Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SAINS ., Ketut Janur Antariani; ., Drs. I Made Wirta, M.Pd; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3467

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan prestasi belajar sains antara siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw berbantuan peta konsep (Concept Mapping) (MPKTJ-CM), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (MPKTJ), dan Model Direct Instruction (MDI). Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Sampel diambil dengan cara simple random sampling dan berjumlah 96 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar sains berbentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik Anava pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar sains antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MPKTJ-CM, kelompok siswa dengan MPKTJ, dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MDI dalam pembelajaran IPA Terpadu (F= 14,345; p
PENGARUH METODE LEARN TO THINK (LTT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Kadek Suratini; ., Drs. I Made Wirta, M.Pd; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri atas 283 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan Anava satu jalur. Sebagai tindak lanjut dari Anava, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction (F = 59,098; p
KADAR PEMBERDAYAAN POTENSI INTERAKSI SOSIAL BAGI GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: DAMPAKNYA TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA ., Luh Gede Ika Dewi Kusumayanthi; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7242

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kadar pemberdayaan potensi interaksi sosial guru dalam pembelajaran fisika serta dampaknya terhadap berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini adalah fakta dan hubungan antara fenomena terkait kadar pemberdayaan potensi interaksi sosial dan berpikir kritis siswa. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung berupa tes berpikir kritis siswa. Analisis data yang dilakukan dengan langkah kerja yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaaan potensi interaksi sosial yang dilakukan oleh guru memenuhi keenam indikator interaksi sosial, yaitu kontak fisik, solidaritas, keakraban, kerjasama, komunikasi dan sikap. Namun pada indikator kontak fisik, yang lebih sering terjadi adalah antara siswa dengan siswa lain. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa pemberdayaan potensi interaksi sosial yang dilakukan oleh guru fisika mampu memberikan dampak positif terhadap berpikir kritis siswaKata Kunci : Interaksi Sosial, Berpikir Kritis, Pembelajaran Fisika. This study aimed at describing the level of teachers’ social interaction potential empowerment in teaching physics and its impact on students' critical thinking. The method used in this study was qualitative. Data of this study is the relationship between the facts and phenomena related to the empowerment level of social interaction potency and the students’ critical thinking.The main instrument was the researcher its self and students' critical thinking test as the supporting instrument. Data analysis was done by the work steps of data reduction, data presentation, data verification, and test of data validity.The results of this study indicate that the empowerment of social interaction potency undertaken by teachers fulfill six social interaction indicators, they are physical contact, solidarity, familiarity, cooperation, communication, and attitude. But on the indicators of physical contact, is more frequently among the students with the others. The results also show that the empowerment of social interaction potency done by the physics teacher is able to give a positive impact on students' critical thinking.keyword : Social Interaction, Critical Thinking, Learning Physics.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa ., Kadek Ari Widia Astuti; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.6871

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan model pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk yang teruji kelayakan dan keefektifannya untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika kelas XI IPA SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini berjenis Research and Development (R&D) dengan menggunakan desain pengembangan model Santyasa. Subjek penelitian adalah 1 ahli isi, 1 ahli desain, 2 guru, dan 37 siswa. Data penelitian diperoleh dalam bentuk hasil review ahli, guru, dan siswa, serta data pemahaman konsep siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan tes pemahaman konsep. Data dianalisis secara deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: 1) telah dihasilkan model pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa yang dinyatakan valid oleh ahli isi, ahli desain, guru, dan siswa, 2) hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa sebelum (M = 34,96, SD = 4,094) dan setelah (M = 77,24, SD = 7,093) menggunakan model pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk, 3) penggunaan model pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk di kelas dapat mencapai kriteria keberhasilan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produk layak dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika.Kata Kunci : model pembelajaran, pengembangan, kecerdasan majemuk, pemahaman konsep This study aimed at producing multiple intelligences based learning model which feasibility and effectiveness have been tested to increase the concept