Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS RANTAI NILAI PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP CUMI-CUMI DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Daud, Miracle C.B.; Rantung, Steelma V.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28333

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine the marketing chain in the squid capture fisheries business, look at marketing margins and analyze the value chain in the squid capture fisheries business in Bulutui Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The basic research used is a case study. This research will look at a case regarding the value chain of squid capture fisheries in Bulutui Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The respondents in this study consisted of fishing fishermen, collectors, retailers and consumers (restaurants). Each population was sampled using the Purposive Sampling method, the total population of squid catch fishermen was 20 people. Purposive sampling is a technique for taking samples not based on random, regional or strata, but based on the existence of considerations that focus on specific objectives (Arikunto 2006). research in Bulutui Village, West Likupang Subdistrict, North Minahasa Regency, there are 2 squid marketing chains, namely from capture fishermen, collectors, retailers, consumers. and the second chain is from fishermen, traders and directly to consumers. The added value obtained in the first channel is Rp. 46,572 and the second channel Rp. 39,374. The marketing margin on the first channel is greater than the second margin, the marketing margin on channel one is Rp.18,000 and the marketing margin on the second channel is Rp.10,000Keywords: Bulutui Village, Squid, value chain AbstrakTujuan Penelitian ini mengetahui rantai pemasaran pada usaha perikanan tangkap cumi-cumi, melihat Margin pemasaran dan menganalisis rantai nilai pada usaha perikanan tangkap Cumi-Cumi di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini akan dilihat kasus mengenai rantai nilai usaha perikanan tangkap cumi-cumi di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Reponden dalam penelitian ini terdiri atas nelayan penangkap, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, dan konsumen (Restoran). Tiap-tiap populasi  diambil sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling, jumlah populasi nelayan penangkap cumi-cumi adalah sebanyak 20 orang. Purposive sampling adalah teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu (Arikunto 2006). penelitian di Desa Bulutui kecamatan Likupang Barat kabupaten Minahasa Utara terdapat 2 rantai pemasaran cumi-cumi yaitu dari nelayan penangkap, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, konsumen. dan rantai yang kedua yaitu dari nelayan, pedagang pengumpul dan langsung ke konsumen.Nilai tambah yang diperoleh pada saluran yang pertama sebesar Rp. 46.572 dan saluran yang kedua sebesar Rp. 39.374. Margin pemasaran pada saluran yang pertama lebih besar dari margin yang kedua, marjin pemasaran pada saluran satu yaitu sebesar Rp.18.000 dan marjin pemasaran yang ada pada saluran ke dua sebesar Rp.10.000Kata Kunci : Desa Bulutui, Cumi-Cumi, rantai nilai
AKTIVITAS KELUARGA NELAYAN BAJO DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARAPROVINSI SULAWESI UTARA Moldjo, Sri Y.; Aling, Djuwita R.R.; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28138

