Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap Usaha Ekowisata Dive Into Lembeh Resort di Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Kolompoy, Debora E.; Andaki, Jardie A.; Suhaeni, Siti; Longdong, Florence V.; Aling, Djuwita R.R.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57701

Abstract

Abstract North Sulawesi has great tourism potential in Indonesia. This potential is also a door to business in various fields, including accommodation. The existence of lodging such as resorts can be found in various tourist destinations. One of them is in Bitung City, precisely in Kasawari Village, Aertembaga District, namely Dive Into Lembeh Resort. Travel time from Manado City Center (Zero Point) to Kasawari Village is around 1 hour 10 minutes. Kasawari Village is known for having the potential for marine beauty as an object and tourist attraction. The views or perceptions of the surrounding community regarding the existence of Dive Into Lembeh Resort are very diverse and different. All of this depends on how the community recognizes, remembers, marks everything they see, hear, and feel about Dive Into Lembeh Resort. The population in this study were people who live around the resort and heads of families who know about the existence of Dive Into Lembeh Resort. The purpose of this study was to determine the public's perception of Dive Into Lembeh Resort. This research method is a survey method. The number of samples taken was 32 people, using the sampling method. Sampling using the purposive sampling method. The data collected were primary data and secondary data. Primary data is data collected directly by researchers, which is done by observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data is data collected through a second party, in the form of evidence, notes or reports obtained from the Kasawari Village office and Dive Into Lembeh Resort Data analysis to determine the perception of fishermen using the Likert scale. Based on the results of the Likert scale analysis carried out to determine the perception of the Kasawari Village community towards the Dive Into Lembeh resort which was assessed based on 10 dimensions, the result was 3.68 or rounded up to 3.7 which means that the community has a good perception of Dive Into Lembeh Resort. There are even several question indicators that have a very good perception or very agree and very positive from the community. Keywords: Perception, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari Abstrak Sulawesi Utara memiliki potensi wisata yang besar di Indonesia. Potensi ini juga menjadi pintu usaha di berbagai bidang, termasuk bidang akomodasi. Adanya penginapan seperti resort dapat di jumpai di berbagai destinasi wisata. Salah satunya yang berada di Kota Bitung, tepatnya di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga yaitu Dive Into Lembeh Resort. Waktu tempuh dari pusat kota Manado (Zero Point) sampai ke Kelurahan Kasawari sekitar 1 jam 10 menit. Kelurahan Kasawari dikenal karena mempunyai potensi keindahan bahari sebagai objek dan daya tarik wisatawan. Pandangan atau persepsi masyarakat sekitar terhadap adanya Dive Into Lembeh Resort sangatlah bermacam-macam dan berbeda-beda. Semua ini tergantung dari cara masyarakat mengenal, mengingat, menandai segala sesuatu yang dia lihat, dengar, dan rasakan terhadap Dive Into Lembeh Resort. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili sekitar resort dan kepala keluarga yang mengetahui keberadaan Dive Into Lembeh resort. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Dive Into Lembeh resort. Metode penelitian ini adalah metode survey. Jumlah sample yang di ambil sebanyak 32 orang, dengan menggunakan metode sampling. Pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti, yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan melalui pihak kedua, berupa bukti, catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Kelurahan Kasawari dan Dive Into Lembeh Resort Analisis data untuk mengetahui persepsi nelayan menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis skala Likert yang dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap resort Dive Into Lembeh yang dinilai berdasarkan 10 dimensi diperoleh hasil 3,68 atau dibulatkan menjadi 3,7 yang berarti bahwa masyarakat mempunyai persepsi yang baik terhadap Dive Into Lembeh Resort. Bahkan ada beberapa indikator pertanyaan yang mempunyai persepsi yang sangat baik atau sangat setuju dan sangat positif dari masyarakat. Kata kunci: Persepsi, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari
Analisis Kelayakan Usaha Perahu Lampu di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Imanuella, Evanda; Aling, Djuwita R.R.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57703

