Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE IN HIGH-RISK INDUSTRIES: THE ROLE OF STANDALONE REPORTS AND FIRM CHARACTERISTICS Hidayat, Muhammad Fahrurrozi; Amalia, Dewi
Journal Economics Technology And Entrepreneur Vol 4 No 03 (2025): ECOTECHNOPRENEUR : JOURNAL ECONOMICS, TECHNOLOGY AND ENTREPRENEUR
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/ecotechnopreneur.v4i03.1622

Abstract

The issue of Corporate Social Responsibility Disclosure (CSRD) remains a concern in Indonesia, particularly in response to various environmental pollution incidents involving companies. This study aims to examine the influence of profitability, standalone report, firm size, the tenure of the board of directors, the size of the board of commissioners, the proportion of independent commissioners, and managerial ownership on CSRD in energy sector companies. The data were collected using a purposive sampling method, sourced from financial reports and/or sustainability reports published by the companies. The results of the panel data regression analysis indicate that the standalone reports and firm size have a positive effect on CSRD. The variables of profitability, tenure of the board of directors, size of the board of commissioners, independent commissioners, and managerial ownership do not have a significant effect on CSRD. Firm size and standalone report influence CSRD, in line with stakeholder and agency theoretical frameworks.
Assessment of the Pelangwot-Sedayu Lawas Floodway Capacity for Managing Floods in the Lower Bengawan Solo River Amalia, Dewi; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very; Ivan, Hans
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.02.7

Abstract

The Pelangwot-Sedayu Lawas floodway is the main infrastructure for a flood control system in the Lower Bengawan Solo. However, frequent flooding still occurs in the Turi and Kali Tengah subdistricts of Lamongan Regency. Therefore, the number of emergency gates in the floodway has been increased. An important aspect of this flood control is ensuring that, despite the increase in capacity of the Pelangwot-Sedayu Lawas floodway gates, the water surface elevation at Pelangwot does not lead to overflow and that the floodway channel from Pelangwot to Sedayu Lawas effectively conveys the maximum discharge. This study aims to assess the capacity of the emergency gates to convey a flood discharge of 1000 m³/s and the capability of the floodway channel to accommodate flows from both the emergency gates and outlet of Jabung Retarding Basin, which amounts to 1140 m³/s. The analysis of floodway capacity involves calculating the discharge through five floodway gates and simulating the floodway channel to manage flood discharge using the HEC-RAS 5.0.7 software. Results indicate that with a gate opening of 5 m, the five gates can discharge 1000 m³/s at a water surface elevation of +7.03 masl, reducing floods by 32.09%. To improve capacity, the embankment must be elevated by 1.0 meters, with a crest width of 4.00 meters along the left bank for 4.4 km and the right bank for 4.35 km. These modifications are essential to enhance flood management and protect downstream areas.
Evaluasi Kapasitas Emergency Gate Floodway Pelangwot-Sedayu Lawas sebagai Sistem Pengendalian Banjir di Bengawan Solo Hilir Amalia, Dewi; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.07

Abstract

Floodway Pelangwot-Sedayu Lawas merupakan infrastruktur utama dalam sistem pengendalian banjir Bengawan Solo Hilir. Berdasarkan kondisi di lapangan, diketahui bahwa masih sering terjadi banjir di daerah Bengawan Solo Hilir, maka dari itu direncanakan untuk meningkatkan kapasitas debit yang akan dialirkan menuju ke floodway, yaitu sebesar 1000 m3/dt. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui kemampuan tiga emergency gate floodway dalam mengalirkan debit banjir 1000 m3/dt dan kemampuan saluran floodway untuk menampung debit dari emergency gate maupun dari Rawa Jabung sebesar 1310 m3/dt. Analisis kemampuan emergency gate untuk mengalirkan debit banjir dilakukan dengan menghitung kapasitas debit yang dapat dialirkan melewati tiga pintu floodway, sedangkan analisis kemampuan saluran floodway dalam menampung debit banjir disimulasikan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7. Hasil analisis menunjukkan dengan bukaan pintu (w) 5 m, ketiga pintu floodway tersebut mampu mengalirkan debit banjir rencana 1000 m3/dt, dengan elevasi di Pelangwot adalah +7,190 mdpl, dengan  kondisi aliran yang terjadi di hulu pintu adalah aliran bebas. Persentase reduksi banjir Bengawan Solo dengan kapasita floodway 1000 m3/dt, mencapai 30,265%. Saluran floodway eksisting belum mampu mengalirkan debit 1310 m3/dt, sehingga diperlukan peninggian tanggul ataupun normalisasi pada saluran floodway tersebut.
Evaluasi Perkuatan Eksisting Bronjong Pada Kasus Kelongsoran Jalan Cisasawi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat Amalia, Dewi; Mujiman, Mujiman; Juarti, Ery Radya; Pudin, Apip; Ruchiyat, Iman
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.791