Abstract

AbstractThis study examines the general condition of the fishing community in the village of Kinabuhutan and knows the family activities of the Bajo fishermen in the village of Kinabuhutan. The method used is a case study method or approach. This research intensively focused on one particular object that studied it as a case, by taking the case against Bajo Fishermen, Kinabuhutan Village, West Likupang District, North Minahasa Regency.Total population of Kinabuhutan village are 1,086 people, the number of supporters based on the level of education as many as 285 people, work as many as 401. The family activities of Bajo fishermen in Kinabuhutan Village ranging from waking up to going back to sleep. Traditional fishermen catch in the village of Kinabuhutan on fishing based on the type of fishing gear they have, carried out during the day and night. Before going to sea things they prepare are ranging from equipment to collect fish, gasoline, and food supplies. Ten (10) respondents said that the location of the capture was not too far away, the location was only about 1 mile to 3 miles from the coast to the waters around Talise Island, Gangga Island and Bangka Island. Traditional fishermen who catch their reef fish operate from 06.00 to 16.00, depending on the weather and income.The ownership of fishing gear owned by traditional fishermen in Kinabuhutan Village is classified as the use of gill nets and fishing rods, noru, as well as the pelang boats that most of the fishermen use pelang and light boats with 6-8 meters boat size with 5.5 PK engine size - 6.5 PK.Keyword: activity, family, fisherman, Bajo AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang keadaan umum masyarakat nelayan di Desa Kinabuhutan dan mengetahui Aktivitas keluarga nelayan Bajo di Desa Kinabuhutan. Metode yang digunakan adalah metode atau pendekatan studi kasus (case study). Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus, dengan mengambil kasus terhadap Nelayan Bajo Desa Kinabuhutan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Total penduduk Desa Kinabuhutan sebesar 1.086 jiwa, jumlah pendukuk berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak 285 jiwa, pekerjaan sebanyak 401. Aktivitas keluarga nelayan Bajo di Desa Kinabuhutan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.Bagi nelayan Bajo Operasi penangkapan nelayan tradisional di Desa Kinabuhutan pada penangkapan ikan berdasarkan pada jenis alat tangkap yang dimilikinya,dilakukan pada siang dan malam hari.Sebelum melaut hal-hal yang mereka persiapkan yaitu mulai dari perlengkapan untuk menampung ikan,bensin,dan bekal makanan. Sepuluh (10) orang responden mengatakan bahwa lokasi penangkapan tidak terlalu jauh, jarak lokasi hanya sekitar 1 mil sampai 3 mil dari pesisir pantai ke perairan sekitar pulau Talise, pulau Gangga dan pulau Bangka. Nelayan tradisional yang menangkap ikan karang mereka beroperasi mulai dari jam 06.00 wita sampai jam 16.00 wita,tergantung cuaca dan hasil pendapatan.Pemilikan alat tangkap yang dimiliki oleh nelayan tradisional di Desa Kinabuhutan diklasifikasikan atas penggunaan alat tangkap jaring  insang dan pancing noru, serta perahu pelang yang sebagian besar nelayan menggunakan perahu pelang dan perahu lampu dengan ukuran perahu 6-8 meter dengan ukuran mesin 5,5 PK - 6,5 PK.Kata kunci: aktivitas, keluarga, nelayan, Bajo
PERAN ISTRI DALAM KELUARGA NELAYAN DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Makaluas, Marselino M.; Aling, Djuwita R.R.; Suhaeni, Siti
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28977

Abstract

Abstractbased on the results of the study it can be concluded that, the role of bagan fisherman's wife in Jayaraksa village was divided into 3 roles : (a) domestik role (cook, wash, ironing the clothes, cleaning the house, take care of granchildren, help the husband); (b) Sosial role (community service, worship, meeting, and village counseling, social gathering);  (c) productive role (laundry service and retailer). Time allocation required by the fishermen's wife in carrying out her domestic role every day cooking need 2 hour, sweeping the house need 10 minute, retailer need 2 hours and the rest for taking care grandchildren. Shopping kitchen needs just take 0,5 hours per day swepping the house and ironing the clothes need 4 hours per day. Time allocation for social role community service, worship, meeting, village counseling social gathering sometimes need 2 hours per day. Time allocation for productive role retailer and laundry service plus 3 hours per day  Keywords: Wife role , Chart Fisherman, Jayakarsa, Northern Minahasa  AbstrakBerdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa:Peran istri nelayan bagan di Desa Jayakarsa dapat dibagi dalam 3 peran yaitu: (a) Peran domestik (memasak, mencuci dan menyetrika pakaian, membersihkan rumah, mengurus anak, membantu suami); (b) Peran sosial (kerja bakti, beribadah, rapat dan penyuluhan desa, serta arisan); (c) Peran produktif (tukang cuci pakaian dan sebagai penjual ikan keliling. Alokasi waktu yg dibutuhkan istri nelayan dalam menjalankan peran domestiknya setiap hari untuk memasak 2 jam, menyapu 10 menit, menjadi pedagang pengecer 2 jam dan sisanya dihabiskan utk mengurus anak dan cucu. Belanja keperluan dapur  hanya  0,5 jam per hari, mengepel 1 jam per minggu,  mencuci dan menyeterika pakaian 4 jam per kegiatan. Alokasi waktu untuk peran Sosialnya yaitu Kerja bakti, beribadah, kegiatan rapat,  penyuluhan dan arisan PKK hanya dilakukan kadang-kadang dan maksimal 2 jam per kegiatan. Alokasi waktu untuk peran produktifnya yang pedagang pengecer 2 jam per hari dan yang cuci pakaian ditambah 3 jam per kegiatan.Kata kunci : Kata Kunci : Peran Istri, Nelayan Bagan,  Jayakarsa, Minahasa utara
EKSISTENSI BUDAYA MARITIM KELOMPOK NELAYAN KELURAHAN MALALAYANG DUA, KOTA MANADO, PROVINSI SULAWESI UTARA Kambey, Melinda A.; Aling, Djuwita R.R.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28979

