Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Digital Interactive Module Bagi Guru PAUD di Kota Lubuklinggau Satinem Satinem; Agus Susilo; Rani Okta Felani; Rifqi Galih Adha Subali; Satria Sakban
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam penyusunan Modul Interaktif Digital bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Lubuklinggau. Modul ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi digital. Pendampingan dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan bimbingan teknis kepada para guru PAUD, dengan fokus pada pengembangan keterampilan dalam pembuatan dan pemanfaatan materi pembelajaran berbasis digital yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dalam prosesnya, guru diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan dilatih untuk menyusun materi yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Hasil dari pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD di Kota Lubuklinggau, memberikan keterampilan baru bagi guru dalam mengembangkan materi ajar, serta memperkaya pengalaman belajar anak-anak usia dini dengan media yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa Calon Guru Sejarah melalui Pendampingan Lapangan Berbasis Wisata Edukasi di Sumatra Barat Sarkowi Sarkowi; Yeni Amsara; Agus Susilo; Andriana Sofiarini; Yadri Irwansyah; Isbandiyah Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3497

Abstract

Mahasiswa calon guru sejarah perlu memiliki kompetensi pedagogis dan wawasan kontekstual yang kuat agar mampu mengembangkan pembelajaran sejarah yang bermakna dan relevan. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan lapangan berbasis wisata edukasi pada situs-situs sejarah lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru sejarah melalui keterlibatan langsung dalam praktik lapangan berbasis wisata edukasi di Sumatra Barat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi persiapan materi pembelajaran sejarah lokal, pelaksanaan kunjungan edukatif ke situs sejarah, serta refleksi dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami konteks sejarah lokal, merancang pembelajaran kontekstual, dan mengembangkan media ajar berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini juga memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah. Praktik lapangan berbasis wisata edukasi terbukti efektif sebagai media penguatan kompetensi calon guru sejarah. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan pemanfaatan potensi lokal dalam pengembangan pendidikan sejarah.
Sejarah Situs Makam Ginde Dukun Riska Dui, Richi; Marselia Anggraini; Dewi Puspita; Agus Susilo
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 9 No. 3 (2026): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/8z7nmm16

Abstract

This study aims to explore information to understand the history of the Ginde Dukun Tomb Site located in Batu Urip Hamlet, Lubuklinggau City. This study uses a qualitative approach using historical and ethnographic methods, with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation and documentation. The main information was obtained from three key informants, Mr. Basir, Mr. Zulhijjah, and Mr. Sahwan Mat Lani who are customary leaders, descendants and community leaders of Batu Urip Hamlet, Lubuklinggau City. The results of this study indicate that this Ginde Dukun is a leader or position of village head (hamlet), and he is highly respected because of his position as a Ginde and someone who can help cure people or communities who are sick, because this is why he is called a shaman. So he is called a Ginde because of his position and a shaman because he is able to cure sick people. His grave site is still maintained until now even though there are no special cleaners, but when people make pilgrimages, they are the ones who help clean it. Keywords: Ginde Shaman, Grave Site, Local History.