Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Statistics

Analisis Hubungan Harga Saham Bank Central Asia, Inflasi, Kurs (IDR/USD) dan BI Rate dengan Metode Vector Error Correction Model (VECM) Moh. Wigi Destriansyah; Dwi Agustin Nuriani Sirodj
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.822 KB) | DOI: 10.29313/bcss.v2i2.4057

Abstract

Abstract. One method of multivariate time series analysis is VECM. VECM is used to overcome the existence of data forms that are not stationary in the average but there is cointegration in the variables. VECM is often used in long-term econometric cases such as forecasting the movement of a stock price. The movement of a company's stock price level can be influenced by factors such as inflation, exchange Rates and the BI Rate or interest Rates in the short and long term. The banking sector is one sector that is often targeted by investors, such as shares of Bank BCA Tbk because it has a high reputation, large market capitalization, positive company performance and routine dividend distribution. This study aims to analyze the effect of the variable inflation, exchange Rate (IDR/USD) and the BI Rate on the stock price of Bank Central Asia, as well as to see the long-term relationship between these variables and predict the stock price of BBCA. The variables used in this study are Inflation, Exchange Rate (IDR/USD), BI Rate to BBCA's Stock Price from August 2016 to September 2021. The model obtained is VECM(4) with 1 rank cointegration. Inflation and Exchange Rate (IDR/USD) variables have a significant effect on changes in the value of BBCA's Stock Price in the long term. While the BI Rate variable has no significant effect on changes in the value of the BBCA Share Price in the long term. Abstrak. Salah satu metode analisis deret waktu multivariat adalah VECM. VECM ini digunakan untuk mengatasi keberadaan bentuk data yang tidak stasioner dalam rata-rata narnun terdapat kointegrasi dalam variabelnya. VECM sering digunakan dalam kasus-kasus ekonometrika jangka panjang seperti meramalkan pergerakan suatu harga saham. Pergerakan level harga saham suatu perusahaan bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti Inflasi, Kurs dan BI Rate atau suku bunga dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang sering diincar oleh para investor, seperti saham Bank BCA Tbk sebab memiliki reputasi tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, kinerja perusahaan yang positif dan rutin melakukan pembagian dividen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Inflasi, Kurs (IDR/USD) dan BI Rate terhadap Harga Saham Bank Central Asia, serta untuk melihat hubungan jangka panjang antara variable tersebut dan meramalkan harga saham BBCA. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Inflasi, Kurs (IDR/USD), BI Rate terhadap Harga Saham BBCA dari bulan Agustus 2016 hingga September 2021. Model yang didapatkan adalah VECM(4) dengan 1 rank kointegrasi. Variabel Inflasi dan Kurs (IDR/USD) berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan nilai Harga Saham BBCA dalam jangka panjang. Sedangkan variabel BI Rate tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan nilai Harga Saham BBCA dalam jangka panjang.
Pemodelan Geographically Weighted Regression dengan Fungsi Pembobot Fixed Gaussian Kernel untuk Kasus Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita di Provinsi Aceh Ainun Hayat Damayanti; Dwi Agustin Nuriani Sirodj
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.149 KB) | DOI: 10.29313/bcss.v2i2.4071

