Claim Missing Document
Check
Articles

PHYSIOLOGICAL RESPONSES OF SABURAI GOAT ON THE OF ADDITION DIETARY PROTEIN LEVEL Adhianto, Kusuma; ., Muhtarudin; Sulastri, Sulastri; Hartono, Madi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i3.4352

Abstract

The purpose of this research was to study the effect of different level of protein addition in goat ration on feed addition in the ration on feed intake and physiological responses of Saburai goats (rectal temperature, respiratory rate, and heart rate). Twenty male Saburai goats were randomly divided into 4 treatments group with 5 goats each. Goats in group 1 (PO) were fed with forage, while goats in group 2 (P1), 3 (P2), and 4 (P3) were fed with forage + concentratre with 13%, 16%, and 19% crude protein, respectively. The treatments were P0= feeding forage, P1= feeding forage + concentrate with 13% crude protein (CP), P2= feeding forage + concentrate with 16% CP, and P3 feeding forage + concentrate with 19% CP. The results showed that the rectal temperature and heart rate did not significantly affected (P0.05) in all treatment, however the heart rate was significantly (P0.05) affected among the treatments. The conclusion is the addition of different protein level in the ration has no effect on rectal temperature and respiratory rate, but significantly increases the heart rate frequency.
PERFORMA KUANTITATIF KAMBING SABURAI BETINA DI KECAMATAN SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS Lusiana, Ayu Nita; Suharyati, Sri; Adhianto, Kusuma; Siswanto, Siswanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.4.663-671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performa Kuantitatif Kambing Saburai Betina di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai dengan Juli 2022 di lokasi pengembangan kambing Saburai Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei di lokasi peternakan. Data diambil dengan cara purposive sampling dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot badan, panjang badan, lingkar dada,tinggi pundak, dalam dada, lebar dada, tinggi pinggul, dan lebar pinggul. Data yang diperoleh di hitung dan dianalisisi dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian yang telah di hitung dan di analisis dengan menggunakan uji-t secara keseluruhan berbeda nyata. Rataan bobot badan, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada, tinggi pundak, tinggi pinggul kambing saburai betina umur 1 dan dua tahun di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus secara berturut-turut adalah (39,40±1,36 kg; 54,13±1,90; 57,70±1,75; 18,36±0,67; 26,66±1,46; 57,84±1,63; 62,10±1,41; 14,72±0,88cm) dan (41,43±2,77 kg; 58,51±3,46; 62,09±1,83; 20,01±1,18; 28,90±1,25; 60,78±1,54; 64,59±1,96; 16,16±1,02 cm). Simpulan bahwa performa kuantitatif (bobot badan, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada, tinggi pundak, tinggi pinggul dan lebar pinggul) kambing Saburai betina umur 2 tahun lebih tinggi dari pada kambing Saburai umur 1 tahun.
PENGARUH PEMBERIAN TONGKOL JAGUNG TERAMOIASI TERHADAP RESPON FISIOLOGIS PADA SAPI BRAHMAN CROSS Maria, Maria; Muhtarudin, Muhtarudin; Adhianto, Kusuma; Suharyati, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.4.563-570