understanding of physics at class XI IPA of SMAN 4 Singaraja. The type of this study was Research and Development (R&D) with using development design of Santyasa model. The subjects were 1 content expert, 1 design expert, 2 teachers and 37 students. Data of this study were in form of review result of the expert, the teachers, and the students, and the data of students' concept understanding as well. Data were collected by using a questionnaire and test of concept understanding. Data were analyzed descriptively and using t-test. The results show that: 1) a complex intelligence based learning model has been produced to increase the student’s physics concept understanding which has been declared valid by the content expert, the design experts, the teachers, and the students, 2) the result of t-test shows that there is a difference of students' concept understanding before (M = 34,96, SD = 4,094) and after (M = 77,24, SD = 7,093) using the complex intelligences based learning model, 3) the use of complex intelligences based learning model in the classroom can achieve success criteria. Therefore, it can be concluded that this product is feasible and effective in increasing the physics concept understanding.keyword : learning model, development, complex intelligences, concept understanding
TINDAK PEMBELAJARAN GURU FISIKA DALAM IMPLEMENTASI STANDAR PROSES KURIKULUM 2013 ., I Gede Dana Santika; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemahan guru tentang Standar Proses Kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan tindak guru dalam perencanaan pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, (3) mendeskripsikan tindak guru dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, (4) mendeskripsikan tindak guru dalam evaluasi pembelajaran berbasis Standar Proses Kurikulum 2013, dan (5) mendeskripsikan permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam implementasi Standar Proses Kurikulum 2013, serta solusi yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan pada semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru fisika yang mengajar di kelas XI MIA SMAN 1 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara periodik dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Guru memahami bagian-bagian Standar Proses Kurikulum 2013 dari workshop kurikulum dan teks Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013. (2) Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru telah sesuai dengan Standar Proses Kurikulum 2013. (3) Sebagian besar permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam penerapan Standar Proses Kurikulum 2013 disebabkan karena ketidaksesuaian antara banyaknya tugas guru dengan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia.Kata Kunci : tindak guru, pembelajaran fisika, Kurikulum 2013 This research aimed at: (1) describing the understanding of the teachers towards the Standard Process of Curriculum 2013, (2) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based teaching planning, (3) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based teaching process, (4) describing the teachers’ teaching actions in the Standard Process of Curriculum 2013 based learning evaluation, and (5) describing the teachers’ problems and difficulties in the implementation of Standard Process of Curriculum 2013. This research was conducted over four months in the second semester of the Academic Year 2014/2015. Qualitative case study method was used. The subjects of this research were two physics teachers who taught in the grade XI science class of SMAN 1 Singaraja. The data were collected by participative observation, semi-structured interview, and document study. The interactive analysis model of Miles & Huberman was applied to analyze the data. The results reveal that: (1) the teachers understand all parts of Standard Process of Curriculum 2013 from the curriculum workshops and the soft copy of Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013; (2) the teaching plan, the teaching process, and the learning evaluation delivered by the teachers are mostly in accordance with the Standard Process of Curriculum 2013; and (3) the teachers’ problems and difficulties in the implementation of Standard Process of Curriculum 2013 are mostly caused by the mismatch between the demands of Standard Process of Curriculum 2013 and the time allocation provided.keyword : teaching actions, physics learning, and Curriculum 2013
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN HARGA DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA ., I Wayan Mindrawan; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis pengaruh efikasi diri terhadap prestasi belajar IPA, 2) menganalisis pengaruh harga diri terhadap prestasi belajar IPA, dan 3) menganalisis pengaruh efikasi diri dan harga diri terhadap prestasi belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Nusa Penida yang berjumlah 614 siswa. