Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI WERDHA BUDI AGUNG KOTA KUPANG ismail usman; Zaimah hilal; Sabar Hutabarat; Nurhayati
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia baik pengaruhnya secara positif maupun negatif antara lain, kondisi penyakit kronis, interaksi sosial, tingkat depresi, dukungan keluarga, status ekonomi (pekerjaan/penghasilan), tingkat pendidikan, aktivitas sehari-hari (ADL) dan jenis kelamin. Lansia sangat membutuhkan hubungan komunikasi yang terjalin baik dengan keluarga maupun teman sebayanya. Depresi pada pasien berusia di atas 60 tahun sering menampilkan dengan gejala tidak spesifik atau tidak khas. Hal tersebut menyebabkan kesulitan identifikasi sehingga depresi terlambat untuk diterapi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dan tingkat depresi lansia dengan kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kota Kupang. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square Test pada tingkat kemaknaan 95% (p-value < 0,05). Hasil uji analisis Chi-square memperlihatkan nilai p = 0,001 (P < 0,05) antara dukungan sosial dan kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kupang dan nilai p = 0,001 (P < 0,05) antara tingkat depresi dan kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kupang. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat depresi terhadap kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kupang.
PENGARUH TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN 2025 Ezra Jhon Pieter Limbong; Sabar Hutabarat; Roni Linson Girsang
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang lebih banyak dialami oleh lanjut usia (lansia) dan dapat menimbulkan gangguan psikologis, salah satunya adalah kecemasan (ansietas). Upaya nonfarmakologis seperti Teknik Relaksasi Hipnoterapi Lima Jari dapat digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan pre-post test with control group. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22–29 Agustus 2025 di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di wilayah kerja tersebut yang berjumlah 401 orang. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok: 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi dengan nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05). Sementara itu, pada kelompok kontrol tidak ditemukan adanya pengaruh terhadap tingkat kecemasan. Dapat disimpulkan bahwa terapi hipnosis lima jari berpengaruh dalam menurunkan kecemasan lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan terapi ini sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi kecemasan pada lansia hipertensi.
Hubungan Anemia Defisiensi Besi dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Usia 6 Bulan – 5 Tahun Akbar, Andri Nugraha; Hutabarat, Sabar; Miftahurrahma, Miftahurrahma; Maulina, Nisa Haska; Halim, Rita
Sari Pediatri Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.3.2025.143-7

Abstract

Latar belakang. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di negara berkembang, terutama pada anak anak, karena dapat meningkatkan risiko infeksi seperti pneumonia. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di negara berkembang.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia defisiensi besi dan kejadian pneumonia pada anak usia 6 bulan hingga lima tahun.Metode. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada 61 anak di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi. Data demografi, status gizi, kadar hemoglobin, mean corpuscular volume dan diagnosis pneumonia dikumpulkan dari rekam medis dengan pendekatan retrospektif. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05 untuk mengetahui hubungan anemia defisiensi besi dan pneumonia.Hasil. Sebagian besar subjek adalah laki-laki (60,7%), dengan status gizi normal (59%), dan berusia di bawah dua tahun (85,2%). Berdasarkan uji chi-square didapatkan hubungan signifikan antara anemia defisiensi besi dan pneumonia (RR=1,69; IK95% 0,96-2,872; p=0,023).Kesimpulan. Anemia defisiensi besi berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak usia enam bulan hingga lima tahu
Cycle Threshold (CT) and Neutrophil-To-Lymphocyte (NLR) Values As Predictors of Clinical Symptoms in Pediatric Covid-19 Cases: A Systematic Literature Review Sabar Hutabarat; Wahyu Indah Dewi Aurora
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 2 (2024): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i2.816

Abstract

Background: The COVID-19 epidemic has impacted persons across all age demographics, including children. An opposing viewpoint is that despite the extensive discussion surrounding the neutrophil-to-lymphocyte ratio as a potential indicator of clinical symptoms in pediatric COVID-19 cases. This systematic literature review aims to explores the correlation between CT readings, neutrophil-to-lymphocyte ratio, and clinical symptoms in pediatric cases with COVID-19. Method: This systematic review examined the existing research on Cycle Treshold (CT) and Neutrophil-To-Lymphocyte Ratio (NLR) values as indicators of the clinical progression in children with COVID-19. An extensive search of databases Scopus revealed studies that satisfied our inclusion criteria. They utilized CT valuess and the neutrophil-to-lymphocyte ratio as indicators for predicting clinical symptoms. The inclusion criteria for this study were specifically centered around juvenile patients with COVID-19 from scopus databased. The chosen studies underwent a thorough evaluation to determine their quality and relevance. Various nations, including Korea, China, Italy, the United States, Egypt, South Africa, India, Japan, Brazil, and others. Result: The papers included in the analysis demonstrate a noteworthy correlation between CT readings and clinical symptoms in children with COVID-19 Pediatric COVID-19 cases with elevated CT values demonstrated a greater propensity for severe clinical manifestations, including respiratory distress and pneumonia. Upon reviewing the available research, it is evident that hematological parameters, specifically the neutrophil-to-lymphocyte ratio, significantly impact forecasting the severity and clinical prognosis of juvenile COVID-19 cases. Conclusion: The neutrophil-to-lymphocyte ratio and CT values were identified as dependable indicators of illness severity in pediatric patients. The results emphasize the significance of hematologic measures, specifically the neutrophil-to-lymphocyte ratio, as helpful markers for evaluating the clinical symptoms and outcomes of juvenile COVID-19 patients.
A Retrospective Study of DNA Analysis Thalassemia Patients in Jambi Province for the Years 2016-2020 Hutabarat, Sabar; Aurora, Wahyu Indah Dewi
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v12i1.30868