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan dosis urea terbaik dalam pemberian tongkol jagung teramoniasi terhadap respon fisiologis sapi Brahman Cross. Penelitian ini telah dilaksanakan pada September—Desember 2021 yang bertempat di KPT Maju Sejahtera, Desa Wawasan, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: 80% pakan basal + 20% tongkol jagung tanpa teramoniasi (0% urea), P1: 80% pakan basal + 20% tongkol jagung teramoniasi (2,5% urea), dan P2: 80% pakan basal + 20% tongkol jagung teramoniasi (5% urea). Jumlah sapi pada penelitian ini sebanyak sembilan ekor Brahman Cross. Variabel yang diamati meliputi frekuensi pernapasan, denyut jantung dan suhu rektal pada sapi Brahman Cross. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, agar data yang diperoleh mudah di jumlah, dan mempermudah penataan data. Selanjutnya data yang dihasilkan akan dideskripsikan untuk mengetahui hasil perolehan data yang didapat dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplementasi amoniasi tongkol jagung dengan dosis urea yang berbeda menghasilkan respons fisiologis yang relatif sama terhadap respons fisiologis (frekuensi respirasi, frekuensi denyut jantung, dan suhu rektal) sapi Brahman Cross.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK RABAL TERHADAP KONSUMSI, PERTAMBAHAN BERAT TUBUH DAN EFISIENSI RANSUM PADA KAMBING RAMBON Dunuraen, Muhammad Amru; Qisthon, Arif; Tantalo, Syahrio; Adhianto, Kusuma
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.4.609-615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level pemberian probiotik rabal terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat tubuh dan efisiensi ransum pada kambing rambon, Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023 sampai Januari 2024 di Peternakan Rakyat Desa Tanjung Tirto, Kec. Way Bungur, Kab. Lampung Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 16 ekor kambing jantan jenis rambon dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan menggunakan 4 perlakuan serta 4 ulangan dengan menggunakan 16 ekor kambing jantan dengan jenis kambing rambon. Perlakuan yangdiberikan yaitu P0; Ransum Basal (tanpa menggunakan probiotik rabal),P1; Ransum Basal+ Probiotik Rabal 100 gram/kg Ransum, P2; Ransum Basal + Probiotik Rabal 150 gram/kg Ransum, P3; Ransum Basal + Probiotik Rabal 200 gram/kg Ransum. Variabel yang diamati yaitu Konsumsi Ransum, Pertambahan Berat Tubuh, dan Efisiensi Ransum. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik rabal dalam ransum tidak mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan berat tubuh, dan efisiensi ransum terhadap pada kambing rambon.
Introduksi Budidaya dan Fermentasi Rumput Packhong 1 sebagai Pakan Ternak di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur adhianto, kusuma; Liman, -; Muhtarudin, -; Wijaya, Agung Kusuma
Jurnal Sinergi Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v2i1.21

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah introduksi budidaya dan teknologi fermentasi rumput Pakchong-1. sebagai pakan ternak sapi. Rumput ini merupakan hidrida dari rumput gajah   Rumput Pakchong pertama kali diperkenalkan di Thailand  oleh Dr. Krailas Kiyotthong, Departemen Peternakan  Kementerian Pertanian Thailand (Somsiri dan Vivanpatarakij, 2015). Dibandingkan rumput gajah, rumput Pakchong 1, mempunyai produktivitas dan kualitas yang lebih tinggi.  Disamping teknik budidaya, diintroduksikan juga teknologi pengawetan untuk rumput ini.  Dengan adanya pengawetan, diharapkan dapat mengatasi kebutuhan hijauan pada musim kemarau. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan  di Kelompok Tani Sidodadi Desa Rantau Fajar  di Kecamatan Raman Utara, Lampung   Timur. Manfaat yang didapat dalam kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan peternak tentang budidaya rumput Pakchong, dan juga  memahami teknologi pengawetan rumput. Kegiatan pembinaan kepada peternak dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Penyuluhan, meliputi kegiatan ceramah mengenai budidaya rumput dan teknologi pengawetan. 2) Demostrasi demplot penanaman Rumput Pakchong-1, ;  dan 3. Demostrasi pengawetan hijauan dengan cara fermentasi atau yang lebih dikenal dengan silase. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada tanggal, 13 Juni 2021 kegiatan penyuluhan dihadiri 10 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani Sidodadi, materi yang disampaikan meliputi: 1. Teknik budidaya rumput pakchong 1. 2. Teknologi pengawetan hijauan. Setelah penyuluhan selesai, dilanjutkan dengan pembuatan demplot penanaman rumput Pakchong-1.  Penanaman ini dilakukan pada lahan petani dengan luas demplot sekitar 1200 m2.  Kegiatan penanaman diawali dengan pengolahan lahan, pemilihan bahan tanam, dilanjutkan dengan penanaman. Rumput yang telah tumbuh dengan baik selajutnya dipanen untuk dibuat pakan awetan berupa silase. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilanjutkan dengan kunjungan kedua ke lokasi pada tanggal 5 September 2021, dengan materi demonstrasi pembuatan silase. Pembuatan silase diawali dengan pencacahan rumput yang sebelumnya sudah ditanam pada penyuluhan pertama. Setelah dicacah, rumput tersebut dicampur dengan dedak, lalu dimasukkan ke dalam wadah tong plastic sambil dipadatkan.  Lama proses fermentasi sekitar 3 minggu.  Semua kegiatan pengabdian diikuti dengan antusias oleh anggota kelompok tani Sidodadi.
PENGOLAHAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN DARI KOTORAN KAMBING DI DESA FAJAR BARU KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Rafian, Teguh; Kurniawati, Dian; Tantalo, Syahrio; Siswanto, Siswanto; Adhianto, Kusuma
Jurnal Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): JM-PKM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jm-pkm.v2i2.1127

