Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Membangkitkan Semangat Kepemimpinan Kristen dalam Lingkungan Aras Nasional PGPI dan PGLII di Tanjung Balai Karimun Joni Manumpak Parulian Gultom; Hendrik Bernardus Tetelepta; Jan Lukas; Vicky BGD Paat; Fransiskus Irwan Widjaja; Otieli Harefa; Sang Putra Immanuel Duha; Septerianus Waruwu; Abehud Bawatji; Yusnoveri; Samuel Manaransyah; Rikson Situmorang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1016

Abstract

Kepemimpinan merupakan sarana pencapaian visi dan kesuksesan suatu organisasi, sehingga diperlukan kualifikasi dan semangat kepemimpinan yang baik. Banyak orang sangat ingin menjadi pemimpin untuk dapat masuk dalam status “elit” dari suatu sistem sosial dengan motivasi utama adalah kekuasaan, kehormatan, fasilitas, penampilan, pencitraan dan hak-hak istimewa lainnya (privillege). Mereka kurang menyadari bahwa tugas seorang pemimpin sejati memerlukan lebih banyak pengabdian, tanggungjawab, dan kebenaran. Itulah fenomena yang banyak dijumpai, orang ingin menjadi pemimpin bukan sebagai pengabdian, tetapi untuk mencari keuntungan dan kesenangan bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, program studi Doktoral Teologi STT Real Batam melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk membangkitkan semangat kepemimpinan Kristen di lingkungan Aras Nasional PGPI dan PGLII. Kegiatan ini telah diikuti kurang lebih 27 peserta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya mengenai kepemimpinan Kristen, fungsi dan tujuan kepemimpinan Kristen, sikap seorang pemimpin gereja, dan bagaimana cara membangkitkan semangat kepemimpinan Kristen agar tetap berkobar setiap saat. Dengan begitu, setiap peserta memiliki pengetahuan yang memadai tentang kepemimpinan Kristen dalam gereja yang ideal dan sejalan dengan ajaran iman Kristen.
Penguatan Integritas Gembala di Era Digital: Antara Institusi Gereja dan Intuisi Ilahi Joni Manumpak Parulian Gultom; Selvyen Sophia; Rosnita Temba Kagu
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v6i1.153

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dengan pendidikan sekuler telah menempatkan pelayanan spiritual gembala terdesak dan cenderung di tinggalkan. Integritas gembala dan institusi gereja sebagai platform utama Alkitabiah dalam pembentukan karakter spiritual manusia sedang terkendala. Kemiskinan intuisi Ilahi menghambat lahirnya Visi dan misi baru dalam era digital yang memanjakan logika dan perhitungan matematika. Integritas gembala merupakan bentuk kolaborasi yang tinggi antara tugas yang diemban sebagai pemimpin institusi gereja, namun tidak melepaskan intuisi Ilahi dalam  karya Roh Kudus untuk sebuah visi dan misi gereja yang update  dan menjadi kebutuhan umat di era kekinian. Pertanyaannya bagaimana mengembangkan integritas gembala sebagai pemimpin dari institusi gereja yang mengalami koreksi karena perubahan zaman dan intuisi ilahi dari pemberdayaan Roh Kudus yang sering diremehkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era digital? Tujuan penelitian adalah pertama untuk mendeskripsikan kembali integritas gembala yang Alkitabiah. Kedua adalah merumuskan strategi gembala sebagai pemimpin institusi gereja dan pengembangan intuisi Ilahi dalam era digital. Kontribusi penelitian ini agar para gembala dapat menjaga integritas diri dengan mengupgrade kepemimpinan diri dan intuisis Ilahi dalam menjalankan tugas sesuai dengan kompleksitas pergumulan jemaat dalam era digital
Strategi Gereja dalam Misi Penginjilan kepada Generasi Alpha Joni Manumpak Parulian Gultom
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i2.1169

