Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KARAKTERISTIK USAHA MANDIRI BUDIDAYA IKAN NILA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Stevanus, Tobias; Aling, Djuwita R.R.; Rantung, Steelma V.; Dien, Christian R.; Rarung, Lexy K.; Watung, Julian Ch.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34621

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to explain and describe the Characteristics of tilapia farming partnership business in fixed net cages in Eris Village, Eris District, and Minahasa Regency. The aspects that will be examined in this research include the characteristics of the source of capital, the partnership pattern of tilapia aquaculture in live net cages, and the characteristics of the marketing system.The method used in this research is a survey. Surveys are research conducted to obtain facts from existing symptoms and seek factual information about social, economic, or political institutions of a group or individual.The population in this study were fish cultivators with a partnership business, namely those who carried out a partnership business and did not work alone. Samples were taken as many as 10 respondents from a population of 31 people Partnership cultivators. The sample was determined by purposive sampling, which is to be determined by the researcher for cultivators who are considered under the criteria of the respondents that have been set. In this study, it was determined that the respondents were cultivators who had been doing business for more than 5 years. The data obtained in the field were discussed descriptively qualitatively and descriptively quantitatively.The results of the study concluded: 1) The activity of tilapia cultivators is divided into 2) the first is before harvest, where the cultivators provide feed every week, starting at 8:00 in the morning until late in the evening and eating break at 12:00 PM, the total working hours are not fixed, because each worker must complete their respective tasks, and the second is after harvest where the cultivators sell and also supply the needs of their respective partner companies, the partner companies are the Bitung fishery factory, the large tilapia fish cultivators in Eris Village, Manado fish factory, Kotamobagu fish factory, South Minahasa fish factory, and fish factory in Bolaang Mongondow. 2) Several tilapia aquaculture entrepreneurs in Eris Village get capital to build a business from a bank, their capital, and some also get funds from their partners. 3) The partnership pattern run by tilapia fish cultivators in live net cages in Eris Village uses 2 partnership patterns, the first is general trading where the owner (group of partners) is a tilapia cultivator who sells the products needed by the partner company, then the production results will be sold to consumers (industry), and the second is a subcontract, where the owner (partner group) produces the components needed by the partner company, there are also several owners who act as partner companies.Keywords: Characteristics, Tilapia Cultivation, Fixed Net Cages, Business Partnership, Eris Village  AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik usaha Kemitraan budidaya ikan nila pada keramba jarring tancap di Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputi, karakteristik sumber modal, dan pola kemitraan usaha budidaya ikan nila pada keramba jarring tancap, dan karakteristik sistem pemasaranMetode yang dipakai dalam penelitian ini adalah survei. Survei adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta dari gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok atau individu.Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan dengan usaha kemitraan yaitu mereka yang melaksanakan usaha kemitraan dan tidak bekerja secara sendiri. Sampel diambil sebanyak 10 responden dari populasi pembudidaya Kemitraan sebanyak 31 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu akan ditentukan sendiri oleh peneliti bagi pembudidaya yang dianggap sesuai dengan kriteria responden yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini ditetapkan yang menjadi responden adalan pembudidaya yang sudah melakukan usaha di atas 5 tahun. Data yang diperoleh di lapangan dibahas secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Aktivitas pembudidaya ikan nila terbagi 2, yang pertama adalah sebelum panen, dimana pembudidaya menyediakan pakan setiap minggu, mulai kerja jam 8:00 pagi hari sampai sore hari dan istirahat makan jam 12:00, total jam kerja tidak tetap karena setiap tenaga kerja harus menyelesaikan tugasnya masing-masing, dan yang kedua adalah sesudah panen dimana pembudidaya menjual dan juga memasok kebutuhan dari perusahaan mitra masing-masing, perusahaan mitra merupakan pabrik perikanan bitung, pembudidaya ikan nila besar di Desa Eris, pabrik ikan Manado, pabrik ikan Kotamobagu, pabrik ikan Minahasa Selatan, dan pabrik ikan di Bolaang Mongondow. 2) Ada beberapa pengusaha budidaya ikan nila di Desa Eris mendapatkan modal untuk membangun usaha dari bank, modal sendiri, dan ada juga yang mendapatkan dana dari mitra mereka. 3) Pola kemitraan yang dijalankan oleh pembudidaya ikan nila pada keramba jarring tancap di Desa Eris menggunakan 2 pola kemitraan, yang pertama adalah dagang umum dimana pemilik(kelompok mitra) adalah pembudidaya ikan nila menjual hasil yang di butuhkan oleh perusahaan mitra, kemudian hasil produksi tersebut akan dijual kepada konsumen(industri), dan yang kedua adalah subkontrak, dimana pemilik(kelompok mitra) memproduksi komponen-komponen yang diperlukan oleh perusahaan mitra, ada juga beberapa pemilik yang berperan sebagai perusahaan mitra.Kata kunci : Karakteristik, Budidaya Ikan Nila, Keramba Jaring Tancap, Usaha Kemitraan, Desa Eris
STUDI USAHA TRANSPORTASI WISATA BAHARI KALIMAS KELURAHAN CALACA KOTA MANADO PADA MASA PANDEMIK COVID-19 Salanggamo, Verki; Andaki, Jardie A.; Wasak, Martha P.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Rangan, Jetty K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34623

Abstract

AbstractThe formulation of the problem in this study, namely how is the state of the inter-island ecotourism transportation business at the Kalimas Tourism Port, Calaca Village, Manado City in the face of the Covid-19 pandemic. Meanwhile, the purpose of this research is to study the state of the inter-island ecotourism transportation business at the Kalimas Tourism Port, Calaca Village, Manado City in the face of the Covid-19 pandemic.This research uses a descriptive type of research based on case study research, in this case the inter-island ecotourism transportation business in the tourist port of Kalimas, Calaca Village, Manado City. This research uses descriptive qualitative and quantitative approaches, namely research procedures that produce descriptive data in the form of written words or from people's spoken words and observed behavior. The approach is directed to the background of the object and the individual holistically (intact). Respondents in this study are people who carry out inter-island ecotourism transportation businesses at the Kalimas tourism pierThe results of the study can be concluded: 1) the inter-island transportation business in Kalimas has been started since 2016, every day each boat can carry a maximum of up to 30 people along with their luggage, the fare per passenger is Rp. 20,000.00 and for luggage, a rate of Rp. 2,000.00 for all types of goods; 2) during the Covid-19 pandemic, visits from foreign tourists were prohibited, but local residents were still allowed to travel between islands; and 3) during the new normal period, tourist transportation activities using motorized boats could already be carried out including foreign tourists by implementing a strict Covid-19 Protap, but the number of visits was still insufficient.Key words: motorized boat, Kalimas tourism pier, transportation, ecotourism  AbstrakRumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana keadaan usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan Wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado dalam menghadapi pandemik covid-19. Sedangkan tujuan penelitian ini, yaitu mempelajari keadaan usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan Wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado dalam menghadapi pandemik covid-19.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus, dalam hal ini usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau dari lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Pendekatan diarahkan pada latar belakang objek dan individu tersebut secara holistic (utuh). Responden dalam penelitian ini ialah masyarakat yang melakukan usaha transportasi ekowisata antar pulau di dermaga wisata KalimasHasil penelitian dapat disimpulkan : 1) usaha Transportasi Antar Pulau di Kalimas telah dimulai dari tahun 2016 setiap harinya setiap perahu dapat mengangkut maksimal sampai dengan 30 orang beserta barang bawaan, tarif per penumpang yaitu Rp. 20.000.00 dan untuk barang bawaan di bebankan tarif Rp. 2.000.00 untuk semua jenis barang; 2) pada masa pademik covid-19 terjadi pelarangan kunjungan dari turis asing, namun penduduk lokal masih diizinkan melakukan perjalanan antar pulau; dan 3) pada masa new normal kegiatan transportasi wisata menggunakan perahu bermotor sudah dapat dilakukan termasuk turis asing dengan menerapkan Protap Covid-19 yang ketat, namun jumlah kunjungan masih kurang.Kata kunci: perahu bermotor, dermaga wisata Kalimas, transportasi, ekowisata
ANALISIS FINANSIAL USAHA BAGAN DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Daruit, Marselina; Pangemanan, Jeannette F.; Rantung, Steelma V.; Aling, Djuwita R.R.; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Calvyn
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.2.2021.35193

Abstract

AbstractKinabuhutan Village is one of the coastal villages located in West Likupang District, North Minahasa Regency, and North Sulawesi Province. The majority of the residents of Kinabuhutan Village work as fishermen and most are traditional fishermen. One of the traditional fishing gear used is the Bagan to catch anchovy (Engraulidae) or in the local language called white fish.This study aims to determine whether the chartering business in Kinabuhutan Village is profitable or not. The method used in this study is a survey method, namely critical observation or investigation to obtain good information on a particular issue.Data analysis was carried out quantitatively descriptively through the data processing stage in the form of tables and data interpretation. The financial analysis used is to calculate Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Profitability, Break Even Point and Pay Back Period.Based on the results of the analysis, it can be concluded that the chartering business in Kinabuhutan Village is profitable, with a net profit per year of Rp. 15,613,750; the value of the profit rate is positive, namely 80%; Profitability <100% ie 40%; BCR value > 1 is 1.88%; sales proceeds Rp. 35,000,000 and the catch (175 kg) is above the sales BEP (Rp. 18,707,474) as well as the unit BEP (106,899 kg) and the Payback Period is 2.54 years. Keywords: financial analysis; chart; Kinabuhutan AbstrakDesa Kinabuhutan merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Mayoritas penduduk Desa Kinabuhutan bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Salah satu alat tangkap tradisional yang digunakan adalah Bagan untuk menangkap ikan Teri (Engraulidae) atau dalam bahasa daerah disebut ikan putih.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha bagan di Desa Kinabuhutan itu menguntungkan atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu.Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui tahap pengolahan data berupa tabel dan interpretasi data. Analisis finansial yang digunakan yaitu dengan menghitung Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Even Point dan Pay Back Period.Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha bagan di Desa Kinabuhutan menguntungkan, dengan keuntungan bersih per tahun sebesar Rp. 15.613.750; nilai profit ratenya positif yaitu 80%; Rentabilitasnya <100% yaitu 40%; nilai BCR >1 yaitu 1,88%; hasil penjualan Rp. 35.000.000 dan hasil tangkapan (175 kg) di atas BEP penjualan (Rp. 18.707.474) maupun BEP satuan (106.899 kg) dan Payback Periodnya 2,54 tahun. Kata Kunci: analisis finansial; bagan; Kinabuhutan
Dinamika Kelompok Usaha Cakalang Asap (Fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung Manompato, Marcelino A.; Dien, Christian R.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Aling, Djuwita R.R.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.54979

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas kelompok usaha cakalang asap (fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung dan menentukan dinamika kelompok usaha cakalang asap (fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah 25% dari kelompok usaha cakalang asap (fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi langsung terhadap objek yang menjadi sasaran tujuan. Analisis data merupakan suatu cara untuk mengelola data dari hasil penelitian menjadi informasi, sehingga menjadikan karakteristik data tersebut dapat dipahami dan berguna untuk solusi permasalahan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa data primer dan data sekunder kemudian diolah, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif analitik, metode penelitiannya menggunakan metode penelitian deskriptif analitik, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk menciptakan gambaran atau deskrpsi objektif tentang suatu keadaan yang kemudian dianalisis untuk menemukan hubungan antara dua variabel. Metode ini digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi saat ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan: 1) aktivitas kelompok pengolah ikan asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung sehari-harinya melakukan penangkapan ikan dan memasarkan hasil tangkapannya. Selain itu untuk mengisi waktu setelah pengolahan ikan dilakukan pertemuan (rapat), menabung, arisan untuk setiap anggota nelayan, kegiatan sosial seperti: memberikan bantuan bagi nelayan yang terkena musibah (kebakaran atau kedukaan). Semua aktivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekompakkan dan keaktifan anggota kelompok pengolah ikan asap; dan 2) pentingnya dinamika kelompok dikarenakan kelompok pengolah ikan asap sebagai individu tidak dapat hidup sendiri dalam lingkungan masyarakat dan tidak dapat bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dinamika kelompok pengolah ikan asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung menunjukkan bahwa keberadaan kelompok nelayan membawa proses perubahan yang baik bagi kehidupan pengolah ikan. Kelompok membantu pengolah ikan asap dalam memecahkan masalah, meningkatkan kerja sama (gotong royong), pekerjaan menjadi lebih mudah diselesaikan, dan pendapatan semakin meningkat.
Dinamika Kelompok Nelayan Anak Buah Kapal Purse Seine KM. Falen di Desa Kema Tiga Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Wurangian, Yohanes R.; Aling, Djuwita R.R.; Longdong, Florence V.; Manoppo, Victoria E.N.; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.55313

