Articles
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Kontekstual Ditinjau dari Komunikasi Matematis Siswa
Sukaesih, Endang Sri;
Indiati, Intan;
Purwosetiyono, FX Didik
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 4 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i4.5882
Penelitian ini merupakan Penelitian kualitatif yang bertujuanmendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam memecahkan masalah kontekstual ditinjau dari komunikasi matematis siswa pada materi program linear. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA di Semarang. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi waktu dan triangulasi teknik. Hasil penelitian adalah: (1) siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi cenderung memiliki 4 indikator pemahaman konsep matematis, satu indikator yang tidak terpenuhi yaitu pada indikator memberi contoh dan bukan contoh. (2) siswa dengan kemampuan komunikasi matematis sedang cenderung tidak memiliki 3 indikator kemampuan pemahaman konsep matematis, subjek hanya mampu mengklasifikasi objek berdasarkan sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya dan menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari. (3) Siswa dengan kemampuan komunikasi matematis rendah cenderung tidak memiliki 3 indikator pemahaman konsep matematis, subjek hanya mampu dalam mengklasifikasi objek berdasarkan sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya dan menyajikan konsep dalam berbagai macam representasi matematika.
Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Trigonometri Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Husna, Indah;
Purwosetiyono, FX Didik;
Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i6.6787
Kemampuan pemahaman matematis dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu mampu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, mampu mengklarifikasi objek-objek, mampu mengaitkan berbagai konsep matematika,mampu menerapkan konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman matematis siswa dalam penyelesaikan trigonometri berdasarkan kemampuan matematika siswa. Tahapan penyelesaian soal trigonometri sesuai dengan pemecahan masalah menurut Polya ada 4 tahap, yaitu : memahami soal, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan soal sesuai rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas XI MIA yang selanjutnya dipilih 3 siswa yaitu, 1 siswa rendah, 1 siswa sedang dan 1 siswa tinggi berdasarkan kemampuan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan matematika, tes soal trigonometri, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) subjek dengan kemampuan matematika rendah memenuhi aspek kemampuan pemahaman matematis. 2) subjek dengan kemampuan matematika sedang mampu memenuhi aspek kemampuan pemahaman matematis 3) subjek dengan kemampuan matematika tinggi mampu memenuhi aspek kemampuan pemahaman matematis
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Word Problem Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa
Wijayanto, Mahmud Tri;
Purwosetiyono, FX Didik;
Prasetyowati, Dina
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i1.7026
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII dalam menyelesaikan word problem ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa SMP selanjutnya dipilih berdasarkan tes gaya belajar yaitu 1 siswa gaya belajar visual, 1 siswa gaya belajar auditori, dan 1 siswa gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuisioner gaya belajar, tes word problem dan pedoman wawancara untuk memunculkan berpikir kreatif. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) siswa dengan gaya belajar visual mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), dan berpikir merinci (Elaboration). 2) Siswa dengan gaya belajar auditori mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), dan berpikir merinci (Elaboration). 3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), berpikir merinci (Elaboration) dan berpikir orisinil (Originality).
