Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI PADA TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS 7 MTS EX PGA Aulia, Dalila; Adelina Ray, Sukma; Siregar, Prety Sinta; Delima, Siti; Miska, Salsabila; Lubis, Dinda Purnama
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi : September
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i3.59

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan berbahasa tingkat morfologi pada teks deskripsi siswa. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, dokumentasi karangan siswa, dan studi literature. Dokumentasi karangan teks deskripsi siswa kelas 7 MTS EX-PGA yang berjumlah 8 karangan. Teknik analaisis data terdiri dari pengumpulan data, mengindentifikasi kesalahan berbahasa, menjelaskan kesalahan berbahasa, mengkalsifikasikan, serta mengevaluasi kesalahan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan nahwa kesalahan morfologi yang paling banyak di temukan pada karangan siswa adalah kesalahan bentuk asal. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa siswa yang belum memahami kata dasar. Untuk mengatasi hal tersebut hendaklah sebagai guru atau tenaga pengajar terkhusus wali kelas melakukanpembelajaran dengandengan metode menyenangkan seperti belajar sambil bermain. Metode tersebut terbukti mampu memudahka siswa dalam mengingat kosa kata. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan materi bahasa Indonesia.
Analisis Feminisme Liberal Pada Film Moana 2 Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Di SMA Rizka Atika Puteri; Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6337

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bentuk-bentuk feminisme liberal pada film Moana 2, 2) untuk mengetahui prinsip – prinsip feminisme liberal pada film Moana 2, 3) untuk mengetahui implikasi hasil analisis feminisme liberal pada film Moana 2 terhadap pembelajaran di SMA. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan je.nis pe.ne.litian library re.se.arch. Proses analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 1) bentuk feminisme liberal dalam film Moana 2 adalah seorang wanita yang mandiri, cerdas, dan berani mengambil keputusan, serta melawan stereotip gender. 2) Prinsip-prinsip feminisme liberal dalam film Moana 2 adalah individualisme, kesetaraan peluang, reformasi hukum dan politik, kebebasan seksual dan reproduksi dan penentangan terhadap seksisme. Terdapat 21 unsur feminisme terdiri dari 7 individualisme, 9 kesetaraan peluang, 3 reformasi hukum dan politik, 0 kebebasan seksual dan reproduksi dan 2 penentangan terhadap seksisme, 3) implikasi feminisme liberal dalam pembelajaran di SMA sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra yang ikut menentukan keberhasilan siswa.
Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas XI Sma Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025-2026 Julia Lestari; Susy Dealiani; Sukma Adelina Ray
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7921

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas XI di SMA Nurul Iman yang berjumlah 36 orang kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan penerapan model experiential learning dan yang tidak menggunakan model experiential learning. Penelitian ini dilakukan untuk menguji keefektifan penerapan model experiential learning dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan atau pedoman untuk pembelajaran keterampilan menulis puisi dan memperoleh pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain teknik tes yaitu pretest dan posttest. Melalui penelitian ini, diperoleh temuan bahwa Kemampuan menulis puisi sebelum menggunakan model experiental learning pada siswa kela XI SMA Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025-2026, diperoleh rata-rata sebesar 59,8 standar deviasi sebesar 8,3 dan distrtibusi kecenderungan data pretest dengan kategori kurang, Kemampuan menulis puisi sesudah menggunakan model experiental learning sebesar 77,8 standar deviasi sebesar 8,7 dan distribusi kecenderungan data posttest dengan kategori baik. Terdapat pengaruh model experiental learning terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa kelas XI SMA Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025-2026. Hal ini terbukti dari perhitungan hipotesis diperoleh thitung > ttabel (8,87 > 2,03). Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh model experiental learning terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa kelas XI SMA Nurul Iman Tahun Pembelajaran 2025 2026.
ANALISIS STRUKTURALISME DALAM NOVEL MELANGKAH KARYA J.S. KHAIREN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMA Anisa Daniya Putri; Arianto; Sukma Adelina Ray
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7947

Abstract

Penelitian ini menganalisis novel Melangkah karya J.S. Khairen menggunakan pendekatan strukturalisme, dengan fokus pada unsur intrinsik yang membangun karya sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, yaitu dengan menggunakan sumber-sumber tertulis. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dideskripsikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antar unsur intrinsik dalam novel tersebut dan bagaimana hal ini berimplikasi terhadap pembelajaran di SMA. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat yang saling berkaitan dan membentuk makna keseluruhan dari novel Melangkah. Objek penelitian ini adalah novel Melangkah karya J.S. Khairen dengan menggunakan teknik baca dan catat.
ANALYSIS OF LOCUTIONARY, ILLOCUTIONARY, AND PERLOCUTIONARY SPEECH ACTS IN GREENFIELDS ADVERTISEMENT: THE ANSWER TO THE SEARCH FOR THE BEST MILK FOR FAMILIES Febriyana, Mutia; Ray, Sukma Adelina
LUMBUNG AKSARA Vol 6 No 1 (2026): LUMBUNG AKSARA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/lumra.v6i1.1393