Abstract

Abstract. The female labor force participation rate (TPAK) is an indicator that shows the large percentage of the working-age female population who are economically active in an area. The TPAK value of women in Aceh Province in 2021 was 48,36%. This value shows that the TPAK of Acehnese women is still 31,04% lower than the male TPAK of 79,40%. The data shows that there are resources that are underutilized properly and are not in line with one of the Sustainable Development Goals (SDGs) regarding gender equality in work. The problem regarding the number of female TPAK which is still below the male TPAK figure can be solved by the Geographically Weighted Regression (GWR) method because it has a different TPAK between in cities and villages due to different geographical factors there are also natural resources, human resources, availability of employment, availability of health facilities and others that vary. It can be seen from the smallest AIC values and the largest R2 that compared to the global regression model, the GWR model with Fixed Gaussian Kernel weighting function is the best model for modeling female TPAK data in Aceh Province with an AIC value of 116.5576 and R2 of 90.78%. The GWR model using the kernel fixed gaussian weighting function only produces 1 group of significant variables, namely, the housewife percentage variable. So the factor that affects the low TPAK of women in Aceh Province is the percentage of housewives Abstrak. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) wanita merupakan indikator yang menunjukkan besarnya persentase penduduk wanita usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu daerah. Nilai TPAK wanita di Provinsi Aceh tahun 2021 adalah sebesar 48,36%. Nilai ini menunjukkan bahwa TPAK wanita Aceh masih 31,04% lebih rendah dari TPAK pria yang sebesar 79,40%. Data tersebut menunjukan adanya sumber daya yang kurang dimanfaatkan dengan baik dan tidak selaras dengan salah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) perihal kesetaraan gender dalam pekerjaan. Permasalahan mengenai angka TPAK wanita yang masih berada dibawah angka TPAK pria ini dapat diselesaikan dengan metode Geographically Weighted Regression (GWR) karena memiliki TPAK yang berbeda antara di kota dan di desa akibat faktor geografis yang berbeda juga terdapat sumber daya alam, sumber daya manusia, ketersediaan lapangan kerja, ketersediaan fasilitas kesehatan dan lain-lain yang bervariasi. Terlihat dari nilai AIC terkecil dan R2 terbesar diketahui bahwa dibandingkan model regresi global, model GWR dengan fungsi pembobot Fixed Gaussian Kernel adalah model terbaik untuk memodelkan data TPAK wanita di Provinsi Aceh dengan nilai AIC sebesar 116.5576 dan R2 sebesar 90,78%. Model GWR dengan menggunakan fungsi pembobot Fixed Gaussian Kernel hanya menghasilkan 1 kelompok variabel signifikan yakni, variabel persentase ibu rumah tangga. Maka faktor yang mempengaruhi rendahnya TPAK wanita di Provinsi Aceh adalah persentase ibu rumah tangga.
Analisis Faktor- Faktor yang Berpengaruh terhadap Gizi Buruk di Kota Bandung Nadia Ruhul Mujahadah; Sirodj, Dwi Agustin Nuriani
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.13784

Abstract

Abstract. Malnutrition remains one of the most significant health issues in Indonesia, with its impact being particularly evident in Bandung City. This problem primarily affects toddlers, who are the most vulnerable group to malnutrition. This study aims to identify and analyze the factors influencing the incidence of malnutrition in Bandung City, with a specific focus on three independent variables: Complete Immunization, Exclusive Breastfeeding, and Low Birth Weight (LBW). The secondary data used in this study covers the period from 2014 to 2022 and was analyzed using multiple regression methods to assess the influence of each variable on malnutrition rates. The analysis results show that Exclusive Breastfeeding and LBW have a significant impact on the incidence of malnutrition, while Complete Immunization does not show a significant effect. The resulting regression model has an R-Square value of 0.847, indicating that 84.7% of the variation in malnutrition cases can be explained by this model. These findings highlight the importance of interventions focused on increasing exclusive breastfeeding and preventing LBW as efforts to reduce malnutrition rates. This study provides valuable insights that are expected to serve as a foundation for policymakers in Bandung City in formulating effective strategies to address malnutrition, particularly among toddlers. Abstrak. Gizi buruk tetap menjadi salah satu masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan dampak yang sangat terasa di Kota Bandung. Masalah ini terutama terjadi di kalangan balita, yang merupakan kelompok paling rentan terhadap kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian gizi buruk di Kota Bandung, dengan fokus khusus pada tiga variabel independen: Imunisasi Lengkap, Pemberian ASI Eksklusif, dan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini mencakup periode dari tahun 2014 hingga 2022, yang kemudian dianalisis menggunakan metode regresi berganda untuk menilai pengaruh masing-masing variabel terhadap tingkat gizi buruk. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pemberian ASI Eksklusif dan BBLR memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian gizi buruk, sedangkan Imunisasi Lengkap tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Model regresi yang dihasilkan memiliki nilai R-Square sebesar 0,847, yang mengindikasikan bahwa 84,7% variasi dalam kasus gizi buruk dapat dijelaskan oleh model ini. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi yang berfokus pada peningkatan pemberian ASI eksklusif dan pencegahan BBLR sebagai upaya untuk menurunkan angka gizi buruk. Penelitian ini memberikan wawasan berharga yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan di Kota Bandung dalam menyusun strategi yang efektif untuk menanggulangi masalah gizi buruk, khususnya di kalangan balita.