Analisis Kesalahan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Prosedur Newman Ditinjau Dari Gaya Kognitif
Kartikasari, Yuni;
Kusumaningsih, Widya;
Purwosetiyono, FX Didik
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 6 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i6.7901
Jenis penelitian adalah kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan kesalahan siswa menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur newman bergaya kognitif. Teknik penelitian menggunakan purposive sampling pada kelas VIII, dipilih 3 siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent dan 3 siswa yang memiliki gaya kognitif field independent. Instrumen penelitian berupa GEFT, tes soal cerita matematika dan pedoman wawancara. Penentuan subjek menggunakan uji GEFT untuk menentukan siswa bergaya kognitif field dependent dan field independent. Selanjutnya dilakukan tes soal cerita matematika unuk mengetahui kesalahan siswa pada prosedur newman, dan pedoman wawancara yang digunakan untuk melakukan kegiatan berupa tanya jawab untuk mencapai tujuan penelitian. Dari penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi kategori pada prosedur newman semakin banyak kesalahan yang dilakukan subjek. Subjek dengan gaya kognitif field dependent melakukan kesalahan pada tahapan transformasi, tahpan ketrampilan proses, tahapan penulisan kesimpulan. Untuk tahapan ketrampilan proses melakukan kesalahan pada operasi matematika sehingga hal ini juga mempengaruhi kesalahan yang dilakukan pada tahapan selanjutnya yakni penulisan jawaban. Sedangkan subjek dengan gaya kognitif field independent cenderung melakukan kesalahan tahapan transformasi, ketrampilan proses dan penulisan jawaban. Untuk tahapan penulisan jawaban kesalhan yang dilakukan yakni dengan tidak menuliskan kesimpulan dan jawaban yang tepat.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN WORD PROBLEM DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA
Wijayanto, Mahmud Tri;
Purwosetiyono, FX Didik;
Prasetyowati, Dina
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/silogisme.v6i1.3081
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII dalam menyelesaikan word problem ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa SMP selanjutnya dipilih berdasarkan tes gaya belajar yaitu 1 siswa gaya belajar visual, 1 siswa gaya belajar auditori, dan 1 siswa gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuisioner gaya belajar, tes word problem dan pedoman wawancara untuk memunculkan berpikir kreatif. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) siswa dengan gaya belajar visual mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), dan berpikir merinci (Elaboration). 2) Siswa dengan gaya belajar auditori mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), dan berpikir merinci (Elaboration). 3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), berpikir merinci (Elaboration) dan berpikir orisinil (Originality).
Kemampuan Mendesain Media Pembelajaran Menggunakan Software Aplikasi Visual Basic Macro dengan Model Kooperatif Jigsaw Berbasis Weblog
Wardani, Theodora Indriati;
Purwosetiyono, FX Didik;
Riyanto, Riyanto
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/mpp.v18i1.19240
Digital simulation courses consist of theory and practice must master theory first before they practice. Theory obtained by students from lectures equipped with webblog-based books / diktats about learning media design. In the visual basic macro software application there are instructions in designing learning media. So, to design learning media using visual basic macro software applications, students must be able to understand visual basic macro software applications. By understanding the procedure for designing learning media, it is hoped that students can practice designing learning media using visual basic macro software applications to produce something whose printout is in the form of text and images. The problem being studied is which learning model is more effective between the cooperative model of the Jigsaw model and the conventional model. The problem being studied is which learning model is more effective between the cooperative model of the Jigsaw model and the conventional model. To solve this problem, experimental research was carried out at PGRI Semarang University, especially students majoring in S1 Information Technology Education, Faculty of PMIPATI semester 6 who were taking the Digital Simulation course. They have 1 class, each class averages 15 students. For the target of this study were taken 15 people, so their number was 30 people. In this study there are 2 types of data, namely: (1) Jigsaw cooperative model group data on the ability to design learning media using visual basic macro software applications with grouping treatment, and (2) conventional model group data without grouping treatment on the ability to design learning media using Visual Basic Macro software applications. Data from the Jigsaw model cooperative group as well as conventional models on the ability to design learning media using visual basic macro software applications were obtained with tasks. The data were statistically calculated with a t-test to determine the effectiveness comparison between the Jigsaw cooperative model group and the conventional model. The data were statistically calculated with a t-test to determine the effectiveness comparison between the Jigsaw cooperative model group and the conventional model. The results of this t test show that the Jigsaw cooperative model using grouping shows that the ability to design learning media using visual basic macro software applications is more effective than conventional models without using grouping treatment.
