Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Integration of Islamic Religious Education Values with Independent Curriculum: Opportunities and Challenges in Elementary Schools: Penelitian Khaerunnisa; Riska Damayanti; Muhammadong
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2225

Abstract

Implanting teachings and values in Islamic Religious Education (PAI) since elementary school age is an important foundation in shaping students who have strong faith, commendable morals, and a sense of responsibility. The presence ofthe Merdeka Curriculum as a new learning system provides freedom for educators to develop moral and spiritual aspects through student -centered approaches and based on real life contexts. This study aims to evaluate the extent to which PAI values can be integrated optimally in the implementation of an independent curriculum at the elementary scl level, as well as examining the opportunities and obstacles that accompany it. This study uses a literature study method with a descriptive-qualitative approach, utilizing references from various academic publications, curriculum policies, and educational implementation reports. The findings show that the independent curriculum provides great potential for strengthening religious values, such as through the integration of Pancasila student profiles, freedom to design learning, as well as the implementation of value-oriented projects. However, a number of obstacles also emerged, including the limitations of teacher understanding of the value integration model, the disparity of learning facilities, and the need for sustainable training for educators. Therefore, the synergy between various parties, especially schools, teachers, parents, and government is the key in ensuring PAI's values are truly manifested in the educational process, not only theoretical. This study is expected to be a conceptual contribution in designing contextual religious education and in harmony with today's national curriculum policy.
Faktor yang Mempengaruhi Hemostasis PCI Transradial : Systematic Literatur Review ali, abda; Muhammadong; Bakir, Alsilnus; Aleq, Nur
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v12i2.252

Abstract

Pendahuluan: Hemostasis pasca intervensi koroner perkutan (PCI) transradial sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti hematoma dan oklusi arteri radial (RAO). Meskipun akses transradial (TRA) lebih aman daripada pendekatan transfemoral, faktor yang memengaruhi keberhasilan hemostasis belum sepenuhnya terdefinisi. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan hemostasis setelah PCI transradial. Metode: Systematic Literature Review dilakukan sesuai pedoman PRISMA dengan pencarian di PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Sepuluh artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara kualitatif. Hasil: Faktor yang memengaruhi hemostasis meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, IMT, komorbid), faktor prosedural (ukuran sheath, jumlah tusukan, durasi prosedur), dan teknik hemostasis (metode dan lama kompresi). Penggunaan TR Band dengan teknik patent hemostasis dan waktu kompresi lebih singkat menurunkan risiko RAO. Kesimpulan: keberhasilan hemostasis setelah PCI transradial dipengaruhi oleh faktor klinis dan teknis. Strategi individual berbasis bukti dapat menurunkan komplikasi dan memperbaiki luaran pasien.
EFFECTIVENESS OF SOCIAL CONFLICT RESOLUTION THROUGH LIFE SKILLS IN SPORTS ORGANIZATIONS IN THE REGENCY. SINJAI: EFEKTIFITAS PENYELESAIAN KONFLIK SOSIAL MELALUI LIFE SKILL PADA ORGANISASI KEOLAHRAGAAN DI KAB. SINJAI Arifuddin Usman; Muhammadong
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 7 No 2 (2023): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v7i2.3211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penyelesaian konflik melalui life skill pada organisasi keolahragaan di Kab. Sinjai. Metode yang digunakan. Adalah kualitatif research dengan dengan menafsirkan fenomena yang terjadi pada organisasi keolahragaan di kabupaten Sinjai. Sample yang diambil dengan melibatkan atlet, pemain, dan penguru organisasi keolahragaan dengan melihat perilaku pada setiap individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Life skills dapat menyelesaikan konflik dalam organisasi keolahragaan melalui pelatihan dan kaderisasi organisasi sehingga dapat menerima bekal untuk dikembangkan dan menjadi terampil dalam menghadapi berbagai persoalan.
PKM Empowering Millennial Generation as Corpse Bathing Attendants Among Mosque Youth in Makassar: Pengabdian Masyarakat Muhammadong; Nurhilaliyah; Khaerunnisa; Sitti Muthmainnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.473