Abstract

AbstractThis research was conducted to find out the forms of maritime culture in the Aurora Fishermen group, and the reasons for maintaining maritime culture which was considered as material for the formulation of local government policy on maritime. This is done using the census method to obtain primary and secondary data. Data analysis was performed descriptively qualitatively, based on Adaptation, Goal Attention, Integration, and Latency (AGIL). The results were obtained that the maritime activities of the Aurora fishing group were influenced by the ethnic origin culture of the members of the fishing group, the Sangihe. Thus it can be concluded that the maritime culture of the Aurora fishermen group is a culture of culture before going to sea originating from the ancestors of members of the fishing group, and forms of art culture that must be preserved as ancestral heritage, namely cultural arts such as Tulude, Masamper, and Ampa Wayer which are performed once in a year.Keywords: Maritime Culture; Fishing group; Tulude; Masamper; Ampa wayer. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk budaya maritim pada kelompok Nelayan Aurora, dan  alasan  mempertahankan budaya maritim yang dipertimbangkan sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah daerah tentang kemaritiman.  Hal ini dilakukan menggunakan cara sensus untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, berdasarkan   Adaptation, Goal attainment, Integration, dan Latency (AGIL). Diperoleh hasil bahwa kegiatan kemaritiman kelompok nelayan Aurora dipengaruhi oleh budaya asal suku dari anggota kelompok nelayan yaitu suku Sangihe. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya maritim kelompok nelayan Aurora adalah budaya kebiasaan sebelum melaut yang berasal dari suku nenek moyang anggota kelompok nelayan,  dan bentuk budaya kesenian  yang harus dipertahankan sebagai warisan nenek moyang yaitu budaya kesenian seperti Tulude, Masamper, dan Ampa Wayer yang dilakukan sekali dalam setahun.Kata Kunci : Budaya Maritim;  Kelompok nelayan; Tulude; Masamper; Ampa wayer
STRATEGI ADAPTASI SOSIAL DAN EKONOMI NELAYAN ALAT TANGKAP SERO DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Liando, Vicky Yehezkiel; Aling, Djuwita R.R.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28969

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the general condition of the study area and secondly, to find out the adaptation of sero fishing gear life in Jayakarsa Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Adding information and knowledge about the life adaptation of sero fishermen in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency. This research was carried out in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. approximately 4 months, from September to December 2019. This research method uses a case study method that emphasizes the deeper understanding of the problem under study. Research respondents were selected using census techniques so that all members of the population were investigated one by one. This data collection method uses a census, research respondents were selected using a census technique of 4 sero fishermen. This census is intended that all sero fishermen have the same opportunity to become respondents in which questionnaires will be filled in as a systematic structured guide and interview. The data obtained in this study were then analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. Qualitative descriptive analysis is an analysis to provide a description and description using the author's sentence systematically and easily understood in accordance with the data obtained. Quantitative descriptive analysis is an analysis of data by providing a discussion or study of existing data using calculations. Results: Sero fishermen adapt socially and economically. Socially, that is utilizing the social relationships that are created, activities in the organization, fasting at a certain time. Economically, it is diversification of employment sources, assistance from family members of fishermen, the role of fishermen wives, and the role of children.Keywords: Adaptation Strategy, Sero Fishermen, Jayakarsa AbstrakTujuan penelitian adalah mengetahui keadaan umum daerah penelitian dan kedua, mengetahui adaptasi hidup nelayan alat tangkap sero di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Menambah informasi serta pengetahuan mengenai adaptasi hidup nelayan sero Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jayakarsa, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. kurang lebih 4 bulan, yaitu dari bulan September-Desember 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu lebih menekankan kedalaman pemahaman atas masalah yang diteliti. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus jadi semua anggota populasi diselidiki satu persatu. Metode pengumpulan data ini menggunakan sensus, responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus atas 4 orang nelayan sero. Sensus ini dimaksudkan semua nelayan sero mendapat kesempatan yang sama untuk dijadikan responden dimana akan dilaksanakan pengisian kuisioner sebagai panduan dan wawancara terstruktur secara sistematis. Data yang diperoleh dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta keterangan dengan menggunakan kalimat penulis secara sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupaka analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Hasil: Nelayan sero beradaptasi secara sosial dan secara ekonomi. Secara sosial yaitu memanfaatkan hubungan sosial yang tercipta, kegiatan dalam organisasi, puasa pada waktu tertentu. Secara ekonomi adalah penganekaragaman sumber pekerjaan, bantuan anggota keluarga nelayan, peran istri nelayan, dan peran anak – anak.Kata Kunci : Strategi Adaptasi, Nelayan Sero, Jayakarsa
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN PUKAT PANTAI (Beach Seine) DI DESA MAEN KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Kalengkongan, Riyanto Abdulkarim; Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.32214