Abstract

Abstract The purpose of the study is how the activities of the ABK purse seine fishermen group KM. Falen in Kema Tiga Village, Kema District, North Minahasa Regency and how the dynamics of the ABK purse seine fishermen group KM. Falen in Kema Tiga Village, Kema District, North Minahasa Regency. The method used in this study is the case study method. The population taken in this study was 18 people, namely the ABK purse seine fishermen group KM. Falen in Kema Tiga Village, Kema District, North Minahasa Regency. Data collection was carried out by direct observation and interviews with the objects that were the objectives of the study. Data analysis used qualitative data analysis and quantitative data analysis. Based on the results of the research and discussion that have been explained, it can be concluded: 1) the activities of the ABK purse seine fishermen group KM. Falen in Kema Tiga Village, Kema District, North Minahasa Regency are daily fishing and marketing their catch. In addition, to fill the time after fishing, arisan meetings are held for each member of the fishermen, social activities such as: providing assistance to fishermen who have been hit by a disaster, and others. All of these activities are carried out to increase the cohesiveness and activeness of the members of the Km Falen purse seine fishermen group; and 2) the importance of group dynamics because the KM Falen fishermen group as individuals cannot live alone in the community environment and cannot work alone to meet their living needs. The dynamics of the purse seine fishermen group in Kema Tiga Village, Kema District, North Minahasa Regency show that the existence of fishermen groups brings a process of good change to the lives of the community. The purse seine fishermen group helps each other in solving problems, increases cooperation (mutual cooperation) so that work becomes easier to complete, and income increases.  Keywords: dynamics; fishermen group; purse seine   Abstrak Tujuan dari penelitian yaitu bagaimana aktivitas kelompok nelayan ABK purse seine KM. Falen di Desa Kema Tiga Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara dan bagaimana dinamika kelompok nelayan ABK purse seine KM. Falen di Desa Kema Tiga Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah 18 orang yaitu ABK kelompok nelayan purse seine KM. Falen di Desa Kema Tiga Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi dan wawancara langsung terhadap objek yang menjadi tujuan penelitian. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan: 1) aktivitas kelompok nelayan ABK purse seine KM. Falen Desa Kema Tiga Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara sehari-harinya melakukan penangkapan ikan dan memasarkan hasil tangkapannya. Selain itu untuk mengisi waktu setelah penangkapan ikan dilakukan pertemuan arisan untuk setiap anggota nelayan, kegiatan sosial seperti: memberikan bantuan bagi nelayan yang terkena musibah kedukaan, dan lain-lain. Semua aktivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekompakkan dan keaktifan anggota kelompok nelayan purse seine Km Falen; dan 2) pentingnya dinamika kelompok dikarenakan kelompok nelayan KM Falen sebagai individu tidak dapat hidup sendiri dalam lingkungan masyarakat dan tidak dapat bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dinamika kelompok nelayan purse seine di Desa Kema Tiga Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan bahwa keberadaan kelompok nelayan membawa proses perubahan yang baik bagi kehidupan pada masyarakat. Kelompok nelayan purse seine saling membantu satu sama lain dalam memecahkan masalah, meningkatkan kerja sama (gotong royong) sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah diselesaikan, dan pendapatan semakin meningkat. Kata kunci: dinamika; kelompok nelayan; purse seine
Kontribusi Usaha Nelayan Pancing Ulur Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Regar, Alisya S.; Dien, Christian R.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55317

Abstract

Abstract The aim of this research is to find out how much fishermen earn from the hand-line fishing business in Wori Village and how much the families of hand-line fishermen in Wori Village earn and find out how much the results of the hand-line fishing business contribute to the income of fishing families in Wori Village. The method used in this research is the survey method. The population in this study were handline fishing gear owners in Wori Village, while data collection was carried out by census. The data collected in this research consists of primary data and secondary data. Primary data was collected through observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data was collected by quoting data that already exists at the Subdistrict office or from journals related to this research. The data obtained was analyzed using quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. Based on the research results, it was concluded that the income of fishermen from the hand-line fishing business in Wori Village was Rp 26,231,000 and the family income of hand-line fishermen in Wori Village was Rp 33,258,000The contribution from the results of the hand-line fishing business to The income of fishing families in Wori Village is 78.87%, which means that working as a fisherman is the main job to meet the living needs of fishermen and their families. Keywords: Contribution, Income, Fishing Rod, Wori.   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan nelayan dari usaha pancing ulur di Desa Wori dan berapa besar pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Wori serta mengetahui besarnya kontribusi hasil usaha pancing ulur terhadap pendapatan keluarga nelayan di Desa Wori. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik alat tangkap pancing ulur yang ada di Desa Wori, sedangkan pengambilan datanya di lakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan dengan mengutip data yang sudah ada di kantor Kelurahan atau dari jurnal-jurnal yang terkait dengan penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pendapatan nelayan dari usaha pancing ulur di Desa Wori adalah sebesar Rp26.231.000 dan Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Wori adalah sebesar Rp33.258.000.Kontribusi dari hasil usaha pancing ulur terhadap pendapatan keluarga nelayan di Desa Wori yaitu 78,87%, yang berarti pekerjaan sebagai nelayan merupakan pekerjaan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup nelayan dan keluarganya. Kata kunci: Kontribusi, Pendapatan, Pancing Ulur, Wori
Analisis Finansial Alat Tangkap Pancing Ulur di Desa Inobonto Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow Mokoagow, Nelawati; Manoppo, Victoria E.N.; Pangemanan, Jeannette F.; Durand, Swenekhe S.; Tambani, Grace O.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55325

