Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ipssj

SIMBOLISME GELANG PUTIH PADA UPACARA OTONAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SPIRITUAL DALAM KEHIDUPAN KEAGAMAAN MASYARAKAT HINDU DI KELURAHAN KAWAN, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI Mukaromah Risqi Ferliana; I Nyoman Ananda; I Gusti Agung Istri Agung
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelang putih merupakan salah satu simbol dalam upacara otonan yang memiliki nilai religius dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat, namun masih terdapat individu yang belum memahami makna sesungguhnya dari penggunaan gelang putih dalam upacara otonan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbolisme gelang putih sebagai media komunikasi spiritual, memahami fungsi penggunaan gelang putih dalam kehidupan keagamaan masyarakat Hindu di Kelurahan Kawan, serta menganalisis implementasi ritual penggunaan gelang putih pada masyarakat Hindu di Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan estetis-simbolik dan sosiologis. Teori yang digunakan meliputi teori simbol dari Immanuel Kant, teori fungsional struktural dari George Ritzer, dan teori dampak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelang putih memiliki makna simbolik sebagai lambang kesucian, ketulusan, dan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan. Selain itu, gelang putih juga berfungsi sebagai sarana penyucian diri dan perlindungan spiritual bagi individu yang melaksanakan upacara otonan. Penggunaan gelang putih dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran spiritual, pengendalian diri, serta keharmonisan kehidupan keagamaan masyarakat Hindu di Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
STRATEGI KOMUNIKASI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) SEBAGAI MEDIA LITERASI DIGITAL BUDAYA HINDU DI DESA MEKAR BHUWANA ABIANSEMAL BADUNG Ni Putu Mira Sri Artini; I Nyoman Ananda; Made Ika Kusuma Dewi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cara orang berkomunikasi dan mengakses informasi telah berubah karena kemajuan teknologi digital. Akibatnya, cara orang bekerja untuk menjaga budaya lokal juga berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana KIM Desa Mekar Bhuwana menggunakan strategi komunikasi untuk meningkatkan literasi digital berbasis budaya Hindu. Ini juga bertujuan untuk menemukan masalah yang dihadapi dalam menerapkan strategi ini di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial dalam masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana strategi komunikasi yang KIM jalankan di Desa Mekar Bhuwana Abiansemal Badung, (2) Bagaimana peran KIM sebagai media literasi digital dalam memperkuat pemahaman dan pelestarian budaya hindu di masyarakat Desa Mekar Bhuwana Abiansemal, Badung, (3) Apa saja tantangan yang dihadapi KIM dalam mengimplementasikan strategi komunikasi literasi digital budaya hindu di tengah arus perkembangan teknologi dan dinamika sosial masyarakat Desa Mekar Bhuwana, Abiansemal, Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus KIM Desa Mekar Bhuwana, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang terlibat dalam program literasi digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi KIM Desa Mekar Bhuwana diterapkan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi komunikasi yang memanfaatkan media digital serta pendekatan komunikasi berbasis komunitas. Namun, berbagai tingkat literasi digital masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya partisipasi kelompok masyarakat, dan berbagai masalah pembangunan adalah beberapa kendala yang menghalangi penerapan pendekatan ini. Tetapi Pusat Informasi Desa Mekar Bhuwana masih berfungsi sebagai platform literasi digital berbasis budaya yang mendukung pelestarian nilai-nilai budaya Hindu di era teknologi informasi.