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to describe the church's strategy in its mission of evangelizing the Alpha generation. Alpha generation is the first truly post-Christian generation and is numerically the largest in population demographic. This makes the Alpha generation the most influential religious force. This research was conducted using the literature study method. The results of this research show that this generation is spiritually shaped a lot by digital and virtual media. Therefore, the church needs to utilize digital and virtual media in its mission to evangelize them, while maintaining the role of the family, especially fathers.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi gereja dalam misi penginjilan kepada generasi Alpha. Generasi Alpha merupakan generasi pertama yang benar-benar pasca Kristen dan secara numerik merupakan yang terbesar dalam demografi kependudukan. Hal ini menjadikan generasi Alpha sebagai kekuatan agama paling berpengaruh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generasi ini secara spiritual banyak dibentuk oleh media-media digital dan virtual. Oleh karena itu, gereja perlu memanfaatkan media-media digital dan virtual dalam misi penginjilan kepada mereka, dengan tetap mempertahankan peran keluarga, terutama ayah.
The Redesign of Theology of Giving As a Catalyst for Loving Humanity in a Pandemic Era Susanto, Susilo; Gultom, Joni Manumpak Parulian; Pakiding, Herman
Jurnal Theologia Vol 32, No 2 (2021)
Publisher : The Faculty of Islamic Theology and Humanities, UIN Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2021.32.2.9546

Abstract

Theology in Giving greatly influences a person's helping, giving, and sowing wealth. However, the redesign of the theology of giving needs to be emphasised to anticipate primordialism in giving as a catalyst for helping human needs in this pandemic era. The pandemic has taken away human happiness and peace, and increased death rates, poverty, and neglect are happening everywhere. The first question is, how does theology of giving according to the Bible? Second, how does applying the theology of giving become a catalyst in loving humans in the era of the pandemic? The purpose of this study was to find out the truth of the theology of giving based on the Bible and the steps in applying the theology of giving as a catalyst for aid in a pandemic. Qualitative research with a literature study and observation approach. The research results on the theology of giving according to biblical truth are 1. They are giving with love. 2. Give by faith. 3. Giving willingly, sincerely, and joyfully. 4. Give your best, not what's left. 5. Giving in all circumstances. 6. Sow bountifully you will reap; sow will reap little. 7. Giving impacts this world and the life to come. This application of the theology of giving is threefold: teaching, modeling, and organising.
Misi Gereja Dalam Pengembangan Praktek Penginjilan Pribadi Dan Pemuridan Generasi Z Gultom, Joni Manumpak Parulian
Manna Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.248 KB) | DOI: 10.38091/man_raf.v9i1.241

Abstract

Generation Z has a low spiritual index of 3.50 compared to the national index of 3.79. It emphasizes the church doing faith deepening and mentoring because they feel alien to spirituality and begin leaving the church. The cause of the low index lies in private practice, namely personal and private loyalty. The index of devotional time and Bible meditation is only 3.0, and compassion-based discipleship evangelism for the lost is very low at 2.63. The question is, how is the church's mission in developing personal practice and evangelism - generation Z discipline? What strategies can take? Objectives [1] Describe the church mission developing personal's practice and evangelism - generation Z discipleship. [2] Describe strategies and methods of outreach to the digital generation. The research method is descriptive qualitative. Contribution of this research to [1] pastors of church missions in outreach to generation Z. [2] Christian teachers in school discipleship [3] For College of Theology as a reference in mission and outreach to the younger generation.
Pastoral Strategy in Developing the Dimension of Understanding Generation Z Gultom, Joni Manumpak Parulian; Widjaja, Fransiskus Irwan; Novalina, Martina; Situmorang, Ester Lina; Natassha, Yohana
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 6 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/ejti.v6i1.472

