Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam Meningkatkan Stabilitas Harga Pangan di Kabupaten  Aceh Barat Harmaini
PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2025): Januari: Economics and business economics in Humanity
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wt976n63

Abstract

BULOG pertama kali dibentuk berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/U/KEP/5/1967 tanggal 10 Mei 1967 dengan nama Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Bulog dengan tujuan pokok untuk mengamankan penyediaan pangan dan stabilisasi harga dalam rangka menegakkan eksistensi Pemerintahan baru. Dalam menjamin ketersediaan dan kestabilan harga beras, pada tahun 1967 Negara telah membentuk Perum Bulog sebagai perusahaan umum milik negara yang bergerak dibidang logistik. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang tugas Perum Bulog dalam rangka ketahanan pangan nasional adalah pengamanan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen, pengelolaan cadangan pangan pemerintah, penyediaan dan pendistribusian pangan, pelaksanaan impor  pangan, pengembangan industri berbasis pangan, dan pengembangan pergudangan pangan. Dilapangan, ketidak stabilan harga sering terjadi, sehingga perlu diantisipasi oleh Bulog. Ketidakstabilan harga sangat perlu diperhatikan karena sangat mempengaruhi produsen dan konsumen. harga seringkali melonjak, sehingga perlu langkah dan antisipasi.  Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Bulog dalam meningkatkan stabilitas harga pangan di kabupaten Aceh Barat. Metode penulisannya dengan metode observasi, analisis data meliputi reduksi data, display data, dan verifikasi data. Kesimpulannya adalah di Aceh Barat, cara bulog meningkatkan stabilitas harga pangan adalah dengan Operasi Pasar atau SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), penetapan HPP (Harga Pembelian Pemerintah), impor beras, dan Satgas pangan. Faktor pendukung dalam menjaga stabilitas harga beras adalah karena  telah dibentunya Badan Pangan Nasional (Bapanas), untuk meninjau harga beras di pasar, melakukan pemerataan stok cadangan beras, melakukan operasi SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan), dan melakukan penyerapan beras di kilang-kilang padi dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga keberadaan lembaga ini sangat membantu Bulog dalam menjaga dan meningkatkan stabilitas harga pangan di Kabupaten Aceh Barat.
Pemikiran Pendidikan Kaum Perempuan: Tengku Agung Syarifah Latifah, R.A Kartini, Rasuna Said dan Rahmah El-Yunusiyah Harmaini; Ritonga, Supardi; Fariati, Betti; Uri, Fatimah; Susanti, Elya; Nopita, Rini
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 1 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i1.344

