Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemisahan Unsur Samarium dan Yttrium dari Mineral Tanah Jarang dengan Teknik Membran Cair Berpendukung (Supported Liquid Membrane) Amin, Amri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

he increasing use of rare earth elements in high technology industries needs to be supported by developmental work for the separation of elements. The research objective is fiercely attracting and challenging considering the similarity of bath physical and chemical properties among these elements. The rate separation of samarium and yttrium elements using supported liquid membrane has been studied. Polytetrafluoroethylene (PTFE) with pore size of 0.45 m has been used as the membrane and di(2-ethylhexyl) phosphate (D2EHP) in hexane has been used as a carrier and nitric acid solution has been used as receiving phase. Result of experiments showed that the best separation rate of samarium and yttrium elements could be obtained at feeding phase of pH 3.0, di(2-ethylhexyl) phosphate (D2EHP) concentration of 0.3 M, agitation rate of 700 rpm, agitation time of 2 hours, and nitric acid and its solution concentrations of 1.0 M and 0.1 M, respectively. At this condition, separation rates of samarium and yttrium were 64.4 and 67.6%, respectively. Keywords: liquid membrane, rare earth elements, samarium, yttrium
Sosialisasi Pembuatan Pestisida Organik dari Sekam Padi dengan Proses Pirolisis di Aceh Besar Fathanah, Umi; Syamsuddin, Yanna; Darwanis, Darwanis; Suparno, Suparno; Aprilia, Sri; Mulyati, Sri; Lubis, Mirna Rahmah; Amin, Amri
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5529

Abstract

Padi adalah komoditas utama di negara agraris seperti Indonesia, yang sebagian besar penduduknya mengandalkan beras sebagai makanan pokok. Pasca panen, produksi beras menghasilkan limbah sekam padi, yang biasanya dibakar atau dibuang ke sungai, menyebabkan pencemaran dan merusak habitat sungai. Selain itu, petani sering menghadapi masalah hama yang mengakibatkan kerugian besar. Program pengabdian masyarakat berbasis produk (PKMBP) masyarakat bagi kelompok tani di Desa Cot Mesjid, Aceh Besar bertujuan meningkatkan produksi padi dengan mengolah sekam padi menjadi pestisida organik melalui teknologi pirolisis. Kegiatan ini juga mencakup penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan bagi petani untuk meningkatkan keterampilan mitra. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat komersial tetapi juga mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berbahaya bagi masyarakat dan ekosistem lainnya. Mitra telah beralih pada penggunaan pestisida organik hasil pirolisis sekam padi yang telah diproduksi. Dampak akhir dari pelaksanaan program ini adalah tumbuhnya jiwa kewirausahaan pada mitra serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup mitra sasaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINIATUR KAPAL IKAN BERBAHAN FIBER REINFORCED PLASTIC (FRP) Lindawati, Lindawati; Yusrizal, Yusrizal; Mahyuddin, Mahyuddin; Muhtadin, Muhtadin; Faisal, Muhammad; Iqbal, Iqbal; Amin, Amri; Maulidin, Aula
Jurnal Vokasi Vol 7, No 2 (2023): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i2.4076

Abstract

Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang kaya akan sumber daya alam laut, sehingga tidak megherankan jika mata pencaharian sejumlah masyarakat adalah nelayan. Keterbatasan sumber daya alam kayu untuk pembuatan kapal ikan telah menggiring munculnya berbagai material alternatif, salah satunya bahan Fiberglass. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pendampingan pembuatan miniatur kapal nelayan berbasis bahan fiberglass kepada mahasiswa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa untuk mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari kedalam produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktik langsung. Hasil kegiatan berupa peningkatan ilmu pengetahuan, wawasan, dan keterampilan peserta dalam membuat miniatur kapal nelayan berbasis fiberglass. Dalam proses kegiatan, peserta menunjukkan antusias yang tinggi.
Pemberdayaan Masyarakat Gampong Tanjung Selamat melalui Pemanfaatan Jerami Padi menjadi Pupuk Kompos Organik di Aceh Besar Fathanah, Umi; Aprilia, Sri; Rinaldi, Wahyu; Lubis, Mirna Rahmah; Syamsuddin, Yanna; Zuhra, Zuhra; Mulyati, Sri; Yunardi, Yunardi; Suparno, Suparno; Amin, Amri
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8141

Abstract

Limbah jerami padi merupakan hasil samping pertanian yang melimpah di pedesaan dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar petani di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, masih membakar jerami setelah panen, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan menghilangkan unsur hara penting bagi tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Gampong Tanjung Selamat dalam memanfaatkan jerami padi menjadi pupuk kompos organik sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan kompos dengan melibatkan 30 mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Proses pembuatan kompos dilakukan menggunakan bahan jerami padi, kotoran sapi, sekam, dan dedak dengan penambahan bioaktivator Effective Microorganisms (EM-4) dan molase, kemudian difermentasi selama 21–28 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memproduksi pupuk kompos secara mandiri dengan ciri fisik kompos matang, yaitu berwarna gelap, berbau tanah. Pelaksanaan kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta membuka peluang usaha kecil berbasis produksi kompos desa. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang pertanian.