Abstract

The research center numbers released the results of the 2021 survey, where generation Z has the smallest spiritual index of 3.50, while the spiritual index of Indonesia is 3.79. The index of understanding dimensions is low, namely 3.13 for self-image and 3.40 for motivation. This paper aims to find a new pastoral strategy in reaching generation Z for self-image restoration and motor development. The next goal is to build synergy with parents in spiritual growth. This study uses a qualitative method with data collection through literature study and observation. The argument is that shepherds play an essential role in developing the understanding dimension of Generation Z. The first step is to restore self-image with the Family Healing Movement with parents. The second thing is that pastors provide spiritual assistance to develop motivation and improve pastoral services on social media through counseling and training guidance. Her contribution; 1) pastors work together with parents to become inspirations and mediators in recovery, 2) spiritual practitioners take a fundamental part in social media, 3) maximize the pioneering of shepherding young people by new shepherds.
Kajian Teologis tentang Pembedaan Gender dan Hak Waris Suku Batak Toba serta Implikasinya di Perantauan Simangunsong, Marulam; Gultom, Joni Manumpak Parulian
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 7, No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/diegesis.v7i2.624

Abstract

The Batak Toba tribe applies a patrilineal kinship system passed down from generation to generation. And if, in the current context, gender differentiation and inheritance rights that are more dominant for men than women are still rigidly applied, it is not following the position of women as God's creatures who are equal to men. In addition, this does not follow human rights. The study aims to explain gender differentiation and the granting of actual inheritance rights in a theological study. This study provides a practical solution for customary leaders in the community to adapt and adjust Biblical values. The research method uses a qualitative ethnographic approach. The results are [1] The Bible explicitly provides gender equality and inheritance rights to men and women based on the love of God the Father. [2] The patrilineal kinship system should undergo significant adaptation and value adjustments in the diaspora. [3] The church guides church members and is socialized to the leaders of clan holders in the diaspora. Keywords: Toba Batak; gender; female; Parents; patrilinealAbstrak Suku Batak Toba menerapkan sistem kekerabatan secara patrilineal turun-temurun dengan pembedaan gender dan hak waris yang lebih dominan kepada anak laki laki daripada perempuan. Penerapan secara kaku tentu tidak sesuai dengan kedudukan perempuan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang setara dengan laki laki. Selain itu tidak sesuai dengan hak azasi manusia itu sendiri. Tujuan penelitian adalah menjelaskan dalam kajian teologis tentang pembedaan gender dan pemberian hak waris yang sebenarnya dan kontektualisasi penerapannya kepada masyarakat suku ini yang tinggal di perantauan. Penelitian ini memberikan solusi praktis kepada masyarakat tersebut untuk beradaptasi dan melakukan penyesuaian nilai secara Alkitabiah.  Penelitian dengan pendekatan kualitatif etnografi. Hasil nya adalah [1] Alkitab secara tegas memberikan kesetaraan gender dan hak waris kepada laki laki dan perempuan berdasarkan kasih Allah Bapa. [2] Sistem kekerabatan patrilineal sebaiknya perlu mengalami adaptasi dan penyesuain nilai yang significant di perantauan. [3] Gereja memberi pembinaan kepada warga gereja dan disosialisasikan kepada para pimpinan pemegang marga di perantauan.Kata kunci: Batak Toba; gender; Perempuan; Orangtua; patrilineal
PENGGEMBALAAN YANG EFEKTIF BAGI GENERASI MILENIAL DI ERA SOCIETY 5.0 Gultom, Joni Manumpak Parulian
Shift Key : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 11 No. 2 (2021): Regular Issue, Volume 11 Number 2 (2021)
Publisher : P3M STT Kristus Alfa Omega