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to study the beach pukat business profile and study the finances of the beach trawl business in Maen Village, East Likupang District. This research was conducted for approximately 10 months, from March 2020 to December 2020. The method used in this research is a survey method. The survey method is a critical observation or investigation to obtain good information on a particular problem in a certain area or location which is patterned to obtain the required information. The population in this study were beach trawl fishermen in the village of Maen. Data collection was carried out by means of a census.Based on the results of the financial analysis on the Pantai Pukat business in Maen Village, it can be concluded that the fishing business using the beach net in Maen Village has a net profit per year of Rp. 74,635,000, in which case this fishing business is feasible to run because it meets the criteria of financial feasibility, in which the profit rate is 46%; the value of profitability> 100%, the value of BCR> 1, and the value of the payback period is less than one year. In the village of Maen, profit maximization can be made in the beach trawl business by increasing investment in coastal trawl fishing gear, so that the production of the fishing results can be increased. Keywords: fishermen, trawl, financial, business feasibilityKeywords: fishermen, beach seine, financial, feasibility AbstrakTujuan penelitian ini yaitu mempelajari profil usaha Pukat Pantai dan mempelajari finansial usaha pukat pantai di Desa Maen Kecamatan Likupang Timur. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 10 bulan, yaitu dari bulan Maret 2020 sampai bulan Desember 2020.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei adalah suatu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu yang dipolakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan alat tangkap pukat pantai di Desa Maen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara sensus.Berdasarkan hasil analisis finansial pada usaha Pukat Pantai di Desa Maen, dapat simpulkan bahwa usaha penangkapan menggunakan pukat pantai di Desa Maen memiliki keuntungan bersih per tahun Rp. 74.635.000, hal mana usaha penangkapan ini layak dijalankan karena memenuhi kriteria kelayakan finansial, hal mana nilai profit rate 46%; nilai rentabilitas >100%, nilai BCR >1, dan nilai payback period kurang dari satu tahun. Usaha Pukat Pantai di Desa Maen masih dapat dimaksimalkan keuntungan dengan meningkatkan investasi pada alat tangkap pukat pantai, sehingga produksi dari hasil penangkapan dapat ditingkatkan.Kata Kunci: nelayan, pukat pantai, finansial, kelayakan usaha
DINAMIKA KELOMPOK DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DI DESA BAHOI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Mamangkey, Reflin; Aling, Djuwita R.R.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31026

