Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA: THE RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVELS AND QUALITY OF LIFE IN PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE UNDERGOING HEMODIALYSIS THERAPY Al Hafidz, Muhammad Yazidt Husein; Kusumawati, Mira Wahyu; Faradisa, Elok; Agustin, Wahyu Rima; Rahmad, Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.420

Abstract

Penyakit Chronic Kidney Disease dan terapi hemodialisa sering menimbulkan kecemasan akibat ketidakpastian penyakit, komplikasi, dan perubahan gaya hidup. Kecemasan berlebihan dapat menyebabkan isolasi sosial, depresi, dan menurunnya motivasi menjalani terapi, sehingga kualitas hidup pasien menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat kecemasan, kualitas hidup serta hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani terapi hemodialisa. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross sectional. Sampel sebanyak 73 pasien CKD yang menjalani hemodialisa diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat kecemasan HADS dan kualitas hidup KDQOL-36. Penelitian dilakukan di RS Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta pada 22-30 Maret 2025 . Uji analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Spearman Correlation. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden rata-rata berusia 46-55 tahun (29), mayoritas laki-laki (39), lama menjalani terapi 1-5 tahun (50), menikah (71), tidak bekerja (60), dan berpendidikan SD (35). Sebagian besar pasien mengalami kecemasan dan kualitas hidup dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 57 dan 69 responden. Uji Spearman rho menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas hidup (p < 0,05, r = -0,238). Abstract Chronic Kidney Disease and hemodialysis therapy often cause anxiety due to the uncertainty of the disease, complications, and lifestyle changes. Excessive anxiety can lead to social isolation, depression, and decreased motivation to undergo therapy, thus reducing the patient's quality of life. The purpose of this study is to determine the characteristics of respondents, levels of anxiety, quality of life, and the relationship between anxiety levels and quality of life in Chronic Kidney Disease patients undergoing hemodialysis therapy. This study uses a quantitative method with an analytic correlational cross-sectional design. The sample consisted of 73 CKD patients undergoing hemodialysis, selected by accidental sampling. The instruments used were the HADS anxiety level questionnaire and the KDQOL-36 quality of life questionnaire. The study was conducted at RS Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta from March 22 to 30, 2025. Data analysis was performed using the Spearman Correlation test. The results showed that the characteristics of respondents were mostly aged 46-55 years (29), predominantly male (39), with 1-5 years duration of therapy (50), married (71), unemployed (60), and primary school education (35). Most patients experienced moderate anxiety and quality of life categories, with 57 and 69 respondents respectively. The Spearman rho test showed a significant relationship between anxiety levels and quality of life (p < 0.05, r = -0.238).
Pengendalian Tekanan Darah Lansia Melalui Senam Hipertensi Dan Edukasi di Dusun Mundu Desa Selokaton Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Agustin, Wahyu Rima; Fadillah, Muhammad Tri Yoga Nur; Majid, Adelina Amirul; Sekarningrum, Tiara Ayu; Fatikasari, Alfina; Sya’baniah, Nia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/fspe4f72

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Dusun Mundu Desa Selokaton Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, terutama akibat rendahnya pengetahuan tentang pencegahan, pola hidup kurang sehat, dan minimnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Tingginya angka kejadian hipertensi menunjukkan perlunya upaya edukatif yang terarah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mencegah hipertensi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan mengenai faktor risiko, pencegahan, dan pengendalian hipertensi agar masyarakat mampu menerapkan perilaku hidup sehat secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi senam pencegahan stroke, serta edukasi pemanfaatan minuman herbal sebagai pendukung kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keaktifan masyarakat selama penyuluhan, yang tercermin dari partisipasi diskusi dan kemampuan menjawab pertanyaan evaluasi. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi dan mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan