Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Hubungan Indeks Massa Tubuh Terhadap Tekanan Darah pada Anggota TNI di Perwakilan Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat Tahun 2023-2024 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Syaputri, Agustin Amanda Syaputri; Nur Asiah; TW, Afrizal; Syam, Edward
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4750

Abstract

Latar Belakang : Obesitas dan hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di masyarakat. Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan sebagai indikator status gizi yang berhubungan dengan risiko kesehatan, termasuk hipertensi. Obesitas sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tinggi lemak dan aktivitas fisik yang rendah, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit degeneratif seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner. Islam memandang kesehatan sebagai bagian integral dari ajaran agama, termasuk menjaga tubuh dari risiko penyakit seperti obesitas dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan tekanan darah pada anggota TNI di Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, menggunakan total sampling terhadap 40 anggota TNI yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara IMT dan tekanan darah. Hasil: Sebanyak 23 responden (57,5%) memiliki IMT kategori obesitas, dan mayoritas responden memiliki tekanan darah normal (33 dari 40 responden). Berdasarkan uji Chi-Square, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah pada responden (p=0,338). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah pada anggota TNI di Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat. Upaya menjaga kesehatan tetap penting dilakukan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Obesitas, Tinjauan Islam
Angka Kejadian Hipotensi Intradialisis pada Pasien Hemodialisis Adela Syafa; Linda Armelia; Syam, Edward; TW, Afrizal
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4752

Abstract

Hipotensi intradialisis (HID) merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisis, namun data epidemiologi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian dan faktor-faktor yang mempengaruhi HID pada pasien hemodialisis. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 67 pasien hemodialisis di Rumah Sakit Hermina Bekasi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penelusuran rekam medis, mencakup karakteristik demografis dan pengukuran tekanan darah pada fase predialisis, intradialisis, dan postdialisis. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian HID mencapai 29,9%, dengan distribusi fase tekanan darah: predialisis (67,2% normotensi, 32,8% hipertensi), intradialisis (29,9% hipotensi, 43,3% normotensi, 26,9% hipertensi), dan postdialisis (9,0% hipotensi, 82,0% normotensi, 9,0% hipertensi). Faktor usia (p=0,021) dan tekanan darah baseline (p=0,000) menunjukkan korelasi signifikan dengan kejadian HID, sementara berat badan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,750). Kelompok usia >60 tahun memiliki risiko HID tertinggi (50,0%). Hasil penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang epidemiologi HID dan faktor risikonya, yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan manajemen yang lebih efektif pada pasien hemodialisis.
Hubungan Kurangnya Asupan Air Putih Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dian Noor Aristi; Ferlianti, Rika; Mukhtar, Diniwati; TW, Afrizal
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4801

Abstract

Air putih adalah komponen penting dalam fungsi fisiologis tubuh, termasuk menjaga konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kurangnya asupan air putih dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 106 responden dipilih dengan metode total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara asupan air putih dengan tingkat konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden (42,5%) mengonsumsi air putih 1000-1500 mL/hari, sementara tingkat konsentrasi belajar tinggi ditemukan pada 63,2% responden. Analisis statistik tidak menemukan hubungan yang signifikan antara asupan air putih dan konsentrasi belajar (p > 0,05). Studi ini menyimpulkan bahwa pola konsumsi air putih tidak secara langsung memengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor lain yang mungkin memengaruhi konsentrasi belajar.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ghaffar, Aldo Syarahil; Trisiswati, Maya; TW, Afrizal; Amiarno, Yudi
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4743

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 82 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi (48,8%), dan sikap yang positif (95,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,004), serta sikap dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut di pondok pesantren untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam.
Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Kannisa Ashri Wulandari; Basbeth, Ferryal; TW, Afrizal; Sari, Wening
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4779

Abstract

Pendayagunaan dokter WNA dalam UU RI No. 17 Tahun 2023 telah resmi disahkan meskipun sebelumnya mendapat banyak penolakan dari organisasi profesi kesehatan. Namun, rasio dokter terhadap penduduk di Indonesia masih jauh dari standar WHO, dengan distribusi dokter yang tidak merata di daerah terpencil menjadi masalah utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dokter di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol Indramayu terhadap pendayagunaan dokter WNA serta penerapan aturan Islam dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dokter memahami isi UU RI No. 17 Tahun 2023 dan mengakui manfaat pendayagunaan dokter WNA, seperti transfer ilmu dan teknologi, tetapi mengkhawatirkan dampak negatif seperti hambatan komunikasi dan persaingan kerja. Aturan Islam dianggap berfungsi sebagai panduan etis yang meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan agar pendayagunaan dokter WNA diatur dengan regulasi yang ketat, difokuskan di daerah terpencil yang kekurangan tenaga medis, serta dilengkapi dengan perlindungan untuk dokter Indonesia. Secara keseluruhan, mayoritas dokter memiliki pandangan negatif terhadap pendayagunaan dokter WNA namun mendukung penerapan aturan Islam di rumah sakit karena dianggap membantu pelayanan kesehatan.
Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Damayanti, Rizka; Permana, Dharma; TW, Afrizal
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.5597

Abstract

Tuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi masalah kesehatan utama, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Penanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankan nilai-nilai keislaman dalam menjaga Kesehatan dan kehidupan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling. Sampel adalah seluruh pasien TB yang mendapatkan pengobatan di Puskesmas Tanjung Bumi tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat. Sampel penelitian adalah 74 pasien, terdiri dari 62 pasien kategori 1, kategori 2 sebanyak 2 pasien, dan 5 pasien anak. Seluruh pasien kategori 1 dan anak menerima OAT dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH). Pada kategori 2 mendapat OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) sebanyak 71,43% dan lainnya mendapat dosis tunggal (2HZES/10HE). Efek samping yang paling banyak dilaporkan adalah urin berwarna merah (83,8%), penurunan nafsu makan (71,6%), dan mual (63,5%). Tingkat kesembuhan tertinggi terdapat pada kategori anak (100%) dan kategori 1 (96,8%), sedangkan pada kategori 2 sebesar 71,4%. Penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi telah sesuai standar terapi TB yang dianjurkan, dengan hasil pengobatan yang umumnya efektif. Dari sudut pandang Islam, upaya pengobatan ini sesuai dengan prinsip menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan keadilan (‘adl) dalam pelayanan kesehatan.
Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Puskesmas Senen Alya; Aryenti; Fitri; TW, Afrizal
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.5930

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berkaitan dengan inflamasi tingkat rendah dan disfungsi sistem imun. Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan marker inflamasi sistemik yang mudah diperoleh dari pemeriksaan darah rutin dan berpotensi digunakan dalam penilaian risiko DMT2. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh NLR secara statistik terhadap risiko DMT2 pada populasi dewasa di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis pasien dewasa usia 18–55 tahun di Puskesmas Senen periode 2022–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah kategori NLR dan riwayat keluarga, sedangkan variabel dependen adalah status glukosa darah puasa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Sebanyak 152 subjek penelitian dianalisis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa NLR tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap risiko DMT2 (p = 0,926). Sebaliknya, riwayat keluarga DMT2 menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap risiko DMT2 (p = 0,015). Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada dewasa di Puskesmas Senen. Faktor riwayat keluarga memiliki peran yang lebih bermakna dalam peningkatan risiko DMT2.