Abstract

Death is an undeniable axiom, as it is a divine decree and an absolute right under God's authority. In Islamic teachings, human rights must be fulfilled not only during life but also at the time of death. The involvement of millennial youth as funeral bathing attendants represents a progressive step that should be appreciated, as it reflects their commitment to fulfilling religious duties and meeting community needs. Mosque youth serve as a pillar of the millennial generation who can ease societal burdens through their innovative work and creativity. This community service program (PKM) aims to empower the millennial generation in carrying out religious obligations, as their potential is more energetic and capable of fulfilling fardhu kifayah responsibilities. The methods used include discussion sessions to provide input and knowledge about the Islamic ritual of bathing the deceased. Practical sessions are intended to teach the proper procedures so that they can be easily implemented within the community. A question-and-answer method helps ensure that the participants fully understand the material presented. Demonstrations are used to convey tips and techniques in a clearer and more accessible way. Lastly, evaluation methods are employed to measure the participants’ understanding and competence regarding the material delivered.
PELATIHAN METODE DAKWAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN DI MAKASSAR Muhammadong
Jurnal Abdimas Resoku Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Abdimas Resoku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58191/jares.v1i2.270

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang metode dakwah sehingga mereka dapat mengimplementasikan dimasyarakat. Berdakwa merupakan tugas dan tanggungjawab setiap manusia agar fungsi kekhalifaan dapat dilaksanakan sesuai tugas keummmatan. Salah satu pelaku dakwah adalah mahasiswa yang dapat memberi pengaruh dalam menyampaikan pesan-pesan Ilahi karena eksistensinya mudah diterima dimasyarakat. Namun demikian, dakwah perlu metode agar dapat tepat sasaran dan mudah diterima bagi penerima dakwah. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu metode ceramah, tanya jawab, dan peraktek pelaksanaannya. Metode ceramah digunakan memberi pemahaman tentang konsepsi dakwah dalam upaya peningkatan prestasi.Metode tanya jawab digunakan untuk memperoleh balikan atau memberi kesempatan kepada peserta menanyakan hal-hal yang belum jelas. Sedang metode praktek digunakan untuk mengamalkan secara langsung materi dakwah yang disampaikan supaya mereka dapat mengembangkan.
Revitalizing Religious Learning in Madrasah Through the Use of Technology Andri Sungkowo; Munkizul Umam Kau; Muhammadong; Abdul Rozak; Yadi Suryadi
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 5 No. 1 (2024): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v5i1.2808

Abstract

In today's digital age, the use of information technology (IT) has become commonplace in many aspects of life, including in education. This study deals with the use of IT as a tool for revitalizing religious learning in madrasah with the aim of improving the effectiveness and quality of teaching learning processes. In the context of the madrasah, religious learning is often considered monotonous and less attractive, so the use of IT is expected to enrich teaching methods and expand students' access to diverse learning resources. This research uses literary methods by searching for references in accordance with the context of the research. Research results show that IT has great potential in supporting more interactive and enjoyable learning. Some examples of successful IT implementations include the use of interactive learning applications, social media for learning discussions, the creation of digital content such as educational videos and podcasts, and the implementation of Learning Management System (LMS) to facilitate student progress tracking. However, the study also identified barriers, such as infrastructure constraints, lack of training for teachers, and resistance to change on some sides. To overcome these obstacles, joint efforts between educational institutions, governments, and communities are needed to improve the availability of facilities, as well as conduct a comprehensive teacher training programme in the use of IT. Therefore, with adequate support and mature planning, IT can be a powerful tool in revitalizing religious learning in the madrasah, thereby producing a more dynamic, interactive, and adapted learning process
UPAYA PENCEGAHAN OBESITAS DAN PERILAKU SEDENTARY PADA ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PERMAINAN DAN AKTIVITAS FISIK DI SD IT AR-RAHMAN MAKASSAR Wahyudin; Amin, Andi Nurzakiah; Samsiana; Nur Inayah Ismaniar; Muhammadong
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5867