Abstract

Abstrak Jalan Cisasawi mengalami kelongsoran pada tahun 2020. Usaha penanganan kelongsoran telah dilakukan oleh warga, menggunakan Bronjong. Hanya saja, perencanaan perkuatan tersebut tidak memperhitungkan persyaratan yang berlaku. Agar tidak terjadi kejadian serupa, perlu dilakukan evaluasi terhadap perkuatan tersebut. Evaluasi dimulai dengan pengumpulkan data dengan cara pengukuran geometri lereng dan pengujian tanah. Analisis stabilitas dilakukan menggunakan software Geostudio. Evaluasi dilakukan di akhir untuk mengetahui apakah konstruksi perkuatan lereng eksisting tersebut cukup aman atau tidak. Dari hasil analisis didapatkan bahwa nilai SF dari lereng eksisting (sebelum adanya bronjong) sebesar 0,504. Kondisi ini sesuai dengan lapangan yaitu lereng mengalami kelongsoran. Hasil analisis stabilitas lereng setelah diperkuat dengan Bronjong adalah SF sebesar 1,014. Nilai SF ini tidak memenuhi yang disyaratkan SNI 8460-2017 faktor keamanan dalam kondisi gempa SF lebih besar dari 1,1 sehingga diperlukan alternatif perkuatan tambahan lereng. Alternatif perkuatan tambahan lereng dilakukan memperbesar dimensi bronjong. Dari hasil analisis perkuatan tambahan didapatkan SF sebesar 1,277. Kata kunci: Perkuatan lereng, longsor, bronjong, angka keamanan  Abstract Cisasawi Road experienced a landslide in 2020. Landslide handling efforts have been carried out by residents, in the form of strengthening gabions. However, the retrofitting plan does not take into account requirements. In order to avoid similar incidents, it is necessary to evaluate the reinforcement. This evaluation begins with collecting data by measuring slope geometry and soil testing. Stability analysis was performed using GeoStudio software. Evaluation is carried out at the end of the analysis to determine whether the existing slope reinforcement construction is safe enough or not. From the results of the analysis, it was found that the SF value of the existing slope (before the gabions) was 0.504. This condition is in accordance with the field, namely the slope is sliding. The result of slope stability analysis after reinforced with Gabions is SF  1.014. This SF value does not meet the required SNI 8460-2017 safety factor in earthquake conditions SF > 1.1 so that additional slope reinforcement alternatives are needed. An alternative to additional slope reinforcement is to increase the gabion dimensions. From the results of the additional reinforcement analysis, it was found that SF 1,277. Keywords: Slope reinforcement, landslide, gabion, safety factor
Analisis Karakteristik Tanah Gambut Berserat dan Dampaknya Terhadap Infrastruktur Amalia, Dewi; WD Gulo, Elrich Gratiawan; Yulianto, Faisal Estu; Kusuma, Yusmiati; Juarti, Ery Radya; Pudin, Apip
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1008

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara dengan sebaran lahan gambut yang luas. Gambut dikenal sebagai tanah yang bermasalah dalam pekerjaan konstruksi karena memiliki daya dukung yang rendah sehingga tidak dapat menopang pondasi infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik tanah gambut di Kalimantan, sehingga penanganan yang tepat dapat ditentukan untuk mengatasi permasalahannya. Studi kasus pada penelitian ini adalah tanah gambut di Bereng Bengkel, Palangkaraya. Karakteristik tanah gambut diidentifikasi melalui serangkaian pengujian tanah berdasarkan Peat Testing Manual 1979. Selain itu, dilakukan juga pengujian Scanning Electron Microscopy untuk melihat morfologi tanah gambut, serta pengujian Fourier Transform Infra-Red untuk mengidentifikasi jenis senyawa yang terdapat di dalamnya. Hasil pengujian tanah di laboratorium menunjukkan bahwa tanah gambut memiliki sifat yang buruk secara geoteknik. Dari hasil pengujian SEM, diketahui adanya makropori dan mikropori pada tanah gambut yang sebagian besar ditempati oleh air. Kemudian, berdasarkan hasil pengujian FTIR, diketahui bahwa tanah gambut memiliki senyawa yang bersifat hidrofilik. Kata kunci: tanah gambut, serat gambut, infrastruktur Abstract Indonesia is one of the countries with a wide distribution of peatlands. Peat is known as a problematic soil in construction work because it has a low bearing capacity that cannot support infrastructure foundations. The objective of this research is to analyze the characteristics of peat soils in Kalimantan, so that appropriate treatments can be determined to overcome the problem. A case study of this research is the peat soil in Bereng Bengkel, Palangkaraya. The characteristics of the peat soil were identified through a series of soil tests based on the Peat Testing Manual 1979. In addition, Scanning Electron Microscopy testing was carried out to look at the morphology of the peat soil, as well as Fourier Transform Infra-Red testing to identify the types of compounds contained therein. The results of soil testing in the laboratory showed that the peat soil had poor geotechnical properties. SEM testing revealed macropores and micropores in the peat soil, most of which were occupied by water. FTIR testing showed that peat soil has hydrophilic compounds. Keywords: peat soil, peat fiber, infrastructure
Pengaruh Cracked Soil terhadap Stabilitas Lereng Desa Bojongkondang-Kabupaten Sumedang dengan Menggunakan Software Geostudio Amalia, Dewi; Nisrina, Ratu Salma; Astor, Yackob; Siswanto, Antonius; Nursyafril, Nursyafril; Ruchyat, Iman; Pudin, Apip
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1023

