Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

W WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI PRODUK UNGGULAN JURUSAN ATPH SMKN 1 BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Noywuli, Nicolaus; Kaleka, Marten Umbu; Uran, Maria. A. D.; Igniosa Taus; Victoria Ayu Puspita; Karina Dhena Goda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.3173

Abstract

Borong 1 Public Vocational High School is one of the schools supported by Michael D. Ruslim from the Astra Education Foundation in East Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. This school was prepared to become a leading school in East Manggarai with assistance from the Flores Bajawa Agricultural College. The aim of the workshop and product identification assistance in the agribusiness department of food crops and horticulture is to prepare teachers to educate students with factory-based learning. The results of this identification will be internalized and then used to develop a harmonized curriculum that will be used as learning material at SMKN 1 Borong with the name BMW Curriculum (work, continuing studies, and entrepreneurship). The method used in this community service includes workshops and mentoring for target teachers. From the results of this community service, it can be concluded that this coaching was quite successful, as the workshop participants were very enthusiastic about the training activities. This can be seen from the percentage of target teacher attendance, which reached 100%, along with the presence of supervisory coordinators who supported this program. Apart from that, the results of the assistance show that the superior products that are characterized by the characteristics produced are tomatoes, cassava tubers, quality pineapples, superior coffee beans, and quality cocoa beans. Keywords:  community service, featured product, Workshop
Workshop dan Pendampingan Identifikasi Produk Unggulan Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian SMKN 1 Borong Nicolaus Noywuli; Antonia Paulina Bao; Ignoisa Taus; Victoria Ayu Puspita; Maria Arnoldiana Dadjan Uran; David Januarias D. Patty; Victoria Coo Lea; Maria Yoandarta I. Maun
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.381

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Borong, Kabupaten Manggarai Timur, sebagai bagian dari implementasi kurikulum BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha) pada jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam mengidentifikasi produk unggulan berbasis mata pelajaran penciri melalui pendekatan teaching factory yang selaras dengan standar industri. Metode yang digunakan adalah observasi dan pendampingan. Observasi dilakukan untuk mengkaji potensi produk lokal yang dimiliki sekolah, dilanjutkan dengan pelaksanaan workshop dan pendampingan kepada para guru guna mengarahkan proses identifikasi dan pengembangan produk unggulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam merancang pembelajaran berbasis produk unggulan, baik produk utama maupun produk hasil olahan limbah. Produk-produk tersebut meliputi pengolahan kopi, kakao, nanas, singkong, dan tomat yang disesuaikan dengan mata pelajaran di masing-masing tingkat kelas. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya perangkat pembelajaran yang relevan dan berorientasi industri serta memperkuat hubungan antara sekolah dan dunia usaha/dunia industri. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas guru dan peningkatan mutu pembelajaran di SMK berbasis kebutuhan lokal dan industri.
Menggali Makna Variasi Bahasa Daerah sebagai Penentu Relasi Sosial pada Masyarakat Tutur Flores Maria Arnoldiana Dadjan Uran; Konradus Silvester Jenahut
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v1i2.179

Abstract

Hubungan relasi sosial yang terjadi dan berjalan dengan baik, jika bahasa yang digunakan sama-sama dipahami oleh pembicara dan lawan bicaranya. Setiap daerah memiliki bahasa daerahnya masing-masing dengan disertai kekhasan dialek/logatnya. Hal ini pun, terjadi pada masyarakat tutur Flores, yang terdiri atas masyarakat yang heterogen pada masing-masing wilayahnya. Dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi pada wilayah Fores dengan masyarakat tuturnya heterogen, bahasa daerah terkadang disalahartikan dan disalahpahami oleh pembicara atau lawan bicara, sehingga akan terciptanya konflik sosial. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menggali makna variasi bahasa sebagai penentu relasi sosial khususnya pada masyarakat tutur flores. Penelitian ini merupakan jenis penelitian desktipsi kualittatif dalam bidang sosiolinguistik dengan menggunakan teori Hartman dan Stork. Data penelitian merupakan fenomena kehidupan bermasyarakat Flores. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan catat. Analisis data menggunakan metode deskriptif, dengan teknik yang digunakan berupayah menguraikan dan menggambarkan data yang telah dikumpulkan, dan selanjutnya dianalaisis. Hasil penelitian ditemukan bahwa kosa kata dan bahasa dalam bahasa daerah flores yang digunakan dalan berkomunikasi menjadi salah satu penentu relasi sosial pada masyarakat tutur flores. Ini disebabkan oleh kesamaan kosa kata atau kalimat bahasa daerah yang sama tetapi memiliki arti yang berbeda. Jika kedua pembicara tersebut sama-sama memahami bahasa daerah atau kosakata bahasa daerah yang diucapkan, maka relasi sosial positif yang dibangun. Namun, relasi sosial negatif akan terjadi, jika salah satu dari dua pembicara tersebut tidak mengerti atau memahami bahasa daerah atau kosa kata bahasa daerah yang diucapkan. Lebih fatal lagi konflik sosial dapat terjadi jika kosa kata bahasa daerah tersebut bermakna negatif.