Abstract

Obesitas dan perilaku sedentary pada anak telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di sekolah dasar, karena meningkatnya waktu layar dan berkurangnya aktivitas fisik. Makalah ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi dan dampak permainan terstruktur dan aktivitas fisik yang berorientasi pada kerja tim sebagai tindakan pencegahan terhadap obesitas dan perilaku sedentary di SD IT AR-Rahman Makassar. Program keterlibatan masyarakat dilakukan selama enam minggu, dengan tiga sesi 60 menit per minggu, menggabungkan kegiatan berbasis kelas dan luar ruangan. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan untuk mengevaluasi tingkat aktivitas fisik, waktu sedentary, indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, dan keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan pengurangan rata-rata waktu sedentary harian sebesar 1,4 jam dan peningkatan langkah harian sebesar 1.700 langkah. Perbaikan sederhana diamati pada IMT (?0,2 kg/m²) dan lingkar pinggang (?1 cm). Siswa menunjukkan motivasi tinggi, kerja sama tim, dan kesenangan selama program. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang terstruktur, relevan secara budaya, dan partisipatif dapat secara efektif mendorong gaya hidup aktif dan menumbuhkan perilaku sehat di kalangan anak-anak sekolah dasar. Sekolah disarankan untuk mengadopsi pendekatan serupa guna mengintegrasikan aktivitas fisik yang menyenangkan ke dalam rutinitas sehari-hari, yang akan meningkatkan kesehatan fisik dan keterampilan sosial. Program ini menyediakan model praktis dan dapat direplikasi untuk mengatasi obesitas dan perilaku sedentari pada anak di lingkungan sekolah..
The Impact of Forced Marriage in Islamic Law on Divorce Decision Making and Sharia Mechanisms Muhammadong
Journal of Society and Scientific Studies Vol 2 No 2: April 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/scientiva37

Abstract

The purpose of this paper is to analyse forced marriage from the Islamic law perspective, its impact on divorce decisions and sharia mechanisms involved. This study employs a qualitative method with a descriptive design to obtain a comprehensive understanding of the experiences of couples in forced marriages and the regulation of divorce in this context by Islamic law. The research is based on extensive interviews with couples who have been through forced marriage, with specialists in Islamic law and with sharia attorneys. The data analysis was carried out using thematic analysis to discover patterns and topics connected to the psychological repercussions of forced marriage and divorce systems in Islam. The research shows that being coerced into marriage can make the people involved unhappy, stressed and depressed, and typically leads them to decide to get divorced. Islamic divorce methods through talak (husband initiated) and khulu’ (woman initiated) provide a lawful remedy, taking into account rights such as nafkah iddah and property split to ensure fairness. The novelty of this research is the more in-depth exploration of the use of Sharia processes in divorce due to forced marriages. Forced weddings are rarely explored in previous Islamic law studies. The consequences of this study are essential in the context of Islamic law education, especially in providing a fuller awareness of individual rights in marriage and divorce according to sharia. This work can be a reference for future research on similar subjects in the social and legal fields.
PENGARUH BAHASA INDONESIA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK USIA DINI: Muh. Taufik Aris*, Muh Fikri Ainul Yakin, Adila Wafia Dahlan, Stelani Yunianti, Anita Candra Dewi, Muhammadong Muh. Taufik Aris; Muh Fikri Ainul Yakin; Adila Wafia Dahlan; Stelani Yunianti; Anita Candra Dewi; Muhammadong
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 1 No. 2 (2023): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/mz3r6790

Abstract

Bahasa adalah identitas dari suatu negara ataupun wilayah yang digunakan sebagai alat komunikasi utama. Setiap manusia membutuhkan perantara ketika berinteraksi, mengungkapkan ide dan pendapat serta hubungan sosial lainnya. Saat ini pemakaian bahasa Indonesia mulai digantikan dengan bahasa gaul, terlebih lagi pada anak yang tinggal di desa, tidak sedikit yang tidak fasih berbahasa Indonesia bahkan ada yang tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali. Pembentukan karakter anak usia dini merupakan aspek penting dalam proses pendidikan yang bertujuan untuk membentuk individu yang memiliki moralitas, etika, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, dengan mempelajari bahasa Indonesia mampu mendukung pengembangan kreativitas dan imajinasi anak-anak melalui cerita, dongeng, dan permainan kata, serta dengan belajar bahasa Indonesia sejak dini dapat membantu anak-anak meatih komunikasi yang baik, belajar banyak kosa kata dan memberdayakan mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka