Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

In Defense of Rationality: Mahmud Yunus’ Interpretation of The Qur’an on Religious Tolerance MZ, Ahmad Murtaza; Aty Munshihah; M. Saiful Mujab; Nurul Aulia
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 14 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Department of Qur'an dan Hadith Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mutawatir.2024.14.1.21-40

Abstract

This article aims to explore the concept of religious tolerance according to Mahmud Yunus as presented in his work, Tafsir Qur’an Karim. This research is crucial for examining how Yunus rationalizes the concept of religious tolerance in his interpretation of Qur’anic verses. Mahmud Yunus’s interpretation in Tafsir Qur’an Karim is significance for understanding religious tolerance by integrating theological values with a rational approach, which is particularly relevant in a pluralistic society. Based on this premise, the article addresses two research questions: first, how does Mahmud Yunus interpret verses related to religious tolerance in Tafsir Qur’an Karim? Second, what form of rationality does Mahmud Yunus employ in his understanding of religious tolerance in Tafsir Qur’an Karim? This research employs a qualitative methodology, utilizing both primary and secondary sources. Content analysis is used to examine these sources. The findings of this study reveal that Mahmud Yunus considers religious tolerance to be integral part of Islamic teachings as explained in the Qur’an. Additionally, Yunus asserts that the practice of religious teachings by Muslims should be based on critical values and religious texts. Undoubtedly, Mahmud Yunus’s interpretation is influenced by his educational and socio-historical background, particularly the Islamic revival movement in Minangkabau.
PORTRAIT OF CRIME IN THE FAMILY: A SEMIOTICS REINTERPRETATION OF Q.S. YUSUF [12]: 9–14 Munshihah, Aty; MZ, Ahmad Murtaza
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 1 (2023): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v8i1.24279

Abstract

Hubungan antar keluarga hendaknya ditunjukkan dengan saling menyayangi dan merangkul karena di dalamnya terdapat ikatan darah. Meski demikian, fenomena yang terjadi saat ini justru menunjukkan hal sebaliknya dengan banyaknya kasus pembunuhan atau tindak pidana yang dilakukan oleh sesama keluarga. Kejadian ini kembali mengingatkan kita pada dalil Al-Qur'an Q.S. Yusuf  [12]: 9-14 yang menceritakan proses pembunuhan berencana terhadap saudaranya sendiri. Penelitian inipun berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang cenderung menggunakan sudut pandang komentator dalam analisisnya, sedangkan pada artikel ini penulis menggunakan semiotika strukturalisme Ferdinand de Saussure agar ditemukan makna yang lebih luas. Pada tahap ini penulis melihat bagaimana hubungan tanda-tanda yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara membunuh seseorang tidak hanya dengan merenggut nyawanya saja, namun bisa juga dengan melumpuhkan mentalnya atau menyesatkan orang yang dituju hingga terjerumus ke dalam kesalahan (melakukan pelanggaran), keluarga yang seharusnya menjadi sosok pelindung. sedangkan mengingatkan kebaikan bisa berubah menjadi serigala yaitu seseorang yang menusuk atau membunuh dengan keji.
Balancing Marketing and Sharia Compliance: A Study of Da'wah Management Models at Halal Centers in UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta and UIN Sunan Ampel Surabaya Nurmadiansyah, M. Toriq; MZ, Ahmad Murtaza; Syahputra, Satria Tenun
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 4 No. 1 (2024): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v4i1.1774

Abstract

This study investigates the management models of halal centers at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta and UIN Sunan Ampel Surabaya, focusing on balancing marketing strategies and sharia compliance. Using a qualitative methodology with a phenomenological approach, the research explores the perspectives of ten halal center managers through observations and semi-structured interviews. Thematic analysis reveals a multi-dimensional understanding of halal, extending beyond consumables to include behaviors and societal implications. Both institutions emphasize product excellence and community safety, though their approaches differ. Key findings highlight the importance of integrating religious, regulatory, and market-based perspectives in halal certification, enhancing consumer trust and business credibility. Challenges include divergent regulations between BPJPH and the MUI fatwa commission and the lack of an accessible online registration system. Future research should focus on harmonizing regulatory frameworks and expanding certification processes to other industries. This study underscores the pivotal role of Halal Centers in promoting halal literacy and supporting government initiatives, thereby fostering a robust halal industry in Indonesia.