Abstract

Abstract The lamp boat business in Tandurusa Village is a business that helps fishing businesses to collect fish in the sea before they are caught. This lamp boat business cannot stand alone because it must cooperate with other businesses, namely fishing businesses. The task of the lamp boat is to find a group of fish and then collect them with the light of the lamp on the boat, when the fish have been collected, the lamp boat tells the person who has a fishing business to catch the group of fish that have been collected. This is one of the businesses run by some of the fishing communities in Tandurusa Village. This is what attracted the attention of researchers to examine the feasibility of the lamp boat business in Tandurusa Village. The basic method used in this study is the survey method. The population in this study were all fishermen who own lamp boat businesses in Tandurusa Village, totaling 6 fishermen. The data collection method used was the census method, namely data collection if all elements of the population were investigated one by one. The data collected in this study were primary data and secondary data. Primary data in this study were collected by means of observation and direct interviews with respondents, namely lamp boat business owners in Tandurusa Village. Secondary data was obtained by taking existing data from the Tandurusa Village Office or from previous studies. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the results of the analysis of the feasibility test of the lamp boat business in Tandurusa Village obtained a net profit per year of Rp171,857,500; Operating profit of Rp188,120,000; the profit rate value is positive, namely 172.79%; The profitability is 215.82%; BCR value> 1, namely 2.73 sales results of Rp271,320,000 and catch results of 14,280 kg above the BEP sales (BEP Sales Rp25,742,753) and BEP units (BEP Unit 1,354 kg). Based on all the feasibility tests that have been carried out, it can be concluded that the lamp boat business in Tandurusa Village is feasible to run based on several of the above criteria. Keywords: feasibility; lamp boat; Tandurusa Abstrak Usaha perahu lampu yang ada di Kelurahan Tandurusa merupakan suatu usaha yang membantu usaha penangkapan ikan untuk mengumpulkan ikan di laut sebelum ditangkap. Usaha perahu lampu ini tidak bisa berdiri sendiri karena harus bekerja sama dengan usaha lain yaitu usaha penangkapan ikan. Tugas perahu lampu adalah mencari sekumpulan ikan kemudian mengumpulkannya dengan cahaya lampu yang ada di perahu, ketika ikan sudah terkumpul maka perahu lampu memberitahu orang yang punya usaha penangkapan ikan untuk menangkap sekumpulan ikan yang sudah terkumpul. Inilah salah satu usaha yang dijalankan oleh sebagian masyarakat nelayan di Kelurahan Tandurusa. Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk meneliti kelayakan dari usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua nelayan pemilik usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa yang berjumlah 6 orang nelayan. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu pengambilan data apabila seluruh elemen populasi diselidiki satu per satu. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan responden yaitu pemilik usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa. Data sekunder di peroleh dengan cara di ambil dari data yang sudah ada pada Kantor Kelurahan Tandurusa ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji kelayakan usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa diperoleh keuntungan bersih per tahun adalah sebesar Rp171.857.500; Operating profit sebesar Rp188.120.000; nilai profit ratenya positif yaitu 172,79%; Rentabilitasnya yaitu 215,82%; nilai BCR > 1 yaitu 2,73 hasil penjualan Rp271.320.000 dan hasil tangkapan sebesar 14.280 kg diatas BEP penjualan (BEP Penjualan Rp25.742.753) maupun BEP satuan (BEP Satuan 1.354 kg). Berdasarkan seluruh uji kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa ini layak dijalankan berdasarkan beberapa kriteria diatas. Kata kunci: kelayakan; perahu lampu; Tandurusa
Adaptation of "New Normal" to Marine Ecotourism Activities and Their Impact on the Welfare of Coastal Communities Andaki , Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.; Rantung, Steelma V.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.46413

Abstract

Abstract This study aims to find out how the adaptation to the new normal period in the marine ecotourism business and its influence on coastal communities in West Likupang District. The research was conducted in West Likupang District in 4 villages (Bahoi, Bulutui, Tarabitan, and Jayakarsa). The survey method was used to collect primary and secondary data. Quantitative data obtained in this study were obtained from respondent questionnaire data which were processed using the Microsoft Excel 2010 program. The data were also processed by cross-tabulation and statistically analyzed using the statistical t test using SPSS 16.0 For Windows software. The t statistical test (t-test) is used to test differences in ecotourism conditions before the pandemic, the Covid-19 pandemic, and the new normal period. The results of data analysis using the t-test statistic showed a significant difference in the boat transportation business (P<0.05) with a decrease of 75%; homestay (P<0.05) with a decrease of 93%; a number of visits (P<0.05) with a decrease of 63%; and culinary (P<0.05) with a decrease of 67%. A qualitative assessment shows that the Covid-19 pandemic has caused a reduction in the frequency of work from the community in the form of tour guides, dive guides, fishing activity guides, parking attendants, motorcycle taxi drivers, bathroom guards, and ticket guards. A further implication of reduced visits is in the form of cessation of services from several jobs so that workers in the ecotourism sector adapt by diversifying jobs to be able to support their families and themselves.   Keywords: covid-19, ecotourism, new normal, community welfare  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi pada masa new normal pada usaha ekowisata bahari dan pengaruhnya pada masyarakat pesisir di Kecamatan Likupang Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Likupang Barat pada 4 (empat) desa (Bahoi, Bulutui, Tarabitan, dan Jayakarsa). Metode survey digunakan untuk pengumpulan data primer dan sekunder. Data kuantitatif yang diperoleh pada penelitian ini diperoleh merupakan data hasil kuesioner responden yang diolah dengan menggunakan program microsoft excel 2010. Data juga diolah dengan tabulasi silang dan dianalis secara statistik dengan uji statistik t menggunakan software SPSS 16.0 For Windows. Uji statistik t (t test) ini digunakan untuk menguji perbedaan kondisi ekowisata sebelum masa pandemi, masa pandemi covid-19, dan masa new normal. Hasil analisis data dengan statistik uji t menunjukkan perbedaan signifikan pada usaha transportasi perahu (P<0,05) dengan penurunan sebesar 75%; home stay (P<0,05) dengan penurunan sebesar 93%; jumlah kunjungan (P<0,05) dengan penurunan sebesar 63%; dan kuliner (P<0,05) dengan penurunan sebesar 67%. Penilaian secara kualitatif menunjukkan masa pandemic covid-19 menyebabkan berkurangnya frekuensi pekerjaan dari masyarakat berupa tour guide, dive guide, pemandu kegiatan pemancingan, tukang parkir, tukang ojek, penjaga kamar mandi, dan penjaga karcis. Implikasi lebih jauh dari berkurang kunjungan berupa penghentian layanan jasa dari beberapa pekerjaan sehingga masyarakat pekerja di bidang ekowisata beradaptasi dengan melakukan diversifikasi pekerjaan untuk dapat menafkahi keluarga dan diri sendiri. Kata kunci: covid-19, ekowisata, normal baru, kesejahteraan masyarakat
Analisis Nilai Tukar Nelayan Jubi di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Untu, Cristalla; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.; Aling, Djuwita R.R.; Kotambunan, Olvie V.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60751