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proporsional random sampling yang berjumlah 258 siswa. Data efikasi diri dan harga diri dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data prestasi belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar IPA pada materi usaha dan energi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) efikasi diri berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA (F = 43,488, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 7,04%, 2) harga diri berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA (F = 47,293, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 11,66%, 3) efikasi diri dan harga diri secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA (F = 29,263, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 18,70%.Kata Kunci : Efikasi Diri, Harga Diri, Prestasi Belajar IPA This study aimed at 1) analysing the effect of self efficacy towards science learning achievement, 2) analysing the effect of self esteem towards science learning achievement, and 3) analysing the effect of self efficacy and self esteem toward science learning achievement. This study was ex post facto research. Population were 614 8th grade students of all state junior high schools in Nusa Penida. The sample was taken by proportional random sampling technique with the total students 258. The data of self efficacy and self esteem were collected by using questionnaire, while the data of science learning avhievement were collected by using science learning achievement test with the topics work and energy. Data were analyzed by descriptive analyze technique, simple linear regression, and multiple regression with two predictors. The results of the study show that 1) there is an influence of self efficacy towards science learning achievement (F = 43,488, p < 0,05) with effective contribution 7,04%, 2) there is an influence of self esteem towards science learning achievement (F = 47,293, p < 0,05) with effective contribution 11,66%, 3) there is an influence of self efficacy and self esteem towards science learning achievement (F = 29,263, p < 0,05) with effective contribution 18,70%.keyword : Self Efficacy, Self Esteem, Science Learning Achievement
Pembelajaran Kolaboratif Bermedia ICT: Potensi Meningkatkan Self-Efficacy dan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Fisika ., Ni Made Sastri Dwisarini; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7432

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT untuk pembelajaran siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Singaraja yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan self-efficacy dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pembelajaran ini dikembangkan dengan menggunakan desain pengembangan Santyasa (AM3PU3). Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan berikut. (1) Proses rancang bangun model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT sesuai dengan desain pengembangan Santyasa (AM3PU3). (2) Ahli isi pembelajaran menyatakan bahwa model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT yang dikembangkan sudah sesuai. (3) Ahli desain pembelajaran memberikan tanggapan baik. (4) Para guru dalam uji coba perorangan memberikan tanggapan sangat baik. (5) Siswa dalam uji coba lapangan memberikan tanggapan baik. (6) Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata-rata self-efficacy dan prestasi belajar siswa kelas XI MIPA 1 antara sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran kolaboratif bermedia ICT. (7) Nilai rata-rata posttest siswa mencapai kriteria keberhasilan.Kata Kunci : AM3PU3, fisika, media ICT, model pembelajaran kolaboratif, prestasi belajar, self-efficacy This research aimed at yielding a product of an ICT mediated collaborative learning model for students’ learning activity in class XI MIPA of SMA Negeri 3 Singaraja which its feasibility and eminency had been tested to improve students’ self-efficacy and student’s learning achievement in physics. The kind of research was a development research. This learning model of this research used Santyasa development design model (AM3PU3). The results of the study shows that (1) the construction design process of ICT mediated collaborative learning model has been in accordance with the Santyasa development design (AM3PU3); (2) the expert of learning content states that the developed ICT mediated collaborative learning model has been appropriate; (3) the design experts give good responses; (4) the teachers, in individual test, give good responses; (5) the students, in field test, give good responses; (6) the results of the t-test show that there are differences in the mean value of students’ self-efficacy and learning achievement between before and after applying the ICT mediated collaborative learning model. The mean value of students’ achievement after learning in class XI MIPA 1 is about 85.50 which is higher than the minimum standard of completeness (KKM) 78.00. keyword : AM3PU3, collaborative learning model, ICT media, physics, self-efficacy, students’ achievement
PENGARUH METODE LEARN TO THINK (LTT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ni Kadek Suratini .; Drs. I Made Wirta, M.Pd .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri atas 283 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan Anava satu jalur. Sebagai tindak lanjut dari Anava, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction (F = 59,098; p