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37465/shiftkey.v11i2.197

Abstract

Hasil lembaga riset Barna Research 57 %  anak umur18-29 tahun sudah tidak rutin beribadah. Sedangkan survey Bilangan Research pada rentang usia 15-18 tahun, remaja yang tidak rutin beribadah 7.7%, meningkat menjadi 10.2% pada usia 19-22 tahun, dan mencapai 13.7% pada usia 23-25 tahun. Tingkat keperdulian mereka terhadap Tuhan dan ibadah menurun drastis. Gereja lokal kehilangan cara menggembalakan mereka. Penatalayanan penggembalaan tidak berkembang secara linier terhadap perkembangan media sosial. Bagaimana penggembalaan yang seharusnya? Strategi seperti apa pelayanan penggembalaan tatap muka dan ruang virtual? Tujuan penulisan ini adalah untuk mengembalikan fungsi penggembalaan yang berkualitas dan menjembatani penatalayan penggembalaan gereja lokal dengan dunia virtual. Metodologi penelitian metode kualitatitif dengan studi literatur dan observasi. Penelitian ini diharapkan dapat memaksimalkan penggembalaan dan pemuridan anak milenial.  Sehingga anak milenial mengalami pertumbuhan rohani, tetap komitmen dalam penggembalaan dan berkontribusi dalam pelayanan lokal dan virtual secara berkelanjutan
The Redesign of Theology of Giving As a Catalyst for Loving Humanity in a Pandemic Era Susanto, Susilo; Gultom, Joni Manumpak Parulian; Pakiding, Herman
Jurnal Theologia Vol. 32 No. 2 (2021)
Publisher : The Faculty of Ushuluddin and Humanities, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2021.32.2.9546

Abstract

Theology in Giving greatly influences a person's helping, giving, and sowing wealth. However, the redesign of the theology of giving needs to be emphasised to anticipate primordialism in giving as a catalyst for helping human needs in this pandemic era. The pandemic has taken away human happiness and peace, and increased death rates, poverty, and neglect are happening everywhere. The first question is, how does theology of giving according to the Bible? Second, how does applying the theology of giving become a catalyst in loving humans in the era of the pandemic? The purpose of this study was to find out the truth of the theology of giving based on the Bible and the steps in applying the theology of giving as a catalyst for aid in a pandemic. Qualitative research with a literature study and observation approach. The research results on the theology of giving according to biblical truth are 1. They are giving with love. 2. Give by faith. 3. Giving willingly, sincerely, and joyfully. 4. Give your best, not what's left. 5. Giving in all circumstances. 6. Sow bountifully you will reap; sow will reap little. 7. Giving impacts this world and the life to come. This application of the theology of giving is threefold: teaching, modeling, and organising.
Kontekstual Sinergisitas Gereja Dan Influencer Rohani Dalam Pembangunan Spiritual Generasi “Z” Tetelepta, Hendrik Bernardus; Gultom, Joni Manumpak Parulian
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.102

Abstract

Artikel ini melihat aspek spiritualitas biblika, komitmen pelayanan, dan pengembangan spiritual sebagai irisan untuk konteks pendekatan praksis dalam pengembangan spiritual generasi Z. Penulis melihat ruang sinergisitas antara gereja dengan tradisi pelayanan fisik dengan influencer Kristen dalam ruang media sosial. Tujuannya adalah merumuskan kembali postulat gereja dalam pengembangan spiritual generasi Z bersama Influencer Kristen. Bagian pertama memuat peran gereja dan influencer Kristen sebagai inisiator dalam pengembangan relasi dan komunitias generasi Z dalam ruang fisik dan virtual. Bagian kedua menjelaskan langkah influencer rohani bertindak sebagai opinion leader dalam media. Bagian ketiga menjelaskan dua kategori bentuk sinergisitas gereja dan influencer Kristen. Kategori awal ketika gereja bertanggung jawab dalam melatih dan melahirkan influencer Kristen dalam pesan pertobatan dan pengembangan rohani dengan pengurapan dan otoritas Ilahi, serta berkualitas tinggi dalam norma-etika di ruang digital. Kategori akhir adalah sinergisitas dalam bentuk ekuivalensi mutu Firman Tuhan dalam ruang fisik dan virtual. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dan pengumpulan data melalui studi literatur.