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the fishermen's exchange rate (NTN) for jubi fishing gear (arrows) inBatulubang Village, South Lembeh District. The method used was the survey method, the sampling technique usedpurposive sampling technique, qualitative descriptive analysis and quantitative analysis. The results of this study canbe concluded: NTN obtained a value of 1.99, meaning that the total income of traditional fishermen using jubi fishinggear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, and fishermen's income can cover thecosts of fishermen's businesses with an NTN of 0.46. Observations and calculations in November 2023 and December2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100.Keywords: Fishermen's Exchange Rate, jubi, income, BatulubangAbstrakTujuan penelitian ini yaitu menentukan nilai tukar nelayan (NTN) alat tangkap jubi (panah) yang ada di KelurahanBatulubang Kecamatan Lembeh Selatan. Metode yang dgunakan yaitu metode survey, teknik pengambilan sampelmenggunakan teknik purposive sampling, analiais deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini, dapatdisimpulkan : NTN diperoleh nilai 1,99, artinyapendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap jubidapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dan pendapatan nelayan dapat menutupibiaya usaha nelayan dengan NTN sebesar 0,46. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November 2023 dan bulanDesember 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100.Kata kunci: Nilai Tukar Nelayan, jubi, pendapatan, Batulubang
Analisis Finansial Usaha Penangkapan Cumi di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Arif, Erika; Longdong, Florence V.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60752

Abstract

AbstractPosokan Village, North Lembeh Subdistrict, located at the north end of Bitung City, North Sulawesi Province, is famousbecause the majority of the population works as fishermen, fishermen in Posokan Village are still classified as traditionalfishermen, one of which is squid fishermen. the fishing gear used is sambi (fishing rod) to catch squid, catchingoperations are carried out starting from 17.00. Based on the background, the problem formulation is as follows: Whatis the Profile of Squid Fishermen in Posokan Village, North Lembeh District, Bitung City? How is the Feasibility of SquidCatching Business in Posokan Village, North Lembeh District, Bitung City? The method used is survey method,sampling technique using purposive sampling technique, qualitative descriptive analysis and quantitative analysis.Based on the results and discussion of this research, it can be concluded: Financial analysis of squid catching businessin Posokan Village, North Lembeh Subdistrict can be obtained, namely: Operating Profit Rp. 42,345,455, Net Profit Rp.39,948,866, Profit Rate 109%, Benefit Cost Ratio 2.97 or >1 which means the business is feasible to run, BEP SalesRp. 4,279,623, BEP Unit 342 Kg.Keywords: financial analysis, squid catching, Posokan VillageAbstrakKelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara, terletak diujung utara Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, terkenalkarena mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, nelayan di Kelurahan Posokan masih tergolong nelayannelayan tradisional salah satunya adalah nelayan penangkap cumi. alat tangkap yang digunakan adalah sambi(pancing) untuk menangkap cumi, Operasional penangkapan di lakukan mulai dari pukul 17.00 sampai 00.00 WITA.Berdasarkan latar belakang, maka perumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana Profil Nelayan Cumi di KelurahanPosokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung? Bagaimana Kelayakan Usaha Penangkapan Cumi di KelurahanPosokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung? Metode yang dgunakan yaitu metode survey, teknik pengambilansampel menggunakan teknik purposive sampling, analiais deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasildan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: Analisis Finansial usaha penangkapan cumi di Kelurahan PosokanKecamatan Lembeh Utara dapat diperoleh hasil yaitu: Operating Profit Rp. 42.345.455, Net Profit Rp. 39.948.866,Profit Rate 109%, Benefit Cost Ratio 2,97 atau >1 yang artinya usaha tersebut layak untuk dijalankan, BEP PenjualanRp. 4.279.623, BEP Satuan 342 Kg.Kata kunci: Analisis Finansial, Penangkapan Cumi, Kelurahan Posokan