Exploration of digital book learning media design for improving students' mathematical literacy abilities with the design thinking method
Lutfiyana, Lutfiyana;
Purwosetiyono, FX Didik;
Muhtarom, Muhtarom
Jurnal Gantang Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jg.v10i1.7190
This study aims to investigate solutions to the challenges students face in learning mathematics, particularly difficulties in understanding complex material that lead to decreased motivation and low mathematical literacy during the learning process. The research employs a design thinking approach, which comprises five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. This study specifically focuses on the first three stages—empathizing, defining, and ideating—to identify the needs of both students and teachers and to develop appropriate solution concepts. The study population includes students from State Middle Schools (MTsN) 2 and 3 in Grobogan, with a sample size of 132 students, alongside six mathematics teachers. Data were collected via questionnaires distributed through Google Forms and supplemented by interviews. The findings reveal that both students and teachers require instructional methods supported by interactive media that are accessible online.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Permasalahan Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa
Ma'bud, Aunul;
Purwosetiyono, FX Didik;
Zuhri, M Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v7i3.20004
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan permasalahan bangun ruang sisi datar ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen utama yaitu peneliti dan instrumen bantu yaitu tes, angket, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data pada penelitian inj menggunakan triangulasi waktu, hal ini dilakukan karena tesnya berlangsung 2 kali. Analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Penentuan subjek dari penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah empat siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Pamotan, Rembang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai gaya kognitif Field Dependent belum dapat memenuhi semua indikator kemampuan representasi matematis. Siswa hanya mampu menjawab benar pada kemampuan representasi visual saja. Sedangkan siswa yang mempunyai gaya kognitif Field Independent mampu memunculkan semua indikator kemampuan representasi matematis.
Efektivitas Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Berbantuan App Kahoot terhadap Kemampuan Matematis Siswa SMP
Ayudyaningtyas, Wulan;
Purwosetiyono, FX Didik;
Zuhri, M Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 5 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v7i5.19763
This research aims to evaluate the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model supported by the Kahoot application in improving the mathematical abilities of junior high school students. The research method used is Quasi-Experimental with a Posttest Only Control Design. The study population consists of eighth-grade students at SMP N 1 Lasem, divided into two classes as samples: the experimental class using Kahoot-assisted PjBL and the control class using conventional teaching methods. The sampling was done using cluster random sampling techniques. Data collection techniques include documentation, observation to monitor student engagement during the learning process, and essay-type post-tests to measure students' mathematical abilities. The results showed that the experimental class using Kahoot-assisted PjBL performed better than the students using conventional teaching methods. There is an effect of student engagement using Kahoot-assisted PjBL. The mathematical abilities of students using the Project Based Learning (PjBL) model assisted by the Kahoot app achieved mastery. Implementing the PjBL model supported by the Kahoot application can enhance students' mathematical ability skills in mathematics learning.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Word Problem Materi Matriks Ditinjau dari Literasi Siswa
Nadzifah, Nurun;
Purwosetiyono, FX Didik;
Nursyahidah, Farida;
Susilawati, Padmi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 2 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/jagomipa.v4i2.483
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa SMA dalam menyelesaikan soal word problem pada materi matriks dilihat dari kemampuan literasi siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa kelas XI.A-1 SMA Negeri 11 Semarang, kemudian dapat dipilih 3 orang berdasarkan tingkat kemampuan literasi siswa, yaitu 1 subjek dengan kemampuan literasi siswa yang tinggi, 1 subjek dengan kemampuan literasi siswa yang sedang, dan 1 subjek dengan kemampuan literasi siswa yang rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen berdasarkan kemampuan literasi siswa, tes soal word problem, dan wawancara untuk memunculkan pemikiran kreatif. Keabsahan data ini menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Siswa berkemampuan literasi tinggi mampu menerapkan 4 indikator berpikir kreatif yaitu lancar dalam berpikir (fluency), berpikir luwes (flexibility), berpikir orisinil (originality), dan berpikir merinci (elaboration). 2) Siswa kemampuan sedang pada literasinya hanya mampu menyelesaikan masalah dengan 2 indikator yaitu kepekaan (problem sensitivity), lancar berpikir (fluency), berpikir merinci (elaboration). 3) Siswa kemampuan rendah pada literasinya belum mampu menyelesaikan masalah dengan 4 indikator berpikir kreatif. Kesimpulanya bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal word problem materi matriks dapat memenuhi semua indikator berdasarkan tingkat literasi yang dimiliki siswa masing-masing.