Abstract

One of the potentials owned by Desa Fajar Baru, Jati Agung Regency is livestock, especially goats. However, the excesses caused by farm animals, especially dirt, have a huge impact on health and the environment. In addition, people's habit in processing the manure to be used as compost is less optimal so that agricultural products often do not have maximum impact. Currently, during the Covid-19 pandemic that occurred all over the world, caused an economic recession and decreased income of farming families. With the activities of the training program of making fertilizer from goat manure this gives a new passion impact to farmers. This simple, effective and efficient method of making compost is a new knowledge and experience for farmers in Desa Fajar Baru. This fertilizer is made by adding some materials available in nature easily and cheaply, but provides effective results, both in terms of manufacture, process and use and relatively very short use. Thus, this training provides a new hope for farmers to abandon the old way and provide solutions to the outbound economy and have a positive impact on the environment.  Keywords: fertilizer, compost, goat manure, Fajar Baru, Community Service
PENERAPAN TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK PLUS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK SAPI POTONG DI DESA SIDOSARI NATAR Dermiyati, Dermiyati; Adhianto, Kusuma; Yuwono, Slamet Budi; Sari, Mahrina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.227

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat tani dan peternak di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan melalui penerapan teknologi pembuatan pupuk organik plus yang berkualitas dan memiliki kandungan hara tinggi dengan cara meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai penerapan teknologi pembuatan pupuk dengan menambahkan mikroba pengikat nitrogen (N-fixer), pelarut fosfat (P-solubilizer), dan mikroba pengurai (decomposer) untuk meningkatkan kandungan hara dan kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi/penyuluhan, demonstrasi pembuatan pupuk organik plus dan percontohan pengujian pupuk di lapang melalui demplot. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah anggota kelompok peternak dan kelompok wanita tani di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik plus. Setiap anggota kelompok ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan dan penerapan kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat perhatian yang serius dari masyarakat khalayak dan dapat dikatakan sangat berhasil dengan meningkatnya pengetahuan petani sebesar 87,9%. Keberhasilan dari pelatihan pembuatan pupuk organik plus yang diperkaya dengan mikroba untuk meningkatkan kandungan hara pupuk yang dihasilkan ditunjukkan dengan selesainya proses pembuatan pupuk dan dihasilkannya pupuk organik sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian melalui demplot juga menunjukkan perbedaan antara perlakuan pupuk yang diberikan pada tanaman sayuran.
Pendugaan Bobot Badan Kambing Jawarandu Betina Menggunakan Ukuran Tubuh dengan Metode Linier dan Kuadratik di Desa Fajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah Alhafidz, Daffa Rizky; Dakhlan, Akhmad; Kurniawati, Dian; Adhianto, Kusuma
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.647-659

