Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Business Model Canvas (BMC) Dengan Pendekatan Faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang Dan Ancaman Pada 9-Blok BMC Unit Usaha Salimah Salsabillah, Derisna; Pasaribu, Rina Djunita; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah UMKM di Indonesia yang semakin banyak dan tentu saja membuat persaingan antar pelakuUMKM juga semakin sulit. Hal tersebut berdampak pada salah satu UMKM di Kota Bekasi yaitu Salimah yangmerupakan UMKM di bidang fashion. Saat ini Salimah dapat dikatakan sudah tertinggal dalam segi teknologisehingga hal tersebut juga berdampak pada tingkat penjualan dari Salimah sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk merumuskan program peningkatan untuk Business Model Canvas Salimah yang baru dengan pendekatanKekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptifdengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Wawancara dilakukan kepada 7 orang yang terdiri dari pihakinternal dan eksternal. Berdasarkan hasil wawancara, untuk saat ini Salimah sudah dapat memenuhi 9 elemen blokdari Business Model Canvas. Berdasarkan hasil pendekatan diketahui Salimah memiliki 17 kekuatan dan 7kelemahan untuk kondisi internal, lalu untuk kondisi eksternal Salimah memiliki 7 peluang dan 8 ancaman. Setelahmelakukan analisis tersebut kemudian dilakukan pencocokan dan dihasilakn 22 program peningkatan. Darikeseluruhan 22 program peningkatan tersebut kemudian dilakukan grouping dan dihasilkan 12 program peningkatanuntuk Business Model Canvas baru. Dari 12 program tersebut 5 diantaranya adalah program prioritas yang yaitumenambah segmen pelanggan, inovasi produk, menambah digital channels, melakukan partner collaboration, danmengelola financial accountingKata kunci-Business Model Canvas, Pendekatan Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman, Program, UMKMFashion
Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Business Model Canvas Pada Umkm Studi Kasus Perusahaan Duta Mesin Jahit Muharram, Fajar Awal; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kreatif merupakan salah satu faktor yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Salah satu bidangUMKM dilingkup Industri kreatif adalah di bidang Mode atau Pakaian. Industri tekstil dan pakaian jadi merupakansektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi pada triwulan III tahun 2019 sebesar 15,08 persen.Berdasarkan data dari CNBC Indonesia (2019) juga, perkembangan industri pakaian mampu berkontribusi sekitar18,01% atau Rp 116 triliun. Namun, walaupun memiliki potensi yang besar, ternyata ada salah satu UMKM toko retailpenjualan Mesin Jahit sebagai salah satu faktor produksi penting, mengalami penurunan penjualan, yaitu Toko DutaMesin Jahit. Pembahasan fenomena pada penelitian ini akan dijawab melalui proses wawancara internal terhadappegawai perusahaan dan pelanggan serta studi pustaka, observasi, dan dokumentasi sebagai pendukung. Memakaimetode penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan untuk evaluasi model bisnis akan dilakukan dengan menggunakanmetode Business Model Canvas untuk memetakan kesembilan building block guna melihat kinerja serta mencari tahuinovasi yang dimiliki oleh Toko Duta Mesin Jahit sekarang. Kemudian melakukan analisis SWOT dan dievaluasidengan pendekatan TOWS. Strategi baru dibuat setelah melihat analisis pada BMC dan TOWS. Berdasarkan hasildari analisis terhadap Toko Duta Mesin Jahit ditemukan bahwa masing-masing perusahaan telah memilki inovasimodel bisnis dengan pendekatan Business Model Canvas yang cukup baik. Hal tesebut bisa dilihat dari model bisnisyang telah memenuhi sembilan blok bangunan pada Business Model Canvas. Namun, setelah melihat analisis SWOTditemukan kekurangan pada BMC yang dimiliki Duta Mesin Jahit seperti Ukuran toko terlalu kecil. Tidak dekatdengan lokasi penjahit dan konveksi di batas pedesaan-perkotaan (rural-urban). Kegiatan pemasaran tidak terorganisirdengan baik (tidak memiliki strategi pemasaran baru, media online tidak terorganisir dengan baik). Reputasi toko tidakbegitu baik (jika dibandingkan dengan toko lain di lokasi yang sama, karena Duta Mesin Jahit adalah pendatang baru).Pelanggan tidak dapat membeli produk secara cicilan (tidak menyediakan sistem kredit/kartu kredit) dan Toko DutaMesin Jahit memiliki ancaman seperti Nilai inflasi meningkat setiap tahun. Sulitnya mencari teknisi mesin jahit(montir) berpengalaman, karena tidak ada lembaga pendidikan formal atau lembaga resmi untuk teknisi mesin jahit.Biaya logistik mahal. Kelangkaan suku cadang mesin jahit untuk beberapa mesin khusus yang tidak ada di Indonesia.Peningkatan upah minimum bulanan di Jawa Barat. Kompetitor baru berupa toko-toko offline dan online yang lebihkecil namun banyak. Melihat kekurangan atau kelemahan dan ancaman yang ada, berdasarkan pendekatan TOWSmaka ditentukan strategi pengembangan baru, yaitu perbaikan pada Key Activities dan Revenue Stream, perbaikanpada Value Propositions, Channels dan Consumer Segment serta perbaikan pada Key Partners.Kata Kunci-pengembangan bisnis, BMC, SWOT
Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Bisnis Model Kanvas pada Industri Logistik: Studi PT XYZ Zakaria, Mohammad Arsyi; Alfanur, Farah
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 5 No. 12 (2024): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v5i12.4750

