Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analysis of Physicochemical Properties and Quality Testing of Beef Tallow and Lard Oil Along with Identification using FTIR and GC-MS Mukti Utomo, Adhitya Ilham; Salamah, Nina; Guntarti, Any; Ahda, Mustofa
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.21973

Abstract

The halal industry is rapidly growing worldwide, especially in Indonesia, which has the largest Muslim population and abundant natural resources. This study aims to analyze the physicochemical properties and quality of beef tallow and lard oil, as well as to identify differences in FTIR and GC-MS spectra to distinguish between these two animal fats.The results show that lard oil has a higher extraction yield (30%) compared to beef tallow (17%). Lard oil also has a higher iodine value (53 g), indicating a greater proportion of unsaturated fatty acids, making it suitable for culinary applications. Conversely, beef tallow has a lower peroxide value (5 meq O₂/kg), indicating better resistance to oxidation.FTIR analysis reveals differences in functional groups, with lard oil showing a higher degree of unsaturation. GC-MS analysis identifies important compounds such as 9-octadecenoic acid methyl ester in lard oil, while beef tallow is dominated by tetradecanoic acid methyl ester.This study emphasizes the need for the development of Indonesian National Standards (SNI) to ensure product quality and halal compliance. These findings provide important insights for the halal industry and food safety in Indonesia, as well as encouraging further research on the composition of animal fats.
Antioxidant Activity, Total Phenolics, and Total Flavonoids Content of Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis): The Indigenous Herbal Medicine from Kalimantan Mahfudh, Nurkhasanah; Murdi, Habib Basyanur; Utami, Dwi; Ahda, Mustofa; Nashihah, Siti; Andika, Andika
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 3 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i3.6609

Abstract

Bajakah tampala (Spatholobus littoralis), a medicinal plant traditionally used in Indonesia, particularly on Kalimantan Island, has garnered interest for its potential health benefits. However, scientific evidence remains scarce. This study investigated the antioxidant activity of S. littoralis extract and its total phenolic and flavonoid content. Ethanol extraction and evaporation were used to prepare the extract. The DPPH method assessed antioxidant activity, while Folin–Ciocalteu and AlCl3 complexation methods quantified total phenolics and flavonoids, respectively. The S. littoralis extract exhibited strong antioxidant activity with an IC50 value of 54.19 ± 8.15 µg/mL. Additionally, the extract contained substantial levels of phenolics (0.649 ± 0.026% GAE) and flavonoids (1.084 ± 0.043% QE). These findings suggest a link between the high phenolic and flavonoid content of S. littoralis extract and its observed strong antioxidant activity.
Analysis of Physicochemical Properties and Quality Testing of Beef Tallow and Lard Oil Along with Identification using FTIR and GC-MS Mukti Utomo, Adhitya Ilham; Salamah, Nina; Guntarti, Any; Ahda, Mustofa
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.21973

Abstract

The halal industry is rapidly growing worldwide, especially in Indonesia, which has the largest Muslim population and abundant natural resources. This study aims to analyze the physicochemical properties and quality of beef tallow and lard oil, as well as to identify differences in FTIR and GC-MS spectra to distinguish between these two animal fats.The results show that lard oil has a higher extraction yield (30%) compared to beef tallow (17%). Lard oil also has a higher iodine value (53 g), indicating a greater proportion of unsaturated fatty acids, making it suitable for culinary applications. Conversely, beef tallow has a lower peroxide value (5 meq O₂/kg), indicating better resistance to oxidation.FTIR analysis reveals differences in functional groups, with lard oil showing a higher degree of unsaturation. GC-MS analysis identifies important compounds such as 9-octadecenoic acid methyl ester in lard oil, while beef tallow is dominated by tetradecanoic acid methyl ester.This study emphasizes the need for the development of Indonesian National Standards (SNI) to ensure product quality and halal compliance. These findings provide important insights for the halal industry and food safety in Indonesia, as well as encouraging further research on the composition of animal fats.
Aplikasi metode FTIR kombinasi kemometrika untuk analisis lemak daging tikus pada nugget ayam Guntarti, Any; Ahda, Mustofa; Kusbandari, Aprilia; Atmadja, Dimas
Journal of Halal Science and Research Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jhsr.v1i1.1837