Abstract

Pengembangan ternak kambing memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan dan pertanian, khususnya di wilayah Lampung yang menunjukkan peningkatan populasi kambing secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara ukuran tubuh—meliputi lingkar dada (LD), panjang badan (PB), dan tinggi pundak (TP)—dengan bobot badan kambing Jawarandu betina berumur 1—3 tahun, serta menentukan model regresi terbaik dalam memperkirakan bobot badan menggunakan metode linier dan kuadratik. Sampel terdiri dari 100 ekor kambing betina yang diukur dan ditimbang di peternakan rakyat Desa Fajar Mataram, Lampung Tengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkar dada memiliki korelasi sangat kuat dengan bobot badan (r linear = 0,9416; r kuadratik = 0,9435) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 88,66% pada regresi linier dan 89,09% pada regresi kuadratik. Panjang badan juga menunjukkan korelasi sangat kuat (r linear = 0,846; r kuadratik = 0,847) dengan R² sekitar 71,53% hingga 71,78%. Tinggi pundak memiliki korelasi kuat (r linear = 0,7286; r kuadratik = 0,7231) dengan R² antara 53,09% hingga 53,59%. Persamaan regresi linier yang diperoleh adalah BB = -41,63981 + 1,01125LD; BB = -32,68360 + 1,00224PB; dan BB = -22,51608 + 0,84504TP, sedangkan persamaan kuadratiknya adalah BB = 12,353469 – 0,586343LD + 0,011730LD²; BB = -0,613905 – 0,065181PB + 0,008814PB²; dan BB = -63,70000 + 2,21765TP – 0,01134TP². Berdasarkan nilai R², persamaan regresi kuadratik menggunakan lingkar dada merupakan model terbaik untuk memperkirakan bobot badan kambing Jawarandu betina dengan tingkat keterandalan mencapai 89,09%.
Pendugaan Bobot Tubuh Kambing Jawarandu Betina Menggunakan Pengukuran Volume Tubuh dengan Metode Persamaan Linier di DesaPajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah Hizkia, Ezra; Dakhlan, Akhmad; Kurniawati, Dian; Adhianto, Kusuma
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.636-646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dan regresi antara ukuran tubuh dan volume tubuh yang dihitung dari ukuran panjang badan dan lingkar dada terhadap bobot tubuh kambing Jawarandu di Desa Pajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Metode penelitian yang diterapkan adalah survey. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan kriteria kambing berumur 1 hingga 3 tahun, kambing betina yang tidak bunting, dan kambing betina yang tidak menyusui. Data yang diperoleh ditabulasi menggunkan program Exel. Program R digunakan untuk melakukan analisis korelasi dan regresi antara ukuran-ukuran dan volume tubuh (VT) terhadap bobot tubuh (BT). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) yang didapat antara lingkar dada, panjanng badan, dan volume tubuh terhadap bobot tubuh yaitu berturut-turut 0,927; 0,819, dan 0,920. Bobot tubuh kambing Jawarandu betina dapat diduga menggunakan ukuran tubuh dan volume tubuh dengan persamaan regresi antara lingkar dada, panjang tubuh, dan volume tubuh terhadap bobot tubuh berrtutur-turut yaitu BT =-39,19269 + 0,98667 LD; BT =-39,2174 + 1,0936 PB; BT = 4,075 + 1,043VT, dengan koefisien determinasi (R2) berturut-turut 0,859; 0,671, dan 0,848 dengan keterandalan terbaik dimiliki oleh panjang badan yaitu sebesar 99,99%.
Pendugaan Bobot Tubuh Kambing Jawarandu Betina Menggunakan Ukuran Tubuh dengan Metode Regresi Linier dan Polinomial di Desa Fajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah Ginting, Richard Danadipa; Dakhlan, Akhmad; Kurniawati, Dian; Adhianto, Kusuma
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.660-671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dan regresi yang terbaik dalam menduga bobot badan kambing Jawarandu menggunakan persamaan linier dan polinomial melalui ukuran tubuh, seperti lingkar dada (LD), panjang badan (PB), dan tinggi pundak (TP). Penelitian dilakukan di Peternakan Rakyat di Desa Fajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Maret 2025 dengan menggunakan metode survei. Data 100 ekor kambing Jawarandu betina yang diperoleh ditabulasi menggunakan Excel, kemudian data dianalisis korelasi dan regresi linier serta polinomial menggunakan program R. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai korelasi linier antara ukuran tubuh (LD, TP, dan TP) terhadap bobot tubuh berturut-turut yaitu 0,960; 0,884; dan 0,813, korelasi polinomial (kuadratik) 0,963; 0,884; dan 0,805, polinomial (kubik) 0,963; 0,882; dan 0,793, polinomial (kuatrik) 0,959; 0,876; dan 0,777. Hasil penelitian menunjukan bahwa persamaan linier antara (LD, PB, dan TP) terhadap BT yaitu BT = -43,38631+ 1,05331LD, BT = -39,67865+ 1,11759PB, BT = -33,84817 + 1,01048TP, Polinomial (kuadratik) BT = 9,118473 -0,480514LD + 0,011086LD², BT = -12,841143 + 0,246433PB + 0,007002PB², BT = -96,987843 + 2,988678TP -0,015342TP², polinomial (kubik) BT = 283,7 -12.59LD + 0,1876LD² -0,0008518LD3, BT = 496.532556 -24.609950PB + 0.408194PB² + -0.002142PB3,BT = 195,5 -10,63TP + 0,1942TP² -0,001065TP3, polinomial (kuatrik) BT = -2130 + 129,7 LD -2,938LD² + 0,02946LD3 -0,0001096LD4, BT = 247,2 -8,273PB + 0,009339PB² + 0,002159PB3 + 0,00001728PB4, BT = 774,6 -46,81TP + 1,035TP² -0,009688TP3 + 0,00003289TP4. Dapat disimpulkan bahawa persamaan polinomial (kuatrik) menggunakan LD merupakan model regresi terbaik untuk pendugaan bobot tubuh kambing Jawarandu betina dengan R2 0,9343.