Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Program Jum’at Berbagi Pada Pembentukan Karakter Peduli Sosial Peserta Didik Di Sdi-Tq Al -Kautsar Nurul Hijriyyah Al Hanifah; Tarpan Suparman; Yayan Alpian
Jurnal Sekolah Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjungan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/az1pdz84

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran, kelebihan, dan kelemahan Program Jum’at Berbagi di SDI-TQ Al-Kautsar dalam membentuk karakter peduli sosial peserta didik. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan program berperan menumbuhkan empati, rasa syukur, kebersamaan, serta kepedulian sosial. Peserta didik tidak hanya memahami makna berbagi, tetapi juga membiasakan praktiknya di sekolah maupun di rumah. Program ini sekaligus menjadi sarana guru menanamkan nilai agama dan Pancasila melalui kegiatan nyata. Kelebihan program tampak pada terciptanya solidaritas dan suasana harmonis, sedangkan kelemahan meliputi keterlambatan makanan, pemborosan, menu kurang sesuai, dan kurang disiplin menjaga kebersihan. Secara keseluruhan, program terbukti efektif meski masih memerlukan evaluasi lanjutan.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK SEKOLAH DASAR Rosya Salsabila Widianti; Yayan Alpian; Sinta Maria Dewi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.12008

Abstract

ABSTRACT Gadget use among elementary school students is an important issue because it may influence the quality of children’s social interaction. This study aims to describe the impact of gadget use on the social development of sixth-grade students at Sekolah dasar. The study employed a qualitative approach with a phenomenological method. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that gadget use affects five aspects of social development, namely communication skills, cooperation, empathy, compliance with rules, and conflict-resolution ability. Students with high gadget-use intensity tended to be less active in face-to-face interaction, more passive in group activities, less confident in expressing opinions, and less sensitive to their peers’ conditions. Nevertheless, several students were still able to demonstrate positive social behavior when gadget use was supervised by parents and teachers. Gadgets may also support learning when used to search for information and access learning resources. Therefore, the impact of gadgets on children’s social development is dual in nature, depending on intensity, purpose of use, and the quality of guidance. This study recommends collaboration between schools and families to limit gadget-use duration and increase direct social activities in the learning environment. ABSTRAK Penggunaan gadget pada siswa sekolah dasar menjadi fenomena yang perlu dikaji karena dapat memengaruhi kualitas interaksi sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial siswa kelas VI Sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berdampak pada lima aspek perkembangan sosial, yaitu keterampilan komunikasi, kerja sama, empati, kepatuhan terhadap aturan, dan kemampuan mengatasi konflik. Siswa dengan intensitas penggunaan gadget tinggi cenderung kurang aktif berinteraksi secara langsung, pasif dalam kegiatan kelompok, kurang percaya diri menyampaikan pendapat, serta kurang peka terhadap kondisi teman. Meskipun demikian, beberapa siswa tetap mampu menunjukkan perilaku sosial positif apabila penggunaan gadget berada dalam pengawasan orang tua dan guru. Gadget juga dapat mendukung pembelajaran ketika digunakan untuk mencari informasi dan mengakses sumber belajar. Dengan demikian, dampak gadget terhadap perkembangan sosial anak bersifat ganda, bergantung pada intensitas, tujuan penggunaan, dan kualitas pendampingan. Penelitian ini merekomendasikan kerja sama antara sekolah dan keluarga untuk membatasi durasi penggunaan gadget serta memperbanyak aktivitas sosial langsung di lingkungan belajar.
THE EFFECT OF THE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) LEARNING METHOD ON THE COOPERATIVE ABILITY OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Lia Lesmana; Anggy Giri Prawiyogi; Yayan Alpian
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v12i3.18140

Abstract

The low level of student cooperation skills in elementary schools remains a common problem, primarily due to the dominance of teacher-centered learning, which limits student interaction and active participation. This condition results in students having less opportunity to develop social skills such as cooperation, communication, and collective responsibility. One alternative that can be implemented to overcome this problem is the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model, which integrates teamwork with games and academic competitions. This study examines the effectiveness of the TGT method in improving students' cooperation skills. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The subjects were fifth-grade students divided into experimental and control groups. Data were collected through a Likert-scale questionnaire that measured indicators of cooperation skills. Data analysis was carried out using normality and homogeneity tests, and hypothesis testing with a Paired Samples T-Test. The results of the data analysis showed that there was a significant difference between student outcomes before and after treatment. In conclusion, it shows that the use of the TGT method based on tournament games in this learning is effective in improving students' cooperation skills in groups. This method makes learning more meaningful, enjoyable, and can increase student engagement in learning. Rendahnya kemampuan kerja sama siswa di sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai, terutama akibat dominasi pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga membatasi interaksi dan partisipasi aktif siswa. Kondisi ini menyebabkan siswa kurang memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab kolektif. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yang mengintegrasikan kerja sama tim dengan permainan dan kompetisi akademik. Penelitian ini mengkaji efektivitas metode TGT dalam meningkatkan kemampuan kerja sama siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur indikator kemampuan kerja sama. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis dengan Paired Sample T-Test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya, menunjukkan bahwa penggunaan metode TGT berbasis permainan tournament pada pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan kemampuan kerja sama siswa dalam kelompok. Metode ini membuat pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.