Abstract

Pada awal abad ke-20, pendidikan perempuan mulai berkembang dengan berdirinya sekolah-sekolah khusus perempuan, seperti Sekolah Kartini yang didirikan di berbagai daerah. Tokoh-tokoh seperti Tengku Agung Syarifah Latifah, Rasuna Said dan Rahmah El-Yunusiyah, juga mendirikan lembaga pendidikan untuk perempuan. Mereka percaya bahwa perempuan yang terdidik akan lebih mampu mengembangkan potensi dirinya dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat. Setelah kemerdekaan, akses pendidikan bagi perempuan mulai terbuka lebih luas, tetapi tantangan masih ada, seperti kemiskinan, budaya patriarki, yakni sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam berbagai peran di masyarakat, dan minimnya fasilitas di daerah terpencil. Pemerintah mulai menginisiasi program-program untuk mendorong pendidikan universal, termasuk bagi perempuan. Pemikiran pendidikan kaum perempuan di Indonesia adalah perjalanan kolektif menuju kesetaraan, yang diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera. Raden Ajeng Kartini atau yang sering dikenal R.A Kartini adalah tokoh emansipasi dan pendidikan perempuan yang telah lama dikenal di kalangan generasi emas Indonesia. Akan tetapi, sebenarnya bukan hanya sosok Kartini saja yang berperan dalam memajukan pendidikan di masa sebelum kemerdekaan. Hal tersebut juga dikarenakan kurangnya produksi sejarah lokal terutama mengenai peranan perempuan dalam pendidikan dan perjuangan bangsa selain Kartini. Tokoh-tokoh perempuan inspiratif di bidang pendidikan telah memberikan kontribusi yang luar biasa baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Mereka adalah sosok-sosok yang telah membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah dunia dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analitik, data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumen. Kemudian dilakukan analisis dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan mengenai masalah yang diteliti.
Pelatihan Meningkatkan Pembelajaran Interaktif Dengan Mengeksplorasi Desain Grafis Menggunakan Platform Canva Firdayetti; Nuraini Chaniago; Harmaini; Lucy Warsindah; Nabil Oktaria Ramadani; Azizah Amelia
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i14
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu media yang popular dalam menyampaikan materi pendidikan adalah presentasi. Presentasi yang efektif menjadi kebutuhan penting dalam berbagai bidang di dunia bisnis, Pendidikan, maupun komunitas. Sebuah presentasi yang menarik, jelas dan komunikatif dapat meningkatkan pemahaman audiens terhadap pesan yang ingin disampaikan. Namun, tidak semua orang memiliki keterampilan desain yang mumpuni atau akses ke perangkat lunak desain yang mahal. Canva hadir sebagai Solusi praktis yang memungkinkan siapa saja membuat presentasi menarik dan professional dengan mudah, tanpa memerlukan keterampilan desain yang mendalam . Generasi Z kini, seharusnya sudah terbiasa dengan teknologi dan lebih mengandalkan media visual dalam proses belajar mengajar. Dengan hadirnya Canva, siswa SMKS Ma’Arif dapat membuat presentasi yang penuh warna, dinamis dan terstruktur tanpa memerlukan keterampilan desain yang rumit. Kolaborasi secara online membentuk tim yang bisa berkerja bersama sama tanpa dihalangi dari jarak jauh. pelatihan bagi siswa SMKS Ma’arif Jakarta untuk meningkatkan kemampuan membuat presentasi visual yang efektif menggunakan Canva. Teknologi digital yang semakin berkembang mendorong pentingnya keterampilan desain dalam menyampaikan informasi secara menarik. Permasalahan utama yaitu keterbatasan siswa dalam Menyusun presentasi yan menarik secara visual, terutama dalam menata konten agar pesan tersampaikan dengan jelas. Pelatihan ini bertujuan memberdayakan siswa dengan dasar dasar desain presentasi menggunakan fitur Canva, memilih template hingga menyusun elemen visual. Diharapkan siswa dapat membuat presentasi dapat lebih percaya diri dalam menyajikan materi pembelajaran.
Peran Mahkamah Konstitusi dalam Menguatkan Prinsip Konstitusi Hijau di Indonesia Chandra, Febrian; Hartati; Diar, Adithiya; Harmaini; Handayani, Fitri
Limbago: Journal of Constitutional Law Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Constitusional Law
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/limbago.v5i1.42661

Abstract

Lingkungan hidup yang sehat merupakan hak konstitusional yang diakui dalam UUD 1945,tetapi implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Mahkamah Konstitusi memilikiperan strategis dalam menegakkan prinsip Konstitusi Hijau melalui judicial review terhadapundang-undang lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran MK dalammemperkuat perlindungan lingkungan, kontribusi putusannya terhadap kebijakan lingkungan,serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metodeyuridis normatif dengan pendekatan konseptual terhadap putusan MK terkait perlindunganlingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan MK telah memberikan dasar hukumyang kuat bagi perlindungan lingkungan dan kebijakan pembangunan berkelanjutan, tetapiimplementasinya masih menghadapi hambatan regulasi, kelembagaan, serta dominasikepentingan ekonomi dan politik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparatpenegak hukum, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memastikan bahwa prinsip KonstitusiHijau benar-benar diwujudkan dalam kebijakan lingkungan yang efektif. Penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi langkah krusial dalammenjamin keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. 
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH DALAM USAHA PENINGKATAN NILAI EKONOMI DI KAWASAN PADAT PENDUDUK, JAKARTA TIMUR Amran, Ellyana; Nugraha, Erie Riza; Harmaini; Sumiyarti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 6 No 1 (2024): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v6i1.16525

