Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perjanjian Linggarjati (Diplomasi dan Perjuangan Bangsa Indonesia Tahun 1946 - 1947) Agus Susilo; Ratna Wulansari
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v10i1.281

Abstract

Perjanjian Linggarjati merupakan Perjanjian yang muncul setelah Belanda melakukan serangan pasca diumumkan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Belanda yang tidak mengakui kemerdekaan Indonesia berusaha untuk merebut dan menegakkan wilayah kekuasaan di Indonesia. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu untuk menguraikan Perjanjian Linggarjati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perjuangan bangsa Indonesia melalui Perjanjian Linggarjati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaalam perjanjian Linggarjati, wilayah Indonesia yang diakui oleh Belanda meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura. Belanda juga membentuk negara boneka untuk mempersempit ruang gerak Republik Indonesia. Kesimpulannya, yaitu: Perjanjian Linggarjati membuat wilayah kekuasaan Republik Indonesia semakin sempit yang hanya sebatas Jawa, Sumatera, dan Madura. Untuk mempersempit ruang gerak Republik Indonesia, Belanda membentuk negara boneka. Perjanjian Linggarjati diakhiri dengan perjuangan bangsa Indonesian dalam merebut kemerdekaan
REVITALIZING HISTORY LEARNING THROUGH A HISTORICAL LITERACY APPROACH AT THE GARUDA SRIWIJAYA SUBKOSS MUSEUM Agus Susilo; Yeni Asmara
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah di sekolah seringkali masih bersifat tekstual dan kurang memberikan pengalaman langsung, sehingga mengakibatkan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap sejarah. Dalam konteks ini, museum sebagai sarana pembelajaran nonformal dapat berperan strategis dalam mendukung proses pendidikan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi pembelajaran sejarah melalui pendekatan literasi sejarah dengan memanfaatkan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya sebagai sumber belajar yang kontekstual dan otentik. Pendekatan literasi sejarah menekankan pada kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan merefleksikan peristiwa sejarah berdasarkan bukti-bukti nyata, seperti artefak, dokumen, dan narasi yang tersaji di museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran sejarah di museum dengan pendekatan literasi sejarah mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Mereka tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga aktif dalam membangun pemahaman sejarah melalui analisis kritis terhadap sumber-sumber sejarah. Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, sebagai situs sejarah perjuangan militer di Sumatera Selatan, memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks lokal, memperkuat identitas nasional, dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Revitalisasi ini juga mendorong para guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang kolaboratif dan interaktif berbasis lingkungan sejarah. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya membuat sejarah menjadi lebih bermakna dan hidup, tetapi jugamengembangkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sejarah siswa secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerja sama antara institusi pendidikan dan pengelola museum untuk menciptakan ekosistem pembelajaran sejarah yang lebih inovatif, relevan, dan menyentuh pengalaman langsung peserta didik.
EVALUASI KONDISI LINGKUNGAN SEKOLAH BERBASIS MODEL DISCREPANCY DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 PADAIDO Febrianti T. Lestari; Sukasno; Ahmad Muhibbin; Agus Susilo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.39649

Abstract

This research aims to evaluate school environment conditions at SMA Negeri 1 Padaido using the Discrepancy Evaluation Model to identify gaps between ideal standards and actual conditions. In-depth interviews with twenty informants, 40 hours of participatory observation, and documentation study were employed using a qualitative approach with data collection through in-depth interviews with 29 informants, 40 hours of participatory observation, and documentation study. Data were analyzed using thematic analysis with MAXQDA 2022 software and validated through method triangulation and member checking. Results revealed significant discrepancies across five evaluation stages: design (22%), installation (34%), process (28%), product (31%), and cost-benefit (19%). The highest gaps were identified in sanitation facilities, with structural damage, and digital learning resource access, where only 28% of students have regular internet access. Based on Priority Index analysis, four priority intervention dimensions are sanitation-health facilities (PI=0.56), learning infrastructure (PI=0.41), social-emotional climate (PI=0.30), and digital access (PI=0.27). This research recommends developing medium-term development roadmaps, establishing a Quality Assurance Team, implementing participatory planning, and strengthening data-based advocacy to obtain adequate resource allocation for creating quality learning environments.