Abstract

This research analyzes and formulates the business strategy of PT XYZ using the Business Model Canvas to enhance and innovate in the logistics industry. The focus of the study is to identify logistics challenges, analyze the business model, develop business strategies, and provide policy recommendations to improve PT XYZ's competitiveness and operational efficiency. This research incorporates SWOT, PESTLE, and Porter’s Five Forces analyses in evaluating the nine building blocks of the Business Model Canvas. As a result, 26 strategies were developed, consisting of 9 SO strategies, 4 ST strategies, 6 WO strategies, and 6 WT strategies. Through focus group discussions and member checks, 9 priority strategies were identified and categorized into three approaches: short-term, medium-term, and long-term. The short-term strategies include offering competitive pricing packages, adopting innovative technology, and strengthening relationships with business partners. The medium-term strategies emphasize communication integration through social media and improving service quality. The long-term strategies focus on expanding the partner network and building innovative and sustainable partnerships. The implementation of the nine building blocks in the Business Model Canvas demonstrates PT XYZ's comprehensive adaptation to market dynamics and operational challenges, with the ultimate goal of strengthening its market position and supporting the company's sustainable growth.
Formulasi Strategi Bank BTN dalam Menghadapi Transformasi Digital Perbankan di Kota Bandung Wahyudi, Akbar Rizqy; Alfanur, Farah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4550

Abstract

Transformasi digital dalam sektor perbankan telah menjadi fenomena global yang menuntut institusi keuangan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan daya saing. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebagai salah satu bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan menghadapi tantangan dalam mengadopsi strategi transformasi digital yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh BTN dalam menghadapi digitalisasi perbankan di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen yang relevan. Metode analisis yang digunakan meliputi Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal serta menentukan strategi yang optimal bagi BTN dalam ekosistem digital. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai posisi strategis BTN dalam menghadapi transformasi digital serta menawarkan rekomendasi strategi yang dapat diterapkan oleh BTN untuk meningkatkan daya saingnya. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi terhadap pengembangan model implementasi strategi digital di sektor perbankan, khususnya bagi bank konvensional yang tengah beradaptasi dengan digitalisasi layanan perbankan.
Inovasi Model Bisnis Pada Umkm Geprek Saudah Melalui Pendekatan Business Model Canvas Zaidan, Muhammad Alfi; Alfanur, Farah; Alamsyah, Muhammad Iqbal
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang inovasi model bisnis pada UMKM Geprek Saudah di Bojongsoang, Bandung, menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dengan didukung analisis VRIO, PESTLE, Porter’s Five Forces, dan SWOT. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang signifikan, seperti penurunan omzet selama tiga tahun terakhir, manajemen keuangan yang belum optimal, serta kesulitan dalam menjangkau pelanggan baru akibat persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi dan pengembangan elemen-elemen inti model bisnis guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama pemilik, karyawan, pelanggan, dan mitra pemasok. Observasi lapangan dilakukan untuk melihat proses operasional dan interaksi dengan pelanggan, sementara dokumentasi usaha digunakan untuk verifikasi data. Data dianalisis menggunakan triangulasi dengan mengintegrasikan kerangka BMC dan analisis VRIO untuk mengevaluasi sumber daya internal. Analisis eksternal menggunakan PESTLE dan Porter’s Five Forces guna memahami faktor lingkungan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan perlunya inovasi pada elemen proposisi nilai, kanal distribusi, dan hubungan pelanggan melalui diversifikasi menu, pemasaran digital yang terarah, optimalisasi kanal penjualan (dine-in, delivery, dan take-away), serta pengembangan program loyalitas pelanggan. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan omzet, memperkuat posisi pasar, dan menunjang pengelolaan keuangan UMKM Geprek Saudah secara lebih efektif. Kata Kunci : UMKM,Geprek Saudah, Business Model Canvas, Inovasi Model Bisnis