Abstract

The East Jakarta area has the densest population distribution in DKI Jakarta, which causes problems in waste management due to limited housing and low public awareness regarding environmental cleanliness. This study aimed to shape community behavior and awareness regarding the importance of waste management in densely populated areas in RW 08 Temugiring, Kayu Putih. The method used is a participatory method in the form of training, discussions, and demonstrations in using recycled waste. The results of the study show that there has been a change in the behavior of respondents related to 3R knowledge, self-motivation, and the benefits of waste management actions, all of which are closely related to environmental cleanliness. The implication is that waste management requires socialization and supervision from relevant agencies, which will increase the community's active role and provide benefits both directly and indirectly related to waste management.
A Pengembangan Potensi Diri Menghadapi Dinamika Lingkungan Bisnis Harmaini; Wahyuningsih; Murtiningsih, Retno Sari; Prayogi, Ardan Wahyu
Dirkantara Indonesia Vol. 2 No. 1: Maret-Agustus 2023
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55837/di.v2i1.77

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran vital dalam menopang ekonomi masyarakat. Meluasnya pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap penurunan aktivitas sektor ini, termasuk pelaku UMKM Azalea Jatimulya, Cilodong Depok. Merosotnya kegiatan bisnis UMKM Azalea berimbas pada penurunan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Kondisi ini menurunkan optimisme para pelaku UMKM akan kemampuan membangkitkan dan membangun kembali usahanya. Optimisme dan kepercayaan diri sangat dibutuhkan untuk memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dibutuhkan dalam menghadapi kondisi ketidakpastian lingkungan. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kemampuan dalam menemukan dan mengembangkan potensi diri para pelaku UMKM Azalea Depok, sehingga terbentuk mindset kreatif dan inovatif dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis, bahkan dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Solusi atas permasalahan akan dicapai melalui tahapan sebagai berikut: pertama Edukasi/penyuluhan. Edukasi ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan pentingnya menggali, membangun dan memanfaatkan potensi diri agar mampu berkreasi dalam menjalankan usahanya. Kedua Simulasi, ditujukan untuk melatih kreativitas dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah usaha. Ketiga Pembinaan, yaitu melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap kemampuan kreatif para pelaku UMKM dalam menghadapi masalah usaha akibat ketidakpastian dan dinamika lingkungan yang tinggi. Hasil dari PKM, para pelaku UMKM Azalea telah mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang potensi diri dari 20 persen menjadi 75 persen, peningkatan kreativitas dalam menyelesaikan masalah usaha dari 25 persen menjadi 78 persen, peningkatan motivasi dalam mengembangkan usaha dari 20 persen menjadi 76 persen. Hasil dari pelaksanaan PkM ini telah sesuai target karena peserta telah mengalami peningkatan wawasan dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. PKM selanjutnya dibutuhkan dari FSRD untuk mendesain produk mereka agar lebih menarik dan mempunyai daya jual yang tinggi.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Sebagai Nilai Ekonomi Harmaini; Sumiyarti , Sumiyarti; Nazir, Nazmel; Cornelia, Cornelia; Ihsan, Bi Fadli
Dirkantara Indonesia Vol. 2 No. 2: September-Februari 2024
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55837/di.v2i2.79