Abstract

Abstract The purpose of this study was to describe the profile of fishermen and determine the feasibility of the business through financial analysis of the handline fishing business in Inobonto Village, Bolaang District, Bolaang Mongondow Regency. The basic method used in this study was a survey. The data collected consisted of primary data and secondary data. The data obtained were analyzed using financial analysis formulas and interpreted with quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the study showed that the profile of the handline fishing business was as follows: the average age of fishermen was 46-70 years, had an average education (elementary school), had semi-permanent and permanent houses with an average number of dependents of 3-4 people. The financial feasibility of the handline fishing business had an operating profit of IDR 30,560,000, a net profit of IDR 28,705,000, a profit rate of 148.7%, a Benefit Cost Ratio of 2.48, a BEP of sales of IDR 2,944,444, a BEP of 147 kg.  Keywords: handline fishing; fishermen's profile; financial; financial feasibility   Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan profil nelayan dan menentukan kelayakan usaha melalui analisis finansial usaha pancing ulur di Desa Inobonto Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh di analisis dengan memakai rumus analisis finansial dan diinterprestasikan dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil usaha nelayan pancing ulur sebagai berikut: umur nelayan rata-rata 46-70 tahun, memiliki pendidikan rata-rata (SD), memiliki rumah semi permanen dan permanen dengan jumlah tanggungan rata-rata 3-4 orang. Kelayakan finansial usaha pancing ulur memiliki operating profit Rp30.560.000, net profit Rp28.705.000, profit rate 148,7%, Benefit Cost Ratio 2,48, BEP penjualan Rp 2.944.444, BEP satuan 147 kg. Kata kunci: pancing ulur; profil nelayan; finansial; kelayakan finansial
Kontribusi Usaha Perahu Lampu Terhadap Pendapatan Keluarga di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Rambebuoch, Arvi M.; Aling, Djuwita R.R.; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.; Suhaeni, Siti; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55335

Abstract

Abstract Based on the background above, the research objectives are: 1) to find out how much income the boat business makes in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City, and 2) find out how much income the light boat business makes to family income in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City. Based on the research results, it can be concluded: 1) public light boat fishermen with elementary school education, family dependents of 2 – 3 people. The business is carried out by investing in boats, engines, generators and lighting. Boat business income uses a profit sharing system of 70% for purse seine and 30% for light boat fishermen; and 2) the contribution of lamp boat business income to family income is 87,08%. This means that working as a lamp boat fisherman is the main job, but income from outside the lamp boat business also influences family income in meeting needs.  Key words: contribution; light boat business; Makawidey   Abstrak Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: 1) mengetahui berapa besar hasil pendapatan usaha perahu di Kelurahan Makawidey Kecamatain Aertembaga Kota Bitung, dan 2) mengetahui berapa besar kontribusi pendapatan usaha perahu lampu terhadap pendapatan keluarga di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) nelayan perahu lampu, umumnya berpendidikan SD, tanggungan keluarga 2 – 3 orang. Usaha dilakukan dengan investasi pada perahu, mesin, genset, dan lampu penerang. Penghasilan usaha perahu menggunakan sistem bagi hasil keuntungan 70% untuk soma pajeko dan 30% untuk nelayan perahu lampu; dan 2) kontribusi pendapatan usaha perahu lampu terhadap pendapatan keluarga yaitu sebesar 87,08%., hal ini berarti pekerjaan sebagai nelayan perahu lampu merupakan pekerjaan utama. Kata kunci: kontribusi; usaha perahu lampu; Makawidey
Gender pada Usaha Pengolahan Ikan di PT. Jaya Bitung Mandiri di Kelurahan Aertembaga Satu Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Walukow, Gabryela M.; Pangemanan, Jeannette F.; Aling, Djuwita R.R.; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57422

