17dB dan untuk pola radiasi horisontal 18dB. Nilai HPBW 320 untuk pola radiasi vertikal dan 370 untuk pola radiasi horisontal. Kesalahan total  sebesar 11,24 %.
PENGEMBANGAN VARIATIF RANCANGAN ANTENA PANEL MICROSTRIP TAPERED PATCH DALAM SISTEM KOMUNIKASI WI-FI Putu Artawan; Iwan Suswandi; Ketut Purnamawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada penelitian ini dilakukan pengembangan rancangan antena microstrip tapered patch yang dirancang untuk dilakukan pengukuran parameternya. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan karakteristik antena sebagai parameter antena mikrostrip yang akan diimplementasikan kedalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Penelitian ini sebagai pengembangan variatif rancangan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis rancangan variatif antena dan merancang antena yang kemudian diukur untuk mengetahui karakteristik dari antena Microstrip. Metode eksperiment dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pengerjaanya yaitu membuat desain rancangan antena sesuai persamaan yang ada yang kemudian dirancang dengan metode UV Photoresist laminate. Hasil rancangan antena diukur untuk mendapatkan karakteristik sebagai parameter antena meliputi frekuensi (bandwidth), SWR, VSWR, koofesien refleksi, pola radiasi dan penguatan (gain) serta nilai HPBW. Nilai-nilai tersebut mencerminkan karakter dari sebuah antena sebagai parameter antena yang layak diimplementasikan dalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Hasil penelitian ini meliputi: nilai lebar pita (bandwidth) = 0.21 GHz, VSWR = 1,23, SWR = 1,79, return loss = -20,00 dB, koofesien refleksi = 0,10 dan grafik pola radiasi dengan penguatan (gain) = 17 dB (polarisasi vertikal), 20 dB (polarisasi horizontal). Nilai Half Power Beamwidth (HPBW) 820 untuk pola radiasi vertikal dan pola radiasi horizontal. Kesalahan (error) hasil pengukuran 0,12% dengan keseksamaan 99,88%. Hasil ini memberikan indikasi sebagai rancangan antena yang layak untuk sistem komunikasi wi-fi. Penelitian ini sebagai salah satu aplikasi ilmu Fisika dalam dunia teknologi informasi dan diharapkan dapat bermanfaat sebagai dinamika wahana salah satu produk penerapan ilmu Fisika dalam bidang Teknologi Informasi.
Co-Authors ., Dewa Ayu Putu Diah Oktaviani Lestari ., I Komang Suliasa ., Kadek Ari Widia Astuti ., Luh Gede Ika Dewi Kusumayanthi ., Ni Kadek Vingki Aryanti ., Ni Made Sastri Dwisarini ., Ni Putu Widyasanti ., Putu Fera Andriyani A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika A. E. Putra Ajeng Purnama Heny Anak Agung Sagung Krisna Darmawati, Anak Agung Sagung Krisna Andriyani, Luh Putu Yeni Anny Maulida . Desak Made Citrawathi Devia Dewa Ayu Putu Diah Oktaviani Lestari . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Fitriani, Herdiyana Gde Parie Perdana . Gde Parie Perdana ., Gde Parie Perdana I Gede Dana Santika . I Gede Dana Santika ., I Gede Dana Santika I Gusti Agung Adi Putra Suryawan . I Gusti Agung Adi Putra Suryawan ., I Gusti Agung Adi Putra Suryawan I Kertut Purnamawan I Ketut Purnamawan I Ketut Purnamawan I Komang Suliasa . I Made Adi Wiadnyana . I Wayan Mindrawan . I Wayan Mindrawan ., I Wayan Mindrawan I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Ida Bagus Putu Mardana Iwan Suswandi Kadek Ari Widia Astuti . Ketut Janur Antariani . Ketut Purnamawan Ketut Purnamawan Luh Gede Ika Dewi Kusumayanthi . M.Pd Drs. I Made Wirta . MS Prof. Dr. Ketut Suma . Ni Kadek Ani Parwati . Ni Kadek Suratini . Ni Kadek Vingki Aryanti . Ni Luh Wiwin Arya Juniari . Ni Luh Wiwin Arya Juniari ., Ni Luh Wiwin Arya Juniari Ni Made Sastri Dwisarini . Ni Putu Widyasanti . Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Putra, A. E. Putu Asta Widya Widnyana . Putu Asta Widya Widnyana ., Putu Asta Widya Widnyana Putu Budi Adnyana Putu Fera Andriyani . Sitohang, Rina Agustini Srinadi, Desak Nyoman Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde Wanda Yudi Astari . Waruwu, Wenimanwati Widiartini, Kadek Leni Yuliana, Ina