Abstract

The purpose of this study is to characterize and explain the locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech acts seen in the Greenfields video advertisement: Answers to the Search for the Best Milk for Families. Advertising language is a persuasive communication tool that influences consumer attitudes and behaviors in addition to providing information. J.L. Austin's pragmatic theory serves as the basis for this study's descriptive qualitative methodology. Transcripts of advertising stories and conversations served as data sources. Listening and note-taking methods were used as data collection strategies. The findings of the study indicate that: (1) Declarative sentences that accurately describe the product's benefits dominate the locutionary speech acts; (2) The most common illocutionary speech acts are directives (subtly inviting) and assertives (stating, emphasizing), which serve to create a premium brand image; (3) Audiences are encouraged to choose Greenfields products as a family nutrition solution by eliciting a sense of security and trust. The conclusion of this study suggests that the effectiveness of advertising messages depends on a combination of precise and literal information and the strength of the purpose (illocutionary force), which appeals to customers' emotions.
Efektivitas Baamboozle terhadap Kemampuan Memahami Teks Cerita Rakyat Sumatera Utara pada Siswa Kelas VII SMP Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11783

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keefektifan bamboozle dalam pembelajaran memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Hasil penelitian disimpulkan bahwa memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara dengan menggunakan bamboozle oleh siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Delitua memperoleh nilai rata-rata 83,61 sedangkan jika memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara tanpa menggunakan bamboozle oleh siswa kelas VII-3 SMP Negeri 1 Delitua memperoleh nilai rata-rata 73,12. Aplikasi bamboozle efektif dalam memahami teks cerita rakyat Sumatera Utara. Signifikan pada penelitian ini yaitu 0,001 < 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya aplikasi bamboozle efektif untuk meningkatkan hasil pemahaman siswa terhadap teks cerita rakyat. Pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan dalam menggunakan bamboozle dengan tanpa menggunakan bamboozle terhadap kemampuan memahami teks cerita rakyat oleh siswa kelas VII-1 dan VII-3 SMP Negeri 1 Delitua, yakni bamboozle dinyatakan efektif dalam pembelajaran memahami teks cerita rakyat dan membuat siswa lebih semangat dalam proses pembelajaran.
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF SARA MILLS' MODEL IN “THE PERFECT WIFE” Asri Yulianda; Sukma Adelina Ray
LUMBUNG AKSARA Vol 5 No 2 (2025): Lumbung Aksara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/lumra.v5i2.1264

Abstract

This study aims to critically analyze the gender ideology contained in the short story “Perfect Wife” by Aveus Har using Critical Discourse Analysis (CDA) Sara Mills Model. This short story was chosen because it explicitly challenges the ideal construction of the “perfect” role of a wife in a society that is steeped in patriarchal values. The method used is qualitative CDA with document analysis and close reading techniques, focusing on Mills's three discourse positions: Subject/Object Position, Writer Position, and Reader Position. The results of the study indicate the dominance of patriarchal ideology that is legitimized through language. The Subject/Object Position analysis reveals that the character of the Wife (who is ultimately revealed as a gynoid) is consistently positioned as a passive Functional Object, judged, and alienated from agency, making her a disposable commodity. In contrast, the character of the Husband is maintained as an Active Subject who has full authority in assessing and making decisions. Another key finding is the author's use of narrative irony. The plot twist of the wife as a robot serves as an ideological critique, suggesting that the demands of perfection on wives have reached an inhumanly absurd limit. The marital failure that occurs despite meeting the standards of perfection rhetorically shifts the focus of blame from the wife to the husband's imperfect expectations and oppressive patriarchal standards. The study's conclusion confirms that the discourse of the "Perfect Wife" is a tool that dismantles the idealization of women's roles as hollow constructs that ultimately harm all parties. Recommendations are made for more frequent application of Mills's Model to feminist literary criticism and the promotion of social awareness.
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARA MILLS DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN Dea Andriyanti; Susi Deliani; Sukma Adelina Ray
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18181

Abstract

Literary works are not only a medium for conveying stories but also reflect various social phenomena, including issues of gender inequality and the construction of women in society. Eka Kurniawan novel "Beautiful is a Wound" presents various women's experiences related to patriarchy, colonialism, violence, and power relations. This study aims to analyze the representation of female characters in the novel, the positions of subject and object in the narrative, and how the positions of the author and reader are shaped through the text using Sara Mills' critical discourse analysis model. This study uses a qualitative descriptive method with Sara Mills' critical discourse analysis approach. The research data consist of quotations from Eka Kurniawan novel "Beautiful is a Wound" related to the representation of women, power relations, and gender construction in the text. The analysis was conducted by paying attention to the positions of subject and object, as well as the involvement of the author and reader in shaping the meaning of the discourse. The results show that the representation of female characters in the novel is complex and ambivalent. On the one hand, women are depicted as victims of patriarchal domination, colonialism, sexual violence, and bodily exploitation, as experienced by the characters Dewi Ayu, Adinda, and Helena. On the other hand, women are also represented as figures with fighting spirit, resilience, and resistance against oppressive social structures, as seen through the characters of Alamanda and Si Cantik. This novel also presents a critique of the myth of beauty, which is considered a privilege, but instead becomes a source of suffering and wounds passed down from generation to generation. Thus, Beauty is a Wound positions women not only as victims but also as subjects with agency in facing social injustice.