Abstract

The high volume of waste generated by the community is a common problem in the city of Jakarta. The dense population and the high purchasing power of the community plus the limited landfills (TPA) are the causes of the increasingly complicated waste problem. Alternative waste management is needed that can reduce the level of waste accumulation in the landfill. Kelurahan Kayu Putih with an area of 437.15 ha has a population of 48,289 people, RW 08 is one of the densely populated areas in this Kelurahan. The problems faced by the RW 08 community include, first, the waste has not been managed properly, there is often a buildup of waste so that it rots and causes unpleasant odors. Second, how to manage household waste into commodities with economic value so that the benefits can be enjoyed by the RW 08 community. To overcome these conditions, the PKM FEB Trisakti Team held counseling and training. Counseling is given about the meaning of waste, waste sorting, how to manage household waste both organic and inorganic waste, how to turn household waste into commodities of economic value. Training was conducted to make ecoenzym liquid from organic waste. Discussions were held on the sidelines of counseling and training. The results of the activity showed that knowledge of sorting and managing waste increased from 20 percent to 80 percent, organic and inorganic waste management techniques increased from 10 percent to 100 percent and knowledge of household waste into economic value increased from 10 percent to 100 percent. The results of the implementation of this PKM have met the target because the participants have experienced an increase in insight and understanding above 70 percent of the material provided. Further activities are recommended for inorganic waste utilization training.
Determinant of Interest in Paying Zakat with Age as a Moderating Variable (Study on Minang Society) Basri, Yuswar Zainul; Arafah, Willy; Harmaini
APTISI Transactions on Management (ATM) Vol 7 No 2 (2023): ATM (APTISI Transactions on Management: May)
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/atm.v7i2.1821

Abstract

This study wants to test whether there is an influence between Zakat Knowledge, Religiosity, Culture, Subjective Norms, and Income on Muzaki Minang's zakat interest in paying zakat, with age as a moderating variable. The purpose of this study will be to analyze and describe the effect of Muzaki Minang's interest in tithing by using a theoretical model. The data collection technique used a questionnaire and sampling was done by purposive sampling with a total of 320 respondents. The population in this study is the Muzaki Minang population who live in West Sumatra and outside West Sumatra. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis. The results of this study are the knowledge of zakat and culture variables do not affect Muzaki's interest in zakat. While the interest in paying zakat which has a significant and positive effect is religiosity, subjective norms, and income. There is a moderate relationship between income and age with interest in paying zakat. The dominant age factor is early adulthood (20-40 years) compared to old age (>40 years). The findings of this study are helpful input for the leaders of the indigenous people of West Sumatra in strengthening the understanding of the younger generation about Minang customs. With the increasing understanding of adat for the Minang community, they are interested in paying zakat themselves and using zakat as a tool to improve people's welfare.
The Effectiveness of Environmental Law within Regional Development Policies in Disaster-Prone Areas of Sumatra Chandra, Febrian; Harmaini; Bahri, Rizki Apriadi; Habibi; Halomoan, Muhammad Reza; Qalbi, Rabbiq
Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum Vol 4 No 1 (2026): Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : PT. Meja Ilmiah Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70308/adagium.v4i1.335

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of environmental law within the framework of regional development policies in Sumatra Island, specifically in mitigating ecological disaster risks. Sumatra faces a dual challenge of accelerated infrastructure development and high vulnerability to disasters. The research method employed is juridical-normative with a statutory and case study approach, supported by a systematic literature review of secondary data regarding spatial planning and disaster mitigation policies. The results indicate that although legal instruments such as Environmental Impact Assessment (AMDAL) and Strategic Environmental Assessment (KLHS) are regulated, their implementation is often neglected for short-term investment interests, especially after the enactment of the Job Creation Law. There is a significant gap between national green-oriented planning and the reality of regional planning (RTRW/RPJMD) in Sumatra, where planning documents have not fully adopted low-carbon development principles. The impact of this research recommends the need for harmonization of central and regional regulations and strengthening of administrative law enforcement based on political ecology to ensure sustainable and disaster-resilient development.