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the dynamics of the marine protected area group in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. Qualitative method is fact finding with correct interpretation. While the descriptive method is a method of examining the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system of thought, or a class of events in the present. The expected objective of this research is to determine the dynamics of the marine protected area group in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The establishment of the DPL teaches residents and fishermen how to use marine and fisheries resources in a sustainable manner. The DPL group was replaced twice, accompanied by a revised perdes in 2010 due to the implementation of Bahoi village as an ecotourism village. The first DPL group was replaced because some members of the group went outside the area and some were married, because the first DPL group was a group of the younger generation. The DPL group is the group desired by the community to be followed by the selection of the forum, with the main task of monitoring. The dynamics of the Marine Protected Area group shows that the DPL group always moves according to their surroundings. However, the objectives of the DPL group have not been achieved and most of the members of these DPL groups are still not satisfied with the increased cooperation from these activities.Keywords: Group Dynamics, Marine Protected Areas, Ecotourism AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika kelompok daerah perlindungan laut di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Sedangkan metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika kelompok daerah perlindungan laut di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Pembentukan DPL mengajarkan kepada warga dan nelayan cara pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Kelompok DPL tersebut dua kali diganti dibarengi dengan revisi perdes pada tahun 2010 karena dijalankannya desa Bahoi sebagai desa ekowisata. Kelompok DPL pertama diganti karena ada sebagaian anggota kelompok yang pergi ke luar daerah dan sebagiannya sudah menikah, dikarenakan kelompok DPL pertama adalah kelompok generasi muda. Kelompok DPL adalah kelompok yang diinginkan oleh masyarakat yang diikuti pemilihan forum, dengan tugas utama untuk pengawasan. Dinamika kelompok Daerah Perlindungan Laut menunjukan bahwa kelompok DPL selalu bergerak mengikuti keadaan disekitarnya. Namun tujuan dari kelompok DPL belum tercapai dan sebagian besar anggotakelompok DPL ini masih kurang puas dengan peningkatan kerja sama dari kegiatan tersebut.Kata kunci: Dinamika Kelompok, Daerah Perlindungan Laut, Ekowisata
KEADAAN USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) ERA NEW NORMAL DI DESA SALIBABU KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tarempas, Meike; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Aling, Djuwita R.R.; Kotambunan, Olvie V.; Manu, Gaspar D.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34613

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine and analyze how the business situation of the new normal era soma pajeko (small purse seine) in Salibabu Village, Salibabu District. When the research started from September 2020 to December 2020. The method in this study was a census using structured questions in the form of a questionnaire, while the data collected was through primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis. New Normal conditions are also felt in capture fisheries business activities in North Sulawesi, and this also affects the fisheries business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency. However, due to the pandemic in the New Normal Era, demand from the fisheries sector company Talaud has decreased by 30-40 percent and resulted in frozen warehouses for storage of fishery products to become full. As a result, the company reduces the supply of raw materials. The total cost for the soma pajeko capture fishery business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency is Rp. 259,000,000 with an income of Rp. 780,000,000 and a profit of Rp. 521,000,000 per year.Keywords: Soma Pajeko's business, New Normal situation, Salibabu Village.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana keadaan usaha soma pajeko (small purse seine) era new normal di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu. Waktu penelitian dimulai September 2020 sampai Desember 2020. Metode dalam penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuesioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu melalui data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Kondisi New Normal ikut dirasakan pada aktifitas usaha perikanan tangkap di Sulawesi Utara, dan ini juga mempengaruhi usaha perikanan yang ada di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. Namun akibat pandemi di Era New Normal, permintaan dari perusahaan sektor perikanan Talaud mengalami penurunan hingga 30-40 persen dan mengakibatkan gudang beku untuk penyimpanan produk perikanan menjadi penuh. Dampaknya, perusahaan mengurangi pasokan bahan baku. Total biaya untuk usaha perikanan tangkap soma pajeko di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp. 259.000.000, dengan pendapatan sebesar Rp.780.000.000, serta keuntungan sebesar Rp.521.000.000. per tahun.Kata kunci: Usaha Soma Pajeko, Era New Normal, Desa Salibabu
PERAN PEREMPUAN PENGOLAH IKAN ASAP DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA BULAWAN II KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Maradia, Alisya W.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Lantu, Sartje
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34618