Abstract

Indonesia termasuk di urutan ke 13  jumlah  penduduk  muslim terbesar di dunia, yang sangat  memperhatikan halal haram pada makanan terutama nugget. Nugget merupakan makanan yang menjadi favorit bagi anak-anak. Beberapa pedagang dicurigai memalsukan atau  mencampurkan nugget ayam dengan menggunakan daging lain, seperti daging tikus. Tujuan penelitian ini  mengaplikasikan metode spektrofotometri Fourier Transform Infra Red dengan kemometrika untuk analisis lemak daging tikus pada nugget. Sampel referensi nugget ayam dan tikus dibuat variasi 7 konsentrasi, yaitu 0%, 25%, 35%, 50%, 65%, 75%, 100% dan 5 sampel kornet pasaran yang dibeli di wilayah Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Selanjutnya dilakukan ekstraksi dengan  Soxhlet, pelarut n-heksan teknis, 4-5 jam pada suhu 69-70oC untuk memperoleh lemak. Lemak dianalisis menggunakan metode spektrofotometri FTIR untuk menghasilkan data spektra inframerah. Data tersebut kemudian dianalis dengan kemometrika PLS dan PCA. Hasil Analisis diperoleh bilangan gelombang maksimal pada 900-1700 cm-1.Analisis kemometrika PLS (partial least square), diperoleh model analisis dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9985 dengan persamaan y= 0,9898x + 0,3985 dan nilai parameter RMSEC 1,14%, RMSEP 0,67%, dan RMSECV 0,98%. Analisis dengan PCA (principal component analysis) antara nugget ayam 100% dan tikus 100% dapat dibedakan secara jelas.  Metode spektrofometri FTIR dapat digunakan untuk aplikasi analisis lemak daging tikus pada nugget ayam, yang dikombinasikan kemometrika PLS dan PCA pada bilangan gelombang 900-1700 cm-1. Analisis PCA dengan 5 sampel pasaran menunjukkan bahwa nugget pasaran memiliki kemiripan sifat fisika kimia dengan nugget ayam 100%. 
Transesterification of triglycerides from chicken fat and lard using base catalysts and its discriminant analysis Ahda, Mustofa; Guntarti, Any; Kusbandari, Aprilia; Husna, Muhimmatul; Rasyidah, Ilmiyatun
Journal of Halal Science and Research Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jhsr.v1i1.1866

Abstract

Keamanan makanan merupakan suatu yang dibutuhkan oleh orang muslim termasuk kehalalannya. Salah satu metode yang digunakan untuk nalisis halal adalah kromatografi gas spektroskopi masa (KG-KS). Penggunaan KG-KS diaplikasikan pada senyawa yang memiliki karakteristik sifat mudah menguap. Oleh karena itu, trigliserida harus diubah menjadi metil ester melalui proses transesterifikasi. Pada penelitian, kita menggunakan katalis basa dalam proses tersebut karena katalis tersebut dapat bereaksi lebih cepat dibandingkan katalis asam. Katalis basa yang digunakan adana K2CO3 dan NaOH sebagai katalis heterogen dan homogen. Konsentrasi kedua katalis (K2CO3 dan NaOH) yang digunakan dalam proses transesterifikasi berturut-turut sebesar 2 mg/mL and 1 mg/mL. Selanjutnya, asam lemak yang didapatkan dianalisis menggunakan kemometrika untuk membedakan lemak ayam dam lemak babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua katalis mampu menghasilkan kesamaan asam lemak dominant dari lemak ayam dam lemak babi akan tetapi konsentrasi asam lemaknya berbeda. Katalis K2CO3telah menghasikan beberapa produk metil ester dari lemak babi seperti asam oleat, asam palmitat, asam linoleat dan asam stearat dengan kadar relatifnya berturut-turut 48,62%, 21,38%, 9,08%, dan 11,18% sedangkan katalis NaOH dapat menghasilkan kadar asam lemak berturut-turut sebesar 49,60%, 21,83%, 9,12%, dan 11,18%. Selanjutnya, metil ester dominan  dalam lemak ayam dari katalis K2CO3 dan NaOH adalah asam oleat dan asam palmitat, dimana katalis K2CO3 menghasilkan kadar relatif sebesar 43.73% dan 22.82%, sedangkan katalis NaOH sekitar 53.52% dan 32.00%. Analisis diskriminan telah menunjukkan bahwa lemak babi dan lemak ayam dapat dikelompokkan berdasarkan kandungan asam lemaknya yang dikatalisis menggunakan K2CO3dan NaOH. Karenanya katalis K2CO3dan NaOH  dapat digunakan sebagai katalis basa dalam proses transesterifikasi untuk analisis kehalalan. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa katalis NaOH lebih baik dibandingkan katalis K2CO3 dalam proses transesterifikasi pada trigliserida dalam lemak ayam dan lemak babi.