Abstract

Abstrak Tanggal 9 Januari 2021, terlah terjadi bencana alam tanah longsor terjadi di Dusun BojongKondang, Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang. Keberadaanya masyarakat di zona merah sangat berbahaya. Ditambah dengan kondisi lereng yang relative curam sehingga perlu dilakukan studi terhadap stabiltas lereng untuk mengetahui faktor keamanan (SF) dari lereng tersebut. Pemukiman disekitar lokasi bencana alam tanah longsor dapat dikatakan aman jika nilai factor keamanan (safety factor) lerengnya >1,5. Dilakukan analisis terhadap pemodelan keretakan tanah untuk mendapatkan faktor keamanan terkritis di mana tanah dimodelkan sebagai tanah pasir (behaving like sand). Hal ini dapat diselesaikan dengan mengaplikasikan The Concept of Cracked Soil. Penelitian mengenai keretakan tanah baru dilakukan 10 tahun terakhir. Selanjutnya dilakukan penelitian dengan melakukan kajian lapangan untuk menemukan posisi retakan di lereng, dan pada tahun 2020 dilakukan pemodelan analisis numeric untuk stabilitas lereng dalam kondisi retak. Kata kunci: Stabilitas Lereng, Tanah Longsor, Behaving Like Sand   Abstract On January 9 2021, a landslide occurred in BojongKondang Hamlet, Cihanjuang Village, Cimanggung District, Sumedang Regency. The existence of people in the red zone is very dangerous. coupled with the relatively steep slope conditions. Based on these conditions, it is necessary to carry out a slope stability analysis study to find out what the safety figure (SF) of the slope is. Settlements close to landslide disaster locations can be said to be safe if the slope safety factor is >1.5. In the analysis, modeling of soil cracks was also carried out to obtain the value of the critical safety factor by modeling the soil as behaving like sand. This problem can be solved by applying The Concept of Cracked Soil. Research related to crack soil has only been carried out in the last 10 years. The next research was a field study to find the position of cracks on the slope, and finally in 2020 numerical analysis modeling was carried out regarding slope stability in cracked conditions. Keywords: Landslides, Slope Stability, Behaving Like Sand
Penyediaan Alat Penghancur Sampah Organik agar Maggot Lebih Maksimal Mengolah Sampah Menjadi Pupuk Kompos Chamidy, Harita Nurwahyu; Astor, Yackob; Keryanti, Keryanti; Min, Joe Lian; Djatnika, Tjetjep; Pudin, Apip; Amalia, Dewi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.12884

Abstract

Longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti membuat tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) semakin menggunung dan munculnya TPS liar yang dapat mencemari lingkungan. Alternatif pengolahan sampah organik yaitu dengan memanfaatkan maggot. Jika tersedia sarana pengolahan sampah yang lengkap dan budidaya Maggot dilakukan secara benar, maka berpotensi dapat mengatasi permasalahan sampah dan menghasilkan keuntungan. Mitra telah mencoba melakukan pengolahan sampah organik menggunakan Maggot. Namun, masih ada permasalahan yang terjadi pada Mitra Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yaitu tidak adanya alat penghancur sampah sehingga tidak dapat diolah maksimal oleh Maggot. Kegiatan PkM ini yaitu melakukan sosialisasi mengajak warga untuk memilah sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing, kemudian mendistribusikan sampah ke lokasi pengolahan, dan pembuatan alat penghancur sampah organik. Manfaat kegiatan PkM bagi Mitra adalah memberikan kontribusi berupa teknologi peralatan penghancur sampah dan bertambah banyak masyarakat yang berkontribusi dalam pengelolaan ini sebagai solusi pengolahan sampah yang efektif, efisien, murah, dan dapat memberikan keuntungan bersama.
Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak, Kesediaan Membayar Pajak, dan Sanksi Perpajakan Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di RD Tax Consulting Amalia, Dewi; Yuniarwati, Yuniarwati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.52336