Abstract

ABSTRACT Background: Thalassemia is a genetic blood disorder characterized by abnormal hemoglobin production, leading to anemia. Beta-thalassemia, particularly its transfusion-dependent form, requires lifelong care. DNA analysis plays a crucial role in diagnosing thalassemia, providing precise methods for genetic counseling, prenatal diagnosis, and effective prevention programs. This research aims to describe the results of DNA analysis of thalassemia patients in Jambi Province from 2016 to 2020. Methods: This study uses a descriptive retrospective design. Data were analyzed from the medical records of thalassemia patients identified in Jambi Province between 2016 and 2020. The research subjects are individuals diagnosed with thalassemia within this period, with data collection performed via total sampling, encompassing 25 respondents. Results: The majority of thalassemia patients in Jambi Province are children aged 5-14, with a significant proportion having a history of blood transfusions for more than a year. Most patients are classified as Beta Thalassemia (96%), consistent with global trends. DNA analysis revealed significant variation in mutations, with common mutations such as Hb E and IVS-nt-5 found in 48% of samples. The study highlights the genetic diversity within the thalassemia patient population, indicating variations in disease severity. Conclusion: This study highlights the importance of early detection and management of thalassemia, particularly in children. Blood transfusions are crucial for maintaining the health of thalassemia patients in Jambi Province, where Beta Thalassemia is most common. DNA analysis reveals significant genetic diversity, which helps in selecting appropriate treatments and understanding the risk of complications. These findings provide a basis for improving diagnostic and management strategies for thalassemia in Jambi Province.
ANALISIS FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM FISIOLOGIS DI RUANGAN PERINATOLOGI RSU. MAYJEN. H.THALIB KOTA SUNGAI PENUH Hutabarat, Sabar; Asmajaya, Rudi; Usman, Ismail; Setiawan, Rahman; Diane Marlin
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian neonatus masih menjadi masalah global yang penting.Setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal dalam empat minggu pertama dengan 75% kematian terjadi dalam 7 hari pertama Data WHO mayoritas dari semua kematian neonatal (73%) terjadi pada minggu pertama kehidupan dan sekitar 36% terjadi 24 jam pertama kehidupan. Salah satu penyebab dari kematian tersebut adalah ikterus neonatorum yang tidak di tangani dengan tepat serta tidak diketahui apa saja faktor penyebab dari ikterus neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan kejadian icterus neonatorum fisiologis di ruangan perinatologi RSU. Mayjen H.A.Thalib Sungai Penuh tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 119 orang. Pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien. Data yang di peroleh dianalisis menggunakan software SPSS, menggunakan uji chi-square Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara Usia kehamilan (p=0,000), BBLR (p=0,000), Asfiksia (p=0,000) dan usia bayi (p=0,013) dengan kejadian icterus neonatorum di ruangan perinatologi RSU. Mayjen H.A.Thalib Sungai Penuh tahun 2024. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi instansi kesehatan dan tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan terhadap bayi, khususnya neonatus mengenai ikterus Neonatorum.
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK BALITA Marlin, Diane; Rahmawati, Dwi; astria, niki; Usman, Ismail; Asmajaya, Rudi; Setiawan, Rahman; Hutabarat, Sabar
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2022), estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 juta orang yang telah dilaporkan dan menjalani pengobatan dan 4,2 juta orang lainnya belum ditemukan/ didiagnosis dan dilaporkan. dari total 10,6 juta kasus di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus TBC lainnya adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Desain penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menggambarkan adanya Hubungan Ketepatan waktu Imunisasi BCG Terhadap Kejadian TB Paru Pada Anak Balita Di Puskesmas Bukit Indah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bukit Indah pada bulan Februari s/d Maret 2024. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden mengalami TB paru, 2 responden (0.06%) mendapatkan imunisasi BCG tepat waktu, sedangkan 31 responden (93%) dengan imunisasi tenggang mengalami Tb . Berdasarkan uji statistik pada tabel Fisher's Exact Test diperoleh nilai p= (0,00) Dari hasil penelitian ini hendaknya sebagai tenaga kesehatan lebih meningkatkan kualitas pelayanan dalam penanganan penyakit tuberkulosis pada anak dan menggalakkan tindakan preventif penyakit TB Paru melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan kesehatan maupun promosi kesehatan kepada masyarakat
Peran Fitonutrien Tanaman Lokal sebagai Galaktagogues Alami dalam Upaya Meningkatkan Produksi ASI: Studi Eksploratif di Desa Kapuk Merangin Astria, Niki; Usman, Ismail; Hutabarat, Sabar; Nurbaiti
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan besar dalam peningkatan kesehatan ibu dan bayi di Indonesia. Salah satu pendekatan yang potensial adalah pemanfaatan tanaman lokal yang mengandung fitonutrien sebagai galaktagogues alami, yaitu zat yang dapat merangsang produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis tanaman lokal yang berkhasiat, kandungan nutrisinya, serta metode pengolahan yang digunakan oleh masyarakat di Desa Kapuk, Kabupaten Merangin. Penelitian dilakukan secara eksploratif dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi lapangan dan wawancara dengan ibu menyusui, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Hasil studi menunjukkan bahwa tanaman seperti daun katuk, daun kelor, daun pepaya, dan jahe banyak dimanfaatkan karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang diyakini mampu meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin. Proses pengolahan secara tradisional seperti perebusan dan pembuatan jamu turut mendukung efektivitasnya. Temuan ini memperkuat potensi pemanfaatan fitonutrien lokal dalam mendukung program ASI eksklusif berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan dan pengembangan inovasi berbasis pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan ibu menyusui secara berkelanjutan.