Abstract

AbstractThis study aims to determine the role and condition of smoked fish processing women in supporting the family economy during the Covid-19 pandemic in Bulawan II Village. The method used is the survey method. The survey method is a critical observation and investigation to get a good description of a particular case, by gathering various sources of information. The population in this study were women who processed smoked fish in Bulawan II Village. The data collection used a census. Census was an activity to collect data and information by observing all elements and populations. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly through interviews guided by filling out questionnaires, some also through intermediary media (via telephone, WA). Secondary data is data obtained indirectly or data obtained through reading materials related to the required data. The results show that in addition to playing a role as a wife or a housewife, a woman in Bulawan II Village also plays a role in supporting the family's economy during the Covid-19 pandemic, by selling processed smoked fish to the market and also to neighboring villages. Most women who process smoked fish are in the productive age range so that they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by junior high school graduates. The role of women who process smoked fish is very supportive of the family economy.Keywords: Covid-19, Role of Women, Family Economy, Bulawan II  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan keadaan usaha perempuan pengolah ikan asap dalam menunjang ekonomi keluarga pada masa pandemi covid-19 di Desa Bulawan II. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Metode survei adalah suatu pengamatan dan penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu kasus tertentu, dengan mengumpulkan beragam sumber informasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perempuan pengolah ikan asap yang ada Desa Bulawan II, pengambilan data menggunakan cara sensus, Sensus adalah kegiatan mengumpulkan data dan informasi dengan cara mengamati seluruh elemen dan populasi. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data diperoleh secara langsung melalui wawancara (interview) yang di pandu dengan pengisian kuisioner, ada pula melalui media perantara (via telepon,wa). Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau data yang diperoleh melalui bahan bacaan yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan. Hasil menunjukan bahwa selain berperan sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga perempuan yang ada di Desa Bulawan II juga berperan dalam upaya menunjang ekonomi keluarga dimasa pandemi Covid-19, dengan menjual hasil olahan ikan asap ke pasar dan juga ke desa-desa tetangga. Perempuan pengolah ikan asap paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SMP. Peran perempuan pengolah ikan asap sangat mendukung perekonomian keluarga.Kata Kunci: Covid-19, Peran Wanita, Ekonomi Keluarga, Bulawan II
PROFIL PEDAGANG IKAN SEGAR DI PASAR PINASUNGKULAN KELURAHAN KAROMBASAN UTARA KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Wakerkwa, Tion; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Sinjal, Chatrine A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34641

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the profile of fresh fish traders in the Pinasungkulan market, North Karombasan Village, Wanea District, Manado City. The method used is a survey method. The population in this study is fresh fish traders. The data consists of primary data and secondary data. Primary data is done through observation, interviews guided by questionnaires, while secondary data is obtained indirectly, namely in the form of evidence, historical records or reports that have been compiled in the library. The analysis used in this research is descriptive quantitative analysis and descriptive qualitative.The age of the respondent is at the age of less than 65 years, which is in the productive age. The age of the traders who are still of productive age so that they can survive selling even though they are rarely buyers or when the number of buyers increases. Fresh fish traders have junior high school education (50%), high school (30%), and bachelor degree (10%) and do not go to school (10%). Number of family members 1-3 people and there are more than 3 family members.The income of fresh fish traders varies, namely Rp. 250,000 per day (30%), and Rp. 500,000 per day (50%), and greater than Rp. 500,000 (20%). Expenditures in the form of transportation expenses of Rp. 10,000 per day and do not spend money on transportation because it is walking from home to the market location. Fresh fish traders who sell for more than 10 years are the largest number. Initial business capital to sell their own capital or joint venture with family members. Places of sale, as much as 80% are self-owned and as much as 20% are only rented.Keywords: Socio-Economic Studies, Fresh Fish, Pinasungkulan Market  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pedagang ikan segar di pasar Pinasungkulan Kelurahan Karombasan Utara Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode survey. Populasi pada penelitian ini ialah pedagang ikan segar. Data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui observasi, wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung, yaitu berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun di perpustakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Umur responden berada pada usia lebih kurang dari 65 tahun yaitu berada pada produktif. Umur para pedagang yang masih usia produktif sehingga mereka bisa bertahan berjualan walaupun jarang pembeli ataupun pada saat jumlah pembeli meningkat. Pedagang ikan segar memiliki pendidikan SMP (50%), SMA (30%), Sarjana (10%) dan tidak bersekolah (10%). Jumlah Anggota keluarga 1 – 3 orang dan ada yang lebih dari 3 anggota keluarga.Pendapatan pedagang ikan segar bervariasi, yaitu Rp. 250.000 per hari (30%), dan Rp. 500.000 per hari (50%), dan lebih besar dari Rp. 500.000 (20%). Pengeluaran berupa pengeluaran transportasi sebesar Rp. 10.000 per hari dan tidak mengeluarkan uang transportsi karena berjalan kaki dari rumah ke lokasi pasar. Para pedagang ikan segar yang berjualan lebih dari 10 tahun merupakan jumlah terbesar. Modal awal usaha untuk berjualan modal sendiri ataupun patungan bersama anggota keluarga. Tempat jualan, sebanyak 80% adalah milik sendiri dan sebanyak 20% hanya sewa.Kata Kunci: Kajian Sosial Ekonomi, Ikan Segar, Pasar PinasungkulanÂ