Abstract

Maksud dari studi ini dilakukan yakni guna menyingkap sejauh mana pengetahuan Wajib Pajak, kesediaan membayar pajak, serta pengaruh sanksi perpajakan dalam mematuhi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di RD Tax Consulting. Peneliti menggunakan data primer, untuk mendapatkan data primer, penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi di RD Tax Consulting melalui formulir Google. Riset ini memanfaatkan 60 responden dari klien-klien RD Tax Consulting. Dalam riset ini, perangkat lunak IBM SPSS Statistics 27 dimanfaatkan guna menyusun data melalui analisis regresi berganda. Dari hasilnya, tersingkaplah bahwa kesediaan membayar pajak tiada membawa pengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di RD Tax Consulting. Sebaliknya, pengetahun Wajib Pajak serta sanksi perpajakan memberikan pengaruh yang berarti dan positif berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di RD Tax Consulting.
PEMBEKALAN PENYUSUNAN BUKU BESAR DI SMK YP IPPI PETOJO DALAM RANGKA KEGIATAN MBKM Amalia, Dewi; Susanto, Liana
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i2.29286

Abstract

The "Merdeka Belajar-Merdeka Kampus" policy was introduced in January 2020 to improve higher education in Indonesia. The program was implemented at SMK YP IPPI PETOJO in Jakarta, involving Tarumanagara University students who provided teaching assistance, specifically on service company ledger preparation. The objective was to analyze the impact of teaching assistance on student understanding and improve learning effectiveness. This program benefits students, teachers, schools, and students, with the hope of providing a sustainable positive impact in the world of education. During the three months of MBKM Teaching Assistance at SMK YP IPPI PETOJO, students as facilitators used structured steps in identifying the difficulties of class X Accounting students in understanding the preparation of service company ledgers. To overcome this problem, the author uses varied teaching methods by compiling materials such as power points, "K-pop" case studies, and Quizziz for evaluation. In addition, students also involve students in interactive interactions, and regular evaluations are carried out to improve the quality of learning at SMK YP IPPI PETOJO. The results showed a high evaluation with an average score of 4.31 out of 5, concluding that this teaching assistance was successful in increasing knowledge about the preparation of service company ledgers. The MBKM Teaching Assistance Program at SMK YP IPPI PETOJO succeeded in having a significant positive impact on class X Accounting students. High ratings of the effectiveness of teaching practice, the role of teaching assistants, and improved student understanding reflected the success of the program with an average score of 4.28 out of 5. The potential for future development and sustainability of the program was recognized, with an emphasis on diversifying teaching methods and utilizing student feedback.
PENDAMPINGAN PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA KM ALUMINIUM DI DUSUN KRANON, SOROSUTAN,UMBULHARJO, YOGYAKARTA Githa Pratiwi, Shiwanggie; Amalia, Dewi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3723-3732

Abstract

Pesatnya pertumbuhan UMKM di Indonesia memiliki dampak bagi perekonomian di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2019 dari KemenKopUKM, jumlah UMKM di Indonesia tercatat sebanyak 65,5 Juta unit, sehingga telah mampu menyerap 97% tenaga kerja dari jumlah angkatan kerja yang tersedia. Selain itu,  pertumbuhan UMKM di sektor ekenomi dan kreatif juga memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebanyak 1.1153,4 triliun dan 11,9% terhadap nilai ekspor nasional. Namun di sisi lain, pertumbuhan UMKM masih terdapat kekurangan, salah satunya dalam bidang akuntansi.. Hal tersebut terjadi dikarenakan belum optimal dalam memahami dan mengetahui cara menentukan dan memperhitungkan harga pokok produksi yang dapat menyebabkan ketidakefektifan dalam penetapan harga jual serta perolehan laba rugi yang tidak pasti. Masalah tersebut juga dialami oleh KM Aluminium di Dusun Kranon, Sorosutan, Umbulharjo. KM aluminium dalam memperhitungkan harga pokok produksi hanya berdasarkan aspek biaya finishing dan bobot bahan baku saja pada proses produksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian berupa pendampingan ini dilakukan guna dapat meningkatkan pengetahuan dalam menentukan harga pokok produksi terhadap penetapan harga jual yang tepat. Pendampingan berlangsung selama tiga kali pertemuan dengan melalui pemaparan materi, disksui tanya jawab dan praktik. Hasil pendampingan dari kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan kepada mitra dalam menentukan biaya produksi dan memperhitungkan harga pokok produksi.