p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Huma: Jurnal Sosiologi
Hamid, Ismar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Patronase Petani dengan Pengepul Komoditas Pertanian di Desa Datar Ajab Kabupaten Hulu Sungai Tengah Amalia, Nur; Hamid, Ismar
Huma: Jurnal Sosiologi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/h-js.v5i1.588

Abstract

The diversity of agricultural commodities in Datar Ajab Village, Hulu Sungai Tengah (HST) Regency presents economic potential. The cultivation of these agricultural commodities is an effort to meet daily needs, but the sale of agricultural commodities by farmers is still dominated by local collectors in the village as an extension before reaching consumers in the market. This study aims to identify the causes and effects of farmers' dependence on collectors in the agricultural commodity supply chain. This study uses a qualitative method with a case study approach, through observation, interviews, and documentation, and is analyzed using the Manual Data Analysis Procedure (MDAP). The results of the study show that there is a patronage relationship between farmers and collectors, driven by farmers' limited resources, such as operational capital, land ownership, and infrastructure conditions, as well as differences in socioeconomic status. In this relationship, collectors act as patrons who provide protection and assistance, while farmers as clients are morally bound to sell their produce as a form of loyalty. This patronage relationship is also influenced by kinship ties and emotional closeness, which ultimately strengthen farmers' dependence. The research results provide theoretical benefits as an important reference in agricultural sociology studies on the problems experienced by farmers, especially in the distribution of agricultural commodities. Practically, this research can contribute to the agenda in efforts to realize sustainable development that takes into account the distribution conditions of agricultural commodities owned by local farmers.
Cinta yang Terhapus Warna: Watak Antroposentrisme pada Pengrajin Sasirangan di Sungai Jingah Kota Banjarmasin Pratama, Muhammad Daffa; Hamid, Ismar; Sitindaon, Entry Welny
Huma: Jurnal Sosiologi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/h-js.v5i1.614

Abstract

Di balik warna-warna indah kain sasirangan yang menjadi warisan budaya khas Kalimantan Selatan, tersembunyi ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan Sungai Jingah, yakni pembuangan limbah pewarna kimia langsung ke sungai tanpa pengelolaan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wujud watak antroposentrisme yang dimiliki oleh pengrajin sasirangan dalam aktivitas produksi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang merupakan pusat industri sasirangan sekaligus daerah yang rentan terhadap kerusakan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan Manual Data Analysis Procedures (MDAP), dilingkupi oleh catatan lapangan, transkrip, coding, kategorisasi, tema, dan memos. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengrajin sasirangan memiliki watak antroposentris, ditandai oleh dominasi kepentingan ekonomi atas kelestarian lingkungan. Lingkungan dipandang semata sebagai sumber penghidupan, tanpa kesadaran untuk merawatnya. Berdasarkan teori etika lingkungan dan antroposentrisme, sikap ini mencerminkan relasi eksploitatif manusia terhadap alam, yang diperparah oleh anggapan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab pemerintah semata. Paradigma ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam keberlangsungan budaya sasirangan itu sendiri. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian sosiologi lingkungan, terutama dalam kerangka etika lingkungan hidup. Secara praktis, penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pelaku industri sasirangan untuk mengadopsi prinsip berkelanjutan demi menjaga keberlangsungan lingkungan dan ekonomi masyarakat.