THE EFFECT OF SELF REGULATED LEARNING MODEL TOWARDS THE PHYSICS CONCEPT UNDERSTANDING OF THE 8TH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 UBUD IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 I Made Adi Wiadnyana .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model self regulated learning (MSRL) dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran direct instruction (MPDI). Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posttest control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model self regulated learning dan model direct instruction sedangkan variabel terikatnya adalah pemahaman konsep fisika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah populasi 248 siswa. Sampel kelompok diambil dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 108 siswa, di mana 55 siswa pada kelompok MSRL (VIIID dan VIIIE) dan 53 siswa pada kelompok MPDI (VIIIF dan VIIIG). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Data pemahaman konsep fisika siswa dianalisis secara deskriptif dan analisis varians satu jalur, dengan pengujian taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar menggunakan MSRL dan MPDI (F = 23,196 dan α = 0,001). Pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan menggunakan MSRL berada pada kualifikasi baik (M = 75,21 dan SD = 8,50) sedangkan pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan menggunakan MPDI berada pada kualifikasi cukup (M = 59,43 dan SD = 12,00). Hasil ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep fisika kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MSRL relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MPDI. Kata Kunci : model self regulated learning, model pembelajaran direct instruction, pemahaman konsep fisika. This study aimed at analyzing the difference of physics concept understanding between the groups of students who studied with self regulated learning model (SRLM) and the student who studied with direct instruction learning model (DILM). This study was quasy experiment with using non equivalent pretest-posttest control group design. The independent variables on this research were self regulated learning model and direct instruction model, meanwhile the dependent variable was physics concept understanding. The population of this research was the whole students of grade VIII of SMP Negeri 1 Ubud in the academic year 2013/2014 which consisted of 248 students from 9 classes. Group of samples were taken by using simple random sampling technique. The amount of samples in this research were 108 students in which 55 students were from the SRLM group (class VIIID and VIIIE) and 53 students were from DILM group (class VIIIF and VIIIG). The techniques used for collecting data were pretest and posttest. The data of students’ physics concept understanding were analyzed descriptively and using one way variance analysis, with the significant evaluation level was 0.05. The result shows that there is a difference of physics concept understanding between group of SRLM students and group of DILM students (F= 23.196 and α= 0.001). The physics concept understanding on the SRLM students was categorized "good"(M=75.21 and SD=8.50), meanwhile the physics concept understanding on the DILM students was categorized "fair" (M=59.43 and SD=12.00). This result shows that the physics concept understanding of the group of SRLM students is higher than of the group of DILM students. keyword : Self regulated learning model, Direct instruction learning model, Physics concept understanding
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SAINS Ketut Janur Antariani .; Drs. I Made Wirta, M.Pd .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3467

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan prestasi belajar sains antara siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw berbantuan peta konsep (Concept Mapping) (MPKTJ-CM), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (MPKTJ), dan Model Direct Instruction (MDI). Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Sampel diambil dengan cara simple random sampling dan berjumlah 96 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar sains berbentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik Anava pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar sains antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MPKTJ-CM, kelompok siswa dengan MPKTJ, dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MDI dalam pembelajaran IPA Terpadu (F= 14,345; p
Co-Authors ., Dewa Ayu Putu Diah Oktaviani Lestari ., I Komang Suliasa ., Kadek Ari Widia Astuti ., Luh Gede Ika Dewi Kusumayanthi ., Ni Kadek Vingki Aryanti ., Ni Made Sastri Dwisarini ., Ni Putu Widyasanti ., Putu Fera Andriyani A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika A. E. Putra Ajeng Purnama Heny Anak Agung Sagung Krisna Darmawati Anny Maulida . Desak Made Citrawathi Dewa Ayu Putu Diah Oktaviani Lestari . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Fitriani, Herdiyana Gde Parie Perdana . Gde Parie Perdana ., Gde Parie Perdana I Gede Dana Santika . I Gede Dana Santika ., I Gede Dana Santika I Gusti Agung Adi Putra Suryawan . I Gusti Agung Adi Putra Suryawan ., I Gusti Agung Adi Putra Suryawan I Kertut Purnamawan I Ketut Purnamawan I Ketut Purnamawan I Komang Suliasa . I Made Adi Wiadnyana . I Wayan Mindrawan . I Wayan Mindrawan ., I Wayan Mindrawan I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Ida Bagus Putu Mardana Iwan Suswandi Kadek Ari Widia Astuti . Kadek Leni Widiartini Ketut Janur Antariani . Ketut Purnamawan Ketut Purnamawan Luh Gede Ika Dewi Kusumayanthi . Luh Putu Budi Yasmini Luh Putu Yeni Andriyani M.Pd Drs. I Made Wirta . MS Prof. Dr. Ketut Suma . Ni Kadek Ani Parwati . Ni Kadek Suratini . Ni Kadek Vingki Aryanti . Ni Luh Wiwin Arya Juniari . Ni Luh Wiwin Arya Juniari ., Ni Luh Wiwin Arya Juniari Ni Made Sastri Dwisarini . Ni Putu Widyasanti . Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Putra, A. E. Putri Sarini Putu Asta Widya Widnyana . Putu Asta Widya Widnyana ., Putu Asta Widya Widnyana Putu Budi Adnyana Putu Fera Andriyani . Rachmawati, Dewi Oktova Rina Agustini Sitohang Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde Wanda Yudi Astari . Waruwu, Wenimanwati Yuliana, Ina