Abstract

Abstract Economic fisheries development is an activity that utilizes natural resources which is directed towards the main targets of meeting food needs, increasing employment opportunities, increasing foreign exchange earnings, and maintaining a sustainable business and environment. The development of the fisheries and marine sector as part of national development aims to ensure that every fisheries and marine activity can be carried out by the Indonesian people, both production activities and marketing processing. Gender is the characteristics and behavior attributed to men and women which are formed socially and culturally. Gender can be defined as a situation where individuals who are born biologically as male and female then acquire social characteristics as male and female through the attributes of masculinity and femininity which are often supported by values or systems and symbols in the society concerned. The basic method used in this research is the data collection technique using a purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained will be more precise. The sample interviewed consisted of 22 employees from the population determined at each processing unit. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at PT. Jaya Bitung Mandiri. The analysis used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded: 1) there are gender differences in each fish processing business at PT. Jaya Bitung Mandiri Bitung City starting from the sorting, processing, tally, cold storage section; 2) reproductive activities in the processing business between men and women at PT. Jaya Bitung Mandiri has the same percentage of 50% of each task and responsibility according to existing abilities and skills.  Keywords : gender; fish processing business; fish factory workers   Abstrak Ekonomi pembangunan perikanan adalah kegiatan pemanfaatan sumberdaya alam yang diarahkan dengan sasaran utama pencukupan kebutuhan pangan, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan devisa, dan pemeliharaan usaha serta lingkungan yang lestari. Pembangunan sektor perikanan dan kelautan sebagai bagian dari pembangunan nasional bertujuan untuk mengusahakan agar setiap kegiatan perikanan dan kelautan dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia baik kegiatan produksi, pengolahan maupun pemasaran. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Gender dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana individu yang lahir secara biologis sebagai laki–laki dan perempuan yang kemudian memperoleh pencirian sosial sebagai laki-laki dan perempuan melalui atribut – atribut maskulinitas dan feminitas yang sering didukung oleh nilai-nilai atau sistem dan simbol di masyarakat yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh akan lebih tepat. Sampel yang di wawancarai berjumlah 22 karyawan dari populasi yang ditentukan pada setiap unit pengolahan. Pengumpulan data dilakukan melalui obeservasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada PT. Jaya Bitung Mandiri. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil   penelitian   dan   pembahasan   dapat   disimpulkan: 1) terdapat perbedaan gender pada setiap usaha pengolahan ikan di PT. Jaya Bitung Mandiri Kota Bitung mulai dari bagian sortir, processing, tally, cold storage; 2) kegiatan reproduktif usaha pengolahan antara laki-laki dan perempuan di PT. Jaya Bitung Mandiri memiliki Persentase yang sama 50% dari tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang ada. Kata Kunci : gender; usaha pengolahan ikan; pekerja pabrik ikan
Analisis Finansial Usaha Penangkapan Ikan dengan Alat Tangkap Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Pananginan, Elshaday C.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57700

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the general conditions and financially analyze the fishing business using Soma Pajeko fishing gear in Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. The basic method used in this study is a survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents from related agencies. The data obtained were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis. Financial analysis aims to determine estimates in terms of funding and cash flow, so that it can be known whether or not the business being run is feasible. The soma pajeko fishing gear business in Tumbak Village that was analyzed was Operating profit of IDR 260,160,000, Net profit of IDR 187,773,000, Profit rate of 121.18%, Benefit cost ratio of 2.21 or> 1, BEP Sales of IDR 95,246,710, BEP unit 5,952 kg. Keywords: financial analysis; soma pajeko; Tumbak Village Abstrak Tujuan penelitian ialah mendeskripsikan keadaan umum dan menganalisis secara finansial usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Usaha alat tangkap soma pajeko yang ada di Desa Tumbak yang dianalisis adalah Operating profit Rp260.160.000, Net profit Rp187.773.000, Profit rate 121,18%, Benefit cost ratio 2,21 atau >1, BEP Penjualan Rp95.246.710 , BEP satuan 5.952 kg. Kata kunci : analisis finansial; soma pajeko; Desa Tumbak